Allea, gadis SMA yang sangat berprestasi semasa sekolah. Allea terlahir sebagai anak bungsu dari keluarga yang kaya dan serba berkecukupan.
Dibalik Kehidupan Allea bak putri raja, ternyata Allea sudah dijodohkan sejak kecil. Lalu bagaimana Allea akan melanjutkan mimpi-mimpinya dan bagaimana kelanjutan Allea dalam Perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anne Chellyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penipu
Pulang sekolah seperti rencana awal mereka berempat akan belajar bersama. Rean sebenarnya kurang nyaman namun ia tak ingin menunjukkan ketidaksukaannya pada Jona di depan Allea.
Mereka sudah duduk di kantin namun tiba-tiba ponsel Allea berdering.
"Hallo Tante..."
"..."
"Emm..yaudah Tante Lea kesana tapi kalo bareng Mutiara gak papa kan Tante?"
"..."
"Iya Tante, assalamualaikum"
"..."
Allea kemudian memandang wajah teman-temannya satu persatu.
"Kenapa Lea?" ucap Jona lembut.
"Siapa yang nelpon?" timpal Mutiara.
"Maaf ya temen-temen, aku harus pulang soalnya Tante aku udah jemput di depan gerbang!" ucapnya tak enak.
"Tante siapa?" tanya Mutiara lagi.
"Tante Dewi Mut, temenin gue dong Mut..."
"Tante Dewi maminya kak Gibran?" tanya Mutiara sumringah dan diangguki oleh Allea.
"Let's go!" ucapnya lalu membereskan semua buku-bukunya juga buku Allea.
"Maaf ya bebeb Jona, Mutiara pergi dulu menyongsong masa depan. Jagain bebeb Jona ya Rean!" ucap Mutiara lagi lalu menarik Allea dan meninggalkan kedua anak muda itu di kantin.
"Gue juga mau ikut woyy tungguin!" pekik Rean lalu membawa tasnya berlari menyusul Allea dan Mutiara sementara Jona malah menatap mereka dengan raut kebingungan.
"Hai Tante mertua, ehh Tante Dewi maksudnya..." ucap Mutiara.
"Hai sayang, kalian udah pulang? Kita berangkat yuk!" ucap Dewi.
"Woyy gue ikuuuuttttt" pekik Rean. Ketiganya pun menoleh dan terlihat Rean berlari-lari mengikuti mereka.
"Itu siapa?" tanya Dewi menatap kedua gadis itu.
"Hehehe...sahabat kita juga Tante" ucap Allea malu.
"Hallo Tante" ucap Rean ngos-ngosan.
"Ohh hallo nak Rean" ucap wanita paruh baya tersebut menyambut tangan Rean.
"Tante, saya boleh ikut kan hehehe" ucap Rean malu-malu.
"Kamu gak papa nemenin kita belanja?" tanya Dewi tak yakin.
"Tenang aja Tante, Rean sering kok nemenin kita belanja seharian, kakinya udha kebal!" ujar Mutiara lalu mengerlingkan matanya kearah Rean.
'Daripada liat Lea ditatapin sama Jona mending gue nemenin mereka belanja' batin Rean mantap.
"Yaudah kalo gitu, kita ke mall ya" ucap Dewi lalu mereka pun masuk ke mobil.
Sepanjang perjalanan tak ada satupun yang membuka suaranya. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing apalagi Rean yang sedang sibuk menyusun strategi kaburnya Allea setelah ujian Nasional.
"Gimana persiapan pernikahan kalian Le? Kata Gibran kemarin kalian sudah ambil baju pengantin ya?" Dewi.
Allea mendadak lemas ketika Dewi menyinggung soal pernikahan, entah apa yang dipikirkan semua manusia-manusia itu sehingga tak memikirkan perasaan Allea.
"Iya Tante" ucapnya singkat.
"Om kamu juga udah beliin cincin loh, khusus dari rancangan designer Paris!" Dewi.
"Iya Tante"
Rean dan Mutiara dapat membawa raut kesedihan hati Allea, mereka iba melihat jalan hidup Allea, tak ada yang mengerti dan memahaminya.
'Gue janji Le, pernikahan itu gak akan pernah terjadi!" batin Rean.
"Eh Lea, gue tadi liat di hp mami ada perhiasan mahal terbaru di mall, beli yuk!" ucap Mutiara memancing.
Allea memutar lehernya menghadap Mutiara.
"Gue udah miskin kalo Lo lupa!" ucapnya kesal, bagaimana mungkin Mutiara melupakan ia tak diberikan uang jajan sultan lagi oleh maminya.
"Lohhh, kan ada Tante, kamu bisa beli apa aja yang kamu mau sayang" ucap Dewi tulus.
'Yes! Kena deh, Tante Dewi bakalan beliin berlian. Lumayan kan buat bekel Allea kabur' batin Mutiara bersorak-sorai.
"Enggak usah Tante, lagian Lea gak butuh kok" ucap Allea sopan.
"Ehh Lea, padahal kan gue mau couple sama Elo, mau ya, rezeki kok ditolak sihhh..ya kan Tante?" Mutiara.
"Iya sayang, bentar lagi kan Tante juga bakalan jadi Mami kamu juga" Dewi.
Allea tersenyum kikuk, Ia benar-benar frustasi.
'Berapa kali lagi aku harus menipu orang baik seperti Tante Dewi' batin Allea.
Sesampai di mall benar saja, Dewi langsung membawa mereka ke toko perhiasan yang dikatakan oleh Mutiara. Dewi selalu memprioritaskan Allea calon menantunya.
"Gila Le, lebih cantik aslinya dong!" ucap Mutiara semangat.
"Tante juga suka designnya, kalo kamu yang pake pasti bagus deh sayang!" ucap Dewi tak kalah antusias dari Mutiara.
"Udah Lea, langsung sikat paket komplit selagi ada Tante Dewi!" Mutiara.
"Aduhh gak usah deh Mut, gue gak enak!" Allea.
"Gak papa sayang, mulai sekarang uang Tante uang kamu juga..." Dewi.
"Nahh kan, udah Le, ambil aja!" Mutiara.
"Tapi..." Allea.
"Mbak, mau yang ini satu set yahh!" ucap Mutiara sehingga Allea membelalakkan matanya.
"Mut! Lo yang bener aja dong, astaghfirullah..." Allea.
"Cobain sayang..." titah Dewi membuat Allea semakin tak enak.
'Pinter juga si Mutiara nguras duitnya Tante Dewi' batin Rean.
"Cantik kok Le, cocok Lo pake!" timpal Rean membuat Allea bersemu merah.
"Tuh kan bener gue bilang, ini tuh bagus banget Lea!" Mutiara.
"Tapi kan mahal Mut!" Allea.
"Aduhhh kok ribut terus, udah yuk kita bayar, habis itu kita makan!" ucap Dewi.
"Hayuukkkkk!!!" Mutiara.
Mereka pun berjalan menuju kasir untuk membayar satu set berlian yang terdiri dari kalung, anting, gelang dan cincin.
"Mau bayar tunai atau kredit Bu?"
"Card credit aja ya" ucap Dewi seraya memberikan kartu kreditnya.
Setelah membayar Dewi pun membawa mereka ke sebuah restoran di mall tersebut. Mereka pun duduk dan memesan masing-masing.
"Allea, ini buat kamu" ucap Dewi memberikan sebuah kartu kredit.
"Ehh..emm ini untuk apa Tante?" ucap Allea gelagapan.
"Buat kamu pake dong sayang, kan Mami kamu gak kirimin kamu uang jajan lagi" Dewi.
"Wahhh...makasih Tante. Allea emang lagi butuh banget, buat beli buku, makan, skincare dan lain-lain!" tutur Mutiara. Ia pun mengambil kartu yang diberikan Dewi dan langsung memasukkannya kedalam genggaman Allea.
"Iya Tante, selama ini kalo Allea gak punya uang selalu minta traktiran ke kita!" adu Rean berbohong padahal jika Allea diberi uang oleh Gibran malah dia yang membayar makanan mereka.
"Tapi Mutiara yakin deh Tante, kalo Lea udah pake ini kehidupan Allea pasti balik lagi kayak dulu!" Mutiara.
"Ya ampun...makasih ya selama ini kalian udah bantuin calon menantunya Tante" ucap Dewi tulus tanpa tau jika kedua sahabat Allea sedang mengelabuhinya.
Allea menatap kedua sahabatnya tak menyangka, bisa-bisanya mereka menipu Tante Dewi sejauh ini. Lalu selanjutnya apa yang akan dilakukan Allea, apakah ia akan terus berbohong demi mengumpulkan pundi-pundi uang untuk melanjutkan masa depannya atau ia akan menyerahkan dirinya menjadi istri Gibran dengan suka rela?
Tetap ikuti Update Novel ini hingga selesai ya, jangan lupa like dan komennya
Aku tuh suka banget bacain komentar kalian.
- Lonely For You Only (slice of life)
- Haunted School : Repeat 1989 (time travel + horror)
Mari saling mendukung, semangat untuk author♡
, smga bisa up tiap hari yaaa
1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)
jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏
kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗
Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗
1.My Innocent Girl
2.I Love You Badly
jangan lupa ya mampir, aku tunggu like, komen dan vote juga yaa🙏😇🤗✨
luvvv bangettt💛😚
-JE; Sang takdir
-Touch Of Love
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaaa😍
vielen danke😘