NovelToon NovelToon
Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Status: tamat
Genre:Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aylis

Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.

"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.

"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.

Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.

Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.

Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.

Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Club night

1 Bulan kemudian.

Ainsley sudah kembali ke kampus nya lagi, perlahan terapi nya membawa hasil membuat nya tak takut akan dunia luar lagi, walaupun ia masih tertutup sesekali namun tak separah sebelum nya.

"Sakit apa sih Ains? Lama sekali tidak datang kuliah..." tanya Vindi yang meletakkan tas nya di samping gadis cantik itu duduk.

"Iya...

Kemarin ada sedikit kecelakaan...

Jadi ada cidera..." jawab Ainsley lirih dan memberikan senyum manis nya pada teman yang ia kenal sejak awal masuk kuliah tersebut.

"Ada dosen baru loh hari ini...

Wajah nya itu...

Lebih tampan dari Sean mu..." ucap Vindi sembari dengan antusias saat sebelum masuk ia melihat salah satu dosen yang akan mengajar selama 3 bulan terakhir.

Ainsley tak menjawab dan hanya tersenyum pada teman nya.

Tak lama kemudian ia melihat pria tampan yang masuk dengan wajah dingin dan tak asing baginya.

"Tampan kan?" tanya Vindi antusias pada teman nya.

"Iya..." jawab Ainsley lirih sembari mengingat di mana ia bertemu dengan pria tersebut sampai ingatan nya memutar tentang bunga di taman rumah sakit satu bulan yang lalu.

"Kalian sepertinya sudah ada beberapa yang mengenal saya kan? Tapi tak apa kali ini saya akan memperkenal kan diri lagi." ucap Richard sembari melirik sekilas ke arah Ainsley.

Ia mulai memperkenalkan dirinya dan setelah itu melakukan pembahasan ringan atau briefing agar tak terlalu merasa penat di hai pertama ia mengajar.

"Oh iya setelah ini mahasiswi bernama Ainsley Setya Belen, ke ruangan saya yah..." ucap Richard yang pura-pura tak mengenal karna memanggil gadis itu sembari melihat daftar nama kelas.

Jam nata kuliah nya telah usai ia kembali dan tersenyum simpul saat meninggalkan kelas.

Berbeda dengan Ainsley yang merasa takut akan nilai akademis nya karna ia sudah terlalu lama bolos dan cuti kuliah.

"Ainsley!!! Ih seneng deh kalau aku yang di panggil, di marahin juga gak apa-apa kalau wajah nya begitu..." ucap Vindi kegirangan karna sangat menyukai dosen baru nya.

"Vin...

Mau temenin aku gak?" ajak Ainsley pada teman nya.

"Mau! Mau!" jawab Vindi dengan senang hati

Setelah seluruh mata kuliah nya selesai dan di waktu istirahat, Ainsley dan teman centil nya pun mulai menemui Richard.

Walaupun hanya dosen sementara namun pihak universitas sangat memfasilitasi pria itu karna merupakan salah satu tokoh yang sangat sulit di undang dan tak terlalu suka menonjolkan dirinya.

Melihat Ainsley yang membawa teman nya membuat pria itu sedikit berubah raut wajah dengan kesal.

"Kau terlalu takut untuk menghadapi masalah mu sampai ikut membawa teman mu?" tanya Richard dengan tatapan tajam.

"Ma-maaf pak..

Bukan begitu maksud saya..." ucap Ainsley lirih gadis penakut itu langsung ciut saat melihat sepasang tatapan tajam ke arah nya.

Vindi pun yang merasa bersalah akan teman nya mulai membuka suara.

"Maaf pak...

Tadi saya ikut kesini mau minta tanda tangan...

Ma-mana tau saya bisa menjadi sukses seperti anda..." ucap Vindi canggung.

"Sukses tidak ditentukan dari tanda tangan tapi dari usaha." jawab Richard dingin dan seketika membuat suasana menjadi lebih tak menyenangkan.

Ia memang di kenal sebagai pria yang mudah di dekati begitu saja, dan Vindi pun juga tak merasa sakit hati namun lebih tepat nya merasa ingin segera di telan bumi karna jawaban telak tersebut.

Ia pun mulai pamit keluar dan hanya menyisahkan teman nya dan juga dosen baru tersebut di ruangan itu sendirian.

Richard tersenyum simpul sembari menatap wajah panik gadis itu.

"Sebelum kau dinyatakan cuti karna ada masalah kau bolos kan? Dan lagi nilai mu menurun sejak dua bulan terakhir, tak hanya itu tadi di kelas ku, kau juga seperti tak terlalu mendengarkan." tanya Richard dan membuat Ainsley semakin panik.

"Se-sebelum nya saya ada masalah maka dari itu saya tak sempat membuat izin, dan soal nilai saya akan pastikan naik lagi...

La-lalu saya tadi juga bukan nya tak mendengar anda..." jawab Ainsley lirih dengan terus menunduk.

"Kerjakan ini, buat literatur serta laporan rinci dan selesaikan secepatnya, batas pengumpulan hari ini pukul 7 malam." ucap Richard sembari menyerahkan map yang berisi tugas, ia tau jika tugas yang ia berikan tak akan dapat di siapkan.

"Ta-tapi ini sudah pukul tiga sore?!" jawab Ainsley lagi dengan takut.

"Pengurangan poin 60 di mata kuliah saya kalau begitu, semua nya terserah pada mu. Sekarang sudah selesai kau boleh keluar." ucap Richard enteng.

Ainsley pun terkejut dan mau tak mau ia tetap keluar, gadis itu terkejut bukan main mendengar pengurangan poin sebanyak 60.

Ia pun mulai berjalan ke perpus dan mengerjakan agar dapat menyelesaikan tugas agar tak ada pemotongan poin di nilai nya.

......................

Pukul 10.00 PM.

Suara dentuman musik di salah satu club malam terbesar membuat para pengunjung semakin meriah.

Pria yang berada di salah satu privat room tersenyum simpul melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam namun masih belum ada tanda-tanda jika gadis cantik itu akan menelpon nya.

"Putar tubuh kalian..." perintah Richard dingin pada para wanita penghibur di ruangan tersebut yang terus berusaha memancing birahi para tamu pria.

Tak selang berapa lama telpon nya mulai berdering, saat gadis itu mengirim pesan. Awalnya Ainsley ingin menelpon namun karna sudah malam ia takut membuat dosen nya terganggu.

Richard pun menyeringai dan mulai membalas pesan tersebut agar gadis itu memberikan nya secara langsung padanya ke club malam tersebut.

.....................

Ainsley yang masih berada di perpustakaan pun mengernyitkan dahi nya, ia sama sekali belum pernah ke club malam, namun jika ia ingin tugas nya di terima maka harus ke sana.

Gadis itu ingin menghubungi sang kekasih namun takut jika ia lagi-lagi akan merepotkan, hingga membuat nya bertindak sendiri.

Kelinci kecil yang polos memasuki tempat dimana sekumpulan serigala yang selalu ingin memakan nya.

Sesaat sebelum gadis masuk itu masuk ia sudah di hadang dengan para penjaga yang melihat apakah ada yang belum cukup umur ke tempat itu.

"Kenapa aku tak bisa masuk?" tanya Ainsley menatap takut pada dua pria berbadan tegap dan tinggi tersebut.

"Tidak untuk anak di bawah umur, silahkan kembali setelah usia mu cukup!" jelas salah satu pria penjaga.

"Aku sudah 22 tahun, aku punya tanda pengenal." ucap Ainsley sembari menunjukkan tanda pengenal nya.

Para pengawal pun melihat ke arah gadis itu dengan seksama hingga membuat Ainsley membuang pandangan nya.

Rambut yang di ikat satu dengan bando mutiara dan sudah tak begitu rapi karna sejak sore ia mengerjakan tugas nya dengan gaun berwarna putih polos, sangat tak cocok dengan tempat yang akan ia kunjungi.

Karna tanda pengenal yang mirip dan tak ada lain, akhirnya para pengawal membiarkan nya masuk.

Cahaya gemerlap dengan musik keras yang masuk ke telinga gadis itu membuat nya merasa risih. Gadis yang sangat terlihat kontras seperti malaikat yang masuk ke sarang iblis itu pun menjadi pusat perhatian beberapa pria.

"Ruangan nya dimana?" gumam Ainsley lirih karna ia tak tau tempat di mana ruang privat room hingga membuat nya bertanya pada salah satu pria.

"Ohh...

Kau mau kesana? Mau kakak antarkan?" tanya pria tersebut tersenyum simpul melihat gadis polos yang sedang kebingungan itu.

"Tak perlu di antarkan, cukup beri tau saja letak nya." ucap Ainsley pada sekumpulan pria tersebut.

Para pria tersebut pun saling memandang satu sama lain dan kembali melihat gadis cantik itu.

...****************...

Maaf yah kalau lama gak up, soal nya kemarin draft nya hilang, othor buat nya di word karna lagi gak mengang hp yang ada mangatoonnya.

Alhasil jadi mikir ulang wkwk

Aduh mbk Ainsley jangan polos-polos amat nanti othor kenalin sama Mbk Louise deh biar ketularan bar-bar sedikit😅

Setelah ini othor usahakan up 3 hari sekali yah👌

1
ZrLee Darman
maaf aku cma kasi Bintang dua...kr aku ga' terima Ricard metong 😭
Bahreil Ajah
zaaaaa
Bunny
bagus sii, smpe bikin nangis Bombay apalagi pas part Rhicard relain jantungnya🥲 cinta dia ke istri lebih besar dari anak kandungnya sendiri. awalnya aku ga rela kalau bakalan sama Rhicard eh pas part akhir ternyata impas. dapet semua🥰 很好!
Dian Novita
😭😭😭😭😭... banyak novel ku bc cm ini yg buat aku nangiss... 😭😭😭
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,

*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini

contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian
Yaayaaa🌸
Kecewa
Yaayaaa🌸
Buruk
Yaayaaa🌸
sukaaakkk🤗😍
°☆Rensayoranabel☆°
semuanya sama sama sakit, yang lebih sakit itu readernya/Frown/
Mariam R RIa
hadir
Devi Azhara
LBH baik milih Richard dr PD Sean.
Devi Azhara
punya mama kayak gitu lebih baik jadi anak yatim piatu.
Deni Mahrani
wow
Cinta Rodriques
yg cocokx diluar ne nama dan ceritax....thour ...g cocok diindo.
Mom Three F
kapan berakhirnya pikiran ashley
Mom Three F
dari awal cerita,lebiu condong ke richard...kenapa ya?mungkin krn macho, visi misinya jelas,,, suka karakter yg setrong pokokny
Mom Three F
bagus banget...
Dam Dyy
jngn jadikan sean sad boy
Dam Dyy
gitu gitu aja terus sembuh kambuh lagi sembuh kambuh lagi🤣
Dam Dyy
bisa gk thor toko mafia ny dgnti soal ny kek bnci prasaan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!