Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.20 Salah Paham
Haura menatap Elias dan El bergantian.
Mama Elias menatap Ayah yang tidak berkomentar.
"Kalo menurut Mama, tidak perlu pura-pura menjadi cewek Elias. Mama cuma iseng saja bertanya, biasanya Elias kan..." kata Mama terpotong omongan Elias.
"Jangan di teruskan Ma... aku sekarang sedang tidak mood dengan cewek."
"Sejak kapan anak Mama berubah positif..." kata Mama seolah tak percaya.
"Bagi ku sekarang soal cewek tidaklah penting, jika waktunya tepat maka aku membawa nya ke Mama."
"Si Elias berubah lebih dewasa, Yah. Alhamdulillah... siapa yang membuat anak ku berubah ?" kata Mama menatap Ayah.
"Aku tahu Ma, yang membuat Elias jadi seperti sekarang ini. Sebenarnya ini karena..." kata El terhenti karena Elias membekap mulutnya.
"Sudah hentikan, kalian berdua sama saja belum dewasa." kata Ayah.
"Aku akan pura-pura menjadi cewekmu, agar kau tidak malu di hadapan teman mu, kau kan terkenal playboy."
"Tidak perlu." kata Elias dan El bersamaan.
"Kalian tumben kompak."
"Kau ini tunanganku, kau tidak memikirkan perasaanku."
"Masa kau cemburu dengan Adikmu sendiri ? Aku hanya ingin membantu Elias, aku sudah menganggapnya seperti Adik ku sendiri."
"Aku tidak mau, lebih baik aku jalan sendiri dari pada pura-pura menjadi cowokmu." kata Elias bersikeras.
"Cepat jalan dan cari tempat duduk, jangan ribut di tengah jalan." kata Ayah berjalan mencari tempat duduk.
Mereka berlima akhirnya duduk di kursi. Ayah duduk di sebelah kiri Ayah, Elias duduk di sebelah kiri mama, Elias dan Haura duduk di samping Elias. Gedung aula penuh dengan para wisudawan dan pendamping, sehingga terasa gerah walupun temperatur AC nya delapan belas derajat.
Acara di mulai dengan sambutan dari Ketua Yayasan dan kemudian sambutan dari Ketua Rektor. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Ketua Senat, para Rektor dan Kepala Jurusan tiap Fakultas yang memberikan sambutan secara bergantian.
Haura melihat bunga mawar dan dahlia yang di pasang sepanjang dinding aula.
"Aku juga ingin bunga yang asli seperti itu saat upacara pernikahan kita." kata Haura menatap El yang tengah asyik makan kudapan pembagian dari kampus.
"Iya...mari kita berfoto berdua." kata El mengambil ponsel kemudian berfoto dengan Haura.
Elias diam merenung menatap kosong pada tabung wisuda nya kemudian menatap gedung aula.
Mulai besok aku tidak akan datang ke kampus ini, dan aku tidak akan bertemu dengan mu lagi, Cyara. Banyak kata yang ingin ku ucapkan pada mu. Bagai mana kabar mu, tahu kah kau hari ini hari terakhir ku masuk kampus. Seandainya kau duduk di sini menemaniku, tentu aku tidak akan bosan di sini, kata Elias dalam hati.
Cyara masuk ke tempat parkir dan melihat nya penuh, tidak ada tempat kosong untuk memarkir.
"Oh iya, hari ini kan ada acara wisuda gelombang pertama. Tempat parkir sementara di pindah di lapangan sepak bola, kenapa aku lupa." kata Cyara memutar balik dan menuju ke lapangan sepak bola untuk memarkir motornya.
Cyara berjalan keluar dari lapangan sepak bola dan mendengar bunyi sound sistem dari aula Gedung J. Dia melewati kelas Elias yang kosong dan berhenti menatap kosong ke dalam kelas.
"Apakah kau wisuda hari ini, atau ikut gelombang ke dua. Aku tidak tahu kabar mu sama sekali. Aku tidak akan melihat hadirmu lagi di sekolah ini. Semoga kau baik-baik saja." gumam Cyara memandang kursi yang biasa Elias pakai untuk duduk.
Rianti datang dari belakang dan menepuk bahunya.
"Rianti... kau mengagetkanku saja, aku kira siapa..."
"Kau mengira aku Elias ya...sedang apa kau di sini ?"
"Ah... tidak, aku hanya melihat kelas saja."
"Kau mencarinya kan, hari ini dia wisuda, kau tidak ingin melihatnya sebentar ?"
"Kau tahu dari mana dia wisuda hari ini, bisa saja ikut gelombang ke dua."
"Aku membacanya di papan pengumuman Jurusan Ekonomi kemarin. Aku juga ingin lihat acara wisuda. Lagi pula mata kuliah Antropologi Kesehatan dan Ilmu Biomedik kosong hari ini kosong."
"Tapi..."
"Kau tidak ingin melihatnya untuk terakhir kalinya ?" tanya Rianti menarik Cyara berjalan menuju Gedung J.
Rianti dan Cyara sampai di aula. Mereka melihat dari sisi timur. Pembawa acara mengumumkan nama wisudawan Cumlaude Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan memanggil satu per satu wisudawan untuk berjalan melewati karpet merah dan menaiki panggung. Wakil Rektor memberikan selamat pada setiap para wisudawan dan menggeser tali pada topi wisuda ke tengah.
Cyara menatap satu per satu wisudawan dari samping aula, mencari sosok Elias, tapi tidak menemukannya.
"Rianti, aku mau ke toilet dulu sebentar." kata Cyara berjalan menuju ke toilet di belakang aula.
Elias merasa capek duduk terlalu lama, dan pemanggilan wisudawan baru di mulai dari Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Dia berdiri dan berjalan keluar melewati Mama nya.
"Kau mau ke mana, Nak ?"
"Aku mau ke toilet, Ma."
Haura ikut berdiri dan berjalan di belakang Elias, "aku bareng ke toilet, aku sudah menahannya dari tadi."
Elias dan Haura berjalan ke toilet, sampai di sana ternyata penuh dan harus antre. Dari toilet cewek keluar satu orang, Haura langsung masuk ke dalam.
Elias menoleh ke toilet cowok, "masih penuh belum ada yang keluar." kemudian menoleh ke arah toilet cewek.
Cyara datang dan melihat toilet cewek pintu nya tertutup semua, kemudian ia menunggu di luar.
Elias melihat Cyara, " Cyara... benarkah itu kau ?" Elias berjalan ke depan toilet cewek.
"Cyara..."
Cyara menoleh ke kiri, ternyata Elias yang memanggilnya, memakai toga.
"Cyara kebetulan sekali kita bertemu di sini. Apa kah kau mencariku di aula ?"
"Aku melihat acara wisuda bersama Rianti, jangan salah paham."
"Bagai mana kabarmu, lama sekali kita tidak bertemu."
"Selamat sudah wisuda." kata Cyara menjabat tangan Elias.
Elias memegang tangan Cyara baru sebentar, dan Cyara melepaskan tangan nya.
Haura keluar dari toilet dan menemukan Elias. Kemudian dia berjalan mendekat ke Elias. Haura melihat Elias berkeringat, kemudian dia mengeluarkan tisu dari tas nya dan mengelap keringat Elias.
"Aku sudah selesai, ayo kita kembali." kata Elias menyenggol tangan Elias.
Cyara menatap sesosok gadis cantik yang berdiri di sebelah Elias.
"Kau... ternyata masih sama seperti dulu." kata Cyara berbalik dari Elias dan berjalan meninggalkan mereka.
Elias mengejar Cyara dan menarik tangan nya.
"Cyara tunggu... aku bisa jelaskan." kata Elias berdiri di depan Cyara
"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. Secepat itu ternyata kau menemukan penggantiku."
"Aku bisa jelaskan pada mu..."kata Elias menarik Cyara kemudian memeluknya.
"Lepaskan aku Elias, kita sudah putus."
"Waktu itu kau yang putuskan hubungan kita, tapi aku belum menjawab jika aku tidak mau putus."
"Apa maksudmu, kau jangan mempermainkanku lagi. Sudah cukup Elias. Aku pikir kau sudah berubah lebih baik, ternyata kau memang playboy"
"Jangan lanjutkan Cyara, aku masih ingin bersama mu." kata Elias berbisik di telinga Cyara.
Haura mengikuti Elias bersama seorang gadis dan berjalan menyusulnya. Tapi langkahnya terhenti, El menarik tangan nya.
"Hentikan Haura.. biarkan Elias, beri dia waktu, jangan mengganggunya."
"Apakah gadis itu..."
"Hubungan mereka rumit, biarkan mereka menyelesaikannya. Kita pergi dari sini."
"Gadis itu pasti salah paham padaku."
"Maka nya aku melarangmu menempel pada Elias, akhirnya apa yang aku takutkan terjadi."
"Kenapa kau tidak cerita padaku, jika Adik mu sebenarnya punya cewek ?"
"Sudah tidak usah di bahas lagi, ayo kembali ke aula." kata El menggandeng Haura kembali ke Aula.
Cyara merasa tenang berada dalam pelukan Elias, ia juga rindu padanya, namun ia terbayang lagi pada sosok gadis tadi dan hati nya merasa sakit.
"Cyara biarkan aku memeluk mu, sebentar saja." kata Elias memeluk Cyara erat.
"Lepaskan aku Elias, jangan menyakiti ku lagi. Aku tidak ingin kau menyakiti gadis lagi. Pergilah, jangan temui aku lagi. Hapus lah aku dari ingatan mu, aku juga akan mengubur semua kenangan tentang mu."
Cyara melepas pelukan Elias dari tubuh nya, menatap wajah Elias sebentar. Ia merasakan air mata mulai tumpah di kelopak mata nya dan kemudian berlari pergi meninggalkan Elias.
Elias menatap kepergian Cyara. Hatinya terasa perih melihat butiran air mata Cyara yang menetes. Ia menguatkan hati nya dan kembali berjalan ke aula.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫