NovelToon NovelToon
JODOH OM REI

JODOH OM REI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Obsesi / Tamat
Popularitas:519.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya_BC

Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.

Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.

Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Waktunya Untuk Memilih

"Nah sudah sampai" Ucap Rei ketika mobil sudah terparkir di garasi.

"Waah lumahnya besal banget om" Ucap Keli yang masih terpesona dengan kebesaran rumah tempat ia berada sekarang.

"Haha masa sih? Yuk ah langsung turun" Ajak Rei.

Pintu di buka dan mereka masuk ke dalam rumah. "Uwaaaah" Gumam Keli ketika menginjakkan kaki masuk ke rumah.

"Om mau mandi dulu?" Tawar Ran membuat Rei berhenti dan menatapnya.

"Bisa ga berhenti manggil 'om'?" Tanya Rei penuh penekanan. Ran hanya menatapnya seraya menahan senyum yang hampir terukir.

"Udah ah, saya mau mandi"

"Sebentar ya aku siapkan airnya. Keli tidur ya? Sudah jam sembilan loh" Ucap Ran pada Keli yang duduk di sofa.

"Loh, mau ke mana?" Tanya Rei ketika Ran dan Keli berjalan ke arah dapur.

"Nganter Keli ke kamar dulu"

"Kamar mana? Kok ke arah belakang?"

"Aku udah beresin tadi siang, ga papa"

"Kenapa ga di kamar kita aja?"

"Nanti ganggu mas, ga papa. Oh iya, aku tidur di situ juga ya mas? Nemenin Keli"

"Yaudah ga papa"

"Ayo Li, cuci kaki sama tangannya dulu, kakak udah beliin sikat gigi loh, warna biru"

"Wah bilu!"

Rei masuk ke dalam kamar. Sambil menunggu air siap, ia memainkan ponselnya.

"Mas, airnya sudah siap ya. Susunya juga sudah, Ran taruh di meja ya?" Ucap Ran yang belum sepenuhnya masuk ke kamar.

"Ya, terimakasih"

"Sama-sama mas" Setelah mengantarkan susu, Ran langsung ke luar. Rei berdiri dan mengintip ke luar, Ran sedang berjalan cepat menuju kamar belakang. Rei segera mandi dan bersiap untuk tidur.

Keesokan harinya, jam 05.45 Ran masuk ke kamar dan membangunkan Rei. "Mas, bangun..."

"Hng.. Jam berapa?"

"Jam 6 kurang 15 menit. Bangun yu? Mandi. Ran sudah siapkan sarapan"

"Hm, iya iya" Setelah selesai mandi, Rei keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Di sana ada Keli yang sudah duduk manis di meja makan dan memakan roti bakar.

"Loh, Keli kok sudah bangun?" Tanya Rei ketika mendapati Keli di meja makan.

"Sudah om. Dali dulu selalu di bangunin kakak buat sholat Subuh" Sahut Keli lalu kembali melahap roti di tangannya.

"Kakaknya mana sekarang?" Tanya Rei.

"Kata nya mau nyiapin balang om"

"Oh.. Om mau tanya dong"

"Kenapa om?"

"Keli ga kesel di bangunin kakak kalau subuh?"

"Engga" Sahut Keli santai.

"Udah bisa makan sendiri ya? Pintar, ga berantakan makannya"

"Iya om, hehe" Cengir anak kecil itu.

"Keli, kakak kalau di rumah suka marah ga?"

"Kadang-kadang om, kalau Keli nakal. Tapi kakak baik, Keli sayang. Apalagi pas ayah sama ibu bobo, Keli jadi kangen gala-gala ga ketemu"

Rei merasa sedih mendengar ucapan anak berusia tiga tahun yang ada di hadapannya ini. Keli berbicara begitu seperti tanpa beban, ya memang ia belum mengerti sih.

"Mas, bekalnya sudah di tas ya" Ucap Ran seraya menaruh tas yang ia siapkan di kursi.

"Ya, terimakasih"

"Keli, ayo diminum susunya. Di habiskan" Ucap Ran seraya mengelus kepala adiknya.

"Iyaaa"

"Keli kapan sekolah?" Tanya Rei.

"Mungkin tahun depan mas, paud"

"Hm, yaudah. Saya berangkat"

"Iya mas, hati-hati ya. Ayo Keli, antar om ke depan"

"Iya"

Ran dan Keli melambaikan tangan pada Rei yang perlahan berjalan menjauh. Saat masuk ke dalam mobil, Rei melihat spion mobil yang memperlihatkan Ran dan Keli yang masih berdiri di depan pintu. Ia tersenyum kecil melihat dua orang dari pantulan spion mobilnya. Mereka sangat mirip, dari warna rambut hingga mata, benar-benar mirip. Rei menyalakan mesin mobil dan berangkat menuju kantor.

***

Rei sampai di parkiran kantor. Saat ia keluar dari mobil, ada seorang perempuan yang menarik lengannya dengan kasar.

"Apasih??" Tanya Rei ketus. Padahal masih pagi, tapi moodnya jadi tak enak.

"Aku mau ngomong. Langsung aja kali ya, hubungan kita mau di bawa ke mana?" Cecar Nadine membuat Rei diam, ia bingung harus membalas apa.

"Jawab dong! Aku mau kamu giniin sampai kapan?! Kamu bahkan sekarang jadi cuek sama aku! Kemarin aku minta temenin ke salon malah nolak, pasti istri kamu lagi kan?!" Omel Nadine.

"Iya. Kemarin aku jemput ponakan" Balas Rei membuat Nadine semakin naik pitam.

"Tuh kan! Kamu pilih deh sekarang, aku atau istri kamu?!" Diam, Rei tak memberikan jawaban.

"Jawab! Kita ga mungkin kan selamanya begini? Pilih Rei. Menikah sama aku dan ceraikan istri kamu, atau pilih istri kamu dan hubungan kita selesai"

"..Kenapa tiba-tiba sih?" Tanya Rei ketika lama diam.

"Jawab dong, Rei!" Bentak Nadine geram.

"Bisa kasih aku waktu?" Pinta Rei masih tak yakin.

"Yaudah. Besok terakhir" Rei membalas dengan deheman.

"Pulang nanti temenin aku ke rumah sodara aku ya? Sekalian aku kenalin"

"Kenalin?" Sebenarnya hari ini Rei ingin cepat pulang, dan ia juga belum siap untuk bertemu keluarga Nadine, ia masih berstatus suami orang.

"Dine sorry, ga bisa..."

"Tuh kan ga bisa lagi! Males sama kamu!!" Nadine meninggalkan parkiran dan masuk ke dalam kantor terlebih dulu, meninggalkan Rei sendirian di parkiran. Rei menunduk sebentar, memikirkan perkataan Nadine barusan.

"Hah! Ada-ada aja!" Rei masuk ke dalam dan memulai pekerjaannya. Hari ini terasa begitu panjang, rasanya jarum jam berhenti bergerak.

Hingga akhirnya saat pulang telah tiba. Ia segera membereskan barang-barang miliknya dan bergegas untuk pulang. Ketika sampai di parkiran, langkahnya terpaksa harus berhenti ketika Nadine memanggil namanya.

"Rei!" Panggil Nadine.

"Apa?"

"Kamu ga mau nemenin aku?" Tanya perempuan itu.

"Sorry ga bisa"

"Huh ya udah!" Nadine berjalan menuju sebuah mobil berwarna putih. Dari jauh Rei melihat seorang pria muda duduk di kursi pengemudi.

"Dine!" Panggil Rei membuat perempuan itu berbalik menatapnya.

"Apa?!"

"Itu siapa?"

"..Taksi online!" Nadine masuk ke dalam mobil itu dan pergi menjauh. Rei pun begitu, ia menancap gas dan pulang.

Sesampainya di rumah, Rei masuk ke dalam dan melihat Ran sedang menyuapi buah pada Keli yang sedang menulis.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

"Waalaikumsalam, om sudah pulang?"

"Sudah Li. Om bawa sesuatu loh buat Keli"

"Wah apa itu om?!" Keli langsung berdiri dan berlari menghampiri Rei.

Rei mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih dan memberikannya pada Keli. "Waaaahh telimakasih om, bagus banget lobot-lobotannya!" Ucap Keli senang.

"Sama-sama, jadi anak yang baik ya" Ucap Rei seraya mengusap kepala Keli.

"Iya om"

Rei berjalan ke arah Ran yang sedang memasak. Kemudian memberikan tangannya pada perempuan itu untuk salim. "Ayo mas makan dulu, aku masakin ayam kecap"

Rei duduk di meja makan dan memainkan robot-robotan bersama Keli.

"Ayo pada makan dulu. Mas nasinya mau segimana?" Tanya Ran.

"Nanti saya ambil sendiri aja" Ran mengangguk. Ia mengambilkan sepiring nasi, tak lupa lauknya. Kemudian duduk di samping Keli dan menyuapi adiknya.

"Ayo Keli, baca doa dulu"

"Iya kaak"

"Buka mulutnya, pesawat mau masuk" Ran mengangkat sendok dan menjalankannya di udara seperti pesawat, kemudian masuk ke mulut Keli. "Am"

"Nyam-nyam enak" Ucap Keli seraya menaikkan dua jempol miliknya.

"Kalau makan jangan ngomong" Tegur Ran lembut seraya membersihkan butiran nasi di pinggir mulut Keli.

"Hihihihi gemes" Batin Rei berusaha menahan senyumnya.

Setelah selesai makan, Keli membantu Ran membereskan piring-piring kotor.

"Ga usah Li, kakak aja"

"Nanti kakak cape, Keli aja"

"Engga laaah ga cape, udah duduk lagi atau siap-siap sholat Maghrib sana"

"Yaudah iya. Om ga ikut sholat?" Ajak Keli. Rei yang sedang memainkan ponselnya langsung mengalihkan pandangannya pada Keli. "..Um, sholat kok"

"Ayo om, siap-siap baleng Keli"

".. Iya"

Adzan pun berkumandang, mereka mengambil air wudhu dan bersiap untuk shilat Maghrib bersama.

"Ayo, om jadi imam"

"Imam?!" Rei menatap Ran panik. Melihat Rei yang panik, Ran langsung mendekat dan memberi tahu bagaimana cara melaksanakan sholat Maghrib, sama seperti shalat subuh dulu.

"Ayo mas, di coba" Rei menganggukkan kepalanya. Ia memulainya dengan niat dan takbir. Kemudian diakhiri dengan salam. Ia membaca doa kemudian berbalik ke belakang. Ia melihat Ran berdoa dan meneteskan air matanya. Ada perasaan aneh ketika melihat perempuan itu menangis. Setelah beberapa lama memandangi Ran yang sedang berdoa, kini ia mengulurkan tangannya untuk di cium oleh Ran.

"Ran" Panggil Rei.

"Iya mas?"

"Nanti bangunin saya buat sholat subuh ya?" Ran tersenyum, merasa senang akhirnya Rei mau ikut sholat subuh bersama. "Iya! Pasti aku bangunin!"

"Makasih"

"Om, kita main yuu?" Ajak Keli.

"Waduh, om lagi ada kerjaan kantor Li, besok ya?"

"Yaah"

"Besok ya Li, omnya banyak kerjaan, nanti omnya ga tidur kalau ga selesai kerjaannya" Jelas Ran pada Keli.

"Yaudah om kelja dulu, besok-besok aja main nya. Jangan begadang om"

"Siap komandan!"

"Hehe~"

Keesokan harinya, ketika pertengahan hari, lebih tepatnya jam satu siang, semua pekerjaan rumah sudah selesai dikerjakan. Dari mulai memasak, mencuci, dan membersihkan rumah, Keli juga sudah tidur. Ran duduk di sofa dan menonton televisi. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu dengan kencang tanpa henti.

"Waduh, siapa ya? Takut Keli bangun" Ran mematikan televisi dan membuka pintu. Ia terkejut saat melihat siapa yang datang, Nadine. Nadine datang dengan memar di wajahnya.

".. Mba Nadine? Kenapa mba?" Tanya Ran bingung bercampur panik ketika melihat kondisi Nadine.

Ia datang dengan air mata yang membasahi wajahnya. Tiba-tiba Nadine menarik tangan Ran dan memukul dirinya menggunakan tangan Ran.

"Mba, mba kenapa?!" Ran berusaha menarik tangannya dari Nadine, namun belum berhasil.

"Awww!!!" Teriak Nadine.

"Mba?!"

"Ran!!!" Ran terkejut melihat Rei sudah berdiri di pagar, Rei langsung berlari ke arah pintu.

"Huhuhuhuhu sakiiit" Keluh Nadine seraya memegangi pipinya.

"Ran, kamu apa-apaan sih?!" Dari kejauhan terdengar suara teriakan Rei, suaranya nampak berbeda, laki-laki itu marah.

"..M-mas..." Gumam Ran yang membatu disana.

1
Eni Lestari
wah kebangetan si Dika pake nyulik si ran sm ank2😠😠
Eni Lestari
tuh kan dah ketebak tujuan Dika apa,kurang ajar Eman tu si Dika pngen gua tampol tu orng dsr gk da Ahlak emang😠😠
Eni Lestari
kyknya ini ulah Dika dech bukan suuzon,tp mungkin Dy sengaja mau ngancurin Rei,Dy pikir dgn ngancurin Rei dan buat Rei miskin Dy bisa dpetin si arka sekaligus sm RAN,Krn Dy suka sm ran
Eni Lestari
kayaknya hamil LG si RAN,syukurlah
Eni Lestari
dasar Sinina,jgn2 Dy terobsesi LG pengen dprin Rei,awas aja klo sampe kejadian 😠😠
Eni Lestari
aduh...ada calon pelakor LG nich kyknya,harti2 RAN sapa tau Nina ada mksd tertentu,nti tau2 ngerebut Rei dari kamu
Eni Lestari
akhirnya...Rei belah duren 😊😊
Eni Lestari
RAN kyknya dah trauma Krn perlakuan si Rei slma ini
Eni Lestari
iri..bilang booosss....😂😂😂😂
Yanik Bagas
gak ada tantangan bacanya,, stop sampai sini ajah 🙌
wikha Sandra
horang kaya msa mw mndi ngerebus air dlu,,kn gk lucu thoor
Bundanya REvan
ini gimana manggil ran kakak manggil rei kok om,,
si ratu drama nadine minta di baigon nie
Bundanya REvan
sie rei gesrek emng,, udah jelas² pcar matre pengennya dibeliin berlian terus beda sama istrinya yg hanya coklat,, bukannya sadar mlh tmbah gesrek tuhhh
Krisna New
rei bucin ama ran
ecaaa
geregetan thorrrr
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
ecaaa
kukira bakalan hilang ingatan thor,, ternyata lebih sadis thorr
ecaaa
kasiann Bambang yg gk tau apa apa jadi disalahin😭🤣
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ig@imaaa_ayuuu
Uwuw, ceritanya keren 😘😘
christiana lestiyanti
Makin sukses yaa utk karya yg lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!