"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Setelah meninggalkan sang istri di kamar mandi. Hari pun mulai menanggalkan semua pakaian dan melilitkan handuk di pinggangnya serta menutupi sebuah gajah kepunyaannya yang sempat berdiri tak kala melihat punggung putih semulus air susu.
Sambil menunggu ia pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Selain akan kuliah sebentar lagi, ia juga di tugaskan oleh sang papa untuk belajar mengelola sebuah perusahaan yang akan di wariskannya setelah ia menyelesaikan pendidikkannya.
Beberapa menit kemudian keluar lah sang istri tersebut dari kamar mandi, sambil mengenakan handuk yang seperti baju. Ia pun terkejut tak kala melihat sang suami bertelanjang dada dengan otot kekar dan perut sixpacknya menambah kadar keseksian sang suami di mata Mia sendiri.
“Sayang AKHHH....” teriak Mia yang terkejut dan membuat sang suami berdiri dan menghampirinya.
“Ada apa?” sahut Hari serta menaikkan alis sebelahnya.
“Kenapa tidak pakai baju sih. Malah pakai handuk segala,” omel sang istri pada suami tercinta.
“Gerah sayang. Aku lepas saja, sekalian nungguin kamu habis mandi biar enak nanti,” jawabnya dengan enteng.
“Ta....” sahut Mia seraya memikirkan tentang malam pertama mereka yang mana sang gajah memasukki kandangnya.
“Kamu lagi mikirin kalau aku mau mengambil jatahku begitu?” ucap Hari dengan mendengus.
Mia menganggukkan kepala dengan sangat polos. Di tambah ada ketakutan di seluruh wajahnya.
Di sentilnya sebuah kening dari sang suami membuat Mia mendengus.
“Aww... sakit” sungut Mia dengan cemberut.
“Lagian kamu aneh banget. Jangan mikir kesana. Urusan itu nanti. Papay ya aku mandi dulu,” pamit Hari seraya berlari ke kamar mandi namun handuk yang melilit di pinggang Hari terlepas, hingga nampak lah sang gajah kepunyaan Hari di depan Mia. Mana kala membuat pipi Mia merona malu saat melihat gajahnya Hari.
“Kenapa tuh pipi kamu merah begitu sayang?,” tanya Hari seraya melilitkan kembali handuk di pinggangnya.
“I....” ucapan Mia menggantung membuat Hari semakin gemas dengan kepolosan Mia.
“Oh kamu mau bilang kelihatan gajahku begitu?” sahut Hari pada sang istri.
“Eh... bu...kan,” jawab Mia dengan terbata-bata.
“Jangan malu-malu kucing begitu dong. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tenang saja gajah kepunyaanku ini nanti akan masuk pada waktunya,” jawab Hari dengan santai seraya memasukki kamar mandi dengan tawa riang di hatinya.
Setelah puas mengerjai sang istri. Hariansyah pun akhirnya harus meredamkan sang gajah itu pun dengan berendam di air yang dingin.
“Akhhh.... Ini memalukan. Bisa-bisanya dia enteng begitu. Mau di taruh mana mukaku yang merah begini,” sungut Mia seraya berjalan mendekati meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Masih dengan seorang Mia yang mengoceh tidak jelas sambil menyiapkan sebuah pakaian ganti untuk sang suami tercinta. Hingga tak terasa membuatnya mengantuk, setelah mengeringkan rambutnya yang basah.
Mia pun beranjak naik ke atas kasur untuk memejamkan matanya menuju alam mimpi.
“Semoga lu baik-baik ya di sana sahabat gua yang paling best lope-lope,” lirihnya seraya menutup mata dengan pelan dan tak lama kemudian dengkuran halus pun terdengar menandakan ia telah terlelap ke alam mimpi.
Sementara itu di kamar mandi sang suami yang telah berendam untuk menyegarkan otaknya yang sedang traveling itu pun tidak lagi mendengar suara sang istri yang sedari tadi mengoceh tidak jelas tersebut.
“Kemana suaranya itu. Apakah dia sudah tidur duluan?” beo Hariansyah.
Tidak ingin berlama-lama berendam di air yang dingin. Ia dengan cepat bergegas membilas seluruh tubuhnya dengan air mancur dari shower yang dingin.
Agar ia dapat tidur sambil memeluk sang pujaan hati yang kini telah menjadi belahan jiwa hati yang mana melengkapi kebahagiannya.
Selesai membilas seluruh tubuhnya. Ia kemudian melilitkan kembali handuknya di pinggang dan tak lupa ia berjalan menuju kasur dimana ada sang istri yang tengah terlelap di alam mimpi.
Sebelum tidur ia lebih dulu memakai pakaian yang telah di persiapkan oleh sang istri tercinta.
Setelah memakai pakaian yang di siapkan oleh istrinya kemudian ia pun memutuskan untuk menyusul sang istri tercinta yang tengah terlelap di alam mimpi.
“Aku enggak nyangka akhirnya dapat memilikkimu seutuhnya. Karena kau lah kebahagianku sesungguhnya. Tak akan ku biarkan dia menyakitimu lagi. Maafkan aku yang tak bisa menolongmu saat ia menamparmu. Tapi jangan khawatir akan ku pastikan ia tak akan bisa menganggumu kembali,” lirih Hari serta mengecup pucuk kening sang istri kemudian ia pun menyusul sang istri tersebut ke alam mimpi sambil memeluk dan menyembunyikan wajah di ceruk leher dan menghirup aroma dari rambut sang istri membuat Hari menjadi candu di setiap embusan nafas sang istri tercinta.
.
.
.
.
.
Kembali di sebuah kamar seorang pria yang akan melaksanakan misi untuk menyandang pangkat kolonel yang akan di gapainya itu tengah menunggu info dari teman selitingnya yang saat ini masih menggali informasi yang lebih dalam.
Beberapa menit kemudian terdengar deringan panggilan yang masuk dari handphone mana kala ia tengah fokus dengan beberapa berkas-berkas yang harus ia selesaikan.
Mau tidak mau ia pun membaca nama tertera yang memanggilnya dan mengangkat panggilan tersebut.
Abie calling......
“......”
“Ada apa,” jawab Chars pada Abie.
“......”
“APA? Lalu semua info itu yang kau kirim apa kau yakin benar?” tanya Chars dengan nada dingin.
“......”
“Ya sudah terima kasih atas waktunya. Sorry mengganggu masa cutimu”
“......”
“Baik lah aku tutup” ttutttt.
Ia pun menutup panggilan dari teman selitingnya dan ia memutuskan untuk membuka sebuah email yang telah di kirimkan oleh Abie.
Jemari-jemarinya menari di atas keyboard dan tak lama kemudian ia terkejut bukan main.
Mendapati sebuah info yang membuatnya syok karena apa yang ia selidiki tak sesuai harapan yang ia pikirkan. Namuan ia sedikit lega dengan info kekacauan yang ada di pesta tersebut.
“Siapa sebenarnya kamu wanita bar-bar. Kamu semakin buat aku dengan kemisteriusanmu. Apakah kamu akan terkejut bahwa darahku telah menyatu dalam tubuhmu,” gumaman dalam hati.
Tak ingin terlalu lama berpikir ia pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dengan merebahkan diri di atas kasur miliknya sambil menatap langit-langit kamar pribadinya.
Tanpa ia sadar karena terlalu lelah berpikir ia pun akhirnya terlelap memasukki alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
******
hallo gaes aku balik lagi membawa sejuta kenangan eh canda ding.
jangan pernah bosen ya ✌️✌️✌️
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊