Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menderita
"Mas Arian mari kita bercerai."
Kalimat itu lolos begitu saja dari mulutku. Tapi jangan tanyakan bagaimana hancurnya hatiku saat ini. Sungguh tidak menyangka, janji suci yang kami ikrarkan kurang lebih dua bulan yang lalu akan berakhir malam ini.
Tapi mau bagaimana lagi, hati dan raga ini sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan batin dari suami tercintaku ini. "Maafkan aku Ayah. Putrimu ini tidak mampu menjadi istri yang baik bagi suamiku." batinku menyesali semua yang terjadi.
Aku masih menatap nanar pria di depanku. Mas Arian terlihat terkejut akan perkataanku, ya itu terlihat jelas di wajah tampannya.
Masih kuperhatikan setiap perubahan wajahnya, terkejut dan amarah muncul bersamaan di wajahnya. Dalam hati aku bertanya, kenapa marah? Bukankah harusnya dia senang, begitu pikirku.
"Kamu bilang apa?" Kalimat pertama setelah beberapa saat kehenginan melingkupi. Suaranya meninggi bahkan terdengar seperti membentak.
"Mari bercerai Mas..." Tegasku dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis. Aku mengatupkan mulutku, sedangkan air mataku tiada hentinya meluncur bebas di wajahku.
Kulihat wajah Mas Arian sudah benar-benar diliputi amarah, wajahnya merah padam serta merta giginya bergemeletuk mengeraskan rahangnya.
"Kau..." Berangnya menatapku seolah ingin melahapku bulat-bulat.
Tangan kanannya terangkat, melayang di udara. Aku langsung menutup mataku erat, menunggu tangan kekar itu mendarat di wajahku. Namun beberapa detik menunggu, malah aku merasakan sakit di leherku. Aku kesulitan bernafas saat sebuah tangan kekar mencekik leherku.
"Mas..." Teriakku dengan susah payah, ketika aku membuka mata wajah Mas Arian begitu dekat di depan wajahku.
"Beraninya kau mengatakan hal itu padaku." Desis Mas Arian menatapku penuh permusuhan.
"Lepas Mas... sakit..." pintaku dengan suara tercekat, aku merasakan sakit yang teramat luar biasa di pangkal leherku ketika Mas Arian semakin menekan tangannya.
Aku bernafas dengan susah payah, pasokan oksigen sudah semakin menipis. "Sakit Mas..." Erangku.
Mas Arian segera menyingkirkan tangannya ketika melihatku hampir memejamkan mata. Aku terbatuk-batuk, leherku sangat sakit. Aku menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, seakan tidak ada waktu lain untuk menghirupnya.
Setelah merasakan ketenangan di dadaku, kualihkan pandanganku pada Mas Arian yang kini menatap tangan kanannya. Tangan yang baru saja mencekik leherku.
Aku menatap nyalang pria di depanku, sangat miris bukan? Kemarin dia menamparku dan sekarang mencekikku. Oh ayolah, mungkin besok pedang samurai juga akan dia hunuskan padaku.
"Sepertinya aku sudah mengambil keputusan yang benar. Memang lebih baik kita bercerai. Sikapmu ini sudah menunjukkan bahwa aku sudah tidak ada lagi artinya bagimu. Maafkan aku Arian, mungkin jodoh kita hanya sampai di sini."
Aku mengatakan semua itu dengan perasaan hancur. Berpisah dari orang yang kita cintai terasa sangat menyakitkan, namun jika kami tetap bersama, sama saja, kami berdua tetap tersiksa dalam biduk rumah tangga ini.
Lamunan Mas Arianian tersentak kala mendengar suaraku yang lirih. Dia kembali menatapku dengan penuh emosi.
"Jangan coba-coba terhadapku Shara! Memang kamu tidak ada artinya bagiku. Tapi semua perbuatanmu yang telah menipuku selama ini, kamu harus membayar mahal untuk itu."
"Apa maksudmu Mas..." Tanyaku dengan masih mengurai air mata.
"Maksudku adalah, separuh hidupmu akan kamu habiskan dengan hidup menderita di bawah kungkunganku. Kamu harus membayar semua perbuatanmu itu Shara."
Kecaman Mas Arian benar-benar membuatku bingung, separuh hidup apa maksudnya.
"Ingat satu hal ini Shara, aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai aku merasa puas mempermainkan dirimu. Kamu mengerti?"
TBC ☘️☘️☘️
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈