NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Berondong / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: choiaerii

(Season 1 - END) Ajeng seorang dosen di sebuah kampus elite dihadapkan dengan dilema. Apakah tetap menjadi perempuan berkelas yang terobsesi dengan penampilan, profesionalitas, dan karir? Ataukah justru memilih menikahi seorang mahasiswanya yang usianya berbeda 5 tahun di bawah dirinya?
Akankah dirinya takluk dan tunduk di bawah Ferdian si mantan presma?
(Genre : Campus, Roman, Religi di akhir cerita)

======

(Season 2 - END)

Arsene, seorang pemuda ambisius dan visioner, mengantarkan dirinya berhijrah demi masa depan lebih baik. Akankah hijrahnya juga mengantarkan pada cinta pertamanya?
Apa hubungan Arsene dengan Ajeng & Ferdian?

(Genre : Teen, Campus, Roman, Religi)

Langsung aja ikuti ceritanya ^^

Jangan lupa klik RATE BINTANG 5 juga LIKE & VOTE buat support cerita ini ya. Saran dan kritik yang membangun sangat saya nantikan :)

Follow Instagram Author @aeriichoi

Jangan lupa juga untuk klik 'Favorit' biar muncul notifikasi updatenya yaa ^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choiaerii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Ferdian membuka kotak makan siangnya di sebuah meja di taman fakultas. Ia ditemani Ridho, sahabatnya.

"Wuih! Sedap!" ucap Ridho antusias melihat isi kotak makan siang milik Ferdian, yang berisi nasi, udang tempura, ayam saus lada hitam, tumis capcay dan sebotol yoghurt.

"Iya nih, perdana, dibikin bekal makan siang sama istri, mau Dho?" tawar Ferdian.

"Mau atuh, aduh itu kayanya enak banget!" ucap Ridho menunjuk menu ayam saus lada hitam.

"Nih ambil, kayanya Ajeng bikin kebanyakan juga buat gue!"

"Hehe asik, nuhun!" ucap Ridho berterima kasih.

Keduanya tampak lahap menyantap hidangan makan siang ditemani angin sepoi-sepoi yang berhembus. Sesekali Ferdian mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok kekasih hatinya itu. Baru saja berpisah sebentar, tetapi ia merasa waktu berjalan sangat lambat. Maklum saja, baru seminggu keduanya merajut kasih dalam ikatan halal.

"Woy, enak banget nih makan berduaan aja! Bagi dong!" sapa Danu mengejutkan Ferdian dan Ridho dari belakang, seorang mahasiswa berkacamata, salah satu teman sekelas Ferdian dan Ridho.

"Telat Lo, nih ambil aja sisa remah-remah nasi bekas makan gue," celetuk Ferdian.

"Ah ga asik! Tumben bawa bekel Fer!" ucap Danu melihat kebiasaan temannya itu biasanya makan siang di kantin.

"Kebetulan ada bahan, jadi masak aja sekalian," kata Ferdian beralasan.

"Rajin ye?! Eh, by the way, tugas Miss Ajeng udah pada selesai belom? Gue masih belom ngerjain nih, padahal besok dikumpulin!"

Ferdian terhentak. Ia juga lupa kalau ada tugas dari dosennya itu. Ah ia terlalu banyak pacaran dengan dosennya itu sampai-sampai tidak ingat kalau Ajeng memberikannya tugas.

"Belom, gue lupa!" ujar Ferdian menepuk jidatnya.

"Saya mah, alhamdulillah, udah selesai kemaren," jawab Ridho penuh syukur.

"Nyontek dong!" celetuk Danu.

"Wooo ... mana bisa?! Miss Ajeng kan ngasih tugasnya suruh cari artikel buat bahan grammar yang kita pelajari, kalau nyontek ya ketauan dong artikelnya sama!" Protes Ridho.

"Hehehe! Iya juga ya," Danu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Fer, kerjain bareng yuk, gue ke kosan lu ntar malem!" ucap Danu. "Gue suka kesusahan kalau nyari artikel terus dicari-cari grammarnya, pusing Men!"

"Sorry Men! Gue gak bisa, Lo kerjain aja sendiri ya? Gue agak sibuk malam ini!" ujar Ferdian beralasan lagi. Tentu saja ia tidak akan mau pulang ke kosannya, karena ia sudah sangat merindukan istrinya dan pulang ke apartemennya untuk melepas rindu.

"Ah elo, gak asik nih jadi temen!" ucap Danu cemberut.

"Sorry, sorry! Lo cari aja tuh di internet pasti banyak deh!" Ferdian memberi saran yang tepat, karena zaman sekarang semuanya tentu mudah dengan hanya mengakses internet.

"Ah, iya deh, asyem!" dengus pria berkacamata itu.

"Dah ah, gue duluan ya! Mau ke perpus!" ucap Ferdian tiba-tiba, ia membereskan bekas makannya, dan langsung pergi dari taman.

"Jangan lupa, Bro! 20 menit lagi masuk kelas Pak Ardi!" teriak Ridho mengingatkan.

"Sipp!" Ferdian mengacungkan jempol tangannya.

Danu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah teman dekatnya yang sok sibuk itu.

Ferdian melangkah menuju perpustakaan, kaki panjangnya mampu melesat dengan cepat. Ia terburu-buru setelah melihat sosok yang dicintainya itu masuk ke dalam gedung perpustakaan. Entah kenapa ia ingin sekali bertemu dengan wanitanya itu di dalam kampus.

Memang pagi itu Ajeng berangkat lebih pagi, karena ada jadwal mengajar di jam pertama. Sedangkan Ferdian baru berangkat di jam kedua sekitar pukul sepuluh pagi.

Ferdian memasuki gedung perpustakaan. Ia memperhatikan tiap ruangan berharap menemukan wanitanya.

"Silakan isi daftar kehadirannya dulu, Nak!" ucap seorang wanita paruh baya berhijab panjang, mengejutkan Ferdian.

"Eh, iya, Bu!" ucapnya seraya menulis daftar kunjungan ke perpustakaan.

Setelah itu ia langsung menuju ruangan dimana koleksi sastra terkumpul. Ia menduga Ajeng pasti ada di sana.

Siang itu perpustakaan bisa dibilang cukup ramai. Setelah jam istirahat berakhir, banyak mahasiswa yang menunggu untuk mata kuliah di jam terakhir dengan mengunjungi perpustakaan. Tentunya hanya untuk mahasiswa yang merasa berteman dengan buku-buku dan ilmu pengetahuan.

Pria tinggi yang mengenakan setelan celana jeans dan hoodie jumper berwarna hitam itu, memeriksa dari satu koridor ke koridor lainnya. Ia sangat hafal betul pakaian yang dikenakan Ajeng hari itu adalah jumper dress selutut berwarna navy, dengan kemeja putih. Rambut merahnya terlihat redup di dalam ruangan. Wanita itu tampak asyik melihat koleksi novel-novel terbaru. Ferdian diam-diam mengambil fotonya di dalam ponselnya, kemudian berjalan mendekatinya.

"Ehemm...."

Wanita di depannya itu terkejut dan menoleh ke arahnya.

"Ih kamu, ngagetin aja!" ucap Ajeng menepuk bahunya.

Ferdian tersenyum lebar.

"Kamu lagi apa disini?" tanya Ferdian basa-basi.

"Cari novel baru, kamu?" Ajeng balik bertanya atas keberadaan suaminya di sana.

"Umm ... kangen sama kamu!" ucapnya sambil berseri-seri membuat wanita itu menjadi merah padam di wajahnya.

"Ssst ah, nanti ketauan! Gak boleh berisik di perpus, dan ini lagi ramai lho!" ucap Ajeng, meskipun di koridor mereka tidak banyak orang berlalu lalang.

"Aku cuma kangen pengen ketemu kamu, that's it!" bisik Ferdian pelan di samping telinga Ajeng yang membuatnya bergidik karena geli.

"Nanti juga ketemu di rumah, dasar gak sabaran!" ucap Ajeng mendengus, meski hatinya merasa senang.

Ferdian hanya terkekeh kecil. Ia kemudian memeriksa kondisi, apakah banyak orang atau akankah ada yang lewat di sekitar mereka atau tidak?

Cup. Sebuah kecupan mendarat mulus di pipi kiri Ajeng, setelah Ferdian memastikan kalau situasi dan kondisi di sekitar mereka aman. Ia juga sudah memastikan kalau tidak ada cctv di ruangan itu.

Wajah wanita itu merah merona, panas tubuhnya menjalar ke atas. Ia menimpuk suaminya dengan buku yang ia pegang.

"Sst!!" Ferdian menahan lengan Ajeng, membuat perempuan itu menaruh bukunya di rak.

"Kamu pulang jam berapa, Sayang?" tanya Ferdian.

"Habis ini aku pulang, mau bareng?"

Ferdian menggeleng, mengingat ada mata kuliah translate menunggunya.

"Aku pulang sore, stay safe, Honey! And wait for me!" ucapnya mesra.

"Iyaa, aku tunggu di rumah ya," bisik Ajeng.

"I have to go, bye!"

Cup. Kali ini ia mencuri kecupan dari pipi kanannya, membuat Ajeng semakin panas.

"Aaah ... you're going crazy!" ucap Ajeng kesal dengan gerak mulut tanpa volume suara.

Tetapi pria tampan itu malah mengerlingkan satu matanya sambil berjalan mundur keluar dari perpustakaan.

Kemudian, ia tak sengaja menubruk salah satu pengunjung perpustakaan di balik lorong yang lain, karena ulahnya.

"Eh, maaf!" ucap Ferdian tidak sengaja.

Ferdian menabrak tubuh seorang mahasiswi imut berkacamata dan berambut ikal, membuat buku-buku yang dibawanya berjatuhan ke lantai.

Ferdian membantunya merapikan buku gadis itu. Sementara gadis itu hanya terpaku memandangi Ferdian yang sedang mengambilkan buku-buku di hadapannya.

"Ini bukunya, sorry gak sengaja!" ucap Ferdian tersenyum kecil, sambil memberikan bukunya setelah menumpuknya.

"Ah ... iya gak apa-apa!" jawabnya.

Ferdian hendak melanjutkan langkahnya kakinya pergi dan keluar dari perpustakaan.

"Aku Serena, mahasiswa baru! Kamu?" ucap gadis itu tiba-tiba, membuat Ferdian cukup terkejut dan menghentikan langkahnya.

"Ferdian!" jawabnya singkat dan datar. Ia membalikan tubuhnya dan kembali berjalan keluar dengan senyuman lebar, lanjutan dari pencurian kecupan untuk istrinya, yang rupanya terlihat oleh gadis itu.

Gadis itu ikut tersenyum malu, hatinya berdebar. Sepertinya ia akan menaruh hati padanya. Pria itu sangat tampan dan tinggi, lagipula ia tersenyum padaku, batinnya.

Serena membalikan tubuh dan berjalan menuju koridor rak-rak berisi novel.

"Hai Miss Ajeng!" sapa gadis itu.

"Hai Serena!"

"Miss Ajeng cantik banget!" puji Serena, ia melihat ada rona kemerahan di wajah dosennya itu.

"Kamu juga cantik, Serena! Saya duluan ya?" pamit Ajeng sambil membawa sebuah novel drama.

"See you, Miss!"

Jujur saja, Serena sangat mengidolakan dosen grammar-nya yang satu ini. Ia ingin sekali bisa tampil cantik, cerdas, dan percaya diri seperti dosesnnya itu. Apa kira-kira rahasia Miss Ajeng ya? Batinnya bertanya-tanya.

\=\=\=\=\=

Keep Support

Like & Vote ❤️

Makasih

1
Alvaro Mori Odhi
pemeran drakor nampak nya🙏🙏
Sulaiman Efendy
ANAKKU MSKI KMBAR SPASANG, TPI IDENTIK, SATU SAKIT, KMBARANNYA SAKIT JUGA.. SIFAT & HOBINYA SAMA, HNY BEDA DISELERA MAKAN SAJA..
Sulaiman Efendy
FEA BUAT ZAYYAN AZA THOR.. KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA... RAFFA KSIH JODOH LAIN AJA...
Sulaiman Efendy
BUAT DONK THOR KISAH RAIN & SERA, DI GABUNG DGN KISAH ZAYYAN, FEA & RAFFA. BUAT CINTA SEGITIGA ZAYYAN, FEA & RAFFA, TAPI KLO BISA ZAYYAN YG JDI MA FEA, KRN KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA..
Sulaiman Efendy
MANTAFFFFF.....
Sulaiman Efendy
ALICE DPT BRONDONG SPRTI ONTY AJENG..
Sulaiman Efendy
KASIAN SI JINGGA.. SMOGA JINGGA TABAH..
Sulaiman Efendy
UDH 4 BLN ZAARA BLM NYADAR HAMIL..
Sulaiman Efendy
AKU AZA HATRICK NGIDAMNYA KATA DOKTER KASUS LANGKA UNTUKKU. MNGKIN KRN TRLALU MNCINTAI...
Sulaiman Efendy
BINI LO HAMIL BENGAK, COBA LO TNYK MOM AJENG
Sulaiman Efendy
LO TAU SEN, SAAT ISTRIKU HAMIL, AKU YG NGIDAM, DRI HAMIL MNTAN ISTRI PERTAMA, & YG SKRG, PARAHNYA SAAT ISTRI HAMIL ANAK KEDU+KETIGA YG KMBAR, AKU SAMPE OPNAME KRN GK BSA MAKAN.. ISTRI MAH ANTENG2 AJA..
Sulaiman Efendy
ZAARA YG HAMIL, ARSEN YG NGIDAM.. SYNDROME COUVADE LO SEN.. SLMAT NGIDAM.. 😀😀😀😀
Sulaiman Efendy
JGN PERNAH KALAH DGN PELAKOR, ATAUPN PEBINOR, TRKADANG ISTRI ATAU SUAMI YG TEGAS, PASANGANNYA YG BAHLUL.. TERGODA ATAU GK TEGAS KE PELAKOR ATAU PEBINOR..
Sulaiman Efendy
OTW HAMIDUN LAGI TUH SI ZAARA....
INGAT ISTRI HAMIL SI KEMBAR, ISTRI LBH SUKA CIUM AROMA TUBUHKU YG BLM MANDI, PADAHAL AKU SENDIRI ENEK CIUM BAU TUBUHKU, TPI ISTRI ANTENG AZA..
Sulaiman Efendy
KLIATAN LO LAKI2 YG GK TEGAS..
LKI2 ITU HRS KUAT & TEGAS... MSKI TRKADANG HRS GUNAKN KKERASAN AGAR TDK DIINJAK2 & DIREMEHKN..
Sulaiman Efendy
PASTI SI LIZA..
Sulaiman Efendy
2 PRIA YG MNYUJAI AJENG PISAH SAMA ISTRINYA, YG DISAYANGKN SI ARDI, KNP PISAH SAMA NOVI, KLO KEVIN PISAH DGN JINGGA KRN GK PUNYA ANAK & JINGGA SAKIT
Sulaiman Efendy
CUCU GUNAWAN & CUCU JAYADINGRAT LO LAWAN....
Sulaiman Efendy
INI AZA YG AKU GK SUKA DGN CRITA AUTHOR, TOKOH UTAMA MYA LEMAH & CEMEN GK BISA BELADIRI
Sulaiman Efendy
SI ARSEN JUGA BAHLUL, KNP PERGI SENDIRI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!