NovelToon NovelToon
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:600.5k
Nilai: 5
Nama Author: nasya kamila

Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka

Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih

Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.

***

Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.

Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.

Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?

Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?

Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Titan Sakit

Aku menyelonjorkan kaki ku didepan rumahku.Ale langsung pulang sesaat setelah mengantarku sampai di depan rumah. Tiba-tiba dia harus segera kembali dan menggantikan papanya menemui klien di keluar kota. Kecewa... sedikit sih, walaupun aku tidak berhak karena kami belum ada hubungan apa-apa lagi.

Lelah tubuh, lelah pikiran dan lelah hati itulah yang sedang ku rasakan saat ini. Inilah hidup dan aku harus bisa menjalaninya. Aku mencoba flasback kembali kejadian-kejadian yang sudah aku alami beberapa hari ini dan aku bersyukur sampai detik ini aku bisa menjalaninya dengan baik.

"Kak Nad-nad udah pulang? kok gak langsung masuk rumah, eh malah selonjoran disini" Ucap Jeje, gadis remaja itu kemudian ikut duduk disampingku.

"Masih pegel dek"Jawabku sambil memijit-mijit kakiku sendiri.

" Emang kerjaan kakak berat banget ya? "Tanyanya lagi.

" Gak juga sih cuma..... gak tau deh, tiba-tiba aja hari ini kakak merasa lelah banget"

"Emang kak Nad-nad hobby ngeluh sih"

"Eh kamu yah" Omelku. Adik ku ini emang ceplas-ceplos kalau ngomong. Sementara yang di omelin hanya nyengir saja.

"Habisnya...., orang capek itu kalau habis lari jauuuuhhhh gitu? "Sambung Jeje lagi

"Emang orang lari aja yang boleh capek, orang kerja juga capek tau Je,kadang pengangguran juga capek tau"

"Ck....mana ada pengangguran capek"

"Capek hati dek" Seloroh ku dan Jeje hanya bisa manyun

"Ngomong-ngomong ojek kakak kemana? Kok kakak sendirian, biasanya juga ikut kesini sampai-sampai gak pulang-pulang kalau gak disuruh pulang?"Tanya Jeje lagi

"Siapa Ale maksud kamu? "

"Yah gak tau lah namanya entah Bule, Ale, Tole atau apalah" Ucap Jeje asal. Aku hanya tersenyum saja mendengarnya.

"Kasih nama yang bener kali Je, namanya itu Ale"

"Ya ya ya Ale, terserah kakak deh. Ganteng ya kak orangnya. Tapi kak Nad-nad jangan serius sama dia buat seneng-seneng aja.kalau udah bosan cari laki-laki lain"

Eh... kenapa Jeje tiba-tiba ngomong kayak gitu coba. Apa maksudnya.

"Maksudnya apa coba ngomong kayak gitu? " Tanyaku penasaran.

"Gak apa-apa? Emang kakak gak takut apa di sakitin laki-laki seperti bunda. Kalau aku ya kak, aku bakal pacarin cowok sebanyak-banyaknya tapi aku gak bakal serius sama mereka" Ucapnya yakin, sementara aku menganga mendengar pemikiran adikku yang ada diluar pemikiranku.

"Itu namanya playgirl Jeje? Kakak gak mau ah kamu seperti itu"

"Gak masalah kak keren namanya. Yang penting aku puas bisa balas mereka. Selama ini perempuan yang di sakiti dan aku mau para lelaki itu merasakan apa yang perempuan rasakan"

Sontak aku menegakkan duduk ku dan bergeser menghadap ke arah Jeje.

"Ya Allah Je, buang pikiran burukmu itu. Kakak gak mau kamu berfikiran seperti itu. Gak semua laki-laki itu sama seperti Ayah"

"Kak Nad-nad gak perlu khawatir ama Jeje. Walaupun seperti itu Jeje tetep akan menjaga kehormatan Jeje. Lagi pula Jeje hanya akan menguji mereka saja nanti.Santai aja kali" Ucapnya tanpa beban sementara aku sudah dibuat ketar-ketir.

Ya Tuhan...

Sebegitu terlukanya kah hati adikku ini. Hingga dia berfikir seperti ini terhadap laki-laki. Aku juga merasa takut menjalin hubungan dengan laki-laki tapi aku tidak pernah terfikir untuk bermain-main dengan suatu hubungan. Aku hanya menunggu waktu dan orang yang tepat saja.

Ayah....

Lihatlah !! Karena perbuatanmu pada bunda berakibat buruk pada mental putrimu. Engkau hanya memikirkan kesenanganmu saja tapi tak pernah memikirkan kami.

Lalu... dengan cara apa aku harus merubah pemikiran adikku ini.

"Je...... "

Brakkkkkk

Baru saja aku berniat menasehati adikku ini namun terdengar suara benda jatuh dari dalam rumah. Seketika aku saling berpandangan dengan Jeje dan kami langsung berdiri.

"Bunda" Teriak kami lantang lalu berlarian menuju dalam rumah.

Kulihat bunda sudah jatuh tak sadarkan diri.

"Bunda... bunda.. bunda kenapa? " Tangisan Jeje pecah saat melihat kondisi bunda.

Tidak Nadin kamu gak boleh panik. Kamu harus bisa tenang.

Aku terus menanamkan kata-kata itu setiap kali punya masalah. Semakin kita panik maka semakin sulit kita akan menemukan solusi untuk permasalahan kita.

"Kamu jagain bunda dulu ya dek? Kakak mau ke rumah pak Rt dulu. Siapa tau pak Rt mau dimintain tolong antarin bunda ke rumah sakit"Begitu Jeje menganggukkan kepalanya aku bergegas ke rumah Pak Rt.

*****

"Tidak apa-apa, ibu Fina pingsan hanya karena kecapekan saja" Ucap Doktor perempuan yang menangani bunda.

Aku sedikit lega mendengar penjelasan dokter.

Bunda memang sedikit keras kepala. Padahal aku sudah larang bunda untuk jualan tapi tetap saja bunda ngeyel dan tetap mau jualan.

"Jangan terlalu capek ya?Ibu Fina punya riwayat penyakit asma makanya sering batuk-batuk dan tidak boleh terlalu capek.Makannya juga tolong lebih diperhatikan. Karena asam lambung nya ibu cukup tinggi.Jangan telat makan. " Nasehat bu Dokter

Dua hal yang disebutkan bu dokter itu memang sangat benar. Bunda memang pekerja keras dan kalau sudah begitu bunda pasti lupa makan.

"Bunda dengar kan apa kata bu dokter, mulai besok bunda gak usah jualan gado-gado lagi ya. Gaji Nadin insyaallah cukup kok untuk memenuhi kebutuhan kita" Ucapku sambil menatap bunda yang ada disampingku.

Ya iya lah sekarang cukup kan gajinya udah naik dua kali lipat berkat Devan.

"Tapi Nad.... "

"Gak ada bantahan lagi bunda, kalau bunda gak nurut nanti Nadin yang malah lebih repot" Akhirnya bunda hanya mengangguk patuh. Tampak bu dokter juga tersenyum kearahku.

Ok beres apalagi setelah mendapat penjelasan dokter aku sedikit lega pasalnya tidak ada penyakit parah yang menyerang bunda. Setelah selesai menyelesaikan administrasi aku pun segera menemui bunda dan juga Jeje.

Tiba-tiba mataku menangkap seorang yang ku kenal. Perempuan paruh baya yang ternyata juga melihatku itu segera mendekat ke arahku. Segera ku cium punggung tangan perempuan itu.

"Kamu ngapain disini Nad? " Tanya perempuan itu yang ternyata adalah Mama Sonia.

"Nganterin bunda berobat Ma? "

Aku sedikit melirik kearah bunda yang nampak kaget karena aku menyebut wanita itu dengan sebutan Ma.

"Bunda kenalin ini Mama Sonia beliau ini Oma nya Devan yang Nadin asuh" Ucapanku sontak membuat rasa penasaran bunda hilang.

Huh selamat untungnya bunda langsung percaya.Bunda dan Mama Sonia pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing.

"Sonia"

"Fina"

"Kalau gadis cantik ini? " Tanya Mama Sonia pada Jeje.

"Nama saya Angelique Syafina tante. Tapi berhubung lidah orang Indonesia agak kaku mereka suka-suka aja panggil aku Jeje" Ucap spontan Jeje yang mengundang gelak tawa kami.

"Wah benar-benar ya keterlaluan orang Indonesia yang panggil kamu Jeje" Canda Mama Sonia.

"Habisnya ada provokator nya sih tante?"Aku hanya manyun karena merasa sedang di bicarakan.

"Oh iya"Tanya Mama Sonia pura-pura terkejut

" Nih biang keroknya. Kakak Jeje yang paling bawel "Tunjuk Jeje padaku.

Asli aku pengen tepuk jidat. Adikku yang satu ini emang ceplas-ceplos. Hello Jeje ini itu majikan kakakmu tau.

"Maafkan Jeje ya bu, anaknya memang ngomongnya ceplas-ceplos" Ucap bunda,mungkin bunda sedikit tahu kekhawatiran ku.

"Gak apa-apa bunda, lagipula saya suka jadinya kan lebih kelihatan akrab"

Huh lega rasanya, Jeje..... awas kamu ya.....

"Oh iya mama sendiri ngapain di sini? " Tanyaku kemudian. Kulihat Mama Sonia sedikit menghela nafas.

"Titan sakit Nad"

What...!!!! Titan sakit???? Apa karena aku ya? Apa karena keisengan ku itu sampai-sampai Titan sakit? Duh aku kok ngerasa bersalah banget? Nadin bodohnya dirimu????

*

*

*

1
Herlini
suka benar, alur cerita dan bahasanya tdk membosankan,, ak beri 5 bintang deh
Dwi Laras Anggreni
good
Fitriyani
iiih,,,kesel bgt aq sm titan,,,be*o bener,,,baik boleh,tp jgn t*l*l...😠
Fitriyani
setuju aku sm kamu Ale...
Fitriyani
mf lg y thor,mgkn q slh 1 istri yg beda dr istri2 yg lain,klo q ada d posisi Nadin,suami yg kita cinta trnyta nyakitin hati n perasaan,bkn hanya lewat kata tp jg sikapnya,wlwpun sbnrnya itu adlh kebohongan,aq g bs dgn mudah maafin Dy,aplgi dsni mnrt aq Titan bkn nya lgsg mnjlaskn apa yg sbnrnya trjd,malah jd playing victim,klo aq jd Nadin g semudah itu aq mmafkn,,
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏
Fitriyani
mf y thor, sbnrnya q udh feeling sih,tp ttp aja kesel sm Titan 😠
Pipit Sopiah
puassss,,, sukurin mari jogged sama sama
Pipit Sopiah
mak lampir cabe cabean muncul
Pipit Sopiah
seru ceritanya menarik
Pipit Sopiah
mungkin devan anak kakaknya x
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
wah ngakak aku🤣🤣
Pipit Sopiah
aneh ya pelakor dimana mana otaknya ga waras,,
Pipit Sopiah
semangat kamu bisa nad
Pipit Sopiah
sabar nad nad🤭
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
Masih hadir langsung like
Kamila Azmi Rokhit: makasih kak semoga suka ya🤣
total 1 replies
Sriza Juniarti
hempaskan pelakor💪💪👍👍
Sriza Juniarti
aku mampir kk..seru kayaknya
Kamila Azmi Rokhit: Terima kasih banyak kak. Semoga suka
total 1 replies
Fitri Sagustine04
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!