Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Study Tour di Bandung
********Happy reading pembaca setia 😘😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
I love you ❤️
🌹🌹🌹**
Hari Hari berlalu begitu saja
Hari ini adalah hari dimana kelas 11 dan 12 akan study tour ke Bandung. Mereka akan pergi ke beberapa museum yang ada di Bandung atas persetujuan dari kepala sekolah.
"Freya, Daddy ikut ya!" rengek David yang meminta ikut kepada anak nya study tour ke Bandung.
Freya yang sibuk memakai sepatu pun mendelik kesal pada Daddy-nya itu, "No!"
"Yaudah, Daddy mau piknik sama Mommy di dalem kamar aja." ketus David yang menarik tangan Ayunda agar mengikuti langkah kakinya menuju kamar.
"Lepasin,dad!" desis Ayunda yang meronta-ronta meminta David melepaskan tangannya.
"Gak,mom!" balas David.
Freya menepuk jidatnya. Mempunyai Daddy yang bersifat bocah memang sulit. Bahkan ia pernah berfikir, mengapa mommy mau menjadi istri Daddy nya itu?
Tidak lama pun teman-teman Freya datang seraya mengendong tas mereka masing-masing. Dengan santainya mereka duduk di sofa , sambil menunggu Freya mengunakan Sepatu nya .
"Itu diatas kok berisik, ada apa?" tanya Arti yang mendengar suara gaduh dari atas.
"Biasa, main kuda-kudaan." jawab Freya Dengan santai.
"Kuda-Kuda? Dalem rumah lo ada kuda?" tanya Arti dengan polos.
Freya meringis mendengarnya, sedangkan Ana dan Dea tertawa terbahak-bahak membuat Arti bingung. Tidak berniat menjawab pertanyaan Arti, Freya mengambil tas dan dompetnya.
Freya langsung pergi bersama teman-temannya, ia tidak pamit pada kedua orang tuanya yang gaduh diatas. Kali ini mereka sepakat untuk berangkat bersama menuju sekolah memakai mobil Freya.
"Itu dibelakang mobil siapa sih, ngeselin amat." gerutu Arti yang sedang menyetir mobil Mobil Freya.
Freya dan teman-temannya yang lain pun kompak menoleh ke belakang.
Terdapat Mobil lomborgini Warna hitam yang tengah mengikuti mereka, Arti langsung menambah kecepatan mobil nya , membuat Orang yang mengejar mereka kewalahan untuk mengejar.
.Mobil yang Arti kendarai berhenti tepat diparkiran sekolah disusul mobil lamborghini tadi. Buru-buru mereka keluar dari mobil untuk mengetahui siapa pengemudi mobil lamborghini hitam tersebut.
"Dasar cowok gatel, ngeselin banget lo bawa mobilnya!" desis Arti
Ginting mendelik kesal pada Arti. "Lo yang ngeselin, kenapa malah nyalahin gue?!"
Untuk menghindari perang antara Arti dan Ginting, Freya memutuskan untuk menarik Arti untuk meninggalkan area parkiran. Bahkan ia menghiraukan ocehan Arti yang meminta dilepaskan.
Suasana lapangan tampak ramai, seluruh siswa-siswi kelas 11 dan 12 berkumpul di lapangan. Freya dan teman-temannya pun mendekat ke arah lapangan guna mendengarkan Pak Bobby yang memberikan pengumuman mengenai keberangkatan mereka hari ini.
Seluruh siswa-siswi kelas 11 dan 12 bubar setelah Pak Bobby memberitahu bus mereka masing-masing, Satu-persatu dari mereka mulai melangkahkan kakinya menuju parkiran dimana bus berada.
10 bus berjejer rapih. Mereka mulai memasuki bus sesuai absen yang diberikan oleh Pak Bobby, Freya,Dea dan ana satu bus. Sedangkan Arti satu bus dengan Nindi.
Setelah guru selesai mengabsen murid dimasing-masing bus, tidak lama pun satu-persatu bus mulai jalan meninggalkan area sekolah.
Dalam waktu tiga jam mereka sampai di museum terkenal di Bandung. Freya dan kedua temannya pun turun dari bus. Tidak lama pun Arti dan Nindi menghampiri mereka.
Pak Bobby memerintahkan kepada seluruh siswa-siswi agar berbaris rapi untuk masuk ke dalam museum. Masing-masing dari mereka diberikan selembar kertas untuk diisi saat mereka melakukan penelitian di dalam museum.
"Nyesel gue masuk IPA, gue kan ga bisa ngitung." gerutu Ana menatap selembar kertas ditangannya saat ini.
Freya dan Dea yang mendengarnya pun tertawa. "Tenang, ada gue. Lo aman." ucap Freya
"Pinjem pulpen, gue lupa bawa pulpen tadi," ujar Dea. Ana yang kebetulan membawa dua pulpen pun langsung menyodorkan pulpennya pada Dea.
"Ekhem!" Sontak Freya dan teman-temannya menoleh ke kanan. Ginting berdiri menatap ke arah mereka.
"Ngapain lo kesini cowok gatel?!" sinis Arti.
Ginting menghiraukan ucapan Arti. "Boleh gabung, engk ?" Ucap nya
"Ga!" jawab mereka kompak membuat Ginting langsung membelalakkan matanya.
"Sana pergi." usir Arti.
"Siapa lo berani ngusir gue?!" desis Ginting.
Dimulai lah perdebatan antara Ginting dan Arti. Freya dan teman-temannya yang lain pun mulai kesal, Ginting dan Arti selalu berdebat tanpa tahu tempat.
Mereka pun memutuskan meninggalkan kedua orang gila tersebut.
Freya dan teman-temannya mulai mengamati seisi museum. Sesekali mereka mencatat hal-hal penting yang perlu dicatat.
Brakkk
Alat tulis yang Freya pegang terjatuh. Ia tidak sengaja menabrak seseorang karena terlalu fokus mengamati hasil catatannya. Seakan tersadar, Freya dan orang yang menabraknya tadi memungut buku Freya yang terjatuh.
Sial!
Freya mengumpat dalam hati saat tahu bahwa Gardan lah yang iya tabrak tadi. Freya mengambil buku yang ada ditangan Gardan lalu pergi tanpa sepatah katapun. Mengapa rasanya sangat sulit menjauhi Gardan? Guman Freya .
Gardan menatap Freya yanga Sudh jauh' dari pandangan nya.
"Mangkanya jangan cuek banget jadi cowok, giliran dicuekin balik kesel kan." celetuk Julian.
Gardan mendelik tajam ke arah Julian membuat si empunya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ekspresi Gardan kali ini sangat menyeramkan bagi Julian.
Gardan kembali memandang Freya yang Semakin menjauh. Akhir-akhir ini pun Gardan selalu merasa aneh, entah mengapa ia jadi sering memandangi Freya dari kejauhan. Mengawasi setiap pergerakan Freya.Tiba-tiba hati Gardan memanas saat melihat Ginting yang merangkul bahu Freya.
"Masih mau disini?" tanya Raka menyadarkan Gardan.
Mereka ber 3 pun kembali berjalan, mengamati benda-benda yang ada di museum.
***
Tidak terasa hari sudah mulai sore. Seluruh siswa-siswi telah mengunjungi 2 museum yang ada di Bandung. Mereka pun kembali masuk ke dalam bus masing-masing karena sebentar lagi mereka akan kembali ke Jakarta.
Sedari tadi Freya terus menggerutu meembuat Dea dan ana menatap heran pada nya.
"Lo kenapa?" tanya Dea.
"Tante gue hamil lagi." jawab Freya kesal. Tadi baru saja Daddy mengabarkan bahwa Tante nya hamil.
Sontak Dea dan ana membulatkan matanya, lalu sedetik kemudian mereka tertawa membuat Freya. bertambah kesal.
Freya Kesal, karena Tante nya Hamil lagi,gimana tidk, Tante nya itu lebih tua dari Mommy nya ,yang lebih Membuat nya kesal adalah , Anak om nya yang satu nya belum besar dan masih di katakan balita, Itu sangat merepotkan baginya,anak yang satunya saja sudah sangat menyebalkan bagi nya .
******Note:
Study tour adalah program sekolah yang bertujuan untuk mempelajari fenomena terkini pada suatu destinasi wisata yang dikunjungi. Kegiatan ini memberikan siswa pengalaman langsung terkait dengan situasi pada daya tarik wisata yang tidak didapatkan disekolah****.
****🌹🌹🌹Bersambung ❣️❣️❣️
******Jangan lupa tinggalkan jejak ya ,biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
Mohon maaf jika Masih ada kekurangan kata dalam Karya saya 🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa***
📌vote
📌Komen
📌Like
📌Rate bintang lima nya
📌Dan share
Setiap yang kalian tinggal kan adalah keberuntungan bagi Author 🎗️
i love you ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya 🌹
Makasih banyak buat yang udah mau komen ,like dan vote karya author🙏🏻****.
sayang banget