NovelToon NovelToon
I'M Nathasya Gustari

I'M Nathasya Gustari

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:250.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgoanz

Melarikan diri dari orang-orang dan masa lalu yang terlalu rumit untuk di jalani. Dan setelah banyak situasi tak memihak padanya, masih adakah secercah cahaya kebahagiaan untuk kehidupan baru seorang Natasya Gustari?

Bisakah seorang yang berkuasa seperti Tara menemukan gadis itu kembali?

Meraih kembali istri yang membawa kabur anak dalam kandungan bersamanya?

Selamat membaca 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadapi Bersama

Mungkin jika sulitnya menjadi ibu tunggal sudah ia rasakan sejak awal. Tapi tidak enaknya menjadi seorang janda, setelah bertahun-tahun menyandang status tersebut, baru kali ini Caca merasakannya.

Setiap hari ada saja yang mengusik ketenangannya. Padahal Tara sudah mengurangi kunjungannya ke rumah demi tidak semakin menimbulkan fitnah. Kecuali saat pagi dan siang ketika mengantar jemput Mentari sekolah.

Pun Tara hanya akan duduk di teras dan bermain dengan sang putri, jika memutuskan untuk singgah. Tapi pandangan negatif entah kenapa masih saja tersemat padanya. Meski ia sudah menjaga sikap.

"Kakak tidak pulang?" tanya Erin yang sudah mulai membereskan pekerjaannya karena sudah jam pulang kerja. Mentap heran ke arah bosanya yang duduk menyanggah dagu dengan tangan kanannya. Melamun entah memikirkan apa.

"Kalian duluan saja. Terimakasih untuk kerja kalian hari ini." ucap Caca dengan senyum tulus meski tak bisa menutupi kegundahan hatinya.

"Kita duluan, kak." Caca mengangguk saat satu persatu karyawannya beranjak pulang.

Saat ini Mentari tengah menginap di rumah dokter Risma, selagi besok weekend. Sudah lama anak itu tidak menginap di sana. Padahal di rumah neneknya sendiri saja baru satu kali dan tak pernah meminta lagi.

Mungkin karena anak itu sudah lebih lama mengenal dokter Risma sehingga mereka lebih dekat. Akan menjadi PR untuknya mendekatkan Mentari dengan orang tuan Tara.

Jika dengan pria itu sendiri sudah tidak perlu di tanyakan lagi. Mereka sudah begitu dekat. Ayah dan putri yang tak terpisahkan.

Mungkin jika mereka sudah menikah, Mentari akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan Tara dari pada dirinya.

Saat ini saja, anak itu selalu meminta di antar dan jemput oleh Tara untuk sekolah. Jika bukan pria itu yang mengantar, putrinya akan mogok sekolah.

Sedikit menyulitkan memang. Tapi sepertinya Tara menikmati perannya sebagai seorang ayah. Hanya saat pulang sekolah dan Tara ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan saja, Mentari mau di jemput oleh dirinya. Itu pun ketika malam harinya, pria itu wajib datang ke rumah jika tidak ingin putri kesayangan mereka terus menekuk wajahnya.

"Mau sampai kapan kamu melamun sendirian di situ?"

Suara berat yang amat ia kenal mengembalikan Caca dari lamunannya. Di dekat pintu, Tara bersandar dengan bersedekap.

Pria itu tersenyum. Mengurai tangannya dan mendekat ke meja tempat Caca bekerja.

"Mas Tara sejak kapan di sini?" tanya wanita itu bingung. Pasalnya ia tak mendengar pria itu datang.

Tara melihat jam pada pergelangan tangannya. "Mungkin sekitar satu jam yang lalu." jawab pria itu santai. Seakan bukan masalah ia berdiri tanpa di ketahui keberadaannya begitu lama.

"Kenapa aku nggak di tegur!" protes Caca. Merasa tidak enak membuat pria itu menunggunya yang tengah melamun.

Tara mengedik. Bersandar di meja tepat di hadapan Caca yang baru saja memundurkan duduknya.

"Aku kan sudah bilang, Mentari menginap di tempat dokter Risma. Jadi malam ini mas nggak perlu datang."

"Memang urusanku cuma dengan Mentari? kamu kan juga calon istriku."

Caca berdecih. "Memangnya kapan, mas melamar aku?"

Tara mengulum senyum dan berseru. "Ooh selama ini kamu menunggu di lamar?"

Caca memutar bola matanya. Memutar-mutar kursi kerjanya.

"Kenapa tidak bilang sejak awal?"

"Namanya orang menikah pasti dilamar dulu baru nikah. Bukan pemaksaan langsung di ajak ke KUA." cibir Caca. Mengingat ia memang tak pernah di perlakukan secara special.

Hubungan masa lalunya dengan Tara serba paksaan yang berujung suka rela. Mulai dari di paksa untuk di gauli hingga pasrah dan ikut menikmati. Dan di paksa menikah secara siri hingga membuahkan anak.

Untung saja Mentari hadir setelah mereka menikah. Sehingga anak itu bukan hasil di luar pernikahan. Dan perwalian tetap atas nama Tara.

"Maaf. Dulu aku terlalu terobsesi ingin memiliki kamu seorang diri. Membutakan hatiku untuk memperlakukan kamu lebih baik."

Caca menghela napas. "Aku tidak sedang membicarakan masa lalu kita mas. Aku sedang membicarakan hubungan kita saat ini."

Tara mengangguk. Meraih kedua tangan wanitanya untuk ia genggam. "Jadi. Nathasya Gustari. Maukah kau menikah denganku? menjadi pendampingku hingga kita menua bersama. Membesarkan putri kecil kita berdua. Menghadirkan adik-adik lucu untuknya?"

Caca berdecih dan tertawa. "Lamaran macam apa begini? nggak ada romantis-romantisnya banget!"

"Ca. Kamu kan tau aku bukan pria romantis. Aku nggak bisa ngungkapin perasaanku lewat kata-kata. Cukup kamu rasakan lewat sikapku ke kamu aja."

Caca mengangguk. Menatap mata kebiruan dan menyelami kedalamannya. Mencari kesungguhan lewat tatapan mata pria itu. Pria yang amat ia cintai.

"Awalnya, aku ingin hubungan kita berjalan seperti ini saja dulu. Tapi.. nyatanya aku nggak kuat di omongin ibu-ibu komplek setiap hari."

Tara mengusap rambut hingga sisi wajah Caca. "Kamu pengen pindah dari sana?"

Caca menggeleng. "Sebenarnya aku betah, mas. Cuma nggak tau belakangan ibu-ibu jadi sering ngomongin aku. Makanya sampai jam segini aku masih disini. Karena ibu-ibu itu pasti lagi nungguin aku pulang." Caca mengerucutkan bibirnya.

"Mau pulang ke rumah lama kita?" tawar Tara penuh harap. Ia sudah sangat ingin membawa Caca dan Mentari pulang ke rumah mereka.

"Ish!" Caca memukul dada mantan suaminya pelan. "Belum halal. Nanti kalau kita sudah menikah baru aku mau pulang ke sana."

"Apa bedanya sekarang atau nanti. Toh kita sudah pernah sama-sama tinggal di sana."

"Aku mau memulai semuanya dengan benar, mas. Memulai semuanya dengan cara yang baik."

Tara menghela napas. "Baiklah. Aku juga perlu mempersiapkan waktu untuk mengenalkan kamu dan Mentari pada keluarga besar papa. Mereka akan menjadi ujian pertama kita dalam memulai kehidupan baru. Ujian pertama kita dalam memperbaiki hubungan kita."

Caca mengernyit bingung. Memangnya kenapa dan seperti apa keluarga itu. "Mereka bakal ngelarang hubungan kita, mas?"

Tara mengedik. Ia sendiri tidak tahu akan seperti apa respon keluarga besar papanya. Tapi satu yang pasti. Ia akan memperjuangkan Caca dan putri mereka apa pun yang terjadi.

Untuk kali ini, ia tidak akan melepaskan Caca apa pun alasannya. Cukup sekali ia kehilangan istri dan anaknya. Jangan sampai hal itu terulang kembali atau ia akan benar-benar gila.

"Kita akan tau hasilnya nanti saat bertemu dengan mereka. Kamu hanya perlu menyiapkan diri juga mental."

Perasaan Caca semakin tak menentu. Ada rasa khawatir untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti. Padahal ia tak tahu apa yang ada di depan sana.

"Tapi kamu harus percaya, jika aku akan memperjuangkan kalian. Nggak usah dengerin apa yang mereka katakan. Cukup kamu percaya kalau kamu berharga buat aku."

Caca mengangguk pasrah. Ia percyakan semua pada Tara. Baik buruknya hal yang menghadang, ia akan mencoba untuk menghadapi bersama. Ia tidak akan melarikan diri lagi seperti sebelumnya. Ia janji akan tetap berdiri di sisi Tara apa pun yang terjadi nanti.

*

*

*

1
Nani Desmiwati
Sedih
Mawar berduri
cerita yg manis tdk bertele2. trima kasih. sukses sll
Mawar berduri
pak tua smakin hot jeletot deh🤭
Mawar berduri
masak sih hampir 6 th LN org2 masih ingat. palingan udh pd lupa. lagian hr gini masih aja kepo dgn urusan orglain. kayaknya gk gt deh.
Mawar berduri
enak bgt rasa daun muda ya pak tara🤭👍
Endang Werdiningsih
caca bukan hamil diluar nikah,,,
nikah siri secara agama sah hukum'a...
dan setahu sy si anak msh bisa mengikut nashab ayah'a,,,jika terlahir perempuan maka sang ayah msh berhak yg menjadi wali nikah,,,,cuma secara hikim negara tdk bisa nama ayah tercantum di akte kelahiran...
beda dengan hamil tanpa ada'a pernikahan....
dan cava blom ditalak sama tara kok sdh dinikahi sama rian.....
sedang caca pergi jg tanpa sepengetahuan tara,,,, ga bisa dibilang sdh jatuh talak....
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍
Aisyah Hayati
lahhh gimana ceritanya wanita lagi hamil+masih isteri orang alias masih punya suami udah dikawinin lagi tor?? semisal dia udah cere pun masa iddahnya sampe dia selesai melahirkan boskuuuu,ini masih melendung udah dikawinin aja. meski ini hanya cerita piksi tapi tolonglah plis atulah utk hal2 yg beraroma norma2 dan aturan2 yg berlaku dimasyarakat harus diperhatikan,ga bisa bebas ngehalu sakarepe penilis naglor ngidul bercerita. Klo belum tau alangkah baiknya dicari tau dulu biar kesanya ga asal njeplakkkk nabrak norma yg berlaku.Jujurli suwerli ini ceritanya yg tak kira bakal seru jadi ambyarrrr absurd surd surd menyebalkan kau buat.
fa _azzahra
pantes td agak sedikit bingung krna dcerita sblm nya caca anak kandung nini.good jd mudeng aku
Sitialmira
rian mungkin
yanti auliamom
Ngikutin aja alurnya seperti imajimu Thor.

Tapi biasanya orang bule tuh lebih easy soal jodoh anak. Biasanya yang ribet itu bangsawan meski ga semua.

lanjut..
yanti auliamom
Jadi ada hikmahnya ya Thor. Jadi tau tentang hukum islam .

Kalau mantan kakak atau adik ipar boleh/ halal di nikahi.
baik karena cerai hidup atau karrna meninggal.
Khalisah Rochman
good thor.... aq suka ceritax beda
sri fauziah
hadeuh klo liat mentari jdi ingat sma anak sy waktu masih kecil...kritisny luar biasa nyampe sy bingung dan mentok mau jwab apa...untungny suami selalu bisa kasih jawaban yg bikin anak sy puas😁😁😁
Rianty Aksan
Cerita Yang Keren Begini, Kenapa Like nya dikit Banget ya..
Puja Kesuma
lama upny thor..lanjutin donk thor
japalibels
haram ini. msh dlm status pernikahan dgn tara.
AsYanti
nah lhooooo siapakah dia... si pemilik "mata" yang kepo-an itu???
AsYanti
baru aja niat mau komen soal sejarah Caca waktu diangkat anak apakah dibahas juga di keluarga besar Abraham dan apakah Caca pernah diperkenalkan kepada keluarga besar Abraham semasa hidupnya Nindi.... keburu Authornya bercerita hehehe.... terjawab langsung
AsYanti
wekekekeek.... rasaiiin looooo... emang gampang harus mikir jawaban buat anak yang kritis????... padahal para emak tiap hari harus jadi orang "pinter" trus buat anak2nya yang cerewet...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!