Setelah sekian lama pelan pelan Riza sanggup melepaskan Jack Aderado, lelaki yang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilannya. Tetapi setelah Riza sudah menemukan kebahagiaan dengan lelaki lain Jack kembali untuk menebus semua kesalahan di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 Ciuman pertama
Sementara itu di kamar rumah sakit, Ryan berdiri di sudut ruangan. Dia di tugaskan Jack untuk menjaga Al. Ryan menatap wajah Al yang tampak bersedih.
"Biarkan aku pergi dari tempat ini, ibuku menungguku di rumah, dia sedang sakit parah. Tolonglah aku. Bilang sama tuanmu kalau aku sudah baikan."
Al menurunkan kakinya, dia bertekat meninggalkan rumah sakit ini walaupun tanpa persetujuan Jack. Tapi Ryan selalu menghalangi.
"Nona, sebaiknya menurut saja, kalau anda pergi dari sini, anda akan menambah masalah baru. Aku tidak bisa menjamin keselamatan nona. Semakin anda menurut pada tuan muda, maka akan mempermudah tugas saya."
"Maksud kamu?"
Ryan terdiam dan tidak menjawab.
Beberapa menit kemudian Jack memasuki kamar Al dan langsung duduk di kursi tepat di samping ranjang Al.
" Kamu sudah baikan? Apa masih ada yang sakit? "
"Jack...aku sudah baikan. Aku mau pulang."
"Tidak, kamu tetap di sini,.kamu masih sakit."
"Jack mengertilah, aku mau pulang, ibuku menunggu di rumah."
"Ok aku mengalah padamu, tapi aku antar kamu."
Al mengangguk tanda setuju. Mereka berjalan menuju mobil yang di parkirkan di halaman rumah sakit. Al dan Jack duduk di kursi belakang. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Tiba tiba Jack mencium Al, bibir mereka bertemu. Digigitnya bibir Al hingga mengeluarkan darah, walaupun luka kecil tapi terasa perih. Al mendorong tubuh Jack dengan perlahan.
"Kau menolakku?"
"Jangan begitu ada Ryan dan pak Supri."
"Apakah kalian melihat kami?"
"Tidak tuan muda." Jawab Ryan dan pak Supri bersamaan.
"Kamu dengar? Mereka tidak melihat."
Diremasnya dagu Al wajah mereka semakin mendekat. Al menutup matanya dan mengkerutkan dahinya ekspresi yang menolak.
"Aku mau, kamu mencintaiku karena cinta bukan karena ketakutan. Mengerti?"
"Ya Jack aku mencintaimu."
"Bagus. Besok sore kita makan malam di luar. Biar pak Supri jemput kamu, jangan terlambat.
Jangan membantah. Mulai sekarang kamu tidak boleh menyebut nama laki laki lain kecuali namaku. Mengerti?
"Tapi Jack..."
Jack mengepalkan tangannya dan membentak Al.
"Mau di hukum, nurut!!"
Al hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
Cintamu ini salah Jack, seharusnya kamu tidak begini, aku takut suatu saat nanti cintamu membuatku terluka.
Mobil berhenti di depan gang, Sebelum turun Al mencium Jack. Karena sepontan Jack terkaget, tetapi dia terkejut sekaligus senang. Padahal Al melakukan itu hanya untuk menenangkan perasaan Jack yang selalu curiga.
Sesampainya di rumah Al meletakkan tasnya dan berganti baju. Dia menuju kamar ibunya. Memakaikan selimut dengan benar. Ibu membuka matanya.
"Kamu sudah pulang Al? Ada apa denganmu, kenapa banyak luka?
Ibunya duduk dengan menahan sesak di dadanya. Wajah ibunya menampakkan rasa khawatir. Menarik putrinya untuk duduk di kasur yang sudah lusuh itu.
"Jangan begini. Ibu tidak sanggup melihatmu terluka. Bisakah kau ceritakan pada ibu kenapa kau terluka?"
Al hanya menggeleng dan tersenyum.
"Tidak apa apa bu, Al tadi jatuh dari bus, lukanya kecil. Sudah di obati, untung ada orang baik yang menolongku membawa ke rumah sakit. Jadi ibu tak usah khawatir."
Al menenangkan ibunya agar tidak cemas.
Setelah membuatkan bubur untuk ibu juga merapikan rumah. Dan di rasa semua sudah beres, Al pergi ke kamar. Mencari ponsel untuk mencari notivikasi yang masuk.
Banyak sekali SMS masuk dia mengabaikannya. Panggilan terbanyak adalah dokter Jhon dan Willi.
Al menghempaskan tubuhnya di kasur yang sudah usang. Dia berpikir bagaimana menghadapi sikap Jack yang posesif, tidak di pungkiri Al menaruh hati kepada Jack.
Al meraba bibirnya yang merah, terasa kebas dan perih. Ciuman pertamanya dengan Jack.
Aku menyukaimu Jack dengan sepenuh hatiku. kuharap kita bisa bersama seperti yang kamu harapkan. Walaupun kadang kau membuatku takut.
Al berjalan ke luar kamar menuju kamar ibunya. Al ikut berbaring di sampingnya. Ibunya menggeliat dan terbangun. Dia tau kalau anak gadisnya lagi ada masalah.
"Kamu belum tidur? Kemarilah biar ibu peluk."
Al masuk ke dalam selimut lusuh ibunya. Dia ingin menangis melihat tubuh ibunya yang semakin ringkih. Mereka terlelap di tengah dinginnya malam. Angin yang masuk melalui jendala yang sudah rusak membuat badan ibunya semakin kesakitan dan sesak napas. Al menitikkan air mata hingga tertidur.
hai pembaca yang budiman. episode sebelumnya aku janji berbau palakor. ternyata gak cukup untuk bab ini. Tapi tenang episode selanjutnya langsung keluar. Oh iya aku Up selalu jam 07.00 pagi ya.
Semoga sahabatku sehat semua. Dan mendapatkan rizki yang berlimpah. jangan lupa like and vote ya🙏🙏🙏
menurut ku si Riza Ema cocok sama si Jack sama munafik....
semoga... anak ya sifatnya nurunnya bukan ke Jack atau si Riza... tapi Ryan...