NovelToon NovelToon
Gomen, Aishiteru

Gomen, Aishiteru

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Detektif / Dikelilingi wanita cantik / Mata-mata/Agen / Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Ren Nakajima seorang pria tampan memesona, jenius dan pandai menakhlukkan hati para wanita. Namun, tak ada yang tahu dia adalah sosok manusia berhati iblis yang pandai menyimpan karakter jahatnya melalui wajahnya yang teduh.

Jun Megumi seorang polisi sekaligus detektif tampan yang membuat orang-orang kagum dengan karakternya yang ramah, peduli, dan senang menolong bak jelmaan malaikat.

Suatu hari, Jun menangani kasus yang menghebohkan dunia hiburan Jepang. Insting detektifnya berkata bahwa Ren adalah pelakunya. Demi penyelidikan, Jun mendekati Emi, yaitu gadis yang menjadi teman dekat Ren. Siapa sangka, Sachi—adik kandung Jun—justru dekat dengan Ren dan keduanya saling jatuh cinta.

Ikuti kisah perjalanan dua pria tampan yang memiliki karakter bagaikan langit dan bumi serta jalan kehidupan yang saling bertentangan!


Genre: Dark romance, Misteri, detective, action, crime, and drama.

Rate : Dewasa 21++, not children.

Setting: Japan

Alur: Gabungan (maju mundur nyunsepp 😁)

POV : POV 3 (sudut pandang orang sok tahu)

Status: On going (update tiap hari)


Catatan penulis ✍️

Novel ini bersetting di luar negeri, tolong pikirannya ikut dibawa ke luar negeri karena kisah ini tidak mencerminkan budaya Indonesia. Banyak Kissing Scene and mature.

Bukan penulis handal, cuma penulis sandal. Tidak menjanjikan novel yang bagus, silakan baca dan nilai sendiri. Memilih bacaaan adalah soal selera, dan kuharap karyaku bagian dari seleramu.


Baca juga karya lainku di sini.

👍🏻Don't Say Goodbye (kisah cinta cowok berandalan si Pemain biola, tamat 156 chapter)


👍🏻Don't Forget (kisah pembalasan dendam ketua gangster/Yakuza, Tamat 149 chapter)

cover: Pinterest, edit by me

©2020, Aotian Yu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 : Hal Gila

Kedua pria itu mulai bermain tenis bak atlet profesional. Gerakan mereka lincah saat menangkis setiap bola. Pada permainan awal, skor dikuasai oleh Jun. Ren kesulitan menangkis setiap serangan yang diberikan pria itu. Bahkan, ia sempat mengalami jatuh bangun ketika dirinya hendak membalas pukulan Jun. Meskipun begitu, keduanya tampak menikmati pukulan demi pukulan yang mereka lancarkan.

Sachi tampak senang karena kakaknya terus mencetak skor. Ya, olahraga tenis adalah keahlian Jun. Saat masih sekolah, ia sering memenangkan turnamen nasional olahraga tenis.

Lagi-lagi Ren harus menggigit jari saat ia tak berhasil menangkis serangan mendadak dari Jun. Pria itu meringis, lalu menarik ujung bajunya ke atas untuk mengelap peluh yang bercucuran di wajahnya. Wajahnya makin kusut tatkala melihat ekspresi berlebihan Sachi setiap Jun berhasil mencetak skor.

Akhirnya, pertandingan tersebut dimenangkan oleh jun dengan skor akhir 13-9. Ren membanting raketnya ke lantai lapangan tenis sembari menjatuhkan tubuhnya untuk duduk. Ia mengatur napasnya yang tak beraturan sambil sesekali menyapukan keringat yang membasahi wajah tampannya.

"Kuakui kau sangat hebat!" Ren mengacungkan jempol ke arah Jun yang tengah menghampirinya.

Pria itu mengulurkan tangan pada Ren untuk membantunya berdiri. "Kemampuanmu juga tak bisa disepelekan!" Jun merendah seraya melemparkan pujian balik pada Ren.

Ren mengalihkan pandangannya ke arah Sachi. Tak disangka, gadis itu langsung menjulurkan lidahnya ke arah Ren yang tentu saja membuat pria itu kembali meringis. Kekesalannya yang sempat mereda, menyeruak kembali tatkala melihat ejekan yang dilemparkan Sachi padanya.

"Karena aku kalah, maka kau boleh meminta apa saja dariku!" ucap Ren mengingatkan taruhan mereka di awal permainan.

"Arigatou gozaimasu. Tapi ... saat ini aku tidak mempunyai permintaan apapun. Mungkin itu bisa kugunakan di lain waktu," ujar Jun.

"Sokka (begitu ya)." Ren hanya bisa mengangguk.

Sabtu pagi, Emi berkunjung ke rumah Ren. Gadis itu membawakan makanan untuk dimakan bersama. Ren mengatakan hendak mandi terlebih dulu dan meminta Emi menunggunya di kamar. Gadis itu masuk ke dalam kamar, dan memilih untuk membersihkan ruangan itu. Ia merapikan buku-buku Ren yang berjatuhan di lantai dan mengaturnya kembali di rak buku. Sejenak, pandangannya terarah pada sebuah kotak hadiah berukuran kecil yang terletak di atas meja nakas. Demi menjawab rasa penasarannya, ia membuka kotak tersebut. Isi kotak itu adalah sebuah jepitan rambut wanita berwarna perak dengan bentuk bintang. Sungguh sangat cantik!

Sontak, Emi langsung melebarkan senyumnya. Hatinya tiba-tiba berbunga-bunga. Pikirnya, itu pasti adalah kado yang disiapkan Ren untuknya saat ulang tahun besok.

Tak lama kemudian terdengar suara teriakan Ren dari dalam kamar mandi yang meminta Emi untuk mengambilkan handuk. Gadis itu kembali menaruh kotak tersebut di atas meja nakas dan langsung mencari handuk milik Ren.

Tak terasa waktu beranjak ke malam. Sachi meletakkan ponselnya di atas meja belajar setelah menerima telepon dari Shohei. Pria itu mulai rutin meneleponnya hanya untuk menanyakan apa yang dilakukan gadis itu. Sachi sudah tak sabar menanti hari esok, karena sesuai rencana yang sudah mereka atur. Ya, sepasang kekasih itu akan pergi ke toko kue.

Sachi melangkah menuju balkon untuk merasakan lambaian angin malam. Ia mendongakkan kepala untuk melihat beberapa bintang menampakkan dirinya tanpa malu-malu. Sejenak, gadis itu teringat kembali ucapan Ren yang mengibaratkan dirinya adalah Aldebaran, yaitu bintang paling terang yang bersinar di langit malam.

Entah kenapa, Sachi merasakan jantungnya berdetak tak normal saat ini. Ini gila, tiba-tiba dia merindukan pria itu. Pikirnya, mungkin Ren saat ini tengah bekerja. Jujur saja, dia ingin tahu apa yang akan Ren minta pada kakaknya seandainya permainan semalam dimenangkan olehnya. Dengan sedikit ragu, dia mencondongkan badannya untuk melihat ke samping, tepatnya balkon kamar Ren.

"Lagi mengintip, ya?"

Suara bariton milik pria itu tiba-tiba menyapanya, hingga membuat Sachi terlonjak. Gadis itu langsung meluruskan tubuhnya. Menahan napas, laksana maling yang tertangkap basah.

"Aku tidak menyangka diam-diam kau sering mengintip." Suara Ren kembali terdengar.

Sachi mematung. Dia merasakan seluruh wajahnya memerah. Dia hendak beranjak dari posisi memalukan ini, tapi kakinya seperti tak mau berkompromi. Dia tak berkutik.

"Hei ...." tegur Ren sambil menoleh ke arahnya. "Apa kau mau melihat jelas bintang Aldebaran?"

Sedikit gugup, Sachi memberanikan diri menoleh ke arah Ren. Rupanya pria itu tengah sibuk menggunakan teropong bintang.

"Kau punya teropong?" Sachi membulatkan matanya karena takjub dengan benda yang berada di samping Ren.

"Hum." Ren mengangguk. "Kemarilah, kita lihat bintang bersama-sama!"

Ren lalu menuntun Sachi agar memanjat terali balkon untuk menyeberang ke tempatnya. Dengan hati-hati, Sachi telah berhasil berpindah tempat ke balkon kamar Ren.

Ren mengajari Sachi cara menggunakan teropong. Gadis itu tampak terkagum-kagum melihat benda langit. Gugusan bintang memesona, beserta pemandangan langka di galaksi yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Keduanya melihat pemandangan langit secara bergantian. Sesekali Ren menjelaskan nama-nama dari bintang tersebut hingga Sachi tampak salut padanya karena pria yang terlihat santai itu ternyata mempunyai wawasan yang luas.

"Apakah kau menyukai ilmu astronomi?" tanya Sachi yang heran karena Ren dapat menjelaskan beberapa teori ruang angkasa.

"Tidak," jawab Ren. "Aku hanya pengagum langit malam beserta seluruh isinya."

Masih sibuk dengan teropongnya, tiba-tiba Sachi tersentak saat lengan kekar pria itu melingkar di pinggangnya. Tak hanya itu, dagunya turut ditopangkan di bahu Sachi.

"Aldebaran adalah titik terterang, dari rasi bintang Taurus. Dan kau adalah titik terterang dari hidupku," bisik Ren dengan suara memabukkan.

Sachi terdiam. Ia merasakan jantungnya kembali berdegup dan pipinya seakan merona.

Samar-samar, ia mendengar suara Jun memanggilnya. Suara itu kian mendekat seiring Sachi mempertajam pendengarannya. Benar saja, Jun tengah berada di dalam kamar adiknya. Alisnya mengerut ketika kamar yang didominasi warna pink itu tak berpenghuni.

"Immouto-chan!" Jun memanggil adiknya sekali lagi. Matanya tertuju pada balkon, dan ia melangkah pelan ke sana.

Ini gawat! Jun tidak boleh tahu jika ia tengah bersama pria lain. Sachi melepaskan lengan Ren yang melingkar di pinggangnya dengan terburu-buru. Ketika gadis itu hendak melangkah, Ren langsung menarik tangannya dan membawa masuk ke dalam rengkuhannya. Di detik yang sama, bibir Ren menindih bibir Sachi dengan rapat. Pria itu mengunci bibir Sachi dengan lumatann-lumataan rakus yang membuat gadis itu terlonjak sekaligus tak berkutik.

Masih tetap menautkan bibirnya ke bibir gadis itu, Ren mendorong tubuh Sachi ke dinding yang menjadi pembatas balkon kamar mereka. Satu tangannya meremas pelan jemari Sachi, sedangkan satu tangannya lagi ia letakkan di perpotongan leher gadis itu.

"Immouto-chan!"

Suara Jun terdengar kembali, dan kali ini makin keras hingga Sachi yakin kakaknya sedang berada di balik tembok itu. Di tengah ciuman yang dipimpin oleh Ren, Sachi merasa gugup dan khawatir kalau kakaknya akan mengetahui apa yang mereka lakukan.

Merasa Jun telah pergi, Sachi langsung berusaha mendorong tubuh Ren. Sayangnya, usahanya sia-sia karena lelaki itu makin agresif untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam berciuman. Ren mencekal kedua tangan Sachi ke dinding, sambil terus memagut, menghisap, dan menggigit lembut bibir gadis itu. Lidahnya bahkan mencoba untuk menerobos masuk untuk membelit lidah lawannya. Rupanya Ren tahu betul cara melumpuhkan wanita. Terbukti, gadis itu tak lagi melakukan perlawanan. Kini, ciuman Ren beralih ke leher jenjang miliknya untuk meninggalkan bekas kemerahan yang begitu kontras di kulit putihnya.

"Ren, jangan lakukan ini. Kumohon! Aku sudah mempunyai pacar!" bisik Sachi dengan suara tertahan karena kenyataannya dia menikmati ciuman bergairah itu.

Di luar dugaan, Ren langsung menghentikan aksinya. Keduanya saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. Mata teduh pria itu seolah menikam mata Sachi.

"Kau tahu ... aku tidak peduli itu! Bagiku, kau adalah milikku!" Ren berucap tegas dengan nada seksi. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis, sementara jempolnya mengusap bibir Sachi yang basah karena ulahnya.

Pada detik berikutnya, dia kembali membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Namun, dibandingkan yang tadi, ciuman kali ini lebih berperasaan hingga menciptakan suasana romantis antara keduanya. Bibirnya bergerak ke atas bawah untuk mengulum lembut sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah mungil Sachi. Kali ini Sachi benar-benar terbuai hingga ia lupa segalanya dan hanya dapat memejamkan mata. Sungguh, ini adalah hal gila yang belum pernah ia lakukan.

Di sela ciuman yang tengah berlangsung, Ren menyisipkan sebuah jepitan berwarna perak yang berbentuk bintang di rambut pendek Sachi.

.

.

.

1
Yos3Va
terima kasih detektif Shu... akhirnya kamu memilih menegakkan keadilan meskipun karir jadi taruhan... semoga kelak kamu bisa bangkit lagi
Yos3Va
Quotes nya bagus banget Sachi😍😍
Yos3Va
coba disini jg berlaku hukum yg demikian... pasti maju dan sejahtera negara ini
Yos3Va
aku baca ulang sambil nunggu Bright-Alone 🤗🤗
Yos3Va
wow... plot twist yg sungguh diluar Nurulku yg kebanyakan nonton sikembar gundul🫣🫣
Yos3Va
kawai-nya😍😍😍... entar klo punya anak lg anaknya Ren bakal begini kan ya?? jiplakan wajah asli bapaknya
Yos3Va
Ren pun ikut berjuang meringankan beban EMI, mereka emang BESTie sejati senasib sepenanggungan
Yos3Va
Shohei emang terbaik baiknya... bukan sekedar pencitraan😍😍
Yos3Va
we... ternyata Kang Juned trcyduk cicitipi kepolisian... wkwk🤭🤭
Yos3Va
IQ 300... WOW betapa jeniusnya👍🏼👍🏼
Yos3Va
oooh tidakkkkkk... pembandingnya kok sejauh bumi langit🫣🫣🫣
Yos3Va
syukurlah. hati nurani mu masih hidup Mr. Shu
Yos3Va
ya ampuuun Kak... tadi aku nangis² denger pengakuan EMI... sekarang kau buat aku ketawa gegara mamake dan bapake🫣🫣🫣
Yos3Va
anda kalah Mr. Shu
Yos3Va
part ini bikin banjir air mata... 😭😭😭😭
Yos3Va
ekting yg bagus Bang Juned🤭🤭
Yos3Va
kenapa jadi begini endingnya kencan mereka😭😭😭
Yos3Va
kenapa kamu gak kasih tau Ren dulu sih klo kamu hamil?? jangan terburu² ambil keputusan dalam keadaan kalut
Yos3Va
pantesan bisa buka tanpa merusak, ternyata begitu triknya... luar biasa👍🏼👍🏼👍🏼
Yos3Va
nah looooo... Sachi pun pake dress putih... gimana ini??? makin puyeng lah Bang Jun🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!