NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Iblis

Istri Kontrak Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: flowy_

Terjebak dalam tubuh karakter figuran yang sakit-sakitan, seorang wanita harus bertahan hidup di dunia novel sebelum maut menjemputnya. Demi mendapatkan obat dan perlindungan dari keluarganya yang manipulatif, ia mengajukan pernikahan kontrak selama satu tahun kepada Axion, pria berjuluk "Iblis" kekaisaran.

Namun, pernikahan ini menjadi rumit karena setiap anggota keluarga menyimpan rahasia besar. Axion ternyata menyimpan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang penuh dendam, sementara putra angkat mereka adalah sosok misterius yang aslinya bukan berasal dari dunia manusia.

Meski awalnya penuh ketegangan dan instruksi untuk hidup saling mengabaikan, sikap sang suami perlahan berubah drastis. Pria yang semula dingin itu kini menjadi sangat protektif dan tidak segan bertindak kasar pada siapa pun yang merendahkan istrinya. Hubungan yang seharusnya berakhir dalam setahun kini berubah menjadi ikatan keluarga yang rumit namun tak terpisahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mari kita Bercerai!

"Bisakah Anda menceritakan hal itu lebih detail?"

Baru saja Gabriella hendak menggali informasi lebih dalam, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah pintu.

"Kenapa di depan rumah ramai sekali? Apa ada tamu?"

Seorang wanita tua melangkah masuk dengan bantuan tongkatnya. Sebelum Gabriella sempat menyadari bahwa wanita itu adalah orang yang mereka cari, Luceran sudah bergerak lebih dulu.

"Nenek!"

Luceran berlari kencang dan langsung menghambur ke pelukan wanita tua itu.

"Astaga, Nak... kau siapa?"

Wanita tua itu terpaku, ia tampak kebingungan saat tiba-tiba di peluk begitu erat oleh anak kecil yang sama sekali tidak di kenali.

"Nenek! Ini aku!"

Dalam luapan kegembiraannya, sepasang telinga tiba-tiba menyembul dari balik rambut Luceran, di ikuti dengan ekor berbulu yang mengibas dengan cepat.

"Ini aku!"

"Lulu...?"

"Nenek!"

Pupil mata wanita tua itu membesar.

Telinga dan ekor yang sangat familier. Serta senyum lebar yang ditujukan padanya. Meski penampilannya kini sangat berbeda—kecuali bentuk telinga dan ekornya—naluri wanita itu langsung mengenalinya.

Wanita itu langsung tahu. Bahwa anak ini adalah anjing kesayangannya.

"Kamu sudah besar sekarang."

Seekor anjing kembali dalam wujud manusia.

Tentu saja itu hal yang mustahil. Namun, kenyataan bahwa seorang anak manusia tiba-tiba memiliki telinga dan ekor anjing pun sama tidak masuk akalnya.

"Apa Anda pernah melihat wajah anak ini sebelumnya?" tanya Gabriella.

Wanita tua itu menggeleng. "Tidak pernah. Meski terkadang ingatanku mulai memudar karena usia, aku bisa memastikannya. Ini pertama kalinya aku melihat wajahnya."

"Seperti yang Anda lihat, anak ini sangat yakin bahwa dirinya adalah Lulu, anjing milik Anda. Jika tidak keberatan, bisakah Anda menceritakan lebih detail mengenai Lulu?"

Saat ini, Luceran menempel erat pada wanita tua itu.

Gabriella sedikit merasa kehilangan. Padahal, biasanya anak itulah yang menempel padanya seperti parasit. Namun, ia berusaha menepis perasaan itu dan kembali memohon dengan sopan.

Karena ini bukan hal yang harus di rahasiakan, wanita tua itu pun mengangguk setuju.

"Lulu dulunya hanya seekor anjing jalanan. Karena aku sering memberinya makan, entah sejak kapan ia akhirnya menetap di rumah kami."

Wanita tua itu tersenyum tipis saat mengenang masa lalu, meski senyum itu segera memudar.

"Dia tidak pernah bersuara. Bahkan setelah setahun berlalu, dan tubuhnya hampir tidak tumbuh sama sekali. Aku mulai merasa ada yang aneh, sampai suatu hari ada seorang tabib yang kebetulan lewat di desa dan aku pun bertanya padanya."

Wanita itu menjeda ucapannya sejenak. "Setelah memeriksa mulutnya, dokter itu bilang kalau Lulu sebenarnya tidak semuda yang kukira."

"Apa?"

"Saat itu, wajah Lulu hanya sebesar kepalan tanganku. Tubuhnya pun kecil sekali. Jadi, tentu saja aku mengira dia masih anak anjing, tapi ternyata..."

-

Flashback

"Ini adalah prosedur yang sedang tren di kalangan bangsawan belakangan ini. Karena masa anak-anak dianggap paling lucu, mereka menyuntikkan obat tertentu agar hewan itu tetap dalam wujud kecilnya meski usianya terus bertambah."

Penjelasan kejam itu meluncur begitu saja dari mulut sang tabib.

"Dilihat dari bekas operasinya, pita suaranya pun sengaja dirusak agar tidak bisa bersuara. Jelas sekali anjing ini peliharaan kaum bangsawan."

"Sepertinya dia dibuang karena dianggap tumbuh terlalu besar."

"Apa maksudmu? Tumbuh besar? Dia sekecil ini!"

"Bagi para bangsawan yang hanya menyukai anjing kecil, ukuran ini sudah dianggap berlebihan. Padahal jika melihat bentuk kakinya, seharusnya anjing ini tumbuh jauh lebih besar... Benar-benar malang."

"Sebaiknya anda harus mempersiapkan diri. Karena anjing ini tidak akan bisa bertahan lama."

Saat itu, wanita tua itu bergegas menutup telinga Lulu. Ia tidak ingin anjing itu mendengar ucapan tersebut...

-

Dan kini, ia kembali melakukan hal yang sama pada Luceran.

"Eh?"

Luceran mendongak bingung saat tiba-tiba kedua telinganya di tangkup.

Melihat wajah polos itu, tangan sang wanita tua gemetar menahan emosi.

"Jika dia bisa bertahan satu tahun lagi......."

Suara wanita tua itu nyaris tak terdengar saat ia akhirnya membuka suara.

Ia begitu berhati-hati, seolah takut Luceran akan mendengar apa yang ia katakan meski kedua telinga anak itu sudah ia tutupi.

"Nenek sakit?"

Luceran yang tampak bingung mulai mengulurkan tangannya.

"Jangan sakit, ya."

Sepertinya harapan wanita itu terkabul; Luceran tidak mendengar kabar buruk tadi. Namun, karena melihat wajah neneknya yang penuh kesedihan, ia terus mengusap pipi wanita itu. Seolah-olah sedang menyeka air mata yang tidak terlihat.

Dulu pun begitu.

Di hari saat Lulu dinyatakan tidak akan berumur panjang, anjing kecil itu menjilati pipi sang nenek yang sedang hancur perasaannya.

"Untungnya, Lulu berhasil bertahan hidup tiga tahun lagi. Jika Lulu seorang manusia, dia mungkin akan seusia anak ini, sekitar lima tahun."

Wanita tua itu kemudian melepaskan tangannya dari telinga Luceran.

"Lalu, apa maksud Anda saat mengatakan anjing itu telah menyelamatkan nyawa Anda?" tanya Axion.

Meski ditujukan kepada si wanita tua, Lulu malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan antusias.

"Hari itu perasaanku aneh sekali!"

"Makanya aku terus menyuruh Nenek supaya jalan lebih cepat!"

Orang-orang selalu bilang kalau sang nenek seharusnya sudah meninggal karena paparan energi hitam (magi). Namun kenyataannya, Lulu berhasil melindungi nyawa wanita itu.

"Apa cerita anak ini benar?" tanya Axion.

"Benar. Sejak pagi buta, Lulu terus mengajak jalan-jalan, jadi mau tidak mau aku bangun. Tapi karena langkah kakiku sangat lambat, kami tidak bisa pergi jauh bahkan setelah energi hitam itu mulai menyelimuti desa."

Bencana itu datang tanpa peringatan.

Saat si wanita tua terpaku melihat desanya berubah menjadi hitam kelam, gelombang energi jahat menerjang ke arahnya layaknya ombak raksasa.

Dengan tubuh mungilnya, Lulu berusaha sekuat tenaga mendorong sang nenek menjauh.

"Jangan!"

Energi jahat yang sudah merayap hingga ke ujung kaki itu baru berhenti bergerak setelah menelan tubuh si anjing kecil, seolah-olah ia telah merasa puas.

"Semua yang dikatakan anak ini benar."

"Kalau begitu, aku akan bertanya sekali lagi."

Berbeda dengan Gabriella yang tampak terpukul setelah mendengar kisah Lulu, Axion justru bertanya dengan nada dingin, seolah tidak tersentuh sedikit pun.

"Apa Anda benar-benar tidak mengenali wajah anak ini?"

"Benar. Aku berani bersumpah atas segalanya, ini pertama kalinya aku melihatnya. Tidak pernah ada anak seperti ini di desa kami."

Wanita tua itu melanjutkan dengan suara bergetar, "Jika benar Lulu telah hidup kembali, itu pasti karena mukjizat. Semoga Dewi Reltasia memberkati."

Ia berusaha sekuat tenaga menahan tangis agar air matanya tidak tumpah saat itu juga.

......................

Setelah cerita itu usai, Gabriella dan Axion memutuskan untuk menyingkir sejenak. Mereka memberi ruang bagi Lulu yang tampak enggan melepaskan pelukan sang wanita tua itu.

-

Seekor anjing berubah menjadi manusia? Secara logika, itu hal yang mustahil. Namun, kenyataan ini memaksa Gabriella dan Axion untuk mencerna semuanya.

"Apa kamu tidak terkejut melihat Lulu tiba-tiba punya telinga dan ekor," cetus Gabriella.

"Aku sudah membaca laporan dari Hans."

Gabriella teringat isi laporan Hans. Di antara tumpukan umpatan yang ditujukan pada Axion, memang terselip informasi mengenai perubahan fisik itu.

"Kalau begitu, tidak salah lagi. Luceran memang reinkarnasi dari anjing bernama Lulu."

Awalnya terdengar seperti bualan kosong, tapi terlalu banyak kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan secara logika. Apalagi saat kepingan ingatan Lulu bertaut sempurna dengan kisah wanita tua itu—semua keraguan pun seketika sirna. Ini adalah bukti mutlak yang tak bisa lagi dibantah.

'Lagi pula, aku saja bisa masuk ke dalam buku ini. Jadi, bukan hal yang mustahil jika seekor anjing lahir kembali sebagai manusia.'

Rasanya seperti kepingan teka-teki yang selama ini mengganjal di hatinya baru saja jatuh ke tempat yang tepat. Gabriella bisa menerimanya dengan cepat, tapi masalah utamanya adalah Axion.

Akankah pria sedingin itu memercayainya?

"Sepertinya memang begitu."

Tak disangka, Axion justru menyetujui dengan cepat. Gabriella yang merasa pembicaraan ini akan berjalan lancar pun mulai mengutarakan isi hatinya.

"Bagaimana jika kita membiarkan Lulu tinggal di sini sampai dia sendiri yang ingin pulang?"

"Lulu sangat merindukan nenek itu, dan beliau pun sepertinya orang yang sangat baik...."

"Gabriella Val—"

Axion hampir saja memanggilnya 'Valencia' seperti biasa, namun ia segera menahan diri begitu teringat peringatan wanita itu sebelumnya.

"Gabriella. Bukankah aku sudah memintamu untuk hidup tenang selama setahun ini?"

"Tapi ini demi kebahagiaan Lulu! Duke juga lihat sendiri kan betapa senangnya dia tadi? Kalau kita beri sedikit waktu lagi bersama nenek itu, Lulu pasti—"

"Tidak."

Axion memotong ucapan Gabriella dengan dingin.

"Bagaimana jika nanti anak itu malah ingin tinggal selamanya dengan wanita tua itu? Apa kau akan membiarkannya?"

"Sekali kau memberi pengecualian, yang kedua dan seterusnya akan jauh lebih sulit. Jika kau tidak berniat membiarkannya hidup selamanya sebagai cucu rakyat jelata, jangan mencampuri urusannya lagi."

Axion berbicara dengan tegas, ia tak ingin memberi celah sedikit pun bagi Gabriella untuk membantah.

"Karena bagaimanapun juga, anak itu adalah calon pewaris Argenta."

-

Para pendeta di Kuil pasti akan gempar jika mendengar kabar tentang seekor anjing yang bereinkarnasi menjadi manusia.

Dalam doktrin mereka, manusia mungkin bisa terlahir kembali sebagai manusia, tapi mustahil bagi hewan untuk menjelma menjadi manusia. Jika sosok itu menjadi penerus Argenta, pihak Kuil pasti akan menentangnya habis-habisan.

"Merepotkan sekali."

Pikiran untuk membungkam mulut orang-orang di sini agar rahasia tidak bocor membuat keluhan itu lolos begitu saja dari bibir Axion. Baginya, informasi soal masa lalu Lulu ini sama sekali tidak menguntungkan jika dibandingkan dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya.

Mendengar gumaman dingin itu, raut wajah Gabriella seketika berubah masam.

"Apa bagimu, waktu bersama keluarga itu hanya hal yang merepotkan?" suara Gabriella bergetar karena emosi. "Aku hanya ingin memberi mereka waktu untuk berpamitan dengan layak. Perpisahan ini terlalu mendadak bagi mereka!"

"Perpisahan memang selalu seperti itu."

"....."

"Berhenti membuang waktu untuk hal tidak berguna seperti ini. Kita kembali ke kastel sekarang!"

Axion membiarkan Gabriella tenggelam dalam amarahnya sendiri. Ia tak berniat menjelaskan bahwa 'kerepotan' yang ia maksud adalah urusan politik dengan pihak Kuil, bukan soal perasaan Lulu.

"Kalau kita pergi sekarang, Lulu akan kesepian lagi!" seru Gabriella putus asa.

"Lalu?" tanya Axion tanpa ekspresi.

Jawaban singkat itu membuat Gabriella terpaku.

Seketika itu juga, ia menyadari satu hal.

Axion menerima 'perbedaan' Lulu bukan karena dia pria yang penuh pengertian. Selama Lulu punya kualifikasi untuk masuk ke keluarga Argenta, pria ini tidak akan peduli pada hal lainnya.

Sikapnya benar-benar dingin dan tidak punya perasaan.

"Lulu adalah keluarga yang akan menghabiskan sisa hidupnya bersamamu. Sebagai keluarga, Kamu seharusnya tidak mengajarinya bahwa perpisahan itu selalu mendadak, tapi tunjukkan padanya bahwa perpisahan tidak selamanya harus menyakitkan."

Gabriella menatap tajam ke arah Axion.

Axion bukannya tidak paham dengan apa yang ingin disampaikan Gabriella. Namun baginya, pemikiran itu terdengar terlalu idealis—mungkin karena Gabriella adalah bagian dari keluarga Valencia.

Apa Count Valencia membesarkannya dengan begitu manja sampai dia punya pemikiran senaif itu? Axion merasa muak.

"Gabriella. Aku tidak mencari istri yang suka mencampuri urusanku."

Tak ingin memperpanjang perdebatan yang sia-sia, Axion menghela napas lelah.

Tepat saat ia hendak membalikkan badan dan pergi, Gabriella melontarkan satu kalimat.

"Mari kita bercerai."

1
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪🍊
Mita Paramita
tuh kn keluarga Valencia masuk aja gangguin hidup Gabriela 😈😈😈
Mita Paramita
untung aja topeng kejahatan Grayson ketauan 🤣🤣🤣 rasain tukang bohong ngaku2 jadi ayah nya Gabriela
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
@Biru791
kapan up pagiii
@Biru791
thour kapan upp lagi
lady parasol: author up besok ya, bbrp hari ini lagi drop hihi, makasih udh baca 🤍
total 1 replies
@Biru791
thour semngagt yukk up lagi💪
@Biru791
semngatt truss double upppp💪
@Biru791
cemungutt up
lady parasol: sambil nunggu up, baca novel terbaru berjudul Violetta : Menulis Ulang Akhir Hidupku 😄

di jamin seru
total 1 replies
@Biru791
cepat capatt uppp seruuu abiss
Mita Paramita
keluarga bahagia 🤣🤣🤣tapi sayang Gabriela umur nya pendek 😭
lady parasol: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor sering update 🔥🔥🔥💪💪💪
@Biru791
gk ada niat lanjut kah
Mita Paramita
axion masih gengsi aja kalo naksir sama Gabriella 🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
@Biru791
semngatt dong kapan upp
Mita Paramita
axion simpati dikit sama Gabriella 🤨 obatin penyakitnya 😭 umur ny gak lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!