Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisikan Gaib
Hari seperti biasanya,langit cerah.Suasana desa yang ramai dipagi hari, orang-orang berlomba-lomba pergi mencari nafkah.Mayoritasnya berkebun atau pergi ke sawah seperti Pak Rama,Kini pak Rama akan beraktivitas seperti biasa karena semenjak istrinya melahirkan beliau belum menginjakan kaki di sawah lagi.
"Aku berangkat dulu ya Bu,Ibu dan Nathan baik-baik dirumah"ucap Bapak sembari mencium kening Nathan.
"Iya pak,bekalnya jangan lupa dibawa"Ibu memandangi Bapak dari depan pintu sampai Bapak berjalan agak jauh baru dia masuk.
"Huft,tinggal kita berdua nak dirumah"gerutunya pada Nathan.Nathan yang masih bayi tapi seperti mengerti perkataan ibu nya.Nathan tersenyum lebar,membuat hati ibu nya merasa bahagia.
Tiba-tiba perut ibu Dewi terasa mulas,dia pun menaruh Nathan di tempat tidurnya karena cuma dia seorang diri jadi tidak ada yang dimintai untuk menjaga bayi nya.
"baik-baik di sini ya sayang,ibu tinggal ke kamar mandi sebentar"sembari menaruh Nathan di tempat tidur.
Selang beberapa saat Bu Dewi keluar dari kamar mandi,Nathan yang tadi nya diatas tempat tidur tiba-tiba sudah berada di bawah lantai.
Sontak Bu Dewi pun berteriak kencang"Aduh Nak,kenapa kamu bisa ada dibawah"Sambil membopong Nathan dan dipeluknya erat.
Namun anehnya,Nathan malah tersenyum lebar,padahal ibunya sangat khawatir takut ada luka ditubuhnya.Tapi tidak ada luka sedikitpun,yang membuat ibu Dewi merasa heran."kok bisa Nathan ada dibawah bagaimana dia bisa turun sendiri sementara tempat tidurnya ada pagar pengaman yang lumayan tinggi,aneh sekali"ujarnya merasa bingung.Kejadian yang dialami bayi nya juga terjadi pada pagi hari.
Ibu Dewi memeluk Nathan kencang sembari merasakan detak jantung yang berdebar-debar.Rasanya dia tidak tega lagi meninggalkan Nathan sendirian,dia tidak berani menaruh Nathan sampai suaminya pulang,keinginan nya untuk makan atau sebagainya ia berusaha menahan sampai suami nya pulang.
Tiba-tiba saja angin berhembus kencang menembus pagar rumahnya.Bulu kuduk ditangan ibu Dewi seketika berdiri,dalam hatinya muncul rasa takut,namun dipikiran nya hanyalah keselamatan putra semata wayangnya.
Hari mulai sore,Bu Dewi masih memeluk Nathan erat-erat ditangan nya.Badan ibu Dewi merinding,seperti ada sesosok tak kasat mata yang duduk di samping nya.Entah itu mimpi atau bukan,nyata nya Dewi masih dengan keadaan sadar dia mendengar seseorang berbisik ditelinga nya.
"Jangan takut Dewi,anak mu ada yang melindungi dari bangsa gaib,dia adalah keturunanku !!!"
Ibu Dewi menoleh ke arah samping,namun tidak ada siapapun di sebelahnya.Hanya Nathan yang tertidur pulas di atas pangkuan nya.Ibu Dewi menjadi cemas campur gelisah,menunggu suaminya yang tak kunjung pulang.
(kreeeeeeekkkk)Suara pintu terbuka.
Dengan menghela nafas panjang Dewi sangat senang karena suaminya telah pulang dari sawah.
"Loh kenapa kamu Dewi,wajah kamu pucat sekali,kamu sakit,tau gitu tadi aku Ndak usah pergi ke sawah"tutur suaminya.
"enggak apa-apa mas,aku hanya sedikit penat maklum lah mengurus Nathan bayi kita seorang diri"jawabnya tak berani jujur.
Dewi masih terngiang-ngiang dengan bisikan gaib yang di dengar nya tadi.Pertanyaan yang selama ini terpendam di benaknya,terjawab sudah.Ternyata Nathan memang mempunyai keistimewaan yang di turunkan dari Kakek buyutnya dahulu.Dewi sedikit lega karena sekarang dia tidak takut lagi,anaknya mempunyai khodam sejak lahir.Dewi pikir itu ulah makhluk gaib lain,ternyata itu adalah warisan dari kakek buyut nya.