Seorang anak perempuan yang baru lulus SMA bersedia untuk dijodohkan dengan laki - laki yang usia empat tahun diatasnya.
Laki - laki ini sudah memiliki seorang kekasih yang berada dalam kampus yang sama. Impian kekasihnya sangat tinggi sehingga membuatnya ditinggalkan pergi ke Iuar negeri.
Laki - laki yang patah hati ini menyetujui perjodohan yang diberikan orang tuanya tanpa mengetahui siapa perempuan yang dijodohkannya.
Orangtua mereka menyiapkan kencan buta untuk mereka. Mereka pergi ke restoran yang dianjurkan orangtuanya.
Yang sampai di restoran pertama kali adalah sang laki - laki.
"Kau.. tidak mungkin,"kata Doni berdiri dari tempat duduk
"Tidak mungkin.. Bagaimana bisa ?"jawab Ruri sambil menggeleng - gelengkan kepala
Untuk mengetahui kisah selanjutnya. Silahkan baca lebih lanjut. Saran dan Kritik yang membangun sangat dibutuhkan.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Taz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan Baru Buaya Darat
"Tante dengar kalian satu kampus,"kata mamanya Doni
"Iya tante,"jawab Ruri
"Berarti kalian sering ketemu dong,"lanjut mamanya Doni
"Jarang tante. Kami beda jurusan lagipula kak Doni lagi sibuk ngurus skripsinya. Iya bukan kak ?"tanya Ruri sambil menjelit ke arahnya
"Iya ma,"jawab Doni
"Sayang sekali yaa...,"kata mamanya Doni
"Apa maksud mama ini ? Mau menyuruhku jadi mahasiswa abadi,"bisik Doni
"Mungkin,"jawab Ruri yang mendengar perkataan Doni
Doni melirik ke arahnya.
"Bagaimana Ruri di kampus Don ?"tanya mamanya Ruri
"Ohh dia anaknya rajin, Tante. Dia sering ke perpus,"jawab Doni
"Doni perhatian juga dengan anak Tante,"kata mamanya Ruri senang
"Iya dong, Tante. Apa sihh ga untuk anak Tante,"lanjut Doni
Ruri yang baru ambil minuman langsung tersedak.
"Kenapa Ruri ?"tanya mamanya Doni cemas
"Ga apa-apa kok, Tante,"jawab Ruri
"Hati-hati dong minumnya,"kata Doni lembut
Ruri langsung melotot ke arahnya
"Hati-hati nanti bola matamu bisa lepas,"bisik Doni
Ruri tambah kesal. Ruri mencicipi semua jenis menu yang dihidangkan.
"Ehh elu makan kayak kesetanan,"bisik Doni heran
"Bukan urusan lu. Mulut-mulut gue,"bisik Ruri
****
"Hufthhh....akhirnya keluar juga dari rumah buaya,"bisik Ruri yang sudah kekeyangan
"Buaya...memang disini ada buaya ?"tanya mamanya Ruri yang berjalan di sampingnya mau menuju ke mobil.
"Bukan ma. Maksud Ruri pengen makan steak daging buaya,"jawab Ruri
"Steak daging buaya...serem amat,"lanjut mamanya Ruri
"Enak kok, mama mau ?"tanya Ruri
"Ga la nak,"jawab mamanya Ruri
"Kalau mau biar kukuliti itu buaya darat yang namanya Doni,"batin Ruri
****
Keesokan harinya di kampus, rombongan Ruri parkir di tempat biasanya.
Mereka semua terlihat letih seperti habis lari maraton.
Mereka datang terlambat ke kampus gara-gara Ria untung mata kuliahnya diundur.
Ria memiliki rumah yang paling dekat dengan kampus jadi dijemput paling akhir.
Saat menjemputnya, Ria langsung berlari ke arah mereka dengan muka yang panik
"Bantuin gue dong,"kata Ria memelas
"Bantuin apa ?"tanya Ruri agak cemas
"Anjing gue ...,"jawab Ria panik
"Ada apa dengan somay ?"tanya Dita
"Somay...somay..kenapa ga batagor aja sekalian..namanya itu soma,"sewot Ria
"Iya deh..maaf...ada apa dengan soma ?"tanya Rindu
Ria melihat soma sembunyi di balik pot.
"Nahh ituu dia..kejarrr..ayok cepet,"teriak Ria
Mereka awalnya bingung akhirnya nurut aja.
"Ada apa sihh ?"tanya Ruri
"Dia nyolong sepatu gue yang mau gue pake hari ini,"jawab Ria
"Riaaaaa,"teriak Ruri langsung berhenti mengejar
"Gue la ngos-ngosan cuma gara-gara sepatu,"kata Rindu kesal
"Sepatuu...tenang gue akan bantu lu,"kata Dita yang selalu semangat jika membahas soal sepatu.
"Mereka itu memang benar-benar aneh,"kata Rindu
"Ahh gue ga ngerti juga...waktu pembagian jatah otak..mungkin mereka yang paling akhir jadi pikiran simpel banget,"jawab Ruri
Ria dan Dita yang masih sibuk mengejar anjing pudel itu yang menggigit sepatu Ria. Mereka naik ke lantai dua turun lagi kemudian naik lagi.
Ruri lihat jam di tangannya.
"Lu hubungi keting dehh,"kata Ruri
"Keriting,"jawab Rindu
"Nahh iniii nihh..dua aneh satunya lagi budek..keting..keting..ketua tingkat,"lanjut Ruri emosi
"Sorry deh,"kata Rindu
"Tanyain dosen la masuk atau belum,"ujar Ruri
Rindu langsung menghubungi mas Jono.
****
Ruri benar-benar kehabisan energi hari ini. Mereka akhirnya nongkrong di kantin kampus untuk sekedar minum teh manis.
Ruri melihat rombongan Doni mengejar salah satu dosen perempuan.
Mereka sepertinya sedang membujuk dosen itu dan sepertinya berhasil. Muka mereka terlihat ceria.
"Warning..buaya darat sedang menuju ke sini,"kata Ruri
"Siapa...siapa ?"tanya Ria
"Itu...arah jam 12,"jawab Ruri
"Benerr tuhh..lu siap,"kata Rindu
"Biasa aja,"jawab Dita
Sekali author mo nyampein kabar baek.
Kalo Perjodohan untuk Ruri ada lanjutannya...
Namanya Perjodohon Untuk Ruri 2 yanh masih setia di Noveltoon.
Author berharap kalian akan suka dengan ceritanya lanjutan ....
Sekali author ucapin terima kasih karena masih sukaa dengan karya ini.
😘😘😘
Hanya mau memberitahukan Perjodohan Untuk Ruri 2 akan segera kembali awal November ini.
Di cerita ini bukan hanya menceritakan konflik asmara tokoh utama dengan masa lalu maupun keluarga mereka tetapi juga membahas mengenai konflik ketiga temannya.
Semua pertanyaan yang terasa menggantung di Perjodohan Untuk Ruri akan terjawab di Perjodohan Untuk Ruri 2.
Walaupun sepertinya ini janji yang sulit untuk Perjodohan Untuk Ruri 2 .... 1 bab 1 hari. (Ga bisa ditarik lagi sudah diucapkan hufffttthh)
Mohon ditunggunya.
Seee youuuu
Semangaat🆙😍
Semangaat 🆙😍
Salken...
Mampir di novelku ya
GADIS TIGA KARAKTER
jngn lma kma kak up ny ketutup nnti asyik ny gara gara lupa alur nya