Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 3
19.27 WIB , PENGUNGSIAN BENCANA
"Dhi , aku mau bicara sama kamu !" pinta Bagas saat teman-temannya sesama Prajurit sedang membakar ikan untuk makan malam . Adhi yang sudah tau mengapa Bagas mengajaknya bicara langsung berdiri ,
"Ini ikannya sebentar lagi matang , kalian nggak bicara disini aja ?" tanya temannya , "Biar !, kalo nggak kebagian jangan salahkan kami !" timpal lainnya .
"Kalo nggak kebagian kamu yang aku bakar !" canda Bagas .
Di pematang sawah dekat lapangan tempat pengungsian itu didirikan keduanya berbicara empat mata . "Apa tak ada tempat lain , disini banyak nyamuk !" protes Adhi .
Bagas tak menggubris protes Adhi , dia duduk memandangi bumantara penuh bintang . "Kalau mau denger cerita aku duduk saja , tapi kalo nggak sih gak papa ,"
Tak ada pilihan lain , Adhi menyusul duduk disampingnya sambil menurunkan gulungan lengan panjangnya agar tak diburu nyamuk itu .
"Dulu aku memintanya untuk menjaga perasaannya untuk ku , dan akan menemuinya setelah lulus pendidikan ." Ucap Bagas menceritakan masalah yang ia hadapi .
"Terus kamu sudah menemuinya setelah lulus pendidikan ?" tanya Adhi memperjelas masalahnya . Bagas menggeleng tanda dia telah mengingkari janjinya .
"Pendidikan Bintara cuma lima bulan sedangkan dia melanjutkan kuliah di STAN selama satu tahun , jadi aku tak bisa menemuinya ." Jelas Bagas pada rekannya .
"Tenang !, tapi kamu masih sempat menghubunginya kan ?" Adhi memastikan bahwa Bagas tak mengingkari janjinya . Tentu bagi prajurit janji adalah hal berat dan hina jika di ingkari .
"Iya , aku masih sempat menghubunginya !" Bagas tak melepas pandangan dari satu bintang yang ia pandangi sejak tadi .
"Syukurlah , berarti kamu tak mengingkari janjimu Gas ," Adhi melepas nafasnya lega . "Setidaknya kamu masih berusaha menepati janji mu !" lanjut Adhi kembali.
Note : kasih like dulu ya sebelum lanjutin bacanya..
"Kalau cuma berjanji untuk menghubunginya tak akan seberat ini , bahkan aku bisa menghubunginya sekarang !" tegas Bagas .
"Janji ku menemuinya , sebelum benar-benar menatap wajahnya belum puas hati ini , Dhi !" Bagas memperjelas masalah yang ia hadapi . "Dan yang semakin menekan ku adalah waktu ."
Adhi belum mengerti maksud kalimat terakhirnya , "Waktu ?, maksud kamu apa ?" tanya Adhi . "Iya , janji itu aku buat dua tahun lalu bahkan lebih , berarti aku sudah telat satu tahun menepati janji ku kan ?"
"Pantas kau terlihat berat sekali memikirkan masalah ini , Gas ! aku yang cuma dengerin aja ikutan bingung !" ujar Adhi yang mulai bersandar pada pohon menikmati hawa yang teduh .
"Berat sih berat , tapi jangan tidur di sini dimakan nyamuk tau rasa kamu !" celetuk Bagas . "Nggak tidur , cuma hawanya bikin tenang ." Balas Adhi dengan santainya .
"Udah ayo balik lagi , keburu ikannya dihabisin mereka !" ajak Bagas . Dia juga menjulurkan tangan untuk membantu Adhi berdiri .
...****************...
KANTOR TEMPAT SIWI KERJA
"Apa kabar dengan Bagas yah ?, kata Rian dia sekarang dinas di nusa tenggara ," entah mengapa tiba-tiba dia teringat dengan Bagas pacarnya waktu SMA .
"Apa dia masih menjaga perasaannya padaku ya ?" tanya dirinya terus menerus .
Hari ini seperti puncak kerinduannya pada Bagas , di semua langkahnya pikirannya terus tertuju padanya .
Mulai dari teringat saat-saat indah bersama Bagas , hingga saat Bagas berjanji menemuinya setelah pendidikan militer yang menjadi pertemuan terakhir mereka selama dua tahun ini .
"Tak terasa dua tahun berlalu begitu cepat , tak terasa rasa rindu yang dulu terus menghantui perlahan melambat dan menjadi terbiasa." Batin Siwi kembali .
Note : bagi yang lupa / belum like boleh di like dulu dan biar makin mantap silahkan tambahkan komen , rate 5 dan vote...
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih