Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
"Aku sudah mendengar semuanya, ayah di turunkan pangkat kan? lagipula ayah kenapa tidak jujur pada kami? aku bahkan ditertawakan oleh kakak-kakak Nianshuang gara-gara ayah! menggunakan prestasi militer untuk menikahi wanita dengan pernikahan setara! bahkan prestasi militer ayah juga di dapat dari ibu. Ini memalukan ayah!"
Lu Chengyan yang memang mengalami semua penghinaan itu, merasa kalau semua ini memang salah ayahnya. Ayahnya yang sudah membuatnya dipermalukan.
Dan ketika ayahnya datang memintanya bicara dengan ibunya. Tentu saja Lu Chengyan tidak mau.
"Chen'er, ayah hanya tidak ingin kalian semua cemas! makanya ayah tidak memberi kabar kalian kalau ayah terluka!"
"Ayah mau membohongi siapa? kalau ayah katakan semua ini pada Yan'er, mungkin dia masih akan percaya. Atau katakan pada ibu, mungkin ibu akan percaya. Kakaknya istri kakak Nianshuang, adalah komandan pasukan panah yang ikut ayah berperang. Dan apa katanya? ayah hanya terluka beberapa bulan. Ayah jujur saja padaku. Wanita bermarga Shen itu kan yang sudah merayu ayah sampai ayah jadi seperti ini?" tanya Lu Chengyan.
Lu Yansheng langsung terdiam. Ekspresi wajahnya menjadi suram. Kalau dipikir-pikir lagi, memang Shen Meiren yang membuatnya sangat merasa nyaman dan akhirnya tidak kembali ke Medan perang dengan cepat.
"Chen'er, masalahnya sekarang. Nenekmu di usir dari kediaman Jinxi. Kamu ingatkan saat kamu kecil, nenekmu sangat memanjakan kamu, dia sangat menyayangi kamu. Apa kamu mau, dia tinggal di kediaman jenderal yang kecil itu?" tanya Lu Yansheng.
Dia memang datang untuk membujuk Lu Chengyan, supaya bicara dengan Mei Huarin, agar neneknya tidak di usir.
Lu Chengyan menghela nafas panjang. Dia adalah seseorang yang hanya memikirkan diri sendiri. Dan mencari aman untuk dirinya sendiri.
Lu Chengyan sudah menimbang semuanya. Beberapa waktu lalu, dia membela Nyonya tua Wang yang juga adalah neneknya. Karena memang dia berpikir ibunya selalu mengikuti apapun perintah nyonya tua. Ibunya tak pernah membantah nyonya tua meskipun neneknya itu suka semena-mena.
Lu Chengyan sepertinya sudah sadar betul, sebenarnya yang membuat ibunya berubah dari penurut menjadi orang yang selalu membantah neneknya memang adalah karena pengkhianatan yang dilakukan oleh ayahnya.
Lagipula belakangan dia tahu, ayahnya bahkan tidak punya prestasi militer. Bahkan tentara Jinxi pun telah di kembalikan pada yang mulia Kaisar.
Belum lagi ayahnya sudah tidak diijinkan maju ke medan perang lagi. Karir ayahnya sudah berada di ambang kehancuran. Di turunkan menjadi jenderal tingkat dua, Lu Chengyan juga dengar dari ayah mertuanya, kalau hal itu dilakukan kaisar karena ayahnya masih memiliki istri dengan status putri Chenping. Jika tidak, mungkin akan lebih parah lagi penurunan jabatannya.
Dari semua hal itu, mempertimbangkan semua itu. Lu Chengyan sudah tidak bisa lagi berada di pihak ayahnya. Karena hanya akan ada kerugian. Gaji ayahnya nanti bahkan tidak akan jauh beda darinya. Ayahnya juga punya selir, harus menghidupi neneknya, dan orang-orang di kediaman jenderal.
Karena sudah berpisah kediaman. Tidak mungkin ayahnya bisa menghina uang dari kediaman Jinxi. Lu Chengyan bahkan tidak yakin, ayahnya masih akan terlihat seperti bangsawan terpandang setelah kehilangan semua fasilitas itu.
'Kalau aku membela ayah, bisa-bisa kalau ada masalah. Ayah akan datang padaku dan meminta bantuan ku! Haih, tidak bisa. Aku tidak akan berada di pihak yang tidak menguntungkan!' batin Lu Chengyan.
"Ayah, kali iku aku tidak bisa membelamu. Ayah memang sudah keterlaluan! ayah sudah mengkhianati ibu. Aku juga sudah dimusuhi saudara-saudara istriku. Aku benar-benar tidak bisa membantu ayah. Aku masih ada urusan, tidak bisa mengantar ayah!"
Lu Chengyan mengatakan semua itu dan segera pergi. Wajah Lu Yansheng menjadi pucat. Anaknya tak mau membantunya. Anaknya yang sangat dia manjakan sejak kecil. Dia benar-benar tak pernah mengira hal ini.
Dengan langkah gontai, Lu Yansheng keluar dari tempat itu. Dia harus kembali ke kediaman jenderal. Membicarakan lagi apa yang terjadi ini pada ibunya.
Dan begitu Nyonya tua mendengar ucapan Lu Yansheng. Wanita tua itu segera membanting cangkir yang ada di dekatnya.
Prang
"Dia bilang begitu? Chen'er bilang begitu? ada selama ini kita memanjakannya, bagaimana bisa dia bersikap seperti itu pada kita!"
Wajahnya jelas menunjukkan dia sangat kecewa. Dia memperlakukan Lu Chengyan seperti emas di kediaman jenderal. Tapi, ketika mereka butuh bantuan Lu Chengyan. Sikapnya malah seperti itu.
Nyonya tua Wang memegang keningnya yang berdenyut.
"Tidak ada cara lain Yansheng. Kamu sendiri yang harus bujuk Mei Huarin!"
**
Sementara itu, Mei Huarin juga sudah pergi ke kuil kerajaan. Dia ingin memastikan dimana letak tempatnya harus berada di malam ketika 7 bintang sejajar itu terjadi.
"Guru Suci, dimana aku harus berada malam itu?" tanya Mei Huarin.
"Seperti saat kamu datang" jawab Guru Suci.
Di jaman ini, yang percaya kalau Mei Huarin memang bukan berasal dari tempat ini untuk pertama kalinya memang adalah Guru Suci.
Mei Huarin menghela nafas panjang.
"Di ruang belajar Kaisar!" ucapnya pelan.
Dia memang muncul untuk pertama kali disana. Saat kaisar Jinhuan sedang pusing memikirkan persenjataan perang yang hampir habis saat itu. Dan mereka nyaris kalah.
"Nyonya, jika anda pergi. Anda tidak akan bisa kembali lagi. Satu manusia, hanya punya satu kesempatan!"
"Aku tahu Guru Suci, tapi aku memang harus pergi. Ada yang harus membayar akibat dari perbuatannya. Bukan hanya karena aku picik atau perasa. Hanya sebagai pengingat untuk yang lain. Bahwa sebuah janji, tidak bisa seenaknya di ingkari begitu saja! Aku sudah mengajarkan banyak hal pada putriku. Aku juga minta bantuanmu Gitu Suci. Jangan ceritakan apapun pada Yan'er. Dia akan sedih mendengar semuanya"
"Baiklah Nyonya, nyonya sudah banyak membantu kuil, membantu kerajaan, membantu rakyat kerajaan Jinhuan. Aku sebagai rakyat kerajaan ini, sangat berterima kasih pada nyonya. Apapun yang di butuhkan oleh nona Lu Yanzhi ke depannya. Orang tua ini pasti akan membantunya!"
Mei Huarin tersenyum.
"Terima kasih banyak Guru Suci. Aku pamit, Tinggal 2 minggu lagi saja. Aku mungkin tidak bisa datang lagi kemari untuk berpamitan. Terima kasih untuk segala nanyain guru suci selama ini! aku permisi"
"Selamat jalan nyonya!"
Mei Huarin menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.
Saat dia keluar dari kuil. Seorang pria dengan hanfu berwarna hitam. Tampak menunggunya di depan kuil.
"Xueyao..." panggil Mei Huarin.
Pria itu menoleh.
"Aku sudah menyuruhnya pulang!" ucap pria itu.
"Yang mulia, ini sudah malam. Kenapa masih berkeliaran..."
"Naiklah ke kereta. Aku ingin bicara denganmu!" kata pria yang ternyata adalah Kaisar Jinhuan.
Pria itu bahkan lebih dulu masuk ke dalam kereta kuda. Mei Huarin mendengus pelan, tapi dia juga pada akhirnya naik ke kereta. Meski dia kabur, pria itu tidak akan melepaskannya juga.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️