“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 20 - Kenapa Pulang Dengannya?
“Apa kamu melihat wajahku sedang bercanda, Mei?” Kenzo balik bertanya pada Meisya. Membuat wanita itu bungkam hingga beberapa saat.
Kenzo dapat mengerti mengapa Meisya berekspresi seperti itu. Ia dapat memakluminya dan sama sekali tidak mempermasalahkannya. Selagi Meisya diam, Kenzo terus meyakinkan Meisya jika ia benar mencintai Meisya.
“Apa Kenzo serius mencintaiku saat kami masih menikah dulu? Jika benar begitu, itu berarti kami menyimpan perasaan yang sama saat itu.” Gumam Meisya dalam hati. Dia sungguh tidak menyangka jika Kenzo menyimpan rasa yang sama seperti dirinya.
Larut dalam pemikirannya sendiri, Meisya sampai tidak menyadari jika mobil sudah tiba di depan gedung apartemen. Meski masih ingin bersama dengan Meisya, tapi Kenzo tetap menyadarkan Meisya jika mereka sudah tiba di depan gedung apartemen.
“Terima kasih sudah mengantarkanku.” Kata Meisya cepat sebelum keluar dari dalam mobil. Ia begitu terburu-buru ingin keluar dari dalam mobil.
Kenzo baru menjawab perkataan Meisya. Tapi Meisya sudah keluar saja dari dalam mobilnya. Meski terkesan sedikit tidak sopan, tapi Kenzo senang melihatnya. Karena Kenzo berpikir jika Meisya sedang gugup pada dirinya.
“Semoga masih ada kesempatan untukku menjadikan kamu milikku lagi, mei.” Harap Kenzo.
Baru beberapa langkah meninggalkan mobil Kenzo, langkah kaki Meisya terhenti saat mendengar suara memanggil namanya.
“Meisya.” Panggilan itu membuat Meisya spontan menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya Rendy tengah berdiri di samping mobilnya. Entah sejak kapan pria itu berdiri di sana. Meisya yang sejak tadi hanya fokus menatap lurus ke depan sampai tidak melihat apapun di sekitarnya.
“Kak Rendy.” Balas Meisya. Tidak seperti biasanya, wajah Rendy kelihatan datar saat menatap wajah Meisya. Meski begitu, Meisya sama sekali tidak memperdulikannya. Ia hanya bingung dengan keberadaan Rendy di sana.
“Kakak ngapain di sini?” Tanya Meisya saat Rendy sudah mendekat pada dirinya.
“Kamu pulang sama Kenzo?” Bukannya menjawab pertanyaan Meisya, Rendy justru bertanya balik pada Meisya.
Meisya menganggukkan kepalanya secara spontan. Membuatnya seketika melotot saat menyadari kesalahannya.
“Apa maksudnya semua ini, Mei? Kenapa kamu pulang dengan Kenzo?” Tanya Rendy. Wajahnya terlihat semakin tidak ramah saja. Rendy sungguh tidak suka dengan apa yang dilihatnya tadi.
Meisya sudah berhasil menenangkan dirinya. Dia terlihat sudah tak lagi tegang saat menatap wajah Rendy.
“Aku bisa menjelaskan semuanya. Apa yang kakak lihat tidak seperti yang kakak pikirkan.” Balas Meisya. Dia tidak ingin membuat calon suaminya itu salah paham.
Rendy diam. Menunggu Meisya memberikan penjelasan seperti yang ia katakan tadi.
Meisya segera memberikan penjelasan, dari mulai Kenzo yang tiba-tiba menyelamatkan dirinya saat hampir tertabrak mobil, hingga akhirnya menerima tawaran Kenzo untuk diantarkan pulang.
“Seharusnya kamu gak menerima tawarannya, Mei. Kamu bisa telefon aku untuk mengantar kamu pulang.” Kata Rendy. Dia sungguh tidak bisa memendam rasa cemburunya kali ini.
Meisya terkesiap mendengar perkataan Rendy barusan pada dirinya. “Kamu lagi bercanda, kak? Setelah kamu tiba-tiba mengatakan gak jadi menjemputku tadi. Terus kamu minta aku buat telefon kamu buat antar aku pulang?” Tanya Meisya.
Rendy terdiam. Dia juga bingung harus menjawab apa. Sebagai seorang wanita, rasanya wajar sekali kalau Meisya tidak akan meminta bantuan dirinya lagi setelah dirinya membatalkan janji untuk menjemput begitu saja.
“Aku hanya menerima tawarannya sebagai bentuk rasa terima kasih karena dia sudah menyelamatkan nyawaku. Hanya itu saja.” Tegas Meisya kemudian agar Rendy tidak berpikir macam-macam. Meski sebenarnya, sangat sulit bagi Rendy untuk berpikiran positif kali ini.
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....