Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-Tiba
"Apakah Dia, Senin?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Rabu kemudian menatap ke arah Kimberly dengan tatapan menyelidik.
"Ah ... Aku tidak tahu." Jawab Kimberly berbohong.
"Ini juga pertama kalinya Aku mendengar Senin berbicara." Sambung Kimberly sambil melihat Diego menggenggam tangan Rabu.
"Senin." Panggil Mommy Roberto sambil berjalan ke arah Rabu kemudian duduk berlutut agar sejajar dengan Rabu.
"Kamu baru saja mengatakan sesuatu. Apakah kamu bisa mengulanginya sekali lagi?" Tanya Mommy Roberto penuh harap.
"Wanita itu menjelek-jelekkan Mommy. Dia itu wanita jahat!" Teriak Rabu sambil menunjuk ke arah Valen yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Pffttttt ... Hahahahahaha ..." Tawa Mommy Roberto.
"Baiklah ... Baiklah .... Oma sudah mendengarnya dan apa yang kamu katakan memang benar kalau Dia itu wanita jahat." Ucap Mommy Roberto yang setuju dengan perkataan Rabu.
"Bukan begitu ..." Ucapan Valen berhenti kalau Mommy Roberto menatapnya dengan tatapan tajam.
Mommy Roberto kemudian berdiri lalu memegang tangan Kimberly sambil tersenyum bahagia karena akhirnya cucu kesayangannya bisa berbicara. Mommy Roberto dan Diego tidak tahu kalau Senin sebenarnya adalah Rabu.
"Kimberly, ini semua berkat kamu. Sejak kamu datang mata Diego tiba-tiba sembuh dan baru beberapa hari saja Senin juga sudah bisa bicara." Ucap Mommy Roberto sambil tersenyum bahagia.
Setelah itu Mommy Roberto melepaskan genggaman tangannya kemudian kembali duduk berlutut ke arah Rabu sambil memegang ke dua bahu Rabu.
"Bisakah kamu memanggilku dengan sebutan Oma? Oma ingin sekali mendengarnya." Pinta Mommy Roberto penuh harap.
Rabu hanya menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak ingin rahasianya terbongkar sambil mundur dua langkah. Kimberly yang mengerti langsung memegang ke dua bahu Rabu.
"Mommy, mungkin karena Senin terbawa emosi maka bisa menembus hambatan psikologisnya. Jadi apa yang tadi Senin katakan bukan berarti Senin selalu bisa bicara." Ucap Kimberly.
Sambil berbicara Kimberly mendorong perlahan tubuh Rabu agar mendekati Mommy Roberto. Setelah dekat, Mommy Roberto menggenggam ke dua tangan Rabu sedangkan Diego hanya terdiam sambil menatap ke arah Rabu.
"Karena itu mari kita memberi waktu buat Senin untuk bisa berbicara lagi." Ucap Kimberly.
"Apa yang kamu katakan memang benar dan tadi Mommy terlalu terburu-buru." Ucap Mommy Roberto sambil berdiri.
Tante Karmila yang mendengar percakapan mereka hanya bisa mendengus dan membuang muka sedangkan Valen hanya menatap ke arah Kimberly dengan tatapan penuh kebencian.
"Oh ya, Mommy. Senin baru saja pulang dari luar dan berkeringat. Aku akan membawanya untuk memandikannya." Ucap Kimberly.
Mommy Roberto hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil menggandeng tangan Rabu menuju ke arah anak tangga.
"Mommy, Aku sudah menikah. Jadi tolong jangan lagi membawa wanita lain ke rumah." Pinta Diego.
"Mommy mengerti. Mommy hanya ingin kalian berdua menyelesaikan masalah ini." Ucap Mommy Roberto yang tidak ingin memaksakan putra semata wayangnya.
"Bagiku, Dia hanya keponakan sepupuku. Selain itu kami tidak ada hubungan apa-apa. Jadi tidak yang perlu diselesaikan." Ucap Diego dengan nada dingin.
Valen dan Tante Karmila yang mendengar ucapan Diego sangat terkejut. Valen sangat kecewa karena Diego tidak memiliki perasaan terhadap dirinya.
Tanpa sepengetahuan mereka kalau ada dua pasang mata melihat dan mendengar percakapan Diego dengan Mommy Roberto.
Mereka berdua adalah Kimberly dan Rabu, di mana mereka berdua sedang berdiri di lantai dua dan menatap ke arah mereka.
"Mommy, Mommy bisa melihatkan? Kalau Daddy tidak memiliki hubungan apa-apa." Ucap Rabu sambil masih menatap mereka.
"Rabu, Kamu tidak mengerti kalau Daddy kamu mengatakan begitu karena saat kejadian itu wanita ini tidak kembali. Jadi cintanya berubah menjadi benci." Ucap Kimberly.
"Mommy, Mommy hanya mencari-cari alasan untuk menyalahkan Daddy." Ucap Rabu sambil duduk di lantai karena ke dua kakinya merasa pegal.
Kimberly juga ikut duduk di lantai kemudian mereka berdua kembali menatap ke arah mereka tanpa bersuara untuk mendengar percakapan mereka.
Diego yang merasa diperhatikan langsung menatap ke atas dan melihat Kimberly bersama Rabu sedang menatap dirinya. Kimberly dan Rabu yang merasa ketahuan langsung pura-pura menatap ke atas seakan mencari sesuatu.
Kimberly yang merasa bersalah langsung berdiri dan mengajak Rabu meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Diego yang melihat Kimberly hanya bisa menahan senyum karena betapa imutnya Kimberly.
("Pertama, mata Diego pulih dan kedua Senin mulai berbicara. Mungkinkah ini benar-benar efek pernikahan karena Diego menikah dengan Kimberly? Ini tidak bisa dibiarkan Aku harus mengusir Kimberly dari Keluarga Roberto." Ucap Tante Karmila sambil berpikir untuk mencari ide untuk mengusir Kimberly).
Tante Karmila kemudian pamit dan meninggalkan tempat kediaman Kelurga Roberto untuk berbicara dengan suami dan putra semata wayangnya.
Tante Karmila ingin sekali bisa menyingkirkan Kimberly secepat mungkin karena itulah dirinya harus menyusun rencana jahat bersama keluarganya.
Sedangkan di tempat yang sama di mana Kimberly berada di kamar Rabu untuk menanyakan tentang kalung berlian biru.
Rabu menjelaskan kalau dirinya bersama ke dua saudara kembarnya berhasil menemukannya dan sekarang berada di tangan Selasa.
"Bagus, kalau begitu besok pagi Mommy akan pulang ke rumah." Ucap Kimberly yang ingin segera menyelesaikan masalah secepat mungkin.
"Kalau Daddy tanya bagaimana?" Tanya Rabu.
"Kalau Daddy tanya, Mommy tinggal bilang kalau Mommy ingin menemui sahabat Mommy." Jawab Kimberly.
Rabu hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama muncul kucing kesayangannya berjalan ke arah Rabu.
Kucing tersebut kemudian berdiri menatap ke arah Rabu seakan mengatakan kalau dirinya ingin jalan-jalan dan merasa bosan. Hal ini dikarenakan seharian berada di dalam rumah.
"Meong .... Meong ... Meong ..." Ucap kucing mengeong sambil masih menatap ke arah Rabu.
"Mommy, Aku ingin bermain sebentar dengan Dora di taman belakang." Ucap Rabu.
"Baiklah, bermain sebentar lalu kembali untuk mandi." Jawab Kimberly.
"Baik." Jawab Rabu dengan singkat.
Rabu hanya menganggukkan kepalanya kemudian Rabu berjalan ke arah Dora lalu menggendongnya. Rabu berjalan dengan santai ke arah taman belakang hingga beberapa saat Rabu sudah berada di taman belakang.
Rabu kemudian menurunkan Dora lalu mereka berdua mulai bermain dan sesekali Rabu tertawa melihat betapa imut dan lucunya Dora mengejar kupu-kupu.
Namun tiba-tiba ...