Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membunuh Secepat Kilat
Zhang Tiangxia tidak bergerak. Mengaktifkan Langkah Bayangan, tubuhnya berpindah ke atas memanjat batang pohon besar di dekatnya tanpa suara, bersembunyi di antara cabang-cabang yang rimbun dua puluh meter di atas tanah.
Dari atas sana dia mengamati.
Zhang Ziyi berjalan di depan dengan pedang tergantung di pinggang. Usianya delapan tahun, namun fluktuasi di tubuhnya sangat padat jauh melebihi anak-anak yang pernah di lihat oleh Zhang Tiangxia sebelumnya.
Di belakangnya dua pengawal yang di utus keluarga Zhang bergerak dengan waspada mengamati area sekeliling. Tangan mereka masing-masing memegang gagang senjata yang ada di pinggang, jelas mereka siap bertarung jika ada serangan mendadak.
"Tuan Muda, kita sudah cukup dalam." Pengawal yang lebih tua berkata pelan. "Binatang monster kelas empat dan lima banyak berkeliaran di sini malam ini."
"Justru itu yang aku mau." Zhang Ziyi menjawab singkat. "Inti jiwa kelas lima harganya tidak murah. Jika kita bisa membawa pulang dua atau tiga, cukup untuk membeli pil yang ayah butuhkan. Namun akan lebih baik jika kita menemukan binatang monster kelas enam. Dengan begitu inti jiwa binatang monster itu bisa di tukar langsung dengan Pil Pemurni Qi"
Pengawal itu tidak membantah lagi.
Zhang Tiangxia di atas mengamati semua itu dengan diam.
Lalu dari percakapan berikutnya telinganya menangkap sesuatu yang membuat matanya menjadi dingin.
"Bagaimana dengan Organisasi Bayangan? apakah tugas sudah di ambil?" Zhang Ziyi bertanya pada dua orang itu dengan suara rendah, jelas dia tidak ingin didengar siapapun selain dua pengawal di belakangnya.
Pengawal yang lebih tua mengangguk, "Kontraknya sudah dibayar. Organisasi bayangan akan mengambil tindakan dalam waktu dekat, jadi sebelum pertemuan tahunan, Zhang Tiangxia pasti akan mati." Pengawal tua itu berkata dengan penuh percaya diri.
Pengawal tua itu melanjutkan, "Ini juga karena bantuan tuan kedua, dia kenal dengan seorang petinggi di organisasi bayangan hingga membuat tugas ini jauh lebih mudah."
Zhang Ziyi mengangguk, "Baiklah jika begitu. Dengan sepak terjang mereka yang selalu bersih dan tak pernah gagal, Zhang Tiangxia pasti akan mati."
"Jadi meskipun Zhang Tiangxia bisa berlatih lagi, itu tidak akan ada gunanya. Dia tidak akan sempat ikut pertemuan tahunan. Dengan Zhang Tiangxia yang mati, ayah punya alasan untuk langsung mengusir keluarga mereka dari keluarga Zhang."
Zhang Tiangxia di atas pohon tidak bergerak, namun niat membunuh di matanya semakin dalam.
"Kalian benar-benar luar biasa!" Zhang Tiangxia bergumam kecil yang hanya bisa di dengar olehnya.
Dia menyimpan informasi itu di kepalanya dengan tenang, jika ada kesempatan dia akan menghabisi mereka bertiga malam ini.
Tiba-tiba tanah bergetar.
Pohon-pohon di sisi barat bergerak sekaligus. Seolah-olah saat ini ada sesuatu yang besar sedang bergerak dari arah sana.
"Tuan muda, ini sepertinya binatang monster tingkat tinggi." Pengawal yang tampak kurus di sampingnya berkata dengan serius sambil mengamati ke arah datangnya suara.
Zhang Ziyi langsung berhenti. Dua pengawalnya langsung menghunus senjata.
Lalu makhluk itu muncul.
Rawwwr!
Raungan binatang monster yang memekakkan telinga bergetar di kedalaman hutan.
Dua pengawal di sampingnya mengaktifkan kekuatan Meridian di tubuh mereka untuk menahan guncangan dari raungan binatang monster, sementara Zhang Ziyi bersembunyi di balik mereka berdua.
Bahkan, Zhang Tiangxia yang berjarak sekitar dua puluh meter di atas tanah juga sedikit terpengaruh.
"Beruang Hitam Perusak!"
Zhang Tiangxia mengamati binatang monster itu dengan wajah serius.
Beruang Hitam Perusak terkenal agresif dan haus darah, selain itu dia tidak suka area kekuasaan miliknya di jelajahi oleh makhluk lain.
Yang paling menakutkan dari beruang Hitam Perusak ini adalah kekuatannya yang sangat kuat dan fisiknya yang keras.
Tingginya hampir empat meter. Tubuhnya dilapisi sisik hitam keras yang tumpang tindih seperti baju zirah alami. Kepalanya besar dengan dua taring yang mencuat. Cakar di tangannya sebesar lengan orang dewasa dan sangat tajam, kakinya masing-masing sebesar batang pohon, ujung kakinya juga memiliki cakar besi yang saat dia berjalan, itu akan menghancurkan apapun termasuk bebatuan..
Zhang Tiangxia terus mengamati perilaku binatang monster di depannya dengan teliti.
Namun setelah beberapa saat, binatang itu hanya meraung atau memukul pohon-pohon untuk melampiaskan amarahnya.
Awalnya Zhang Tiangxia berfikir binatang monster kelas enam akan memiliki kecerdasan seperti rubah roh miliknya, namun ternyata tidak.
Rubah Roh miliknya bisa memahami kata-kata manusia dan berkomunikasi.
Binatang monster di depannya tidak memiliki itu. Tidak ada kecerdasan.
Jelas ini tidak ada bedanya dengan binatang lainnya yang hanya paham paham tiga hal. Makan, kawin, dan mempertahankan wilayah dengan berkelahi.
Dan kelompok Zhang Ziyi baru saja menginjakkan kaki di wilayahnya, inilah yang membuatnya marah.
Makhluk itu meraung.
Suaranya bergema membentur dinding-dinding tebing di kejauhan, membuat daun-daun kering berjatuhan dari cabang pohon di sekitarnya.
"Serang dari dua sisi!" Pengawal tua berteriak.
Pengawal yang berbadan kurus berkata pada Zhang Ziyi, "Tuan muda, cari kesempatan untuk menusuk matanya."
"Iya." Zhang Ziyi mengangguk.
Syut!
Dua pengawal menyerang dari kanan dan kiri, Mengeluarkan dua pedang dari pinggang mereka dan menebas punggung dan perut beruang Hitam Perusak.
Jelas tujuannya agar binatang itu memecah perhatian.
Ding! Ding!
Suara benturan logam terdengar saat dua pedang mengenai tubuh beruang Hitam Perusak.
Rawwwr!
Cakar tajam menghantam ke arah pengawal yang lebih tua, kecepatannya sangat cepat.
Pengawal yang lebih tua mengaktifkan kekuatan Meridian di kaki lalu bergerak menghindar sambil mengayunkan sebilah pedang.
"Sekarang!"
Zhang Ziyi menyerang dari depan dengan cepat.
"Tebasan pedang."
Beruang Hitam Perusak itu mengangkat lengannya menutupi wajah, lalu tangan lainnya mengayun ke arah Zhang Ziyi.
"Tuan muda, awas!"
Pengawal kurus berteriak, dia ingin bergerak namun sebuah tendangan dari beruang Hitam Perusak mengarah ke dadanya.
Melihat lengan beruang Hitam Perusak yang terayun ke kepalanya, Zhang Ziyi ketakutan setengah mati.
"Cepat, cepat selamatkan aku."
Namun bagaimana bisa ada yang menyelamatkannya, lalu..
Bam..
Lengan beruang itu menghantam tubuhnya hingga terpental tiga puluh meter, dia menghancurkan beberapa pohon sebelum akhirnya berhenti.
Wajahnya pucat pasi, di mulutnya terus menerus mengeluarkan darah. Jelas dia terluka parah.
Binatang monster tingkat enam sudah setara dengan master pembuka Meridian tingkat enam, dia yang baru berada di tingkat delapan alam Pemurnian tubuh tidak akan sanggup menahan satu serangannya.
Binatang ini bukan lawan yang bisa dijatuhkan dengan mudah bahkan oleh kultivator alam pembuka Meridian, jadi bagaimana bisa Zhang Ziyi bisa menahan serangan darinya.
Setelah menyerang Zhang Ziyi, beruang itu berbalik arah membelakangi pengawal yang lebih tua.
Ding!
Dia menahan pedang dengan sisiknya, lalu dia kembali mengayunkan Cakarnya yang menghantam balik membuat pengawal tua itu terpelanting jauh, punggung nya terluka cukup parah.
Pertarungan berlangsung hampir satu jam.
Akhirnya, setelah berusaha keras, dua pengawal itu membuat makhluk itu roboh setelah pengawal tua menghujamkan pedangnya tepat di bawah rahang, ini adalah satu-satunya titik lemah yang tidak dilindungi sisik.
Tapi harganya tidak murah, mereka berdua juga terluka cukup parah di ambang kematian.
Pengawal yang kurus duduk di tanah dengan lengan yang tidak bisa digerakkan, darah terus menerus keluar dari luka sobekan di lengannya. Wajahnya pucat karena terlalu banyak kehilangan darah dan salah satu kakinya sudah putus.
Pengawal tua yang kultivasinya di tingkat kedua alam pembuka Meridian juga tidak berbeda jauh. Tiga tulang rusuk di dadanya patah, di punggungnya juga terdapat luka cakaran yang terus menerus mengeluarkan darah. Bahkan untuk menarik nafas saja napasnya terasa berat dan tidak teratur.
Zhang Ziyi sendiri saat ini sedang duduk bersandar di batang pohon berusaha menyembuhkan dirinya.
Tangannya meraih lengan bajunya lalu Mengeluarkan tanaman obat untuk penyembuhan.
"Ambil inti jiwa nya." Zhang Ziyi berkata sambil terengah-engah. "Lalu setelah itu kita pulang."
Pengawal tua menahan rasa sakit di tubuhnya, kemudian dia berjongkok di depan bangkai monster itu dengan mata bersinar.
Tangannya mulai menggali ke arah dada beruang Hitam Perusak untuk mengambil inti jiwa binatang monster yang tersimpan di dalam.
Zhang Ziyi dan dua pengawal itu terfokus pada mayat beruang Hitam Perusak. Tidak ada yang memperhatikan kegelapan di sisi kanan mereka.
Saat itu juga...
Syut.
Sebuah suara memecah udara yang sangat cepat terdengar di telinga ketiga orang itu.
Namun, suara itu begitu cepat hingga saat mereka kembali sadar.
Cess!
Kepala pengawal tua terlepas dari lehernya sebelum dia sempat mengetahui apa yang terjadi.
Darah menyembur ke udara seperti air mancur merah, membasahi tanah.
Zhang Ziyi masih belum sadar dari keterkejutannya saat detik berikutnya sebuah bayangan melintas dari kanan ke kiri.
Sret.
Kepala pengawal kurus yang masih duduk di tanah jatuh ke samping.