Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Di sisi lain Devan terus menatapku dari kejauhan mungkin dia masih merasakan bahwa aku Fiona meskipun wajahku berbeda.
"Devan, kenapa tadi kamu tidak sopan?" ucap direkturnya
"Saya minta maaf Pak, hanya saja saya pikir wanita itu Bu Fiona" jawab Devan sambil berekspresi sedih
"Sampai kapan kamu terus memikirkan orang yang sudah meninggal?"
"Saya hanya masih belum percaya Bu Fiona meninggal Pak!"
"Sudah..sudah.. disini kita harus bersikap baik dan jangan berlarut dalam kesedihan, saya pergi dulu ke sebelah sana" ucap direkturnya sambil menepuk pundak Devan
Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi aku bisa melihat ekspresi Devan yang sedang sedih.
Meskipun aku sangat ingin menemuinya dan mengungkapkan identitas ku yang sebenarnya tapi apa dia akan percaya, ucapan yang seperti omong kosong.
Dengan wajah Alexa, siapa yang akan percaya.
"Devan, aku adalah Fiona"
"Haha...konyol, mana mungkin ada yang percaya kalau tiba-tiba aku mengaku sebagai Fiona"
"Sudahlah biarkan saja dia seperti itu toh aku bukan orang yang penting untuknya, tapi aku cukup bangga setelah tahu dia yang menggantikan posisiku di kantor"
Dalam benakku terlintas perkataan seperti itu dan ternyata aku tidak bisa mengontrol ekspresi ku yang mentertawakan diriku sendiri.
"Pffftt.."
"Nyonya kenapa?" ucap Max yang melihat ku hampir tertawa
"Ah, aku sedang memikirkan hal lain"
Tanpa Rafael di sisiku rasanya sangat membosankan meskipun ada Max tapi itu bukan yang ku inginkan.
"Max!"
"Sudah berapa lama kamu bekerja dengan Rafael?"
"Hampir 10 tahun"
"Wah, lama juga ya, apa kamu nggak ada rencana untuk menikah?"
"Eum.. saya tidak ada pemikiran untuk menikah" ucap Max yang terkejut dan berekspresi sedikit malu
"Kenapa? kamu kan tampan lalu kamu.."
Ekspresi Max berubah seperti ketakutan padahal aku belum selesai bicara dan melihat ke arah lain.
"Kamu apa!" ucap Rafael di belakang ku dengan ekspresi marah
"Rafael?"
Rasanya aku seperti tertangkap sedang selingkuh jika melihat Rafael marah kemudian aku langsung memeluknya dan berusaha membuatnya tidak marah.
"Suamiku...kenapa lama sekali?" ucapku sambil bersikap imut
"Bukannya kamu sedang bersenang-senang dengan pria lain?" jawab Rafael yang masih marah
"Aku cuma bertanya tentang Max, mana bisa aku bersenang-senang dengan pria lain kalau suamiku sangat tampan seperti ini"
Rafael masih memasang ekspresi yang kesal meski aku sudah berusaha membuatnya tidak marah lagi.
"Tapi kamu memuji Max tampan!"
"Haha.. kapan aku seperti itu? gak kan Max? yang paling tampan itu cuma suamiku seorang"
Akhirnya aku mencoba mengelak dan terus memujinya hingga ekspresinya mulai berubah meski dia menahan senyumnya.
"Suamiku yang paling tampan, apa kamu mau membuat istrimu lelah? aku menunggu cukup lama hingga bosan nggak ada kamu, SUAMIKU YANG PALING TAMPAN"
"Hmm.. karena istriku yang sangat cantik ini sudah sangat merindukan suaminya padahal hanya di tinggal sebentar" sambil tersenyum menatapku
"Apa lebih baik kita pulang sekarang dan.." sambil berbisik
Tindakan Rafael selalu mengejutkanku seketika itu pun aku langsung mengerti apa yang sedang dia pikirkan.
Di saat kami sedang berbincang sepertinya Devan masih memperhatikan ke arahku.
Tapi semua itu tidak ku pikirkan karena sekarang aku adalah Alexa bukan Fiona.
Tidak sengaja bertemu Devan yang tidak memiliki hubungan dekat denganku saja membuatku gentar dan hampir menangis apalagi jika aku bertemu dengan Belinda dan keluarga ku.
"Sayang, kamu kenapa?" ucap Rafael yang melihatku terdiam sejenak
"Ah, nggak sayang aku hanya lelah"
"Apa mau ku gendong aja?" ucap Rafael dengan santainya
Terkadang aku sempat berfikir apa Rafael itu memang pintar menggoda atau memang dia sengaja memprovokasi ku.
"Jangan bercanda! banyak orang yang memperhatikan kita"
"Baiklah, berarti kalau hanya ada kita berdua, istriku mau?" ucap Rafael berbisik
"Haaa.. sudah jangan menggodaku terus" sambil berjalan lebih dulu
Jika di teruskan percakapan itu akhirnya tidak akan berakhir dengan ucapan saja yang ada aku benar-benar di bawa pulang saat itu juga.
Di balik sikapnya yang terlihat hangat dan sangat memperlakukan ku dengan baik tampaknya Rafael sedang menyembunyikan sesuatu.
Apalagi saat aku melihat dia bersama Max dan sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting tapi di saat aku berbalik mereka berekspresi biasa saja dan tersenyum.
Hari itu adalah pengalaman pertama ku menghadiri acara besar dan menjadi tamu kehormatan di acara tersebut.
Suasana di acara yang ramai ini berubah menjadi menegangkan dimana orang-orang berlarian seperti ada hal yang berbahaya.
"Kyaaa.."
"Cepat lari.."
"Aaaa.."
Beberapa orang berteriak dan berusaha mencari jalan untuk keluar sedangkan aku merasa bingung karena Rafael berada di belakang ku.
"Alexa!"
Rafael berteriak ke arahku dan langsung berlari ke arahku.
Tetapi di depanku ada beberapa orang menuju ke arahku dengan sangat cepat.
Aku langsung berbalik dan berusaha lari ke arah Rafael dan dia pun akhirnya bisa meraih tanganku dan membawaku bersembunyi di sebuah ruangan.
"Alexa, kamu tunggu di sini dan jangan keluar sebelum aku kembali"
"Tapi Rafael kenapa kamu nggak disini aja"
"Tidak ada waktu lagi, cepat sembunyi" sambil mendorongku ke bawah ranjang untuk bersembunyi
Krieet..
Brak..
Rafael langsung berlari dan keluar dari ruangan itu sedangkan aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi sepertinya ini sangat berbahaya.
"Kenapa Rafael nggak sembunyi aja kalau memang di luar berbahaya?"
Itulah yang ada dalam benakku tapi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah bersembunyi.
Di ruangan ini aku tidak mendengar apapun dan menjadikan ruangan ini terasa sangat sunyi.
Krieet..
Tiba-tiba ada yang membuka pintu tapi aku melihat dari bawah itu bukan Rafael.
Tap.. Tap..Tap..
Dia melangkah dengan pelan dan menyusuri ruangan ini.
"Alexa?" ucap orang itu dengan pelan
Rupanya itu suara seorang pria yang mengenalku dan sepertinya dia sedang mencariku dan saat itu aku sangat ketakutan.
"Alexa? aku tahu kamu bersembunyi disini"
Semakin dekat posisi pria itu membuatku semakin takut.
Bahkan dia sudah berdiri di samping hingga aku pun melihat jelas kakinya berada dekat dengan wajahku.
Braakkk..
Ada yang datang dengan membuka pintu itu sangat kencang.
"Apa yang kamu cari?" ucap seseorang kepada pria yang mencariku
Sepertinya itu suara Rafael dan setidaknya aku merasa lega karena dia sudah datang.
"Siapa lagi kalau bukan Alexa ku tersayang" ucap pria asing itu
"Tutup mulutmu sebelum ku tembak!" ucap Rafael yang terlihat marah
"Haha.. Lakukan saja tapi ingat sekarang kita dimana! apa kamu berniat melakukannya di depan istrimu" jawab pria itu dengan santai
Aku sangat takut mendengar percakapan mereka yang tidak wajar.
"Tembak? apa maksudnya?" ucap dalam hatiku
Rafael tidak menjawab pertanyaan pria itu sedangkan pria itu pergi begitu saja.
Braaakk..
"Sayang ayo kita pulang sekarang!" sambil mengulurkan tanganku dan membantu keluar dari bawah kasur itu
"Rafael tadi siapa?" ucapku karena penasaran
"Bukan siapa-siapa, sepertinya itu orang yang sudah nggak waras!"
"Ayo cepat kita pergi dari sini"
Rafael menutupi wajahku dengan jas yang dia kenakan dan merangkulku berjalan keluar.
Aku tidak tahu yang terjadi di luar sana tapi sepertinya Rafael tidak ingin aku mengetahuinya.
Dia membawaku masuk ke dalam mobil yang berbeda dan membawaku pergi ke arah yang berlawanan dari rumah kami dan melaju sangat kencang.
"Sayang kita mau kemana?"
"Malam ini kita menginap di hotel" ucap Rafael dengan mengernyit
Sedangkan hanya ada 2 pengawal saja yang mengikuti kami.
Pengawal yang lainnya termasuk Max tidak tahu dimana keberadaannya tapi Rafael selalu mengatakan bahwa tidak ada apa-apa.
"Tapi kenapa?"
"Sudah, lebih baik kamu bersandar dan tidur di pelukanku, jangan takut karena aku ada disini" ucapnya sambil memelukku
Sesekali Rafael memberikan kode kepada pengemudi untuk lebih cepat dan terasa seperti sedang ada yang mengikuti kami.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
sgt rapi, ga ada typo