NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20. Menjadikanmu special

Happy reading.... 🧚

Langit menebarkan banyak bintang disana, menambah kesan indah gemerlap ratusan cahaya yang menghujam bumi, meskipun cahaya yang sampai hanya lah sepercik hujaman layaknya gerimis tipis yang mengisi kegelapan, tak seperti mentari yang terang benderang memenuhi alam.

Senyum merekah terpancar dari mereka yang ikut serta menyaksikan pertunjukan seorang Reza Ferdian Syah, yang sedang mencoba merayu gadisnya dengan sejuta kejutan dan kata-kata manis.

Nampak Rezi pun tak melewati momen penting ini, menatap wajah yang mungkin akan menjadi wajah yang akan mengisi hari-hari seperti yang dialami adik kembarnya itu.

Hatinya masih mencelos, belum ada getaran seperti yang dirasakan Reza. Belum ada kegundahan seperti yang dialami adiknya itu. Hatinya seperti mati rasa, hanya ada rasa tanggung jawab dan rasa kasihan.

Tatapannya terhenti tatkala mendapati Gita yang menarik nafasnya berat. menandakan pemilik nafas itu merasakan sesak. Bukan sesak dalam arti sesungguhnya, melainkan sesak yang terjadi karena kegundahan.

"Seandainya itu aku dan dia... Aku tidak akan bisa untuk tidak langsung memeluknya, Entah apapun yang kamu rasakan, jika harus memilih, aku akan tetap egois untuk tetap memilihmu"

Gita seolah berkata di dalam hatinya, tersenyum kecut tanpa ia sadari ada mata yang sejak tadi memperhatikan raut dan gerak wajah dirinya.

Rezi melangkah tepat disamping Gita, mendekatkan kepalanya ke bahu gadis cantik itu dengan gerakan halus, seranya bibirnya berkata pelan dekat telinga Gita tanpa tersentuh.

"Apa kau mau aku melakukan hal alay seperti itu?" hembusan hangat nafas Rezi terasa dikulit telinga Gita.

Spontan Gita menolehkan wajahnya dan...

cup

Pipinya merasakan sesuatu yang aneh kenyal dan dingin sedang menempel, sesuatu yang baru, Gita terkejut mendapat kenyataan bahwa pipi nya baru saja di cium Rezi. Tepatnya tidak sengaja di cium, karena sejatinya Rezi hanya sesang berbisik.

Tatapan pun tak dapat dielakkan setelah kejadian beberapa detik berlalu, bola mata keduanya membulat bersamaan. Menandakan keterkejutan diantara keduanya. Kini wajah keduanya menjadi blushing.

Saling menunduk kemudian dan ada rasa bersalah pada hati masing masing. Kikuk menyerang keduannya, tanpa disadari Ross dan Mytha yang masih fokus pada Ainun dan Reza.

Apakah aku baru saja menciumya?

Apa aku baru saja memberikan pipiku untuk diciumnya?

Mereka berspekulasi menurut hati masing-masing, merutuki hal spontan yang baru saja terjadi. Rezi bahkan sampai lupa dengan pertanyaanya. dan sudah tidak memperdulikan jawabannya. Ia hanya merasa seperti seorang pencuri, ya.. pencuri pipi seorang gadis.

Gita yang masih kaget tapi tetap merespon pertanyaan Rezi, dengan wajahnya yang bersemu merah.

Aku harus menjawab apa? tidak? tapi aku juga wanita yang sangat suka diberi kejutan romantis. iya? rasanya memalukan sekali menjawab terus terang.

Gita hanya menggarukkan tangannya, menoleh sedikit ke arah Rezi, tapi ternyata pria itu sudah menjauh.

"Ainun Mudrikah Salimah... Maukah kau menjadi kekasih hidupku?"

Suara Reza terdengar tegas tapi lembut dengan mata yang penuh pengharapan menatap Ainun di depannya.

Tangannya mengulur kedepan, terdapat setangkai mawar merah bertengger manis diantara jari jemari Reza.

Ainun yang masih terperangah menatap Reza dengan tatapan tidak percaya. Apakah benar seorang reza mencintainya? setelah begitu banyaknya pertengkaran yang terjadi. aaaahhh... bukankah pertanyaan itu seharusnya untuk dirinya juga?

Ainun masih termangu, kemudian menoleh kebelakang memandangi sahabatnya satu persatu, wajahnya menunjukan ekspresi seperti meminta bantuan atau sekedar bertanya 'aku harus apa?'

Tidak ada jawaban. Hanya ada anggukan anggukan mantap deri ketiganya.

Ainun kembali menatap Reza yang masih tidak melepaskan pandangannya. Entah bagaimana terjadi, kepalanya mengangguk dan tersenyum ke arah Reza. Sungguh, ini pun adalah yang paling ia inginkan. Cintanya berbalas.

Seperti pungguk yang mendapati bulan tepat di depan nya. Reza menarik pinggang Ainun dan membawanya kedalam pelukan hangatnya.

Ainun masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, rasa bahagianya melampaui batas, sehingga rasanya ia tak lagi berpijak dan tubuhnya melayang jauh. Bahkan hanya terdiam saat Reza memeluknya erat, tiada membalas pelukan Reza.

Tepuk tangan riuh dan sorak sorai menyertakan adegan romantis Ainun dan Reza. Meski hanya beberapa orang saja, tapi rasanya sudah cukup menyadarkan dua insan yang sedang dimabuk cinta.

Ainun menarik tubuhnya melepaskan nya dari pelukan Reza, keduanya tersipu malu tapi terlihat sangat jelas pancaran kebahagiaan pada wajah keduanya. Reza memberikan Bunga yang belum sempat bersambut tadi, "Ini untukmu," ucapnya penuh penghayatan.

Ainun menerimanya dan menghirupnya dalam. Wangi bunga mawar yang membius, tidak sebanding dengan wangi cinta yang bersemayam dan tercipta dihatinya saat ini.

Tidak ada acara lagi setelah acara romantis tadi, karena Ainun harus segera pulang sebelum lewat jam sembilan. Mereka pun bersiap untuk pulang mengantarkan Ainun.

Ross yang tadi ikut berada dimobil Reza segera putar haluan masuk ke dalam mobil Rezi yang didalamnya sudah ada Gita dan Mytha.

" Wah wah... sepertinya aku harus duduk didepan, " dengan seringai liciknya Ross masuk kedalam mobil bersisian dengan Rezi.

Rezi menatap Gita lewat kaca, tatapan mereka bertemu dan langsung mengalihkan lagi tatapan mereka.

Ross yang merasa menang, hanya cengar cengir dan tersenyum genit pada Rezi, yang hanya membalasnya dengan tatapan dingin.

"kembaran kak Reza jutek banget siiih! tapi gak apa apa, gantengnya tetep sama kok, hihi" celetuk Ros dalam hatinya.

Tak tahu saja ada hati yang terserang panas dan cemburu, tapi segera ia hanya menghiraukannya, pandangnya mengarah ke jendela menatap gedung gedung berlarian.

Ainun dan Reza berjalan dengan bergandengan tangan, rasanya ia ingin selalu seperti ini. Ainun mengusap usap lengannya yang terkena hembusan angin malam, membuat nya sedikit kedinginan. Reza yang menyadari segera berlari ke mobil dan mengambilkan sebuh jaket miliknya.

Reza memakaikan jaketnya pada Ainun, nampak terlihat sangat kebesaran ditubuhnya, ia melipat bagian tangannya supaya terlihat pas.

Ainun yang masih belum mengucapkan sepatah kata pun sudah berada didalam mobil bersama dengan Reza disisinya. Reza mencoba mencairkan kecanggungan diantara mereka dengan bertanya sesuatu yang ringan. Reza yang terbiasa bercanda pun membawa suasana menghangat.

Suara tawa keras Ainun begitu merdu terdengar oleh Reza. Mungkin ini efek samping jatuh cinta, tawanya saja terdengar merdu, bahkan jika itu suara kentutnya pun juga akan terdengar merdu. hahaha. maaf kan author.

"Kamu adalah orang yang sangat spesial bagiku, dan akan terus menjadikan mu spesial pada saat apapun.." ucap Reza seraya tangan kiri nya menggenggam erat tangan kanan Ainun, mengecupnya kemudian. memberikan bekas rasa panas yang merasuk cepat ke dalam hatinya, membuat jantungnya berdebar sangat cepat. Ainun hanya mengangguk tersenyum menyiratkan bahwa ia percaya.

Mobil melaju sedikit cepat, memburu waktu untuk sampai tepat pada waktunya. Ainun sesekali menatap ke arah Reza yang sedang menyetir sambil bercerita apapun yang menurutnya sangat receh, tapi ia suka.

Sebuah motor Ninja hitam melesat membalap mobil yang di bawa Reza, membelokkannya dan berhenti di depanya beberapa meter.

Ciiittttttttt

Reza menginjak rem medadak membuat tubuhnya terhuyung sedikit kedepan. Ainun pun merasakan hal sama, mereka sama-sama terkejut.

Belum habis rasa terkejut diantara keduanya, sebuah ketukan dikaca Reza berhasil menyadarkan Reza.

Reza memperhtikan si pengetuk kaca mobilnya, seorang pria tinggi memakai jaket kulit hitam dan helm yang membungkus kepalanya menutup semua wajahnya.

tuk tuk tuk

kaca mobil diketuk untuk kedua kalinya, Ainun sudah merasa ketakutan, tapi Reza menenangkannya dan memerintahkan untuk tetap dididalam apapun yang terjadi.

"Aku akan keluar, sebentar."

Ainun mencekal tangan Reza dan menggelengkan kepalanya, wajahnya sudah semakin cemas, takut akan terjadi sesuatu padanya.

"Tidak apa apa, aku bisa mengatasinya, kamu tetaplah didalam, jangan keluar oke!" perintah Reza dengan suara lembut menenangkan gadis yang baru saja beberapa menit yang lalu menjadi kekasihnya. Ainun mengangguk, tapi kecemasan hatinya tidak bisa ia hilangkan.

Reza membuka pintu mobilnya, keluar berjalan ke arah pria misterius tadi. Nampak mereka seperti sedang bernegosiasi, atau tepatnya sedang perang mulut. Ainun tidka tahu pasti, ia hanya melihat raut wajah Reza yang memerah menandakan ia sedang tersulut emosi.

Tiba-tiba...

Suuutttt...

Tanpa diduga dan tanpa perlawanan, pria misterius tadi dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak bisa ditebak sudah menancapkan sebilah pisau tepat mengenai perut Reza.

Reza yang terkejut hanya bisa menahan sakit dengan tangan yang memegangi perutnya ia tersungkur. Mencoba berdiri dan menahan rasa sakit akibat tusukan tadi tapi tubuhnya dibuat limbung, pandangan matanya memudar menyisakan bayangan bayangan dan jerit tangis dan panggilan histeris yang dia ingat itu adalah Ainun yang diseret paksa dan dimasukkan kedalam mobil Van hitam tepat dibelakang mobilnya.

"REZAAAAAAAA!!"

"Rezaaaaa.... Apa yang kamu lakukan pada Rezaku.... Lepaskan aku!"

"Rezaaaaaaaa!!" teriakan Ainun menggema memenuhi jalanan yang lenggang. bahkan tidak ada satupun kendaraan yangvmelintasi

Tangan pria itu begitu kuat mencengkram lengan Ainun, menarik dan menyeretnya untuk memasuki sebuah mobil.

Ainun berteriak, mengucapkan sumpah serapah dan memukul tangan pria berotot itu. Tapi bukanya terlepas malah tangannya yang terasa sakit akibat menghantam legan keras itu.

Ainun menoleh kearah Reza yang sepertinya sudah mulai tidak sadarkan diri. "Brengsek!! siapa kaliaaaan!" Ainun masih berteriak

"Toooolloooooong...!" Ainun berteriak meminta tolong, tapi jalanan yang sepi tidak akan ada yang mungkin menolongnya.

"Rezaaaaaaaaa"Ainun masih memanggil manggil nama kekasihnya. Berharap ada keajaiban yang bisa membangunkannya dan menolongnya dari cengkraman pria kuat yang menyeretnya.

buuuggghh

Tubuh Ainun terhempas kedalam mobil, pria itu pun masuk kedalam. Ainun ketakutan begitu sangat ketakutan. Apalagi saat pria yang itu membuka helmnya, nampak wajah sangarnya menampilkan codetan di dahinya.

"Rud, turunlah! telepon Rumah sakit segera, dan pastikan pria malang itu mendapatkan perawatan. Dan segeralah pergi." perintahnya pada anak buahnya.

"Baik boss," jawabnya patuh.

"Ini ambillah, bawa motorku!" lanjutnya seraya melempar konci motor ke arah yang dia panggil Rud.

Ainun masih tercengang, mendapati segerombolan penculiknya ini masih perduli pada korbannya, sebenarnya mereka ini siapa?

Ainun yang berusaha membangkitkan keberaniannya, memberontak hendak keluar. Ia memukul menendang secara membabi buta, mendorong pria itu dengn kasar tapi tetap pria itu hanya diam tidak bergerak hanya matanya saja yang menatap tajam.

"Diam!!!" suara pria itu terdengar sangat sarkas, membuat Ainun beringsut ketakutan. Air matanya merembes deras tiada henti.

"Buka pintunya!! Aku mau keluar!"

"Diaaammm" Teriak pria itu membungkam Ainun, kini ia pasrah. Mungkin nanti ia akan mencoba melarikan diri tapi tidak untuk saat ini.

"Cepat jalan!" perintahnya kemudian. Mobil pun melaju kencang.

To be continue....

💮💮💮💮💮

Siapakah orang yang telah menculik Ainun?

Dapatkan jawabannya di up an selanjutnya...

Terima kasih banyak untuk klian semua yang masih setia membaca kisah Ainun dan Reza, semoga terhibur dan sukaaa....

Terima kasih juga untuk vote, like dan rate bintang limanya, selalu tinggalkan jejak juga ya di kolom komentar. semoga kalian tidak pernah bosan yaaa...

Salam bahagia luuuuvvv

Olive Sparkly

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!