NovelToon NovelToon
Our Baby Twins

Our Baby Twins

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

Hamil atau tidak, Danesh dengan tegas mengatakan akan menikahinya, tapi hal itu tak serta merta membuat Dhera bahagia.

Pasalnya, ia melihat dengan jelas, bagaimana tangis kesedihan serta raungan Danesh, ketika melihat tubuh Renata lebur di antara ledakan besar malam itu.

Maka dengan berat hati Dhera melangkah pergi, kendati dua garis merah telah ia lihat dengan jelas pagi ini.

Memilih menjauh dari kehidupan Danesh dan segala yang berhubungan dengan pria itu. Namun, lagi-lagi, suatu kejadian kembali mempertemukan mereka.

Akankah Danesh tetap menepati janjinya?

Bagaimana reaksi Danesh, ketika Dhera tetap bersikeras menolak lamarannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14. Pengakuan Danesh•

#14

Danesh membawa tas ransel di salah satu pundaknya sambil berjalan keluar dari pintu kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta. Kali ini tekadnya bulat, tak ada alasan apapun yang bisa menghalanginya, masalah ini harus segera diselesaikan.

Salah satu cara yang harus ditempuh adalah mengatakan yang sebenarnya pada orang tua dan keluarga besarnya, tentang apa yang sesungguhnya terjadi. 

Dhera?

Danesh tak akan membebani ibu dari anak-anaknya dengan masalah, biarlah Dhera kelak hanya tahu masalah telah selesai, cukup ia saja yang maju dan mengakui perbuatannya, dan meminta restu agar diizinkan mengambil alih tanggung jawab atas Dhera dari sang ayah. 

Apapun resikonya akan ia tanggung, tekad pria ini laksana maju ke medan perang yang siap dengan kekalahan, walau hal itu tak ia kehendaki, karena ia pun ingin jadi pemenang.

Danesh tak mengantri di pintu bagasi, karena ia tak membawa banyak barang, hanya ransel berisi semua peralatannya yang ia bawa. Karena baik Singapura atau Jakarta, sama-sama telah menjadi rumah baginya.

“Pagi-pagi … ganggu orang tidur saja.” Darren menguap lebar, tak ada jaimnya sama sekali, meski banyak mata memperhatikan sang mantan aktor tersebut. Jadi, karena di Jakarta yang memproklamirkan diri menjadi pengangguran adalah Darren, maka Danesh meminta pria itu menjemputnya. “Ryu saja diantar sekolah sama Pak Joko, Kamu malah memintaku menjemput ke Airport.” 

Keduanya adu kepalan tangan, kemudian berjalan bersama menuju tempat parkir. “Itu Ryu, bukan Aku.” 

“Au ah bodo amat.” Darren melempar kontak mobilnya pada Danesh. “Kamu yang bawa mobilnya,” perintahnya.

Range Rover berwarna hitam pekat edisi terbaru milik Darren terlihat kinclong mentereng di tempat parkir VIP, mantan artis itu tak ragu menunjukkan betapa melimpah kekayaannya kini. Meski ia tak terlalu sering pergi bekerja, namun jangan salah, ia selalu memeriksa semua laporan perusahan secara teratur, tanpa ada yang terlewat. Bersama sang istri ia kadang melakukan riset pasar secara langsung, dan tak lupa inovasi varian produk terus dikembangkan sesuai trend masyarakat terkini. 

“Huuu … baru lagi.” Danesh menggumam. 

Darren mengangkat kerah kaosnya dengan bangga, “Aku pengangguran kelas premium, jangan lupa. Kamu masih pengangguran kelas ikan lele di kolam kecil, jadi mohon bersabar, ini ujian broww,” ejek Darren dengan seringainya yang menyebalkan. Membuat Danesh ingin melayangkan tendangan bebas ke wajah tampannya. 

“Sabar … sabar … orang sabar … “

“Jomblonya gak kelar-kelar,” potong Darren. 

“Sia^lan,” maki Danesh kesal, “lihat saja nanti.” Danesh hanya bisa menggumam, karena Darren memang belum tahu apa yang tengah ia alami. 

Darren langsung kembali ke penthousenya, usai mengantar Danesh sampai ke rumah. Karena ia janji mengantar Aya syuting program kuliner terbarunya. 

“Mom, I'm coming.” Danesh menyapa mommy Bella yang sedang sibuk menata meja, tak lupa ia mencium kedua pipi wanita tersebut. 

“Hmmm … apakah sudah ada calon menantu buat Mommy?” tanya Mommy Bella seperti biasa, karena harapannya adalah melihat Danesh segera menemukan pendamping hidup. 

“Ada,” jawab Danesh singkat, sedikit ambigu, tapi juga sedikit memberi harapan pada sang Mommy. 

“Eh, yang bener?” tanya Mommy Bella, yang segera menghentikan kegiatannya. 

“Bi … Tolong ambilkan piring satu lagi untuknya.” Mommy Bella meminta sang ART mengambilkan piring untuk Danesh, agar mereka bisa sarapan bersama setelah daddy Andre selesai bersiap. 

“Mana Daddy, Mom?” Danesh menuang air putih ke gelasnya. 

“Ada di kamar sedang bersiap. Eh … bukannya jawab pertanyaan Mommy, malah balik bertanya.” wajah mommy Bella cemberut. 

“Tunggu Daddy, Mom.”

“Eh serius, beneran?!” Mommy Bella kembali memastikan. 

Danesh mengangguk, sementara kedua tangan yang berada di bawah meja, mendadak terasa dingin. 

Seketika wajah cantik mommy Bella berbinar cerah, seterang mentari di siang hari. “Daddy … Sayang!” Pekik mommy Bella sambil berjalan cepat ke kamar utama, menghampiri sang suami yang tengah bersiap untuk pergi bekerja. 

Di tengah aktivitasnya mengancing lengan kemeja, daddy Andre menoleh melihat kedatangan sang istri. “Ada apa?” 

“Danesh pulang.” Mommy Bella meraih dasi yang masih tergeletak di atas meja, bersama dengan jam tangan yang belum dipakai. 

Wanita itu memasangkan dasi sang suami, agar bisa selesai lebih cepat. Namun alih-alih selesai lebih cepat, Daddy Andre justru mencuri-curi kesempatan dengan memeluk pinggang sang istri. “Jangan mulai lagi.” 

“Ikut ngantor yuk, biar gak kesepian di rumah.” 

“Ingat, sudah punya cucu, jangan genit,” tegur mommy Bella. 

“Gak ada masalah, kan?” Daddy Andre tak mau berhenti, telapak tangannya justru mulai merayap di kulit punggung mommy Bella. 

Mommy Bella segera menghentikan ulah sang suami, “TIDAK SEKARANG!” ujarnya tegas. 

“Ada apa sih? Kan jadi makin penasaran,” keluh daddy Andre. 

“Danesh bilang, sudah punya calon istri.” Tanpa basa-basi, mommy Bella segera menggandeng lengan suaminya agar mereka segera keluar kamar. 

Dalam hatinya, daddy Andre berkata, memang apa spesialnya punya calon istri, perasaan dirinya dulu tak punya calon istri, tapi mendadak bisa ke pelaminan. 🤧😓

Tapi mommy Bella tak peduli dengan sang suami yang nampak masih kesulitan menyamai langkah kakinya. “Aduh, pelan-pelan Sayang,” tegur daddy Andre ketika pria itu hampir terjungkal. 

Bahkan mommy Bella menarik kursi yang biasa ditempati Daddy Andre, agar pria itu bisa segera duduk.

Danesh tersenyum menatap binar bahagia di wajah sang mommy, yang mungkin itu hanya akan berlangsung sesaat saja. Danesh yakin, jika tak lama lagi senyum wajah kedua orang tuanya pasti akan berubah menjadi amarah, mengingat berita seperti apa yang akan ia sampaikan. 

“Benar yang disampaikan Mommy Kamu?” tanya Daddy Andre, yang langsung menyeruput coklat hangat yang ada di cangkirnya. 

Plak! 

Mommy Bella memukul pelan lengan sang suami, “Pake ditanya lagi, ntar Dia berubah pikiran, langsung saja minta alamat gadis itu. Lalu Kita lamar sekarang juga.” 

Daddy Andre menghela nafas sejenak, “Sayang, memang melamar anak orang tak perlu persiapan?” 

“Persiapan itu urusan belakangan, yang penting kita kunci dulu sasarannya. Setelah sasaran terkunci, baru kita lamar secara resmi,” jawab mommy Bella tak sabaran. “Iya kan?” tanya mommy Bella pada Danesh yang wajahnya masih terlihat tegang, tidak santai seperti hari-hari biasanya. 

“Ya sudah, ya sudah, ayo cepat katakan, sepertinya Nyonya Bella sudah tak sabar menyambut calon menantunya.” Akhirnya Daddy Andre hanya bisa mengalah, karena memang ia tak akan menang jika melawan titah ibu negara. 

Danesh menegakkan tubuhnya, tapi kemudian ia mendorong mundur kursinya. Berjalan pelan mendekati kedua orang tuanya. 

Ia melipat lututnya satu-persatu, hingga posisinya kini berlutut di hadapan kedua orang tuanya. 

Kedua tangannya terkepal di lutut, wajahnya menatap lurus ke arah meja, membuat daddy Andre dan mommy Bella saling pandang. 

“Mom … Dad … sebelumnya Aku dengan tulus memohon, agar Mommy dan Daddy memaafkan Aku. Karena Aku sudah membuat malu Mommy dan Daddy.”

“ … “

“Aku telah melakukan kesalahan, dan akibatnya Gadis itu kini tengah mengandung Anakku.” 

Klinting! 

Pyar! 

1
hermi ismiyati
gantung banget
moon: ganting dimananya kak.

boleh baca adek sepupunya danesh.

kenzo ( istri muda)

leon (bringing back my ex wife)

terima kasih sudah mampir /Hey//Smile/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah end aja, baca marathon masih kurang.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oke tak coba mampir kesana.👍🙂
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Raffi kah.. eh Raffa apa Raffi deh lupa.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Eh iya Rafi... jangan sampe jadi musuh.
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Mayra ada saja yang ibumu tuh sebenarnya siapa, kenapa kamu malah lebih nyerap ilmunya Auntymu bukan ibumu jadi gadis feminim.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
susah emang kalau berurusan dengan intel junior mah... 🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah bener kan tebakan ku ternyata Iyank itu Bastian panggilan belakang nama Dia.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dhesi tipe perempuan yang rgois yang maunya menang sendiri bukannya belajar dari kejadian dulu, tanyakan dulu baru protes jangan cuma baru dari apa yang di lihat langsung over thingking ga dewasa² Dhes
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan²² pria yang mau di jodohkan dengan Indy, Bastian sendiri cuma pake panggilan Iyank ambil nama belakang yang harusnya Iyan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Doni sableng ternyata cuma mau ngetes Bastian saja dan mancing cemburunya.... enak banget kamubdapet uang karna berhasil ngisengin teman.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnyabanda sadar bu Rita kalau kepergian Anak laki²mu itu selain karna takdir tapi juga sebuah teguran biar anda lebih mengingat dan perhatian lagi dengan anakmu yang lain yang sudah anda abaikan selama ini
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lebih baik saling menjauh dulu biar saling merenung kesalahan masing², biar bu Rita juga tau gimana rasanya sendiri tanpa keluarga dan tanpa perhatian mereka katak selama ini dia lakukan mengabaikan anak Suami karna ngerasa terpuruk sampai mereka di abaikan dan bersikap egois
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
untunglah Dhera dan Twins selamat buat pelajaran kalau mau keluar pertimbangkan matang² supaya ga lengah lagi jadi incaran musuh kalian.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah loh lagian keluar tanpa pengawalan padahal kamu tau Dhera sebelumnya pekerjaan kamu apa lagi suami kamu masih aktif di kepolisian jadi musuh yang masih berkeliaran bisa nyelakaian kamu kayak sekarang.🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bu Rita ga eling² juga ternyata, ga malu tuh sama keluarga besanmu harmonis bahkan Dhera di sambut baik meskipun keluarga mereka konglo yang anda kira cuma kurir atau tukang ojek
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dasar ibu ga tau di untung sudah sakit masih saja egois... perlu jedotin ruh kepalanya ke tiang listrik biar berkaca.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
teka teki yang harus cepat di temukan siapa penjahatnya... hati² Daneah dan tim jangan sampai ada korban
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
makanya jangan meleng Marco sampe ga bisa bedain air minum dengan air kobokan.🤣🤣🤣
Rianti Dumai
sejauh yg Qu baca episode ini lh yg bikin aQ sakit perut ketawa sampai nangis,,,🤣😂😂
moon: udah baca yang secret mission...
disana perjalanan mengesankan pertama danesh dan dhera, mereka di kejar penjahat setelah ketahuan jadi mata2 🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kan 11 12 Dean, satu server makanya josoh.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang mommy Bella, amaann.🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!