NovelToon NovelToon
Flight To Your Heart

Flight To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Prabu, seorang pria yang dulunya penuh ambisi, kini tenggelam dalam depresi berat yang merenggut gairah hidupnya. Melihat kondisi sang putra yang kian memprihatinkan, ayahnya yang merupakan seorang pilot senior, merasa hanya ada satu orang yang mampu menarik Prabu keluar dari kegelapan: Xena.
Xena bukan sekadar wanita dari masa lalu yang pernah mengejar-ngejar Prabu saat SMA, ia kini adalah seorang dokter spesialis jiwa yang handal. Sang ayah yakin bahwa kombinasi antara keahlian medis dan ketulusan hati Xena adalah kunci kesembuhan Prabu.
Meski dipenuhi penolakan dan sikap dingin yang membeku, Prabu akhirnya menyerah pada desakan orang tuanya. Ia menyetujui pernikahan tersebut dengan satu syarat mutlak di kepalanya: pernikahan ini tak lebih dari sekadar sesi pengobatan.
Xena pun melangkah masuk ke dalam hidup Prabu, bukan lagi sebagai gadis remaja yang naif, melainkan sebagai penyembuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Setengah jam terasa seperti berabad-abad bagi Prabu.

Setiap detik diisi dengan suara detak jantungnya sendiri yang berpacu tak keruan.

Ia terus menatap pintu kaca UGD, berharap keajaiban datang dan Xena keluar dengan senyuman tulusnya lagi.

Tiba-tiba, pintu kaca itu terbuka. Seorang dokter dengan stetoskop yang masih melingkar di lehernya keluar sambil melepas masker bedahnya. Wajahnya tampak serius.

"Keluarga Nyonya Xena?" panggil dokter itu.

Prabu langsung melompat berdiri, hampir menabrak dokter tersebut karena saking paniknya.

"Saya, Dok! Saya suaminya. Bagaimana keadaan istri saya?"

Dokter itu menghela napas pendek sebelum menjelaskan.

"Istri Bapak sudah sadar, namun kondisinya masih sangat lemah. Setelah kami lakukan pemeriksaan menyeluruh, Nyonya Xena mengalami luka lebam yang cukup serius di area tulang hidung dan pipi kirinya. Guncangan emosional yang hebat juga memicu penurunan tekanan darah secara drastis, yang menyebabkan dia jatuh pingsan."

Dokter itu menjeda sejenak, menatap Prabu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Selain itu, ada indikasi kelelahan fisik yang kronis. Karena kondisinya yang tidak stabil, Nyonya Xena harus menjalani rawat inap untuk observasi lebih lanjut dan pemulihan intensif."

Mendengar kata "rawat inap", lutut Prabu terasa lemas.

Ia menyadari betapa parahnya dampak dari tindakannya.

Bukan hanya fisik yang ia lukai, tapi ia telah menguras seluruh tenaga Xena sampai titik terendah.

"Apakah, luka di wajahnya akan membekas, Dok?" tanya Prabu dengan suara bergetar, membayangkan kecantikan Xena yang ia rusak sendiri.

"Kami akan memberikan perawatan terbaik untuk meminimalisir memarnya, Pak. Tapi saat ini, yang paling ia butuhkan adalah ketenangan mental. Pasien terlihat sangat tertekan," jawab Dokter itu secara diplomatis.

"Sekarang perawat sedang memindahkannya ke ruang perawatan. Bapak bisa mengunjunginya setelah proses pemindahan selesai."

Ayah Prabu yang berdiri di belakang putranya hanya bisa mengelus dada, menahan amarah dan kesedihan yang tumpang tindih.

Sementara Prabu, ia hanya bisa terdiam membisu, menyadari bahwa lorong rumah sakit ini hanyalah awal dari penebusan dosa yang sangat panjang bagi dirinya.

Suasana di dalam ruang perawatan itu terasa begitu menyesakkan.

Wangi obat-obatan bercampur dengan udara dingin yang mencekam.

Saat pintu terbuka, Prabu dan Ayahnya melangkah masuk dengan kaki yang terasa seberat timah.

Di atas ranjang, Xena berbaring lemah. Sebagian wajahnya tertutup perban putih, sementara area matanya yang tidak tertutup tampak sembab dan sayu.

Melihat Ayah mertuanya masuk, Xena mencoba memaksakan sebuah senyum kecil yang terlihat sangat menyakitkan karena luka di pipinya.

"Ayah, maaf sudah merepotkan," ucap Xena dengan suara serak, nyaris berbisik.

Melihat wanita yang begitu tulus dan tangguh itu tetap berusaha bersikap sopan meski telah dihancurkan, pertahanan Ayah Prabu runtuh.

Pria tua itu mendekat dan menggenggam tangan Xena yang terpasang infus.

Air matanya jatuh membasahi pipinya. Beliau menangis sesenggukan, merasa gagal mendidik putranya hingga memperlakukan seorang istri dengan begitu keji.

Ayah Prabu menoleh ke arah putranya yang berdiri mematung di ujung ranjang dengan wajah pucat.

"Jaga dia. Ayah mau keluar sebentar," ucap Ayah singkat, suaranya berat karena menahan emosi.

Beliau butuh udara segar agar tidak meledak di depan Xena yang sedang kritis.

Prabu hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan.

Setelah pintu tertutup dan hanya menyisakan mereka berdua, keheningan yang menyakitkan menyelimuti ruangan.

"Untuk apa kamu di sini, Pra?"

Suara Xena memecah kesunyian. Ia tidak menatap Prabu, matanya lurus menatap langit-langit kamar rumah sakit.

"Mau memukulku lagi?"

Kalimat itu menghantam jantung Prabu lebih keras dari apa pun.

Ia ingin bicara, tapi tenggorokannya terasa tersumbat.

"Aku memang salah, Pra," lanjut Xena, air mata perlahan mengalir dari sudut matanya, membasahi pinggiran perban.

"Kenapa aku mencintaimu dari SMA, padahal aku tahu sampai kapan pun kamu tidak pernah mencintaiku."

Xena tertawa getir, sebuah suara yang terdengar sangat hancur.

"Aku, hanya wanita kutu buku, Pra. Aku bukan Tryas yang cantik dan seksi. Aku hanya pengganggu di hidupmu, kan?"

Prabu mulai gemetar. Ia ingin berteriak bahwa itu tidak benar, tapi kata-katanya tertahan di kerongkongan.

"Setelah aku sembuh, lebih baik kita bercerai," ucap Xena dengan nada final yang dingin.

"Kamu bisa mencari dokter lain untuk penyembuhanmu. Kamu bebas, Pra. Kamu tidak perlu melihat wajah 'si kutu buku' ini lagi di rumahmu."

Mendengar kata "cerai" keluar dari bibir Xena, pertahanan Prabu runtuh sepenuhnya.

Pria yang biasanya angkuh itu mendadak luruh, ia jatuh terduduk di lantai samping ranjang Xena.

Prabu menangis sesenggukan, bahunya berguncang hebat.

Ia memegang pinggiran ranjang, menggelengkan kepalanya dengan kuat berkali-kali.

"Enggak, Xen. Enggak..." isak Prabu di sela tangisnya yang pecah.

"Jangan bicara begitu. Aku mohon, jangan tinggalkan aku..."

Penyesalan itu datang terlambat, tepat saat ia menyadari bahwa ia telah membuang satu-satunya orang yang mencintainya tanpa syarat demi sebuah ilusi yang penuh kebohongan.

Di ruang perawatan yang dingin itu, hanya terdengar suara tangis Prabu yang meratapi kebodohannya sendiri.

Suasana di kamar rawat inap itu terasa kian berat.

Xena, yang sudah kehabisan energi untuk berdebat maupun marah, hanya bisa memalingkan wajah ke arah jendela yang menampilkan kegelapan malam.

Ia memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan air mata terus mengalir dalam diam, membasahi bantal rumah sakit yang dingin.

Rasa sakit di wajahnya tak sebanding dengan rasa lelah di jiwanya.

Melihat kondisi istrinya yang begitu hancur, Prabu masih bersimpuh di samping ranjang.

Bahunya berguncang, suaranya parau karena tangis yang tak kunjung reda.

Ia baru menyadari bahwa selama ini ia tidak hanya melukai fisik Xena, tapi telah membunuh semangat hidup wanita itu.

"Istirahatlah. Aku akan menunggumu di luar," ucap Prabu dengan suara yang nyaris hilang.

Ia ingin menyentuh tangan Xena untuk terakhir kalinya, namun ia mengurungkan niatnya, sadar bahwa sentuhannya kini mungkin terasa seperti duri bagi Xena.

Saat Prabu mulai bangkit dan melangkah perlahan menuju pintu, ia mendengar bisikan lirih yang sangat menyayat hati dari arah ranjang.

"Maaf ya, Pra. Karena aku mencintaimu."

Langkah Prabu terhenti seketika. Kalimat itu bukan sebuah permintaan maaf biasa, melainkan sebuah pernyataan penyesalan Xena karena telah membiarkan hatinya jatuh pada pria yang salah selama sepuluh tahun.

Prabu ingin berbalik dan memeluknya, namun ia tahu ia tidak pantas.

Dengan hati yang hancur, ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar dengan sangat pelan.

Di koridor rumah sakit, Ayah Prabu sudah menunggu.

Wajah pria tua itu tampak kuyu. Di tangannya, ia memegang sebuah buku catatan tua bersampul biru yang sudah agak usang.

"Ini milik Xena. Ayah tidak sengaja menemukannya tergeletak di samping tempat ia pingsan tadi," ucap Ayah sambil menyodorkan buku itu.

Prabu menerima buku itu dengan tangan gemetar.

Di sampul depannya, tertulis nama Xena dengan tulisan tangan yang rapi, diikuti sebuah tahun yang sangat ia kenal.

"Buku harian SMA?" gumam Prabu lirih.

Ayahnya hanya mengangguk, lalu menepuk bahu Prabu sebelum berjalan menjauh untuk memberi putranya ruang.Prabu duduk di kursi tunggu yang dingin, perlahan membuka lembar demi lembar buku tersebut.

Di dalamnya, tertuang seluruh perasaan Xena yang terpendam selama sepuluh tahun. Mulai dari cerita saat pertama kali Prabu membantunya di perpustakaan, hingga rasa sakit yang luar biasa saat Prabu membuang piala fisikanya ke tempat sampah demi membela Tryas.

Setiap kalimat di buku itu seperti belati yang menghujam jantung Prabu.

Ia baru menyadari bahwa selama sepuluh tahun ia menjadi pusat semesta bagi Xena, ia justru menjadi satu-satunya orang yang paling rajin menaburkan garam di atas luka wanita itu.

Prabu terus membaca, tenggelam dalam penyesalan yang kian mendalam di bawah lampu koridor rumah sakit yang temaram.

1
Nur Asiah
sepertinya perjalanan meraih cinta Xena masih panjang,prabu semangat
Alex
ini hari libur Thor, knpa bawangnya sebanyak ini😭😭😭😭😭
Nur Asiah
setelah kesekian bab aku baja akhirnya nyesek juga rasanya,selamat prabu impianmu kembali dengan lepasnya Xena darimu
Rian Moontero
lanjooott👍👍
miesui jazz jeff n jexx
sgt bgs...
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Alex
kapok kamu pra
wwkwkwkwk
Alex
xena😭😭😭😭
Alex
kok kmu yg nonjok sih pra, harusnya ku tonjok duluan atau ku benturkan palamu di karang yg ada di pantai biar agak encer🤭
gemes bgt sama nie orang dech
my name is pho: sabar kak🤭
total 1 replies
Alex
pra, kmu mau ku getok pakai palu apa pakai kentongan, heran dech, emosi Mulu 😄
my name is pho: sabar kak🤭🥰
total 1 replies
Alex
siap menunggumu untuk lari aku pra, hbis itu Xena akn meninggalkanmu
hahahahaha
ketawa jahat ini🤭
Alex
awas gue tandain loe prabu
nanti kalau bucin Kutendang dari pesawat🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!