waktu Update :
Selasa & Jumat
Pukul : 20.00 Wib
Kisah, dua sejoli yang berbeda generasi, seorang guru yang jatuh cinta pada sang murid,
Sang guru, sangat sabar memendam perasaan terhadap muridnya, karna sang Guru tidak ingin merusak masa-masa indah yang katanya indah pada saat SMA, meskipun pada akhirnya mereka dekat, tetap saja sang Guru, menyimpan rapat perasaanya, sampai suatu saat si murid pun menyadarinya.
Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka?,
Penasaran?, silahkan membaca😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 Molen Semen
Penerimaan raport kenaikan kelas...
"mom, aku dapat peringkat berapa?? " tanya Cici penasaran.
"anak mommy masih setia di peringkat 1pertahankan sayang!" ujar Airin memeluk putrinya bangga.
"siap mommmm!" jawab Cici
Disisi lain...
"kenapa dapat peringkat 5?? Mamah udah bilang jangan keluyuran belajar yang rajin!" terdengar suara ibu-ibu mengomel dengan anaknya.
Cici dan Airin menegok kebelakang.
"itu Rika kan Ci??" tanya Airin pada anaknya.
"iya mah, kita kesana yuk!" ajak cici.
"Rika, kamu dapat peringkat berapa??" tanya Cici
"Rika dapat peringkat 5 ci, nggak ada kemajuan sama sekali!,nggak pernah belajar!"ujar Meriska mama Rika mengomel.
"jeng, bisa peringkat 5 di sekolah ini itu sudah sangat bagus jeng,semua murid di sini sangat luar biasa, bahkan jika mendapat peringkat 10 pun juga termasuk anak genius di sini!" ujar Airin, mencoba meredakan emosi Meriska.
"iya sih jeng tapi saya juga pingin dia ada peningkatan!" ujar Meriska kesal,
" Boleh, jeng tapi jangan terlalu memaksakan takutnya anak kita tertekan, dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji nantinya, berapapun hasilnya kita harus menghargainya karna itu benar-benar hasil murni kinerja anak kita! " ujar Airin
"iyalah jeng,...!" jawab Meriska cuek.
"Rika sudah bekerja keras! Rika hebat!" ujar Airin menyemangati Rika.
"yea makasih tante!" jawab Rika senang.
"Cici peringkat berapa jeng?" tanya Meriska penasaran,ibu sesantai ini anaknya mendapat peringkat berapa.
"mah, Rika dapat peringkat 1 lah, itu jangan ditanya lagi!" sahut Rika.
"seharusnya kamu belajar dari Cici, bagaimana dia bisa peringkat 1!" ujar Meriska.
" mah, Rika sudah belajar sama Cici setiap waktu, ya memang kemampuan Rika hanya di peringkat 5, mamah berhentilah mengomel itu membuat Rika tidak tahan, Rika ingin punya mamah seperti Cici, tidak pernah memaksakan kehendak anaknya!,slalu ada waktu untuk anaknya,slalu menghargai jeri payah anaknya!,jika mamah malu punya anak seperti Rika, ya sudah Rika akan pergi!" ujar Rika yang sudah tak tahan dengan mamahnya yang harus begini begitu.
Rika berlari keluar gerbang sekolah,..Cici segera berlari mengejar Rika.
Mamah Rika memang slalu begitu, maklum wanita sosialita, dia sudah tidak terkejut dengan tingkah anaknya yang suka kabur karna diomeli, dia tahu kakaknya akan berhasil membujuknya pulang.
"Ya,udah jeng saya duluan ya..!" pamit Meriska tanpa rasa bersalah.
Airin hanya mengelus dada melihat perlakuan Meriska terhadap anaknya.
Astaga, kenapa ada ibu yang seperti itu, rasanya sungguh inginku tonjok sampai giginya rontok!!,keceriaan Rika ternyata hanya sebuah topeng untuk menutupi semua tekanan mamahnya.
Semoga Cici bisa mengejar dan menghibur Rika ...
"Rika, tunggu!!!"Cici masih setia mengejar sahabatnya.
Rika segera naik bus, Cici juga ikut menaiki bus dan duduk di sebelah Rika.
"kenapa kau mengajakku lari maraton siang-siang begini?" tanya Cici yang terngah-engah karna berlari.
"maaf!" jawab Rika singkat dan menyandarkan kepalanya di pundak Cici.
"siapa yang mau memaafkanmu? ,lihatlah Rokku robek karna tersangkut pinggiran besi di halte saat mengejarmu naik bus!" ujar Cici menunjukan roknya.
"puffffffft maaf maaf hahhahahaha!" Rika tertawa melihat Rok sahabatnya terbelah menjadi 2
"sudah puas tertawanya??aku menanggung malu demi siapa ini??,kau tidak lihat orang-orang dihalte menertawakanku!" ujar Cici kesal
"Cici, kau memang sahabatku kau orang yang paling kucintai setelah Brotherku!" ujar Rika memeluk sahabatnya.
"Ya, jadi jangan bersedih lagi,setelah ini kau harus semangat!!"ucap cici memberi semangat sahabatnya.
"ya aku semangat!" jawab Rika semangat
"Lalu bagaimana aku turun dari bus dengan rok sexy ini?"tanya Cici bingung.
"aku akan membelikanmu baju ganti nanti, lagian itu sudah tidak akan kita pakai di kelas 11!" ujar Rika mengeluarkan Jaketnya dan menutupkan pada Rok Cici.
"ikatlah di pinggang untuk menutupi bagian yang robek!" ujar Rika
" terimakasih Rika, kita turun halte di depan ya?! Kita beli pakaian ganti!" ajak Cici
"Ya, baiklah!,sebenernya aku tidak terbiasa menggunakan baju sekali pakai itu!,tapi sahabatku sangat menyukai baju seperti itu!,jadi aku akan membiasakan diri." Ujar Rika.
"belajarlah, tidak memandang merk dan harga...baju bisa dikatakan berkualitas,itu tergantung pemakainya!, kalaupun kita mampu membeli baju mahal seperti yg digunakan para artis terkenal itu, jika kita yang memakainya tetap aja orang akan mengira KW nya meskipun itu asli, lain lagi kalau artis yang pakai baju sekali pakai yang seperti kita gunakan, orang pasti akan mengira itu bermerk dan mahal sekalipun pakai daster! "
"wah, Cici kau ini kenapa pandai sekali, bagaimana jika kita ketempat anak asuh kak Grenn dan mengajak mereka berbelanja pakaian di situ!, mereka bisa membeli banyak pakaian yang mereka suka!" ujar Rika bersemangat.
"oh, itu ide bagus Rika!" jawab Cici yang juga semangat.
" Kita turun dari halte dan langsung pesan gocar ya?!"
"apa tidak sebaiknya aku beli baju dulu ? Ini tidak nyaman!"
" tahanlah, masak iya kita bolak balik?" jawab Rika.
Astaga, dia memang Rika?,baiklah yang penting dia tidak sedih lagi....
Mereka turun di halte bus kemudian memesan Gocar,
Tak lama kemudia gocar pun tiba, mereka segera masuk mobil dan menuju rumah Anak asuh Grenn.
30menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah anak Asuh Gren.
Tapi didepan Rumah terparkir mobil milik Alif, rupanya Alif juga datang mengunjungi anak-anak.
"Guru rupanya juga datang!" ujar Cici.
"itu bagus, kita ada transportasi untuk ke toko pakaian!" ujar Rika memanfaatkan keadaan.
Mereka segera masuk kedalam rumah, anak-anak terlihat girang menyambut cici dan Rika.
"kakak,kakak,kakak,kakak" teriak girang anak-anak mengerumuni Cici dan Rika.
Alif memperhatikan,sepertinya ada yang tidak nyaman dengan Cici.
Karna dilihat sedari tadi Cici memegangi jaket yang terikat dipinggangnya,seakan takut terlepas.
Alif menarik Cici dari kerumunan anak-anak.
"apa yang terjadi,apa kau habis terjatuh??" tanya Alif khawatir, anak-anak berhenti berteriak saat mendengar pertanyaan Alif ke Cici,anak-anak memandang ke arah Cici.
"tidak Guru,ini karna tersangkut sesuatu saat akan naik Bus tadi!" jawab Cici sambil memegangi jaketnya.
"iya Guru, sebaiknya kita pergi membeli baju ganti untuk Cici!,sekalian ajak anak-anak!" ujar Rika.
"Baiklah, kita pergi membeli baju!" ujar Alif menyetujui ajakan Rika.
"Hore baju baru!!!" Semua anak teriak kegirangan.
Mereka satu persatu masuk kedalam mobil Alif ,...
"ini sepertinya tidak Cukup bisakah memesan 1 armada untuk sisanya Rik?" tanya Alif.
"okey Guru, Rika pesan sekarang!" jawab Rika.
Tak lama kemudian datanglah mobil pesanan Rika anak-anak segera masuk ke dalam mobil bersama Rika,
"pak ayok jalan!" pinta Rika.
Mereka melaju menuju toko pakaian yang biasa Cici datangi, anak-anak sangat gembira memasuki toko pakaian, meskipun tidak bermerk tapi anak-anak sangat menyukainya.
"kalian pilih 3 pasang baju deh terserah!" pinta Rika.
Anak-anak segera memilih baju dengan Riang,Cici juga memiloh baju untuk Ganti dan segera ke kamar Pas.
Setelah di rasa Cocok Cici keluar dan membayarnya.namun ternyata Alif sudah berdiri di depan kasir.
"itu biar aku yang bayar!" ujar Alif,Alif menyerahkan kartu pada kasir.
"guru, jangan Cici bayar sendiri saja!" ujar Cici mengeluarkan mastercardnya.
"sudah pakai itu saja!" ujar Alif menyodorkan kartunya.
"guru bagaimana sekalian punya Rika?" tanya rika menyodorkan baju.
"boleh..." jawab Alif.
"bukanya tadi ada yang berjanji akan mengganti rugi bajuku?kenapa malah minta dibayari!" ujar Cici menyindir.
"oh, ya siapa tadi yang berjanji? Sangat tidak menepati janji!" ujar Rika nyengir ke Cici.
"ituh, tadi temenku yang diomelin mamanya karna peringkat 5 !sungguh payah!" ujar Cici kesal.
"Cici jangan begitu, dompetku tertinggal, aku hanya membawa uang sisa saku kemarin dijaketku! Hehheh" ujar Rika
"bagus tahu gitu aku tidak mengejarmu,biar saja jadi gelandangan!" ujar Cici
"Cici bukan orang sejahat itu!, Guru terimaksih!" ujar Rika
Alif mengangguk.
" terimakasih guru!" ujar Cici juga berterimaksih.
"hmmmm" jawab Alif ,Cici melihat anak-anak yang bersemangat memilih baju, dan Rika juga sibuk membantu beberapa anak memilih baju yang cocok,
Tapi Cici melihat Nizar hanya diam memperhatikan teman-temanya memilih pakaian.
Cic menghampiri Nizar ,Alif mengikuti Cici.
"Nizar kenapa tidak memilih pakaian?" tanya Cici pada Nizar
"kakak, Nizar tidak pernah cukup memakai baju ukuran anak-anak, Nizar biasa memakai ukuran orang dewasa, Nizar tidak pernah bisa pakai baju keren seperti teman-teman yang Lain!" ujar Nizar dengan raut wajah sedih.
"oh, berapa ukuran baju dewasa yang biasa kau pakai nak?" tanya Alif.
"Nizar biasa memakai yang XL, itupun agak sesak!"jawab Nizar.
"waduh, paman saja pakai ukuran L nak!" ujar Alif membandingkan
Nizzar hanya menunduk.
Alif mengusap kepala Nizar,
"setelah teman-temanmu selesai memilih pakaian, paman akan membawamu ke rumah paman nanti!" ujar Alif
"memang di rumah paman ada baju keren seukuran Nizar??" tanya Nizar penuh harap.
"tidak,tapi ibu paman akan membuatkan banyak pakaian keren untuk Nizzar!" ujar Alif.
"benarkah??" tanya Nizzar.
"iya, nanti ikutlah paman pulang!" ajak Alif.
"Yea...akhirnya Nizzar memakai baju keren seperti yang lain!" ujar nizzar kegirangan melompat-lompat.
"hentikan nak, toko ini bisa rubuh!" ujar Alif menggoda Nizzar.
"paman kau ini kejam sekali!" ujar Nizzar cemberut.
"hahahhaha, lain kali kita olahraga bersama bagaimana?"ujar Alif bertanya.
"aku tidak suka olah raga paman!,itu melelahkan!" ujar Nizzar.
"biar melelahkan itu menyehatkan tahu!" sahut Cici.
"Ya, lihat badanmu itu nak, udah seperti molen semen!" ujar Alif meledek.
"Guru, kau keterlaluan sekali!" ujar Cici pada Alif menahan tawa.
"Biar saja, nyatanya banyak wanita yang mecubit gemas pipiku ini, jika kurus seperti paman bagian mana yang bisa dicubit gemas!" ujar nizzar percaya diri.
" ahahhahahahahhaah" Cici tertawa lepas .
"wah, mulutmu sangat pedas nak!, sinih aku ingin mencubit pipimu yang menggemaskan itu!" ujar Alif mendekat ke Nizzar.
Nizzar segera bersembunyi di belakang Cici.
Author
Kemarin ada yang minta up banyak...
Author usahain yea?
Like dan komenya yuk...
Boleh juga vote😊