Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hotel Termahal di Bandung
Sesampai di Bandung, Anabel langsung memesan kamar VVIP untuk dirinya dan juga untuk Ferdi. Walaupun Anabel pemilik hotel itu tapi Anabel gak punya kamar khusus seperti orang kebanyakan karena ia tak ingin di perlakukan secara istimewa bahkan semua pegawainya sangat ramah dan akrab terhadap Anabel, itu karena Anabel tidak pernah menganggap dirinya adalah seorang bos. Anabel bersikap biasa tapi dia agak tegas jika memang ada yang salah. Bagi Anabel semua karyawan yang bekerja di Hotel, Mal atau di Restoran miliknya sudah di anggap sebagai keluargannya sendiri bahkan ketika ada karyawan yang sakit, kadang Anabel turun tangan. Ia selalu meluangkan waktu untuk menjenguk karyawan dan membiayai semua perawatannya bahkan Anabel tidak memotong gaji karyawan tersebut, itu karena Anabel tau kalau semua orang tidak ada yang menginginkan sakit dan juga tidak ada orang yang mau bolos kerja kecuali dia memang pemalas dan gak niat untuk kerja.. Nah karena kebaikan hati Anabel itulah, semua orang sangat menghormati dan menyayangi Anabel. Anabel tidak pernah pelit dan juga tidak pernah sombong.
"Fer, kamu ada waktu istirahat selama 3 jam setelah itu segera mandi, sholat dan kalau udah selesai jangan lupa ke bawah untuk makan siang. Aku tunggu kamu di sana. Selesai makan, kita langsung rapat. Jadi jangan lupa mempersiapkan semua berkas berkasnya. Kemaren aku sudah memberikan kamu petunjuk dan aku harap, semua berkas yang kamu bawa nantinya bisa memuaskan para client. Aku juga ingin kamu bisa mempelajari semua berkas berkas itu karena takutnya nanti aku melakukan kesalahan. Jadi kamu bisa bantu aku. Rapat ini sangat penting dan aku harap kita tidak melakukan kesalahan yang akan merugikan perusahaan kita. Kamu faham kan?" tanya Anabel.
"Iya, aku faham." Jawab Ferdi
"Oke, kalau gitu kamu bisa istirahat sekarang. Kamu pasti capek kan udah nyetir dari Jakarta sampai Bandung. Aku juga mau istirahat." Ucap Anabel sambil memijit lehernya bagian belakang yang agak sakit karena kelamaan di dalam mobil.
"Iya." Jawab Ferdi tersenyum. Ia sangat menyukai cara Anabel yang bisa tegas dalam masalah pekerjaan.
Setelah itu Anabel dan Ferdi langsung masuk kamar masing masing. Anabel langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk.
Kamar Anabel yang ia tempati di sebuah hotel miliknya
---------------------------------------------------------------------------------------------
Kamar mandi Anabel yang ada di dalam kamarnya.
Tak perlu membutuhkan waktu lama, Anabel langsung terlelap begitu aja. Yah tubuhnya rasanya sudah remuk semua mengingat dari kemaren waktunya sangat padat. Sesungguhnya Anabel ingin sekali berlibur ke luar negeri untuk bertemu dengan kedua orang tuanya tapi jadwalnya yang begitu padat membuat Anabel hanya bisa menghela nafas sedangkan mama dan papa Anabel juga gak bisa menemui dirinya, juga di karena kan jadwal mereka yang sangat padat bahkan dalam setahun Anabel ketemu mama dan papanya hanya 2x. Itupun hanya sebentar dan Anabel sangat sedih jika mengingat itu semua. Sejak kecil, ia kurang kasih sayang. Ia jarang sekali bertemu dengan kedua orang tuanya karena mereka di sibukkan dengan pekerjaan. Yang ada dalam fikiran mereka hanyalah uang, uang dan uang. Kelak jika mama dan papanya sudah tiada, mau gak mau Anabel juga harus mengurus perusahaan mama dan papanya yang ada di luar negeri padahal mengurus punya dirinya sendiri aja rasanya sudah kelelahan bagaimana dengan perusahaan mama dan papanya yang sudah mulai tersebar ke penjuru dunia. Anabel kadang gak habis fikir kenapa dirinya sekarang jadi ikut ikutan orang tuanya yang gila harta. Tapi sebenarnya di dalam hati Anabel. Anabel membuka restoran sampai sebanyak itu, Mall dan juga hotel semua itu ia lakukan hanya untuk membuka lapangan pekerjaaan. Yah banyak di luaran sana yang pengangguran padahal mereka sudah lulus S1, S2 dan S3.. Jadi untuk itulah Anabel mencoba untuk terus memperluas usahanya karena selain ingin membantu orang orang di luar sana untuk mendapatkan pekerjaan, Anabel juga ingin membangun beberapa masjid dan merenovasi beberapa masjid. Selain itu Anabel juga harus membantu beberapa panti asuhan dan juga panti jompo. Selain membantu mereka, Anabel juga membuka panti asuhan sendiri dan juga mendirikan rumah mewah dan luas untuk orang orang yang ada di pinggir jalan yang tidak punya tempat tinggal. Anabel menyuruh mereka untuk tinggal di rumah itu dan Anabel juga memperkerjakan 35 orang untuk mengurus mereka. Selain itu, Anabel juga harus membantu para fakir miskin seperti pemulung dan pedagan kecil yang kesusahan dalam masalah ekonomi. Anabel juga harus membantu orang orang yang mempunyai penyakit ganas namun merkea tak ada uang untuk berobat. Jadi Anabel kerja keras siang dan malam bukan semata mata untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang di luaran sana. Jika pun Anabel kemaren membeli jam tangan untuk dirinya sendiri, Ferdi dan juga Aldi itu karena Anabel punya alasan tertentu. Ia ingin memberikan barang mewah kepada Aldi sebagai permintaan maaf karena jarang ada waktu untuk dirinya sendiri. Sedangkan kenapa ia juga membelikan Ferdi jam tangan karena selama Ferdi kerja pada dirinya. Ferdi sangat patuh dan selalu ada untuknya sehingga Anabel seperti punya hutang budi kepadanya. Dan kenapa Anabel membeli jam tangan untuk drinya sendiri, itu karena ia belum pernah mencoba memakai jam tangan mewah. Jam tangan yang ia pakai hanya berkisar 1 juta sampai 5 juta. Jadi ini benar benar pertama kali Anabel mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah jam tangan. Tapi Anabel janji bahwa setelah ini, ia tak akan lagi membeli barang barang brande.
Anabel sudah ada di alam mimpi tapi Ferdi, ia gak bisa tidur. Ia hanya guling sana guling sini. Entahlah apa yang ia fikirkan. Ia melihat jam tangan yang di beli oleh Anabel. Jam tangan mewah yang pernah ia punya selama ia hidup. Ia gak tau harus jawab apa jika mama dan papanya tau jika ia mempunyai jam tangan seharga milyaran. Kadang ia benar benar bingung sama jalan fikiran Anabel yang rela mengeluarkan uang sebanyak itu. Tapi Ferdi mencoba untuk berfikir positif karena ia tau betul siapa Anabel. Anabel gak mungkin membeli suatu barang yang mahal jika gak punya alasan tertentu.
Karena gak bisa tidur, akhirnya Ferdi turun dari kasur dan mengecek berkas berkas yang sudah ia siapkan sejak tadi malam. Ia mengecek ulang agar ia tidak melakukan kesalahan apapun. Setelah selesai mengecek, ia pun menghidupkan tivi untuk melihat berita. Ferdi emang suka melihat berita dari pada nonton sinetron yang gak jelas banget dan hanya buang waktu waktu saja. Setelah memasuki waktu dhuhur, barulah Ferdi segera mematikan tivi nya dan mandi.
"Kamar mewah seperti ini dan sekarang tempat mandi pun semewah ini, kira kira berapa ya kalau nginep di sini semalam. Walaupun aku bukan orang miskin tapi aku bukan orang miliader yang rela menyia nyiakan uangku hanya untuk tidur di sini beberapa jam saja. Ini benar benar gila, sungguh beruntung kelak yang akan menjadi suami Anabel. Aku harap siapapun kelak yang di pilih jadi suaminya, aku sangat berharap dia menikah sama Anabel bukan karena hartanya doang. Karena jika itu sampai terjadi pasti Anabel sangat sedih sekali. Oh ya jika kamarku aja semewah ini gimana dengan kamar Anabel ya, pasti lebih mewah lagi deh. Secara dia kan yang punya hotel ini jadi mana mungkin para pegawainya memberikan kamar yang biasa biasa aja. Walaupun dirinya dan Anabel menempati kamar VVIP, tetep saja Anabel pasti akan menempati kamar yang lebih mewah lagi. Astaga, kenapa aku malah memikirkan hal seperti ini. Lebih baik aku mandi aja." Gumam Ferdi, ia pun segera meredam dirinya di air hangat.
Selesai mandi, ia segera memakai baju dengan sangat rapi, tak lupa ia menyisir rambutnya sebagus mungkin. Setelah selesai, ia segera sholat dhuhur. Selesai sholat ia langsung turun ke bawah karena katanya Anabel, jam makan siang, ia akan menunggu dirinya di bawah. Tapi di bawah kemana. Ferdi benar benar bingung. Ia pun mengirim pesan. Tak lama kemudian, pesan yang ia kirimpun langsung di balas oleh Anabel.
Sebenarnya Anabel hanya tidur 1 jam saja. Tapi tidur satu jam sudah lebih dari cukup buat Anabel. Setelah bangun tidur, ia menyempatkan waktu untuk vidiocall dengan mama dan papanya Anabel. Selesai vidiocall, ia langsung mandi dan pakai baju. Lalu ia sholat, tak lupa ia membaca Al Qur'an karena setiap selesai membaca Al Quran, Anabel merasa hatinya begitu tenang dan damai. Selesai mengaji, ia pun segera menuju restoran yang ada di hotel ini. Yah Hotel yang ia bangun juga mempunya restoran tersendiri. Sehingga para tamu yang menginap di hotel ini tidak perlu pergi keluar untuk mencari makanan. Mereka cukup datang ke restoran yang ada di hotel tersebut atau jika males, ia bisa menelvon karyawan yang bekerja sebagai pengantar makanan.
Ia menunggu Ferdi hampir 10 menit tapi tak kunjung datang sehingga tiba tiba saja ia di kagetkan dengan pesan masuk dari Ferdi. Anabel senyam senyum membaca pesan tersebut. Ia lupa kalau Ferdi belum pernah ke hotel ini jadi ia gak tau maksudnya di bawah itu apa. Anabel pun menjelaskan secara detail. Sehingga Ferdi tak perlu bingung lagi mencari dirnya.
Setelah 7 menit, Anabel menunggu kedatangan Ferdi. Ia pun melambaikan tangan ketika Ferdi melihat ke arah dirinya. Sungguh hari ini Ferdi terlihat sangat tampan. Bahkan Anabel sampai terpukau melihatnya tapi Anabel mencoba untuk tidak terlalu menatap ke arah Ferdi karena ia tidak ingin menghianati Aldi yang sampai saat ini masih jadi pacarnya.
Melihat Anabel yang sudah duduk manis, Ferdi pun segera menghampiri Anabel. Ia duduk di sampig Anabel. Sungguh, Ferdi merasa aneh kenapa di restoran ini gak ada satu orang pun kecuali Anabel. Ia pun langsung bertanya.
"Bel, kog di sini gak ada orang ya?"
"Restoran ini hanya untuk aku dan client client penting saja. Jadi yang makan di sini hanya aku, keluarga terdekatku dan orang orang penting saja. Sedangkan untuk orang lain ada di sebelah sana." Ucap Anabel sambil menunjuk ke arah restoran yang lumayan rame.
"Owallah........jadi ini khusus untuk orang orang penting toh."
"Yup. Aku sudah memesan makanan untuk kita beruda. Dan bentar lagi datang. Selesai makan, kita langsung rapat ya.....karena client kita akan datang 20 menit lagi."
"Oke."
Setelah selesai ngobrol, para pelayan pun datang membawa beberapa makanan. Ferdi dan Anabel sangat menikmati hidangan itu. Sambil makan, Anabel dan Ferdi pun sempat bergurau dan berbicara tentang masalah bisnis.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘