NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Penyusupan

Pelan-pelan Kael melepaskan pelukan Arsela di tubuhnya. Jujur saja, pria itu merasa tidak nyaman. Apalagi Arsela adalah anak dari presiden. Sebisa mungkin dia berusaha bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kenapa kamu belum pulang?” tanya Kael bingung. Seingatnya dia sudah menitip pesan pada Erik untuk langsung membawa Arsela pulang kalau dirinya tidak kembali dalam dua hari.

“Aku sengaja menunggumu. Aku mengkhawatirkanmu.”

“Maaf sudah membuatmu khawatir. Tapi seharusnya kamu kembali.”

“Aku mau kembali kalau bersamamu. Kamu yang harus mengantarku pulang.”

Kael menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kenapa Arsela jadi keras kepala begini. Namun akhirnya pria itu menganggukkan kepala supaya pembicaraan mereka cepat berakhir.

“Lebih baik kamu tidur lagi, hari masih malam.”

“Tapi kamu jangan pergi lagi!”

“Iya.”

Arsela menurut saja ketika Kael memintanya melanjutkan tidurnya. Sepertinya malam ini tidurnya akan lebih nyenyak. Kael sudah kembali dan membuat wanita itu jauh lebih tenang.

Sepeninggal Arsela, Kael baru bisa mengembuskan napas legas. Pria itu berbalik dan hampir saja terkena serangan jantung ketika melihat Kenzo sudah berada di belakangnya.

Pria itu tengah bersender ke pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya menatap lurus pada anak angkatnya ini.

“A-Ayah,” panggil Kael gugup.

“Aku baru tahu kalau kamu punya misi sampingan,” ujar Kenzo sambil tersenyum tipis.

“Apa?” Kael terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengerti. “Eh nggak begitu, Ayah. Aku nggak ada hubungan apa-apa dengannya. Aku—“

“Aku tahu,” potong Kenzo cepat sambil mendekati Kael. “Ayo ikut denganku, ada yang mau kubicarakan. Oh ya, panggil profesor, Niklas, dan Sergio juga.”

“Apa aku boleh ikut?” timpal Hector yang sudah ada di dekat mereka.

“Ya, tentu saja. Aku pasti membutuhkan bantuanmu juga.”

Lebih dulu Kael memanggil profesor dan Sergio. Mereka berkumpul di satu ruangan. Kenzo langsung memimpin rapat dadakan ini.

Dia langsung membahas informasi yang didapatnya dari Armin dan Niklas tentang vaksin yang disebar guna mencari orang dengan DNA haplogroup yang dibutuhkan untuk pembuatan Regalis-V.

“Bagaimana kita tahu siapa saja yang menerima vaksin? Jumlahnya pasti ribuan,” ujar Sergio.

“Makanya kita butuh profesor untuk menyaringnya.”

“Bagaimana kita akan mendapatkan datanya?”

“Tentu saja dari dalam Vexion Pharma.”

“Maksudnya menyusup masuk menjadi pegawai di sana?”

“Ya. Kita bisa susupkan Niklas masuk ke sana untuk jadi mata-mata,” Kenzo melihat pada Niklas.

“A-Apa?”

Wajah Niklas seketika panik. Kalau dia masuk ke Vexion Pharma ibarat masuk ke mulut harimau. Itu sama saja dengan misi bunuh diri.

Kenzo tak bisa menahan senyumnya melihat wajah panik Niklas. “Tenanglah Niklas, aku hanya bercanda. Kita akan masuk ke Vexion Pharma, menanamkan malware ke dalam server utama. Jadi kita bisa mengambil semua data perusahaan farmasi tersebut.”

“Pengamanan di Vexion Pharma begitu ketat. Baru melewati gerbang saja, mungkin kalian sudah tertangkap,” ujar Profesor Elio Sarin.

“Karenanya kami butuh sedikit bantuanmu. Pasti kamu tahu seluk beluk di sana karena pernah bekerja di sana.”

“Tapi aku hanya bekerja di laboratorium saja. Aku tidak tahu tempat lain di kantor itu.”

“Ada berapa lantai di Vexion Pharma?” tanya Sergio.

“Vexion Pharma ada dua gedung. Laboratorium berada di gedung terpisah. Kalau gedung utama, sepertinya ada tujuh lantai. Untuk laboratorium terdiri dari tiga lantai.”

“Kalau dia tidak tahu apa-apa, bagaimana bisa membantu kita.”

“Tenang saja. Oh ya Profesor, apa ada yang ingin Anda ambil di laboratorium?”

“Sebenarnya ada. Hasil penelitianku masih berada di dalam laptopku. Penelitian tentang Regalis-V, Aegis dan anti virus berada di sana. Aku harus mendapatkan laptop itu untuk membuat anti virusnya.”

“Laptop profesor ada padaku,” ujar Niklas.

“Bukan yang itu. Aku menggunakan laptop lain saat di laboratorium. Yang ada padamu hanya berisi sebagian data saja. Tidak cukup untuk membuat anti virusnya.”

Kepala Niklas mengangguk paham. Pantas saja dia kesulitan saat mempelajari tentang pembuatan anti virus Regalis-V.

“Gambarkan dengan jelas bagaimana denah laboratorium.”

Profesor Elio Sarin segera menggambarkan denah di laboratorium. Dia juga menjelaskan di mana letak CCTV berada.

“Baiklah, cukup untuk malam ini. Besok kita akan bicarakan lagi.”

Rapat singkat dan dadakan akhirnya selesai. Kenzo mempersilakan semuanya untuk beristirahat. Mereka baru saja keluar dari penjara dan melalui perjalanan berbahaya.

Kenzo masuk ke dalam kamarnya. Setelah membersihkan diri, pria itu mengambil kotak kecil seukuran kotak korek api lalu membaringkan tubuhnya di kasur.

Ditekannya tombol yang ada di kotak tersebut. Seketika hologram istri dan dua anaknya muncul. Hanya dengan cara ini dia melampiaskan rasa rindu pada keluarganya.

***

Usai dihubungi Kenzo, Armin langsung bergerak cepat. Dia langsung mengirimkan USB berisi Rubber Ducky yang akan digunakan untuk memasang malware ke server pusat Vexion Pharma Global. Bukan itu saja, Armin juga langsung mencari blueprint kantor farmasi tersebut.

Setelah mendapatkan blueprint dari Armin, Kenzo mengajak tim berdiskusi. Mereka harus memasuki kantor farmasi tersebut untuk memasang malware dan juga mengambil data penelitian sang profesor yang tersimpan di laptop pribadi miliknya.

Sambil menunggu paket tiba, Kenzo mematangkan rencana bersama yang lain. Di ruangan kecil, tampak Kenzo, Sergio, Kael dan Hector tengah berdiskusi.

“Kantor Vexion Pharma dijaga dengan ketat. Setiap orang yang keluar masuk harus melalui scan dan data pribadi akan muncul di pihak keamanan. Setelah yakin, baru diperbolehkan masuk,” Kenzo membuka jalannya diskusi.

“Untuk itu aku bisa atur. Kantor itu akan melakukan penggantian AC dan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Aku bisa menyusupkan kalian masuk ke sana.”

“Tapi masalahnya, setelah jam bubar kantor, pihak keamanan harus memastikan kalau jumlah yang keluar sama dengan yang masuk.”

Hector terdiam sebentar. Jika konsepnya seperti itu, tidak mungkin mengganti pekerja dengan mereka. Pasti pihak keamanan akan langsung mengecek dan mencari keberadaan orang yang tidak keluar tepat waktu.

“Berarti tidak bisa masuk secara fisik ke sana. Kita harus menyusup,” celetuk Kenzo.

“Bagaimana caranya?”

“Apa kamu tahu vendornya?”

“Ya, tentu saja,” jawab Hector.

“Baiklah.”

Kenzo mulai memaparkan ide yang terlintas di pikirannya. Caranya terkesan seperti gaya lama tapi cukup efektif untuk rencana kali ini.

“Aku masuk sebagai tamu. Kael, Sergio yang akan menyusup sementara Hector menjadi bagian vendor. Kael bertugas mencari laptop, aku akan memasangkan malware, sementara Sergio bersama Hector mengawasi keadaan dan mengamankan jalur keluar.”

“Oke.”

“Aku akan menghubungi vendor yang akan mengirimkan barang serta teknisi,” lanjut Hector.

Semua sudah sepakat dengan tugasnya masing-masing. Hanya tinggal menunggu paket datang dan mereka akan langsung bergerak.

***

Paket yang dikirimkan Armin tiba satu hari sebelum pengerjaan pemasangan AC dan pemeriksaan instalasi listrik di Vexion Pharma Global.

Hector langsung mematangkan rencana dengan pihak vendor. Mau tidak mau pihak vendor menyetujui permintaannya karena Hector memegang rahasianya.

Kenzo, Kael dan Sergio sudah siap untuk menyusup ke dalam Vexion Pharma Global. Ketiganya ditempatkan di dalam kendaraan yang mengangkut barang-barang. Tiga truk ringan dan tiga mobil boks mulai bergerak menuju lokasi.

Di depan gerbang, petugas keamanan langsung memeriksa seluruh isi mobil. Dua orang memeriksa bagian bawah mobil, untuk mengecek apakah ada bom di sana. Dua petugas lainnya memeriksa isi mobil boks. Memastikan jumlah barang yang dibawa sesuai dengan perincian yang dikirimkan pihak vendor.

Setelah dirasa aman dan sesuai, keenam kendaraan tersebut dipersilakan masuk. Saat memasuki basement, kendaraan langsung menuju loading dock.

Satu per satu barang diturunkan dari mobil. Dua dus besar yang berisi Kael dan Sergio diletakkan di area yang tidak terdapat kamera CCTV.

Agar rencana berhasil, Hector sendiri ikut menyamar sebagai pegawai perusahaan vendor. Pria itu mengetuk dus beberapa kali sebagai kode bagi ketiganya. Satu per satu mereka keluar dari dus dan bersiap memulai aksi.

“Ini tanda masuk kalian,” Hector memberikan kartu akses, masing-masing satu. Pria itu juga sudah menyiapkan seragam untuk Kael yang akan menyusup ke laboratorium. Sergio menggunakan seragam tim keamanan.

Sementara Kenzo akan masuk menggunakan akses tamu. Pria itu akan menyamar sebagai makelar yang menghubungkan perusahaan dengan rumah sakit dalam pemasaran produk.

“Kalian akan langsung bergerak kalau Kenzo sudah masuk dan menanamkan malware,” ujar Hector yang langsung dijawab anggukan kepala Kael dan Sergio.

Begitu jam kantor dimulai, mobil yang dikendarai Kenzo memasuki pelataran parkir Vexion Pharma Global. Lebih dulu pria itu menjalani pengecekan keamanan. Setelah identitasnya diperiksa, pria itu diberi tanda pengenal sebagai tamu.

Kenzo langsung diarahkan ke lantai lima, untuk bertemu dengan direktur pemasaran bernama Antonio. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh sang direktur. Tanpa berlama-lama Kenzo langsung membahas soal pekerjaan.

Di tengah pembicaraan, tiba-tiba saja terdengar alarm peringatan kalau gedung mengalami kebakaran. Sontak semua orang yang ada di setiap lantai bergegas keluar, begitu juga dengan Kenzo dan Antonio. Mereka mengantri turun menggunakan tangga darurat.

Dengan gerakan halus, Kenzo membuat Antonio terjatuh dan menimpa orang-orang di bawah. Kericuhan pun langsung terjadi. Kepala Antonio membentur lantai dan jatuh pingsan. Hal tersebut dimanfaatkan Kenzo untuk menyelinap pergi. Tidak ada yang menyadari kepergiannya.

Kenzo menuju lantai enam menggunakan tangga darurat. Kenzo membuka pintu sedikit demi sedikit, mengintip keadaan koridor. Ada satu CCTV yang terpasang di koridor. Kamera CCTV terus berputar, menyapu seluruh koridor.

Pria itu menghitung berapa detik kamera bergerak dalam satu putaran. Selesai menghitung, Kenzo langsung bergerak ke tempat yang tidak tersorot sampai akhirnya tiba di pintu masuk menuju server pusat.

Ketika Kenzo menyentuh gagang di depannya, di saat bersamaan pintu terbuka dari dalam. Seorang pria berkacamata melihatnya penuh curiga. “Kamu siapa?”

***

Waduh ketahuan nggak ya?

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!