Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Malam ini Ran tidak bisa tidur. Dia terlihat gelisah. Berkali-kali dia berganti posisi . Ada rasa takut menyelimuti hatinya. Cerita yang dia dengar tadi pagi membuat pikiran tidak tenang. Di tambah lagi kejadian yang dia alami tadi sore. Akhir-akhir ini dia selalu mengalami kejadian yang mengerikan.
Sejak tinggal di rumah Arin, Ran selalu mengalami kejadian yang di luar nalar. Ada saja sosok makhluk ghaib mendatanginya. Entah itu firasat atau memang kejadian ini ada hubungannya dengan dirinya.
Seperti tadi saat makan malam, saat dia melihat kalender untuk memastikan hari pasaran dalam kalender jawa , dan ternyata bertepatan dengan hari jumat Kliwon, dan ada kejadian yang tidak terduga terjadi. Batang pohon jambu patah sendiri menimpa kandang ayam. Padahal batang tersebut terlihat kokoh. Dan juga tidak ada penyebab apapun yang bisa membuat batang itu patah.
Saat terdengar bunyi Gubraak.....
Semua orang berlari ke depan rumah untuk melihat apa yang terjadi. Rama membawa senter untuk menerangi halaman.
"Suara apa itu..?"
Keempat orang yang akan makan malam tersebut berlari ke depan. Menuju sumber suara. Ternyata suara itu berasal dari batang pohon bambu yang menimpa kandang ayam yang tidak terpakai. Akhirnya setelah tahu apa yang terjadi mereka kembali masuk rumah dan meneruskan acara makan malam mereka dengan diam. Tanpa ada satu orang pun yang membuka suara. Pikiran mereka masing-masing berkelana entah kemana.
" Setelah ini kalian istirahat. Ran besok kerja kan? Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh ya. Berdoalah sebelum tidur dan sempatkan membaca satu dua ayat Al-Qur'an. Rama kamu juga." Ucap ayah tegas. Walaupun muka Ayah terlihat penuh rasa gelisah.
Mereka semua merasa tidak tenang setelah beberapa kali mengalami hal-hal dan kejadian yang tak masuk akal belakangan ini. Ayah sedang berusaha mencari informasi tentang apa yang sebenarnya menimpa keluarganya ini.
Dan setelah makan malam semua masuk kamar. Ran yang biasanya langsung merapikan meja makan dan mencuci piring bekas makan mereka pun, kali ini enggan melakukannya. Dia hanya meletakkan piring kotor diatas wastafel dan tidak bermaksud akan membersihkan sekalian seperti biasanya.
Hari ini tubuhnya terasa sangat lelah sekali. Mungkin karena kejadian tadi yang mengharuskan dia berlari di jalan menanjak. Dan sekarang mengakibatkan tubuhnya terasa sangat pegal. Biasanya saat di lewat jalan tersebut tidak pernah merasa secapek ini.
Ran memutuskan langsung masuk kamar untuk beristirahat. Tak lupa dia mengambil air wudhu terlebih dahulu dan membaca Al-Qur'an beberapa ayat seperti kata ayah tadi.
Hati Ran menjadi lebih tenang. Walaupun dia masih saja belum bisa memejamkan mata. Sebenarnya dia mengantuk. Tapi entah mengapa mata ini susah terpejam.
Sementara ayah dan bunda pun demikian. Setelah makan tadi ayah dan bunda langsung masuk kamar. Sebelumnya juga mengambil air wudhu dan membaca ayat Al-Qur'an. Setelah itu mereka berdua menyempatkan untuk berbincang, sekedar mengurai rasa cemas dan juga rasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga mereka tersebut.
",Ayah..." Bunda yang merebahkan tubuhnya di samping ayah, memiringkan tubuhnya menghadap sang suami.
" Iya Bun, ada apa.." Ayah yang duduk sambil bersandar didinding dengan bantal, menengok sebentar menghadap sang istri.
" Sebenarnya ada apa dengan keluarga kita. Bunda benar-benar tidak mengerti. Belakangan ini ada saja kejadian aneh yang terjadi.."
Ayah menarik nafas berat. Memang sungguh berat memikirkan beberapa kejadian tak masuk akal belakangan ini.
"Ayah tidak tahu bund, siapa yang melakukan ini. " Ucap ayah pelan. Kemudian ayah memiringkan tubuhnya dan memeluk istrinya erat.
" Bunda jangan khawatir, ayah pasti akan mencari tahu penyebab semua kejadian yang menimpa kita."
Bunda mengangguk. Airmata menetes di pipinya. Dia teringat ucapan warga di warung tadi. Bunda mendengar mereka membicarakan arwah Arin menjadi arwah penasaran yang telah meneror warga.
" Bunda menangis, ada apa, hm..?"
Ayah mengendurkan pelukannya. Kemudian memandang wajah bunda yang sudah penuh airmata.
"Cerita sama Ayah, bunda ada apa. Apa ada yang menyakiti hati bunda. Biar ayah yang membalasnya nanti." Ucap ayah yang terlihat masih tenang walaupun ucapannya terdengar tegas.
" Apa ayah belum mendengar berita yang beredar di sekitar kita belakangan ini.."
" Berita apa, ayah tadi berangkat kerja pagi sekali. Jadi tidak bertemu seorang pun warga dan tetangga. Katakan bunda ada apa.."
" Ayah...."
" Iya bunda, ada apa hm.." Ayah kembali memeluk bunda dengan erat. Dia tahu kalau istrinya sedang merasa sedih. Sebenarnya ayah juga sudah mendengar desas-desus tentang arwah yang gentayangan mengganggu warga.
" Hiks... Hiks.. Hiks.."
" Kenapa menangis . Katakan ada apa hm.."
" Ayah percaya kalau arwah putri kita menjadi arwah penasaran ? Hiks... hiks.." Tangis bunda pecah di pelukan suaminya.
Bunda tidak bisa membendung rasa sedihnya yang dia tahan seharian ini. Ayah semakin erat memeluk istrinya. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Diapun tidak percaya karena belum menyaksikan sendiri. Dia percaya arwah itu pasti bukan arwah Arin. Pasti syaiton yang menyerupai wajah sang putri.
" Bunda, dalam agama bukannya sudah dijelaskan, tidak mungkin arwah orang mati akan bisa memperlihatkan wujudnya. Kecuali syaiton yang sengaja menyerupai wujud itu untuk menakuti manusia. Bunda jangan sedih ya. Ayah pasti akan mencari tahu tentang semua desas desus itu." Ucap ayah tegas. Ayah sungguh merasa geram dengan berita tersebut.
Sebenarnya ayah juga sedang mencari tahu siapa orang yang pertama kali menyebarkan berita tersebut. Namun karena hari ini dia harus mengurus pekerjaan dan tidak bisa ditunda, ayah menundanya. Ayah juga sudah menyuruh orang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Namun belum juga mendapatkan hasil.
" Sekarang bunda tidur ya. Jangan dipikirkan terlalu dalam. Ayah pasti akan mencari tahu semuanya. Sini ayah peluk biar bunda tenang."
" Ibu mana yang bisa tenang bila mendengar berita buruk tentang putrinya..."
" Ayah tahu, tahu sekali malah. Ayah juga merasakan hal yang sama. Ayah juga tidak rela putri kesayangan ayah mendapatkan fitnah yang demikian kejam seperti ini. Sekarang kita tidur, biar besok kita bisa bangun di sepertiga malam. Kita lewat jalur langit mencari tahunya. Kita hadapi mereka dengan semakin mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup. Ok.. "
Bunda mengangguk. Hatinya sedikit tenang mendengar perkataan sang suami. Benar jalur langit akan lebih cepat sampai. Allah pasti akan menolong hambanya yang meminta tolong kepada-Nya secara langsung.
"Sini semakin dekat ke ayah, ayah ingin memeluk bunda erat-erat. Biar sedihnya berpindah ke ayah."
" Ikh ayah, awas jangan modus. Bunda lagi tidak ingin bercanda.." Bibir bunda sudah maju mendengar perkataan sang suami.
Ayah tersenyum. Dia sedikit lega melihat istrinya yang sudah tidak menangis lagi. Ayah semakin erat memeluk bunda. Hanya sekedar memeluk untuk menyalurkan kehangatan dan perhatian.
Karena seorang perempuan akan merasa tenang dalam pelukan suami yang bisa mengayominya. Malam ini bisa mereka lewati dengan perasaan yang sedikit tenang. Walaupun tentu masih banyak tugas menunggu besok pagi
Pasti akan banyak berita dan cerita yang akan beredar dan dibicarakan warga esok hari. Mereka harus siap menghadapi dan menerima berita itu dengan bibir tersenyum sambil terus berusaha menemukan titik pangkal berita tersebut bisa tersebar.
🍄🍄🍄
Sementara di kamar Ran, lampunya telah padam dari tadi. Namun penghuninya masih terlihat gelisah. Berulang kali Ran berganti posisi. Sebentar terlentang sebentar miring. Mata terpejam namun tidak tidur.
" Astaghfirullah.. Kenapa gelisah seperti ini. Gue capek. Gue pengen tidur." Ucap Ran lirih.
Dia sudah berdoa sudah sudah berwudhu,namun matanya belum bisa terpejam juga. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah hampir tengah malam. Namun entah apa yang Ran rasakan hingga dia menjadi gelisah seperti ini.
Akhirnya Ran bangun, dia duduk bersandar di di dinding. Dia termenung. Ada apa dengan dirinya malam. Ran ingat ini malam Jumat Kliwon. Dan hatinya sungguh sangat resah. Perasaan takut menyelimuti hatinya. karena ada cerita mistis kalau malam Jumat Kliwon para arwah akan keluar dari persembunyiannya. Ran semakin gelisah.
Akhirnya dengan memberanikan diri Ran ke kamar mandi bermaksud untuk mengambil air wudhu. Dia akan membaca Al-Qur'an untuk mengurangi rasa takutnya.
Dengan perlahan dia membuka pintu kamar. Suasana sangat sepi. Mungkin semua penghuni rumah sudah tidur. Dan tinggal Ran sendiri yang terjaga. Ran berjalan cepat menuju kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan dapur. Sunyi sepi tidak ada suara yang terdengar. Bahkan binatang malam pun seperti enggan mengeluarkan suara. Mungkin mereka juga takut atau mungkin mereka libur bersuara.
Ran memberanikan diri melangkah ke belakang. Dengan langkah cepat dia berjalan, masuk kamar mandi dan segera mengambil air wudhu. Dengan cepat pula dia menyelesaikan apa yang akan dia kerjakan. Setelah itu dia bergegas keluar dari kamar mandi dan akan kembali ke kamar.
Namun ketika membuka pintu kamar mandi, di dapur dia melihat sebuah bayangan. Bayangan seorang perempuan berambut panjang yang memakai baju panjang pula. Ran tertegun. Dia menghentikan langkahnya dan kembali menutup pintu kamar mandi
Ran menahan nafas. Dia berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun. Dia tidak ingin bayangan yang dia lihat mengetahui keberadaannya.
Namun sejurus kemudian..
" Raaan...."
Ran tidak menyangka malam ini dia akan mendengar suara itu lagi. Ran diam tidak menyahut. Dia juga tidak bergerak sama sekali.
"Raaaan... "
Suara itu terdengar kembali. Ran tetap diam. Ran takut. Kenapa harus dia yang selalu mengalami hal-hal yang aneh. Ran masih tetap dalam posisinya. Dia berdiri di balik pintu kamar. Ran menunggu sejenak, hingga suara itu hilang tak terdengar lagi.
Ran merasa lega. Suara itu sudah tidak terdengar lagi. Dia bermaksud ingin keluar dari kamar mandi. Namun tiba-tiba terdengar suara air yang mengalir keluar dari kran air. Ran menoleh ke sumber suara.
Jantung Ran seakan berhenti berdetak. Sesosok makhluk wanita dengan muka rusak mengeluarkan darah dan berbau anyir terlihat duduk dipinggir bak mandi. Ran diam terpaku.
Dengan cepat Ran berusaha membuka pintu kamar mandi. Namun selalu gagal. Ran sudah tidak berani menoleh lagi. Dia terus berusaha membuka pintu, dan gagal lagi. Tangannya gemeter. Tubuhnya sudah basah oleh peluh.
Untuk kesekian kalinya Ran berusaha membuka pintu, dia sambil berteriak "Allahu Akbar. "
Dan pintu bisa dibuka. Ran berlari sekencang-kencangnya. Dan dia berhasil keluar dari kamar mandi. Namun dia kembali tidak bisa bergerak. Tengkuknya seperti ada yang meniup. Bulu kuduk sudah meremang sejak tadi. Dan dia tidak bisa kemana-mana. Dia masih saja di depan pintu kamar mandi.
" Kak Ran kamu kenapa...?"
Ran menoleh, Dia mendengar suara Rama. Namun Ran belum yakin itu Rama.
"Kak Raan..."
Sekali lagi Rama memanggil Ran yang terlihat diam saja dengan wajah pucat. Rama mendekati Ran. Dan Ran tiba-tiba pingsan, jatuh dalam pelukan Rama.
"Kak Ran kenapa....?"
Bersambung
Terima kasih yang sudah mampir ke novelku ini . Love buat kalian ❤️❤️❤️
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃♀🏃♀
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya