NovelToon NovelToon
Setelah Kehilangan

Setelah Kehilangan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Poligami / Tamat
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: sri ratna puspita

Talakku jatuh karna kesalahanku sendiri, namun dengan egoisnya aku masih menahan neira agar tetap selalu berada di sisiku.

Aku berkubang dalam genangan dosa, berzinah dengan istriku sendiri saat talakku telah jatuh tanpa sepengetahuan neira.

"Maafkan abang neira, sanggup abang lakukan apapun termasuk menanggung dosa besar hanya agar kamu tak pergi dari hidup abang. " Batinku menatap neira yang tertidur pulas, setelah kami kembali berhubungan suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri ratna puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab sk 20

Pov neira

Aku pulang ke apartemen dengan sejuta kegundahan di hatiku, setelah dokter menyatakan bahwa aku hamil rasanya aku sudah tidak bisa berfikir lagi.

Mengapa aku justru hamil saat seperti ini, mengapa tuhan terus memberiku ujian yang bertubi-tubi, belum hilang rasa sakitku akibat perceraian yang harus terjadi, kini tuhan malah menitipkan benih dalam rahimku saat bang ryan sudah memiliki kehidupan lain.

Ku hempaskan tubuhku di atas kasur. Ku elus pelan perutku yang nampak masih rata, aku tidak boleh menyerah bagaimanapun anak ini adalah anugrah, aku akan menjaga nya sekuat dan semampuku.

Aku mengambil ponselku yang masih berada di dalam tas, ku tekan nomor Amar di sana dan menghubungi nya. Ya, aku memutuskan untuk kembali menghubungi sahabat ku tersebut, saat ini sudah tidak ada alasan bagiku untuk menghindarinya bukan? Aku tidak perlu lagi menjaga perasaan suamiku.

Setelah sambungan telepon terhubung ku minta Amar untuk bertemu, meski dari suaranya dia terdengar sedikit terkejut namun seperti biasa Amar tidak akan pernah menolak permintaan ku.

"Sebenarnya kemana kamu selama hampir 2 minggu ini ra, nomormu tidak lagi aktif, dan saat terakhir aku kerumahmu betapa terkejutnya aku saat mendapat kabar dari ryan bahwa kamu sudah tidak tinggal di rumah itu lagi, jelaskan ra"

Ucap Amar memberondong ku dengan sejuta pertanyaan, ternyata tanpa aku tahu Amar pernah datang kerumahku.

" Seperti yang kamu dengar mar, aku sudah tidak tinggal di rumah itu lagi, rumah itu sudah bukan tempatku untuk pulang lagi, sudah ada ratu baru disana mar, aku tersingkirkan. "

Tak bisa lagi ku bendung air mataku, sekian lama aku bersahabat dengan Amar tidak sekalipun aku menceritakan perihal rumah tanggaku padanya dengan alasan karna itu bukan lah konsumsi orang luar, cukup aku dan bang ryan yang tahu. Namun hal itu kini sudah tak mampu ku lakukan, ingin segera ku tumpahkan semua bebanku saat ini di hadapan Amar.

Lelaki itu masih diam, membiarkan ku mengeluarkan sisa air mataku yang terbendung.

"Bang ryan sudah menikah lagi, aku yang menikahkannya dengan nafisya, wanita yang menjabat sebagai sekretaris nya di kantor, kamu tahu sebabnya Amar? "

Amar hanya menggeleng pelan, tidak ingin memotong ucapan ku, mungkin Amar tahu saat ini aku hanya butuh pendengar.

"Wanita itu hamil, anak dari suamiku, mereka telah berhubungan layaknya suami istri saat aku sedang bekerja, meski dengan dalih bang ryan sedang mabuk namun bagiku itu tetaplah sebuah kesalahan besar"

"Dan yang lebih parahnya lagi, dia melakukan nya setelah membuat perjanjian denganku, dia membuat perjanjian atas dasar cemburu padamu, dengan isi perjanjian bahwa jika salah satu di antara kami berani berkhianat sengaja atau tanpa sengaja jatuhlah talak di pernikahan kami, setelah ia membuat perjanjian itu justru dia sendiri yang melanggar nya Amar, dan dengan kejamnya dia tetap meminta haknya sebagai suami kepadaku seminggu lamanya semenjak hubungan kotor yang dia lakukan. "

"Dia menjebakku dalam hubungan dosa yang aku sendiri tidak sadari Amar, bukankah lelaki itu begitu jahat padaku? "

Aku kembali menangis entah kenapa di hadapan Amar aku seperti menjadi seorang adik yang menangis di hadapan kakak laki-laki nya. Ada rasa nyaman yang kurasa saat bersama dia bukan dalam artian sebagai wanita Dan pria, namun lebih ke pada rasa sayang nya sebagai keluarga .Tatapan Amar selalu hangat padaku. Padahal aku yang sudah tega memintanya untuk

Menjauh demi bang ryan, namun tidak pernah sekalipun ia menaruh rasa kecewa padaku ataupun pergi meninggalkan ku.

Setelah beberapa saat Amar membiarkan ku menumpahkan airmata, barulah dia mulai bersuara.

"Habiskan air matamu saat ini, dan setelah ini jangan lagi menangis untuk orang lain, aku sungguh tidak sanggup melihatmu menangis, kamu tidak sendirian mengapa kamu begitu putus asa? "

"Katakan kamu ingin aku melakukan apa, untuk membuat mu merasa lebih baik? "

Ucapan Amar di akhiri dengan sebuah pertanyaan. Aku masih diam memandang kosong ke arah jendela cafe tempat kami bertemu. Aku sengaja mengambil kurai pojok agar lebih leluasa berbicara dengan Amar.

"Nikahi aku, kurasa selain mendiang ayah tidak ada lagi laki-laki yang bisa ku percaya di dunia ini selain kamu"

Ucapku lirih namun aku yakin Amar masih bisa mendengar nya. Ku alihkan pandangan ku kini menghadap Amar. Nampak raut wajah Amar begitu terkejut mendengar ucapanku, dia diam sembari menatap lekat gelas berisi minuman yang berada di depannya.

"Kamu yakin dengan itu kamu akan bahagia, kamu tidak akan menangis lagi"

Tiba2 saja ucapan Amar membuatku tertegun, aku tidak berharap reaksi apa2 dari Amar, bukan aku tidak tahu bahwa saat ini dia sudah punya tunangan, aku hanya berkata asal yang terlintas di kepalaku.

"Jika kamu yakin baiklah, mari kita menikah"

Ucap Amar lagi, yang semakin membuatku terkejut, mataku membulat nafasku tercekat, bagaimana bisa ia dengan mudah menyetujui ide konyolku bahkan saat ini ia tidak memikirkan perasaan arsyila.

"Kamu fikir aku benar-benar akan memintamu seperti itu, aku bukan perusak hubungan orang lain Amar, bagaimana bisa kamu dengan enteng menyetujui permintaan ku, bagaimana dengan arsyila, gadis itu terlalu baik untuk di sakiti."

"Haha, justru karna aku tahu bahwa kamu tidak akan benar-benar memintaku melakukan itu makanya aku menyetujuinya, kamu bahkan tidak tega menyakiti seekor binatang apalagi hati orang lain"

Ucapan Amar membuatku seketika merasa lega, namun di hadapannya aku mencebikkan bibirku kemudian kembali mengalihkan pandangan ke luar jendela.

"Jadi bagaimana, sudah merasa lebih tenang? "

Tanya Amar kemudian, setelah beberapa saat kami sama2 terdiam.

"Ia, sekarang aku sudah bisa berfikir jernih, aku akan resign dari tempat kerja ku dan pulang ke rumah ibu, aku akan membuka usaha di sana dan membesarkan anakku bersama ibu"

Mendengar penuturanku seperti nya membuat Amar lagi2 merasa terkejut.

"Anak... Jadi kamu hamil, bagaimana bisa ryan membiarkan mu pergi dengan kondisi begini ra? "

"Bang ryan tidak tahu aku hamil Amar, dan ku mohon oadamu jangan beritahu pada nya, aku ingin hidup tenang, biarkan dia juga hidup dengan keluarga barunya. "

"Kamu yakin? "

"Aku yakin... Aku pasti bisa"

Aku mengangguk mantap sembari menatap kedua mata Amar l, Amarpun akhir nya setuju. Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di cafe aku pun pamit pulang, namun dengan cepat Amar memaksa untuk mengantarku, aku hanya mengangguk setuju.

"Kapan kamu akan kembali ke kampung? "

"Setelah akta ceraiku resmi keluar, setelah itu aku akan benar-benar meninggalkan kota ini."

Setelah menjawab, aku turun dari mobil Amar dan menutuo pintunya. Terlihat Amar pun ikut turun.

"Kabari jika kamu akan berangkat, aku yang akan mengantarmu bersama arsyila, aku tidak menerima penolakan. "

Amar kembali menaiki mobilnya dan berlalu cepat dari hadapanku.

Ku hembuskan nafas pelan kemudian berjalan gontai memasuki apartemen ku.

Semoga keputusan yang akan aku ambil ini sudah tepat, aku yakin saat ini bang ryan sudah bahagia bersama kehidupan barunya, aku pun begitu aku akan berusaha menata kembali kehidupan ku, kini bersama buah hati ku yang belum sempat di ketahui keberadaan nya oleh ayahnya sendiri.

Sesampainya di kamar, ku hempaskan pelan tubuhku di atas tempat tidur, rasa lelah membuatku dengan cepat terlelap.

1
aqil siroj
kerrennn thor 👍👍👍
sri ratna puspita: Terima kasih atas dukungan 🙏😊
total 1 replies
Sumar Sutinah
maka y nafisya harus banyak bersukur, d baikin sm neira malah mau jahatim, terima aj nasibmu
aqil siroj
nah lohhh.... jadi boomerang buat dia sendiri kan
Shafia Zahara
Neira jgn mau balikan ama ryan Author, enak aja udh enak selingkuh trus mau minta rujuk. buat ryan hancur dlu thor 🤭😁 🙏🏻
Cookies
bagus
aqil siroj
uhhh.... yok lanjut thor....
aqil siroj
gak sabar nunggu besokkk
aqil siroj
yupppp semangat up thor
Sulastri Oke86
lanjut terus kak
aqil siroj
semoga saja ryan tau akal bulus si fisya...semoga nei bisa bahagia ya
aqil siroj
seauatu yg dimulai dg jlan yg gak bener pasti akhirnya juga gak bener, emang syetan ini si fisya
Sumar Sutinah
dasar pelakor, g tau terima kasih, coba dl klw tdk d nikahkan sm neira km mau jd apa, dia yg menggoda suami orang, ksh dia karma thor gemees aq
Sumar Sutinah
knp neira harus menderita, sedangkan nafisya enak d maafkan, dn d terima sm orang tua ryan kecewaaa.....bangett 😱😱😱
aqil siroj
si fisya gak sadar diri banget ya... bandingin dirinya dan nei oeeehhhh malik teiak maling dia...wanita terhormat gak akan ngebuka selangkangannya dg cuma" saat laki"nya gak sadar...
gila apa dia ngatain si nei jablay...
huh dibuang si ryannn kapokkk dia...
gregetan banget
Anna Kusbandiana
anak satu bapak lain ibu, tetap saudara kandung kan ya....

kalo satu ibu lain bapak baru saudara tiri, gitu kali ya
sri ratna puspita: iya benar kka, hanya disini yang terima kado adalah nafisya makanya tertulis anak tiri. Terima kasih sudah mampir di cerita saya ☺🙏
total 1 replies
Yoeni Menil
kenapa harus pelakor yg menang thor
aqil siroj
kerrennnn
aqil siroj
next....
aqil siroj
next thor... belum tau aja dia si nei punya anak juga
Sulastri Oke86
lanjut lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!