Gavril Mahesa harus rela memendam cinta kepada sahabatnya sejak usia enam belas tahun.Dan selama itu pula,Gavril berjuang untuk mendapatkan cinta sahabatnya itu,dari doa doa disetiap sujudnya.
Hingga akhirnya Tuhan mengabulkan apa yang ia inginkan,didetik detik terakhir keputus asaannya.
Berkat rencana kedua orang tuanya,dan juga sang sahabat,Gavril akhirnya bisa menikahi wanita sahabatnya itu.
Namun setelah pernikahan itu lagi lagi,Gavril harus kembali berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya kembali agar sang istri mau menerima ia sebagai suami seutuhnya.
Konflik,sakit hati pertengkaran,kecemburuan mewarnai lernikahan mereka.Sampai akhirnya kebshagiaan itu pun datang.Tuhan kembali memberikan apa yang Gavril inginkan.
Sampai akhirnya kabar menyakitkan itu datang.
Kabar yang merenggut semua asa dan harapan kebahagiaan Gavril bersama istrinya.Dan Gavril kembali harus berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya.
Kabar apakah itu.?
Dan apakah kali ini kekuatan doa dan cinta Gavril akan kembali membuat Tuhan memberikan apa yang ia inginkan..?
Inilah CINTA DAN PERSAHABATAN
Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ini ya..! VOTE LIKE RATE dan juga KIRIMKAN HADIAHMU sebanyak banyaknya.TERIMA KASIH readers...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Babak baru
Gadis berkebaya putih itu, hanya bisa duduk termangu didepan cermin yang kini tengah memantulkan gambaran dirinya. Cantik sangat cantik, namun kecantikan diwajahnya kini, berbanding terbalik dengan kecantikan hatinya. Mendung hitam nan kelam, disertai kilatan guntur menyabar, menyelimuti dengan begitu tebalnya.
Calon mempelai pria, bukan sosok yang ia inginkan. Bukan dia yang seharusnya menanti dirinya disana, dimeja akad itu. Seharusnya bukan pria itu yang akan duduk bersamanya dipelaminan dan juga berbagi ranjang setelah mereka resmi menjadi suami istri. Entah rumah tangga seperti apa, yang akan ia jalani kelak dengan pria itu.
"Jangan pernah meragukan takdir Tuhan, apa yang sudah menjadi ketentuanNYA sudah pasti itulah yang terbaik untuk umatnya. Yakin dan percaya, selama kamu menjadi istri yang baik dan berbakti kepada suamimu, Tuhan akan selalu menaburkan benih kebahagiaan dihidupmu." ucap Larasati seraya memegang kedua pundak putri tercintanya.
Sementara itu Gavril yang sudah tampak gagah dan tampan dengan pakaian berwarna senada dengan pengantin wanita, juga nampak duduk termangu disofa kamar khusus yang diperuntukan baginya. Entah harus bahagia atau bersedih saat ini.
Menikah dengan wanita yang ia cinta memanglah impian dan juga yang selalu menjadi doanya, tapi jalannya untuk mencapai itu, haruskah seperti ini.? menjadi pengantin pengganti. Gavril hanya bisa membuang nafas beratnya berulang kali.
"Mungkin ini jawaban dari doa doa elo tong..!! takdir Tuhan itu misterius. Jodoh, rezeki dan maut kita enggak pernah tau bagaimana dan dengan cara apa kita bisa mendapatkannya. Tapi yang pasti semuanya sudah menjadi kentuaan yang digariskan untuk kita. Yakin tong, selama loe menjadi suami yang baik, elo pasti akan bahagia bersama Adena. Suatu saat nanti dia pasti akan mencintai elo, sebesar elo mencintai dia." ucap Gaufar menenangkan
"Gue yakin loe bahagia tong, dan gue yakin elo juga bisa menjadi suami yang baik untuk Adena juga ayah yang baik buat anak anak kalian nanti. Tuhan sudah mempercayakan Adena keloe, jangan sampai elo lalai akan kewajiban. Doa gue akan selalu ada untuk elo dan Adena." timpal Gigas seraya menepuk pundak Gavril.
Tiba saatnya kini bagi Gavril untuk mengikrarkan janji sucinya dimeja akad. Kegugupan pun mulai terlihat diwajah tampannya kini. Apa lagi saat Adena duduk diberdampingan dengannya, kegugupan itu semakin nyata saja. Dengan bibir yang tiada hentinya begerak, Gavril merapalkan doa doa untuk meleyapkan kegugupannya.
"Jika ini adalah kehendakMU dan garis takdir untukku, maka bimbinglah aku ya Allah" ucap Gavril didalam hatinya.
"Sudah siap.?" tanya penghulu kepada Gavril, dan diangguki olehnya. Adena seketika saja menahan nafasnya saat Gavril mulai menjabat tangan sang penghulu. Dadanya seketika saja bergemuruh tak menentu, jantungnya pun semakin bertalu talu.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Adena Wijaya binti Arif Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
Luluh lantah sudah air mata Adena yang sejak tadi ia tahan. Kini ia sudah resmi menjadi istri dari sahabatnya Gavril Mahesa. Pria yang tidak pernah ia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya. Luka hati yang Temmy torehkan, kini semakin berdarah saja. Karena Temmy, Adena harus menjalani pernikahan dengan laki laki yang tidak ia cintai. Karena Temmy, ia harus menghabiskan sisa hidupnya bersama orang yang tak ia ingini.
Upacara sakral yang mengharu biru pun usai, kini saatnya bagi kedua pengantin beristirahat, sebelum nanti malam menggelar resepsi pernikahan mereka. Aksi diam pun terjadi dari keduanya, setelah mereka berada dikamar yang akan menjadi saksi bisu perjalanan malam panjang mereka.
"Semoga banyak yang jatuh cinta sama pasangan Tong Bajil dan Nyai Dasimah, seperti pasangan Sapi dan Marmut"