Pernahkah kalian mencintai seseorang secara diam-diam? Jika pernah, berarti kisah kalian sama dengan kisah yang dialami oleh Rania. 5 tahun lebih ia memendam perasaan kepada seorang laki-laki yang merupakan teman sang kakak, namun pada akhirnya laki-laki itu malah menikah dengan orang lain.
Sakit? Tentu saja. Sangking tidak kuatnya menahan rasa sakit itu, Rania bahkan sampai memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri agar dapat melupakan cintanya pada laki-laki itu.
Namun ternyata, semua usahanya itu sia-sia karena saat ia kembali lagi ke Indonesia, perasaan itu ternyata masih ada dan malah semakin besar.
Lalu, apa yang harus Rania lakukan sekarang? Haruskah dia kembali keluar negeri untuk berusaha lebih keras lagi melupakan laki-laki itu, atau ia harus lebih berani lagi menghadapi perasaannya sendiri?
Kalau kalian ingin tahu jawabannya, cari sendiri ya di dalam novel ini. Enjoy your journey❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spring dazzling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan keluarga
Setelah menghirup nafasnya dalam-dalam, Rania pun akhirnya menjawab, "Sebenernya… waktu itu aku lagi patah hati. Jadi aku jarang pegang hp, aku lebih fokus belajar buat persiapan kuliah, jadi bukan cuma Mas aja yang nggak aku kabarin. Semua temen-temen aku juga nggak ada yang tahu, karena aku emang nggak mau ngasih tau siapa-siapa selain keluarga aku," jawab Rania jujur.
Hampir saja Bayu menginjak pedal rem saat mendengar ucapan gadis itu, untung saja ia memiliki pengendalian diri yang cukup baik. Karena kalau tidak, mereka pasti sudah mengalami kecelakaan.
"Jadi maksudnya... Mas bukan keluarga kamu?" tanya laki-laki itu sambil melirik ke arah Rania yang masih fokus memperhatikan pemandangan di depannya.
Dengan pelan, gadis itu pun memutar kepalanya ke arah Bayu dan berkata, "Emang bukan kan?"
Bayu mengencangkan pegangannya pada roda kemudi. Kenapa tiba-tiba seperti ada yang tercubit di dalam sana? Bukankah benar apa kata Rania? Dia memang bukan keluarga gadis itu. Dia hanyalah sahabat dari kakak gadis itu.
Tanpa sadar Bayu terkekeh, ternyata selama ini hanya dirinya sendiri yang menganggap Rania sebagai keluarganya. Bahkan, ia sudah menganggap gadis itu sebagai adik kandung nya sendiri. Tapi ternyata, di mata gadis itu ia hanyalah orang asing yang bisa dengan mudahnya gadis itu lupakan saat sudah tidak dibutuhkan kehadiran nya.
***
Setelah melewati perjalanan yang begitu menyesakkan karena diselimuti oleh suasana canggung, akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Rania.
Setelah mobil yang dikendarainya sudah terparkir sempurna di depan gerbang rumah Rania, Bayu langsung mengalihkan pandangan nya ke arah gadis itu, "Sebentar, Mas pindahin Anjani ke belakang dulu," ucap laki-laki itu seraya turun dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu samping Rania untuk mengangkat sang putri yang sejak tadi tertidur pulas di atas pangkuan gadis itu.
Cklek.
Saat pintu di samping nya terbuka, Rania dapat melihat sesosok laki-laki dengan tubuh tinggi besarnya berdiri tepat di sampingnya. Sangking dekatnya, ia bahkan dapat mencium aroma parfum Bayu yang begitu menenangkan.
Sejak tadi, Rania tidak terlalu menyadari aroma ini. Tapi sekarang, dengan jarak sedekat ini, ia dapat dengan jelas menghirup aroma ini. Aroma yang sangat Rania kenali, karena… parfum ini adalah parfum yang ia hadiahkan pada Bayu saat ulang tahun laki-laki itu yang ke-25.
Apakah sampai sekarang laki-laki itu masih memakai parfum yang sama?
Rania yang tadinya masih tenggelam dalam pikirannya sendiri, seketika langsung menahan nafasnya saat laki-laki itu mulai merendahkan tubuhnya untuk mengambil Anjani dari atas pangkuan nya.
Dengan jarak yang sedekat ini, tubuh Rania tak dapat berkutik sedikitpun, apalagi ketika tangan laki-laki itu tak sengaja menyentuh pahanya, bulu kuduknya langsung meremang seketika.
Rania sadar! Lo mikir apaan sih?!
Dengan cepat gadis itu langsung membuang semua pikiran kotor yang ada di dalam otaknya.
Tidak. Tidak. Tidak.
Dia jauh-jauh sekolah ke luar negeri karena ingin menjadi seorang designer yang hebat. Bukan malah menjadi pelakor!
Hah…
Rania baru dapat bernafas lega setelah laki-laki itu pergi dari sana. Tak ingin pikirannya semakin kacau, gadis itu pun langsung keluar dari dalam mobil.
Dari tempatnya berdiri sekarang, ia dapat melihat betapa lembutnya Bara memperlakukan Anjani. Dan lagi-lagi, hati Rania berdesir karena hal itu. Dia tidak menyangka, usahanya selama 5 tahun ini hancur begitu saja dalam waktu beberapa jam.
Apa sebenarnya yang dimiliki Bayu sampai Rania tidak bisa melepaskan perasaannya terhadap laki-laki itu?