NovelToon NovelToon
Masa Depan Menantimu

Masa Depan Menantimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:173
Nilai: 5
Nama Author: sat*dya

seseorang yang ingin mengubah hidup nya dan ia bekerja keras demi itu semua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sat*dya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bayangan yang kembali

Cahaya putih masih memenuhi ruang inti Zenith.

Semua orang berhenti bergerak.

Bahkan pertarungan antara Reno dan pasukan Fenrir terhenti sesaat.

Mata mereka tertuju pada sosok yang berdiri di depan inti kristal Elysium.

Pria itu mengenakan jas laboratorium putih yang tampak kuno.

Rambut hitamnya sedikit berantakan.

Dan wajahnya...

Wajah yang sama seperti dalam rekaman.

Wajah yang sama yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam kenangan Alya.

Arman.

“Ayah...”

Suara Alya hampir tidak terdengar.

Air matanya langsung mengalir.

Tubuhnya bergerak tanpa sadar.

Selangkah.

Dua langkah.

Lalu berlari.

“Ayah!”

Namun sebelum ia mencapai sosok itu—

Reno langsung bergerak.

“Alya, tunggu!”

Alya berhenti beberapa meter dari sosok tersebut.

Karena sesuatu terasa aneh.

Sangat aneh.

Pria itu memang terlihat seperti Arman.

Namun matanya...

Matanya bercahaya biru.

Terlalu terang.

Terlalu tidak manusiawi.

Sosok itu perlahan menoleh.

Tatapannya jatuh pada Alya.

Lalu...

Ia tersenyum.

Senyum hangat yang membuat hati Alya terasa hancur.

Karena senyum itu persis seperti yang ada dalam ingatannya.

“Halo, Alya.”

Tubuh Alya gemetar.

“Ayah...?”

Sosok itu mengangguk pelan.

“Sudah lama sekali.”

Hana menatap dengan mulut terbuka.

“Aku bahkan tidak tahu harus panik yang mana dulu.”

Darius terlihat waspada.

Sementara Kaizer...

Kaizer hanya diam.

Tatapannya tidak lepas dari sosok Arman.

Ada sesuatu yang aneh di matanya.

Kemarahan.

Kerinduan.

Dan penyesalan.

Bercampur menjadi satu.

“Jadi akhirnya kau muncul,” kata Kaizer pelan.

Sosok Arman menoleh.

“Aku tidak pernah benar-benar pergi.”

Hening.

Reno berdiri beberapa langkah di depan Alya.

Melindunginya.

Namun matanya sendiri sulit menyembunyikan keterkejutannya.

“Ini bukan manusia.”

Semua menoleh padanya.

Reno menatap sosok Arman tajam.

“Ini data neural.”

Ruangan kembali sunyi.

Alya perlahan membeku.

“Apa?”

Sosok Arman tersenyum tipis.

“Seperti biasa, kau cepat memahami sesuatu, Reno.”

Hati Alya langsung terasa berat.

“Data... neural?”

“Ya.”

Suara Arman terdengar lembut.

“Sebelum menghilang, aku menyimpan kesadaranku ke dalam inti Elysium.”

Mata Alya membesar.

“Kesadaran?”

“Sebagian darinya.”

Tatapan Arman berubah sedih.

“Aku bukan ayahmu yang asli.”

Kalimat itu terasa seperti pisau.

Alya menunduk perlahan.

Air matanya jatuh lagi.

Tentu saja.

Ia sudah terlalu sering berharap dalam beberapa hari terakhir.

Dan setiap harapan selalu berakhir sama.

Namun Arman melanjutkan:

“Tapi semua ingatan, semua perasaanku terhadapmu... tetap ada.”

Hening.

Alya menggigit bibirnya.

Ia tidak tahu apakah harus bahagia atau semakin sedih.

Kaizer tertawa kecil.

“Lihat dirimu.”

Nada suaranya dingin.

“Dulu kau menolak menyatukan manusia dengan mesin.”

Tatapannya menusuk Arman.

“Dan sekarang kau menjadi bagian dari sistem.”

Arman tidak terlihat marah.

Ia justru tampak lelah.

“Aku tidak punya pilihan.”

“Pilihan selalu ada.”

“Tidak malam itu.”

Hening.

Mata Kaizer sedikit berubah.

Seolah kata-kata itu membangkitkan sesuatu yang lama terkubur.

“Aku mencoba menghentikanmu,” lanjut Arman.

“Tapi aku gagal.”

“Tidak.”

Kaizer tersenyum tipis.

“Kau berhasil.”

Tatapannya jatuh pada Alya.

“Karena dia masih hidup.”

Suasana langsung menegang lagi.

Arman menoleh pada Alya.

“Alya.”

“Ya?”

“Dengarkan baik-baik.”

Cahaya inti Elysium mulai berdenyut semakin kuat.

Seolah merespons keberadaan mereka.

“Kau harus membuat pilihan.”

Jantung Alya berdetak lebih cepat.

“Pilihan apa?”

Arman terdiam beberapa detik.

Lalu berkata:

“Elysium mulai bangun.”

Suara alarm kembali menggema.

WARNING.

CORE SYNCHRONIZATION 68%.

Seluruh ruangan bergetar.

Kabel-kabel cahaya di langit-langit bergerak semakin liar.

“Kalau sinkronisasi mencapai seratus persen,” lanjut Arman.

“Kesadaran Elysium akan aktif sepenuhnya.”

Hana langsung mengangkat tangan.

“Pertanyaan.”

Tidak ada yang menjawab.

“Tolong jelaskan itu dengan bahasa manusia biasa.”

Arman hampir terlihat tersenyum.

“Artinya, sistem yang selama ini tertidur akan hidup.”

“Dan?”

“Dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah itu.”

“Hebat,” kata Hana lemas.

“Benar-benar menenangkan.”

Reno tetap fokus.

“Masih ada cara menghentikannya?”

Arman menoleh.

“Ada.”

Kaizer langsung menyipitkan mata.

“Aku tahu kau akan mengatakan itu.”

Arman mengabaikannya.

Tatapannya kembali ke Alya.

“Kau bisa memutus inti Elysium.”

Hening.

Alya membeku.

“Memutus?”

“Ya.”

“Dan kalau aku melakukannya?”

Ekspresi Arman berubah berat.

“Elysium akan hilang selamanya.”

Ruangan terasa semakin sunyi.

Alya menatap inti kristal yang bercahaya di tengah ruangan.

Benda itu telah mengubah hidupnya.

Membuatnya diburu.

Membuatnya kehilangan masa normal.

Namun di saat yang sama...

itu juga satu-satunya peninggalan ayahnya.

Satu-satunya alasan ia bisa mengetahui kebenaran.

“Dan pilihan lainnya?” tanya Alya.

Kali ini yang menjawab adalah Kaizer.

“Bangunkan Elysium.”

Tatapan semua orang langsung tertuju padanya.

Kaizer berjalan perlahan mendekati inti.

“Biarkan sistem mencapai bentuk akhirnya.”

“Tidak,” kata Reno dingin.

Kaizer mengabaikannya.

“Kalau itu terjadi, manusia tidak akan lagi terpisah satu sama lain.”

“Dan menjadi budak jaringan?” balas Reno.

“Menjadi sesuatu yang lebih baik.”

Reno langsung bergerak maju.

Namun Darius dan Fenrir kembali menghadangnya.

Pertarungan nyaris pecah lagi.

“Cukup!”

Suara Alya menggema keras.

Semua terdiam.

Napas Alya terasa berat.

Kepalanya masih dipenuhi ribuan suara.

Namun kini ia mulai memahami sesuatu.

Semua orang di ruangan ini menginginkan sesuatu darinya.

Kaizer punya visinya.

Arman punya harapannya.

Reno punya ketakutannya.

Tapi...

Bagaimana dengan dirinya sendiri?

Sejak awal, ia hanya mengikuti arus.

Berlari.

Bersembunyi.

Mencari jawaban.

Dan sekarang saat jawaban itu akhirnya ada di depan mata...

Ia justru merasa semakin bingung.

Tiba-tiba—

Suara lain terdengar.

Bukan dari Arman.

Bukan dari Kaizer.

Melainkan langsung dari inti Elysium.

> Host utama.

Tubuh Alya membeku.

Suara itu terdengar jelas di kepalanya.

Namun kali ini bukan suara sistem.

Lebih lembut.

Lebih hidup.

> Apakah kau takut?

“Apa...?”

Semua orang menatap Alya.

Mereka tidak mendengar suara itu.

Hanya dirinya.

> Apakah kau takut pada dirimu sendiri?

Jantung Alya berdetak keras.

Selama ini...

Jawabannya adalah ya.

Ia takut.

Takut menjadi monster.

Takut kehilangan kendali.

Takut menyakiti orang lain.

Namun sekarang...

Ia teringat kata-kata ayahnya.

Jangan takut pada dirimu sendiri.

Air mata Alya jatuh perlahan.

“Aku...”

Suara di kepalanya kembali berbicara.

> Maka pilihlah.

Cahaya inti mendadak semakin terang.

BOOOOMMM!

Seluruh ruang inti terguncang hebat.

Retakan mulai muncul di lantai.

Alarm meraung tanpa henti.

WARNING.

CRITICAL OVERLOAD DETECTED.

Darius langsung melihat data di helmnya.

“Sinkronisasi 75%.”

Kaizer menatap inti dengan mata berbinar.

“Akhirnya.”

Reno justru tampak semakin tegang.

Karena ia tahu sesuatu.

Kalau angka itu terus naik...

Mereka mungkin tidak punya waktu lagi.

Tiba-tiba—

Lantai di bawah inti kristal retak.

Dan dari dalam cahaya biru yang menyilaukan...

sesuatu mulai bergerak.

Bukan manusia.

Bukan mesin.

Siluet besar perlahan terbentuk di dalam inti Elysium.

Semua orang membeku.

Bahkan Kaizer.

Bahkan Arman.

Karena tidak seorang pun pernah melihat ini sebelumnya.

Sosok bercahaya itu membuka matanya.

Dua mata biru terang muncul di dalam lautan cahaya.

Dan suara yang mengguncang seluruh ruang inti bergema di udara.

> Sinkronisasi diterima.

> Kesadaran utama aktif.

Untuk pertama kalinya...

Elysium telah bangun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!