NovelToon NovelToon
Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Badboy / Nikahkontrak / Poligami
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pratiwi Devyara

Karena terdesak kebutuhan, Putri terpaksa menjadi ibu pengganti. Karena ada sepasang suami istri yang tengah program bayi tabung. Tetapi rahim sang istri tak kuat mengandung si bayi tabung tersebut. Untuk itulah sepasang suami istri itu rela membayar mahal untuk rahim yang mau dipinjamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Dari Miska

"Emang emak-emak di kampung kita sekarang lagi ketagihan ngutang sama bank keliling."

Miska teman sepermainan sekaligus tetangga rumah di kampung, berkata pada Putri. Saat Putri curhat masalah hutang ibunya pada bank keliling.

Miska juga bekerja di Jakarta dan kosan gadis itu ada di seberang kosan Putri. Sebagai tetangga satu kampung tentulah mereka cukup dekat dan saling menjaga satu sama lain di rantau orang.

"Gue kesel banget, Mis. Nggak tau apa-apa, tiba-tiba di sodorin hutang. Gue ngeliat nggak uangnya seberapa, kayak gimana, ikut makan uangnya juga nggak." ucap Putri.

Miska menatap temannya itu.

"Lo nanya nggak, nyokap lo pinjam duit itu buat apa?" tanya nya kemudian.

"Apa buat biaya berobat karena sakit, biaya sekolah adek lo atau apa gitu?" lanjutnya lagi.

Putri terlihat menghela nafas agak dalam.

"Nggak ngerti, pas gue tanya jawabnya cuma buat adek-adek. Tapi pas gue tanya lebih lanjut, malah berbelit-belit jawabannya. Muter-muter kesana-sini, intinya nggak ada." ujar Putri.

"Ngempanin bapak tiri lo kali. Kan sorry ya, nyokap lo kalau gue lihat emang bucin banget ke bokap tiri lo. Apa-apa di turuti, padahal bapak tiri lo kagak kerja." tukas Miska.

"Emang." celetuk Putri.

"Emak gue bucin banget kalau sama bapak tiri gue. Sampe kayak babu anjir, kadang." Ia menambahi.

"Aturan mah kerja ya. Kan laki-laki, mana kepala keluarga juga." ujar Miska.

"Makanya." Lagi-lagi Putri menjawab.

"Ini yang ada malah ngandelin gue. Apa-apa gue." lanjutnya kemudian.

"Kalau kata gue better nggak usah di bayarin, Put. Biar nyokap lo juga kapok. Lo kasih aja perbulan sesuai yang biasa lo kasih." ujar Miska.

"Pengennya sih gitu, tapi mau gimana. Pasti nyokap gue merongrong mulu nantinya. Terus nangis-nangis kayak waktu itu. Gue juga lagi yang pusing." ucap Putri.

Miska menarik nafas panjang dan menjatuhkan pandangan ke suatu sudut.

"Susah emang jadi anak-anak di negara kita. Orang tua suka seenak jidat. Mentang-mentang merasa udah melahirkan dan membesarkan kita. Padahal yang mau punya anak kan mereka, bukan kita yang menuntut supaya dilahirkan." ujarnya.

Putri diam, karena yang dikatakan oleh temannya itu semuanya benar. Orang tua sering memaksa anaknya berterima kasih karena telah dilahirkan dan diasuh. Berterima kasihnya dengan cara harus bekerja untuk membiayai adik-adik.

Padahal ana adalah tanggung jawab orang tua. Bukan anak yang meminta dilahirkan. Tapi orang tua lah yang dengan secara sadar memutuskan untuk mempunyai anak.

"Sekarang nyari duit tambahan susah. Mesti ngapain juga bingung." lanjut Miska.

"Apa jadi simpanan om-om aja nih kita?" ujarnya lagi.

Seketika Putri pun tertawa.

"Iya, yang kaya tapi om-omnya." seloroh gadis itu.

"Ya iyalah, Put. Ngapain jadi simpanan om-om kere. Udalah di simpan, tambah miskin pula hidup kita. Percuma dong say." ujar Miska sambil tertawa-tawa. Putri pun jadi makin terkekeh.

"Eh tapi serius loh, gue mau kalau ada om-om tajir yang nge-keep gue. Biar gue makmur, nggak harus kerja keras. Gue akan mempercantik diri aja setiap hari." ujar Miska.

"Sama belanja barang branded." timpal Putri.

"Nah, bener banget itu. Gue di buntingin juga nggak apa-apa deh, asal hidup gue dijamin." ujar Miska lagi.

"Terus kalau keluarga lo tau gimana?" tanya Putri.

"Ya, jangan kasih tau. Lagian kan mereka di kampung, mana tau mereka kalau gue buncit."

"Hahaha." Putri tertawa.

"Gila lo." selorohnya kemudian.

"Mendingan di bikin melendung sama om-om berduit, Put. Ketimbang sama cowok single tapi gaji dibawah UMR. Realistis aja gue mah." ujar Miska.

Sementara Putri masih tertawa dan mendengarkan.

"Biaya ngidupin anak sekarang susah. Kita butuh laki-laki kaya raya buat menopang hidup. Kalau nggak gitu, misalkan gue pas-pasan hidupnya. Terus laki gue juga pas-pasan. Kita bakal melahirkan lebih baik generasi yang serba pas-pasan. Bahkan menyumbang angka kemelaratan buat negara." ucap Miska.

"Iya juga sih. Kemiskinan dan kemelaratan itu terstruktur soalnya. Liat aja keluarga gue." tukas Putri.

"Emak gue ekonomi pas-pasan, nikah sama laki-laki ekonomi sulit dan lemah plus pemalas juga. Oke mungkin sekarang gue masih biayain adek-adek gue. Katakanlah sampai mereka SMA. Setela itu belum tentu gue bisa lanjut." lanjutnya kemudian.

"Nah iya, akibatnya mungkin mereka nggak akan bisa pergi ke universitas. Kalau udah gitu ya, nasibnya bakalan sama kayak kita gini. Jadi pekerja golongan bawah dan gaji rendah." Lagi-lagi Miska berujar.

"Gue mau sih kalau ada om-om yang mau sama gue."

Kali ini Putri yang berseloroh. Miska pun tertawa.

"Ntar kita cari bareng-bareng, biar kita kaya say." ujarnya kemudian.

Maka mereka pun kembali tertawa-tawa untuk hal tersebut.

***

"Di dekat tempat saya ada tuh pak, kayak orang pinter gitu. Dia udah banyak ngobatin orang yang susah punya anak. Coba aja bawa istri bapak kesana."

Irma salah salah satu karyawan di kantor Adnan berujar. Ketika ia akhirnya mengetahui perihal bayi tabung yang di program Adnan dan Dira, tak bisa di kandung sendiri oleh Dira.

"Orangnya perempuan koq pak, mbah-mbah gitu. Jadi nggak perlu takut kalau dukun palsu atau dukun otak nggak bener gitu." ucap Irma lagi.

"Itu di daerah mana?" tanya Adnan.

Maka Irma lalu memberikan alamatnya.

"Ini persis dekat rumah orang tua saya, pak. Orang tua saya kenal baik sama mbah ini." ucap Irma.

"Ya sudah, nanti saya coba bicarakan dulu sama istri saya." ucap Adnan.

"Iya pak, mana tau rejekinya ada disana. Nggak ada salahnya kan berusaha dulu." tukas Irma.

Maka Adnan pun mengangguk. Saat ini tak ada yang lebih penting ketimbang menyenangkan hati Dira. Degan cara member dukungan dan membantunya mewujudkan keinginan.

Adnan yakin tak akan ada hasil yang mengkhianati usaha seseorang. Apabila orang tersebut bersungguh-sungguh.

1
Pepe Black Street
ini ceritanya gimana
Merystica Magdalena
Luar biasa
rynslw__
ceritanya lumayan bagus tapi kadang episode yg pertama dg kelanjutannya Ndak nyambung .terus nama pemerannya yg pertama Adira terus beganti dengan Anita. Kisah rumah tangga anda dengan putri sama Anita Ndak ada kelanjutannya terus berganti lagi dengan kisa daren dan mika.jadi ceritanya campur aduk Ndak ada kesusahannya .
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Evitha Junaedy
aku baca ulang ni thor ... tp nama suaminya tetep adnan y
ayfa
maaf banget Thor ,,dari sini aku mulai bingung yaa antara Dira dan Anita,,istri Adnan jadi namanya anita,trus putri tiba2 udah hamil,,maaf Thor 🤭🤭🤭
Yurna lifia Kaka Benzema
bingung..knpa loncat ceritane...ada yg hilang
Setria Minora
Up LG donk
Nina Hani Anissa
adnan istrinya dira ko jadi anita
Nina Hani Anissa
putri mengandung anak agnan.dea pasti bahagia,bagus ceritanya.
afikamanisih Manisih
judulnya dulu bukan ini deh kyknya, isinya jg agak beda. tp moga aja tetep menarik
Mommy Ghina
nyesek kok bab ini isi beda, apakah aku telat baca nya....jadi sudah di ganti isi partnya 😭😭😭😭
Sisilia Prastiwi
kak Tiwi.. jujurly aq bingung.. ini cerita yg mana ya? 😁
Pas buka kok aq udh baca sampai bab 100an tapi baru liat judulnya ini dan kalo liat komen²-nya sih cerita yg kartu dokternya ketuker itu gegara namanya sama dan dokternya salah melakukan inseminasi. Judulnya kalo ga salah Rahim utk suami orang.
Dibikin cerita dan judul baru lagi ya, say?

ini aq baca ulang dr bab 1 lagi biar jelas, toh tetep ga pernah bosenin karya²-nya Kak Tiwi..
Sendy Miranti
masih setia menunggu kelanjutannya😊
Supriyati Priyati
yang larina ma xander itu judulnya apa ya
Rinafm Utomo
kok babnya diulang.. n ganti tokoh... trus gmn dgn cerita Adnan - Putri - Anita.. ?
Rinafm Utomo
Biasa
Rinafm Utomo
istri Adnan tu Dira kaan.. ? kok jadi Anita... aku jd bingung...
Rinafm Utomo
kok tiba2 ceritanya Putri hamil... ?
Kin Kinasih: laah... iyyaaa,, kok kayaknya lompat ya ceritanya... bingung aku
total 1 replies
Esther Nelwan
semoga cpt sembuh author kesayanganku ni karyamu ni sll aku tunggu2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!