“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Beni, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Atas informasi dari pihak sekolah Aura, Khale berhasil menemukan alamat kembar, tapi sayang, ketika sampai di sana, rumah itu tampak kosong dan bertuliskan “Dikontrakkan”.
Meski pupus, Khale tak menyerah. Ia terus mengerahkan anak buahnya agar menemukan anak-anaknya. Setidaknya, sekolah tempat mereka bersekolah kini. Bukan hanya itu, ia juga membayar orang untuk mengunjungi kantor Putra, demi mencari keberadaan Syafira.
Di sisi lain, Putra menjaga kembar begitu ketat mulai dari berangkat sekolah hingga kembali ke rumah baru mereka. Ia memerintahkan orang-orangnya untuk mengawal kembar agar tak terlacak oleh anak buah Khale. Meskipun demikian, ia belum mendapatkan hati Syafira untuk menikah dengannya dan hidup satu atap bersamanya.
Satu hal yang lolos dari perhatian Putra adalah Syafira masih menjadi karyawatinya. Ia tak tahu jika Khale mengetahui hal itu. Hingga dengan mudah orang suruhan Khale menemukan ibunda kembar itu dan memfotokannya.
Dengan cepat foto itu sampai pada Khale. Beberapa hari ini, Syafira dipantau. Jam berapa saja ia keluar kantor, hingga waktu pulang ke rumah. Alhasil, Khale menggunakan kesempatan saat siang hari, di mana kebiasaan Syafira selalu makan sendirian di sebuah tempat makan depan kantor.
“Aku ingin bertemu kembar.” Tanpa basa-basi Khale menghampiri meja Syafira.
Saking shocknya, bunda kembar itu pun berdiri dan bersiap kabur. Namun Khale dengan cepat memegang tangannya. Pegangan itu begitu kuat hingga Syafira terus berusaha melepaskannya.
“Lepas! Kamu tak berhak bertemu anak-anakku! Urus saja mantanmu dan anaknya itu!” tegas Syafira,
“Aku ayahnya, aku berhak atas mereka. Kamu meninggalkanku begitu saja, kita perlu bicara, Syafira!” tutur Khale melekatkan wajahnya ke depan wajah sang mantan istri.
Sekian detik mereka saling tatap dalam diam, tapi seakan hati yang saling berbicara. Syafira yang tak ingin larut dalam kelekatan ini, melepaskan tangannya seketika. Begitu pun dengan Khale yang lengah akan pertemuan kedua bola mata mereka.
“Aku sudah bilang, urus saja mereka! Lagi pula bukankah kamu sudah tahu kalau aku telah menikah lagi? Kita sudah selesai selamanya!” ucap Syafira penuh amarah ketika mengingat Khale begitu niat membuatkan toko kue untuk Karina.
Mendengar ucapan Syafra, Khale pun semakin lemah tak berdaya, sebab itu artinya Syafira benar-benar telah menjadi istri pria lain.
***
“Saya juga sudah membujuknya, tapi dia seakan tidak menginginkan pernikahan kita. Padahal, seharusnya jika ia tahu kalian sudah menikah, dia mau menikah dengan saya,” ucap Karina dalam sambungan telepon di bakerynya siang ini.
Mengangguk-angguk, ia bak sedang diberi arahan dan perintah oleh lawan bicaranya.
Namun, beberapa menit kemudian, Karina tampak menutup teleponnya saat Khale datang bersama Aura.
“Mulai besok, aku akan berikan Aura sopir untuk mengantar jemputnya. Aku tidak lagi bisa melakukannya sekarang,” ujar Khale lelah.
Menghela nafas panjangnya, Karina menjelaskan bahwa bukan sopir yang mereka butuhkan, tapi kehadiran seorang ayah bagi anaknya, dan sosok suami bagi dirinya.
“Seperti yang aku bilang dulu, aku sudah pernah membayar orang untuk mengantar jemput Aura, tapi dia ingin orangtuanya yang melakukannya. Sedangkan aku yang masih belum bisa meninggalkan toko, jelas tidak bisa. Aku berbeda denganmu, kamu punya banyak karyawan yang menjalankan perusahaanmu. Aku memang pemilik tp juga karyawan di sini. Sampai kamu datang dan merelakan waktumu untuk mengantar jemput Aura, dia begitu bahagia. Apalagi, selama ini ia sangat merindukan sosok ayah,” jelas Karina panjang lebar.
Wanita seumuran Khale itu lalu menanyakan alasan Khale enggan lagi mengantar jemput anaknya.
“Aku ingin fokus mencari anak-anakku,” jawab Khale singkat.
Menyangkal usaha Khale tidak akan berhasil, Karina meminta pria di hadapannya itu untuk melupakan anak-anak dan mantan istrinya yang pasti sudah memiliki kehidupan baru.
“Aku tidak peduli! Aku akan tetap mencari mereka. Asal kamu tahu, anak kembar yang dulu pernah bersekolah di tempat Aura adalah anak-anakku yang selama ini aku cari! Bodohnya aku tidak segera menemukan fakta itu,” geram Khale mengepalkan tangannya.
Menyangkalnya, Karina merasa anak buah Khale telah salah mencari informasi.
“Biarlah itu urusanku, aku tidak memaksamu untuk percaya. Yang jelas, aku katakan padamu sekali lagi bahwa hari ini adalah hari terakhirku mengantar jemput Aura. Sudah selesai tugasku untuk membantumu, menemanimu, sampai membuat toko kuemu lebih bagus dan besar. Aku pun sudah membuang banyak waktuku untuk Aura. Sekarang, aku ingin kembali pada hidupku sendiri!” Khale pergi tanpa mau mendengarkan panggilan dan kejaran Karina.
***
Hari ini adalah hari di mana Putra akan menggelar acara launching cabang baru miliknya. Kini kedua pengusaha itu bertemu kembali setelah fakta pahit kala itu. Tak lupa, Putra mengucapkan pujiannya atas kerja keras tim Khale karena telah menggarap proyek sesuai keinginannya tepat waktu. Tak banyak bicara, Khale hanya tersenyum simpul.
Dalam momen yang sama, Putra mengundang beberapa rekan dan koleganya. Hingga Khale menyadari keberadaan seorang wanita di jajaran itu, yang tak asing baginya. Terus diingat-ingatnya siapa wanita yang berdiri diantara mereka. Namun, belum sempat ingatannya menemukan tentang wanita itu, Khale kembali dikejutkan dengan seorang wanita yang Putra perkenalkan sebagai kepala cabang pada pendirian cabang barunya.
...****************...
kan dia mau berubah dan bertanggung jawab🤭
KLO pun nggak BS balikan SM khale biar aja Syafira menjanda selama nya, tp hub anak² SM khale bagus..
kayaknya ada sesuatu antara putra dan Karina 🤔
ekhh khale bodoh harusnya kau jgn percaya sama perempuan siluman itu...suami paling bodoh