NovelToon NovelToon
Akhirnya Menemukan Mu

Akhirnya Menemukan Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Call Me Nunna_Re

Haikal yang sebelumnya impotent tiba-tiba menjadi pria normal saat bertemu Laura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Nunna_Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Hari itu senja menutup hari dengan warna jingga yang memantul di jendela besar rumah megah milik Haikal. Dari kejauhan, gemerlap kota Jakarta mulai menyala. Namun di balik keindahan itu, rumah besar yang berdiri di tengah kawasan elit itu terasa sepi. Sunyi. Hanya suara langkah seorang pria pulang dari kantor, menyeret tas kerja, lalu melepas jas dengan gerakan lelah.

Pria itu adalah Haikal Prasetya, pengusaha properti sukses yang namanya selalu masuk ke dalam daftar pebisnis muda paling berpengaruh di negeri ini. Usianya baru tiga puluh lima tahun, tapi kekayaan yang dimiliki sudah menyentuh angka triliunan. Di luar sana, banyak orang bermimpi bisa hidup seperti Haikal: rumah mewah, mobil sport berjajar di garasi, dan kekuasaan yang nyaris tanpa batas di dunia bisnis. Apalagi Haikal memiliki pulau puluhan hotel dan resort mewah.

Namun, malam itu wajah Haikal tampak kusut. Bukan karena bisnisnya, bukan pula karena pesaingnya. Semua itu sudah bisa ia kendalikan dengan strategi dingin yang selalu ia banggakan. Yang membuat dadanya terasa sesak justru ada di dalam rumahnya sendiri.

Ia menoleh ke ruang keluarga. Sofa empuk berwarna krem kosong. Televisi mati. Vas bunga di meja kaca tampak masih utuh, seolah menunggu seseorang duduk di sana. Tapi sosok yang ditunggu tak ada. Lagi.

“Gita…” gumam Haikal lirih.

Hatinya kembali digelayuti perasaan hampa yang sulit dijelaskan. Sudah berulang kali ia pulang kantor mendapati rumah sebesar ini begitu sepi. Dan istrinya—Sagita Maharani, wanita cantik yang dulu membuatnya rela menutup mata pada kekurangannya—entah berada di mana. Pakai ART pun Gita menolak dengan alasan gak masuk akal yaitu, mengganggu privasi rumah tangga mereka.

Haikal tahu, Gita bukan wanita biasa. Profesi sebagai model membuatnya selalu tampil sempurna. Tubuhnya langsing semampai, wajahnya memesona, dan pesonanya sering membuat pria-pria lain terpikat hanya dengan sekali senyum. Itu pula yang membuat Haikal dulu nekat melamar Gita meski menyimpan rahasia besar tentang dirinya.

Rahasia yang kini perlahan menjadi luka pernikahan mereka: masalah vital Haikal sebagai seorang pria.

Pukul sembilan malam, suara pintu depan akhirnya terbuka. Sagita melangkah masuk dengan gaun merah selutut yang memamerkan betis jenjangnya. Rambut hitamnya bergelombang, harum parfum mewah menyeruak, seolah ia baru pulang dari pesta glamor.

“Masih bangun, Mas?” sapanya ringan, seakan tak ada yang salah.

Haikal duduk di sofa, menatap Gita dengan mata yang sayu. “Kamu dari mana lagi, Gita?”

“Ada acara sama teman-teman,” jawabnya santai sambil meletakkan tas.

“Teman-teman? Atau…” Haikal berhenti sejenak, menahan nada curiga yang nyaris lolos dari bibirnya. Ia tak ingin menuduh tanpa bukti. Tapi rasa sesak di dadanya makin sulit dikendalikan.

Sagita mendesah, lalu berjalan menghampiri suaminya. Dengan gaya manja, ia duduk di samping Haikal, menempelkan tubuhnya yang wangi. “Mas, jangan cemberut terus dong. Aku kan butuh hiburan. Di rumah sepi, Mas sibuk terus sama kantor.”

Haikal memejamkan mata, berusaha menahan amarah. “Aku kerja buat kita, Gita. Semua ini—rumah, mobil, kehidupan mewah—aku usahakan untuk kamu juga. Tapi tiap kali aku pulang, kamu selalu nggak ada di rumah. Apa itu yang kamu sebut ‘hiburan’?”

No

Gita menoleh cepat, menatap tajam. “Mas jangan nyalahin aku dong! Dari awal aku terima Mas apa adanya. Aku tahu masalah Mas, aku nggak pernah nolak. Tapi lama-lama aku juga wanita normal, Mas. Aku juga punya kebutuhan!, aku juga punya h4sr4t dan aku juga mau di puaskan di ranjang.”

Haikal terdiam. Kata-kata itu menusuk lebih dalam daripada pisau. Ia sudah menduganya, tapi mendengar langsung dari mulut Gita membuat dunia runtuh seketika.

“Aku… aku sudah minta maaf sejak awal, Gita,” suaranya parau. “Aku pikir kamu menerima aku karena cinta, bukan hanya karena—”

“Karena cinta?” Gita memotong dengan tawa getir. “Cinta nggak bisa bikin aku bahagia kalau setiap kali aku berharap Mas… ya, Mas ngerti lah! Terong Mas bahkan nggak pernah berdiri buat aku! Sementara di luar sana…” ia berhenti, menahan diri.

Namun mata Haikal sudah bisa membaca sisanya.

“Di luar sana banyak pria yang tergila-gila sama kamu,” Haikal melanjutkan dengan suara berat.

“Ya! Dan mereka bisa kasih aku sesuatu yang Mas nggak bisa kasih!”

Pertengkaran yang Membara

Hening panjang menggantung. Haikal menatap istrinya, wanita yang dulu ia puja, yang kini terasa begitu asing.

“Jadi semua keluyuranmu itu… karena kamu cari yang aku nggak bisa kasih?” Haikal akhirnya bertanya, nadanya bergetar.

Sagita menggertakkan gigi. “Aku nggak bilang gitu. Tapi kalaupun iya, Mas bisa salahin aku?”

Haikal berdiri, suaranya meninggi. “Aku suamimu, Gita! Aku sudah kasih semua yang bisa aku kasih. Kesetiaan, harta, rasa aman! Tapi kamu malah—”

“Kesetiaan?!” Sagita ikut berdiri, matanya menyala. “Kesetiaan buat apa kalau aku selalu merasa sendiri di ranjang? Mas nggak pernah tergoda sama aku! Aku ini istrinya, Mas! Apa aku nggak pantas dapat itu dari suamiku sendiri?!”

“Gita…” Haikal menunduk, suaranya melemah.

“Aku… aku berusaha. Tapi ini di luar kendaliku.”

Sagita menghela napas panjang, lalu berbisik dengan nada dingin, “Itu masalahnya, Mas. Semuanya selalu di luar kendali Mas. Lalu aku harus bagaimana? Terus pura-pura puas? Terus tersenyum di depan orang lain, padahal di rumah aku kosong?”

Haikal terpaku. Ia ingin marah, ingin menjerit, tapi tubuhnya gemetar. Dalam hatinya, ada dua perasaan yang bertarung: cinta yang masih besar untuk Gita, dan ketakutan kehilangan segalanya.

“Gita…” panggilnya lirih. “Kalau kamu capek sama aku, bilang. Jangan pergi ke tempat yang bikin aku hancur. Aku masih cinta kamu.”

Mata Sagita berkaca-kaca. Ada sesal, ada luka, tapi juga ada gengsi yang membuatnya tak bisa mengalah. “Aku juga cinta sama Mas. Tapi cinta aja nggak cukup…”

Hening kembali menyelimuti ruang tamu itu. Dua jiwa yang sama-sama lelah berdiri saling menatap, tanpa jawaban.

Di luar, suara hujan mulai turun, mengetuk jendela kaca. Seakan langit pun ikut menangisi rumah tangga yang retak perlahan itu.

Malam itu Haikal tidur sendiri di ruang kerja. Sementara Sagita mengunci diri di kamar. Tak ada kata maaf, tak ada pelukan. Hanya jurang yang semakin lebar di antara mereka.

Namun Haikal tahu, ia tak bisa terus diam. Jika membiarkan ini berlarut, Gita akan semakin jauh. Dan mungkin… benar-benar jatuh ke pelukan pria lain.

Di balik lelahnya, Haikal bertekad. Entah bagaimana caranya, ia harus menemukan jalan keluar. Entah dengan berobat, mencari bantuan, atau bahkan menguji cinta sejati Gita.

Karena meski dunia menganggap Haikal pria sempurna, hanya di hadapan istrinya ia merasa paling kecil.

Dan di sanalah, awal kisah cinta dan luka mereka benar-benar dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!