Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Menyetujui
Rara masuk ke dalam mobil Rehan dengan wajah yang cemberut. karena ia tahu,nanti saat ia kembali ke kantor semua orang akan mengosipi nya.
Rehan yang melihat Rara cemberut tidak memperdulikan nya dan memainkan ponsel nya,sementara Rio menjalankan mobil nya.
Tiba - tiba Rehan menadahkan tangan sebelah nya ke depan Rara,membuat Rara bingung apa yang di minta Rehan.
"Bapak minta apa?." Tanya Rara.
"Mana surat perjanjian itu?." Tanya Rehan tanpa menoleh.
Rara lalu membuka Tas nya yang lumayan besar,dan terlihat ia mengeluarkan selembar map yang ia lipat 1 kali agar bisa muat di dalam tas nya.
"Belum saya tanda tangan." Ucap Rara .
"Kenapa belum?,Apa kau tak menyetujui nya?." Tanya Rehan dengan tatapan tajam menatap Rara.
"Hentikan mobil nya.", Ucap Rehan memerintah Rans.
Rans secara mendadak menghentikan mobil nya di tepi jalan,membuat Rara begitu terkejut dan menelan air ludah memikirkan apa yang ingin Rehan lakukan pada nya.
"Turun dari mobil kalau kau tidak menyetujui nya dan tidak perlu ke kantor lagi mulai besok." Ucap Rehan.
"Bukan,Bukan seperti itu maksud saya Pak,saya setuju tentang hal ini,tapi saya punya satu permintaan yang ingin bapak setujui." Ucap Rara dengan cepat.
"Kata Kan cepat!." ujar Rehan.
"Saya mau bapak di kantor tidak usah bersikap seperti itu di depan teman - teman kantor seperti tadi,aku tidak mau jadi bahan gosip di sana,dan kalau bisa juga hubungan ini,jangan sampai mereka tahu."Ucap Rara.
"Hanya Itu?." Tanya Pria itu dan masih menatap Rara.
"Iya." Jawab Rara.
"Aku menyetujui nya,aku juga tidak Sudi orang - orang tahu hal ini,cukup Orang tua ku saja yang tahu." Tutur Rehan.
"Cepat tanda tangan." Rehan melemparkan Pulpen yang ada di saku jas nya pada Rara dan lansung di tangkap oleh gadis itu dengan cepat dan menanda tangani.
Setelah menanda tangani surat perjanjian itu,Rehan meminta Rans untuk kembali menjalan kan mobil nya.
•••
Kediaman Keluarga Luis.
Rehan turun di ikuti Rara yang terlihat kagum dengan rumah milik bos nya itu,ia masih berdiri di samping mobil,namun mata nya menjelajahi sekeliling nya,melihat luas nya halaman dan beberapa rumah mewah terparkir.
"Kenapa masih berdiri disana?." Ucapan Rehan lekas membuat Rara lansung berjalan mengikuti Rehan.
Karena Rara tak berani berjalan di samping Rehan beriringan,ia berjalan di belakang Rehan,namun Rehan tak ingin terlihat Kalau Rara seperti anak buah nya di depan kedua orang tua nya. Rehan lalu merangkul Rara mendekap di dekapan nya sembari berjalan,Rans yang melihat dan berjalan di belakang kedua orang itu tersenyum kecil melihat apa yang di lakukan Bos nya.
Sementara Rara begitu terkejut,kedua mata nya membulat Rehan merangkul nya.
"Astaga pria ini,dia coba - coba mencari kesempatan dan kesempitan nya." Ucap Rara dalam hati,namun tidak bisa berbuat apa - apa.
Bu Rossa dan Pak Irwan yang duduk di ruang keluarga melihat kedatangan Rehan dengan wanita yang pernah mereka temui di mereka di lift malam itu.
"Rara." Ucap Bu Rossa tersenyum.
"Hallo Tante,Om,selamat siang." sapa Rara dengan sopan dan mencium tangan Pak Irwan dan Bu Rossa.
Bu Rossa dan Pak Irwan sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Rara pada mereka,mencium tangan bahkan Rehan jarang melakukan itu pada mereka,kedua mata ayah dan ibu Rehan saling melirik dan tersenyum melihat kesopanan Rara.
"Jadi Rara pacar kamu?,Mama sudah menduga nya." Ucap Bu Rossa.
"Iya Ma." Jawab Rehan.
"Kalian sudah makan siang belum?,Mama buatkan makan siang dulu ya." Ucap Bu Rossa.
"Iya Ma."Jawab Rehan dengan cepat dan duduk di sofa ruang keluarga.
"Silakan duduk Rara." Pak Irwan mempersilakan.
"Biar saya bantu Tante siapkan Makan siang nya." Saut Rara.
Bu Rossa tersenyum. "Baik lah,Ayo sayang." Balas Bu Rossa.
Di dapur,Bu Rossa banyak mengobrol dengan Rara,seperti menemukan teman ngobrol yang cocok,membuat Bu Rossa merasa senang karena Rara menjadi pendengar yang baik.
Bukan tidak punya pembantu yang bisa menyiapkan makanan untuk mereka,tapi Bu Rossa sengaja memasak untuk Rara dan ingin melihat seperti Apa Rara dan pandai kah soal masalah dapur.
Sementara Rehan yang ke dapur untuk mengambil minum, melihat kedua wanita itu asik mengobrol hingga tidak menyadari ke hadiran nya di dapur.