Bunga adalah gadis cantik berusia 21 tahun yang sudah menceburkan dirinya kedunia hitam selama 1tahun terakhir dia melakukan ini karena ibunya yang tengah berbaring koma karena kecelakaan, dia tidak punya pilihan lain selain menjadi seorang kupu-kupu malam dia harus membiayai ibunya yang sakit dan juga adiknya yang masih duduk di bangku sekolah Dasar. Semua ini dia lakukan demi keluarga nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Mereka cukup lama mengobrol dan restoran malah semakin ramai mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, saat mereka keluar dari restoran tiba-tiba seseorang menarik tangan Mika "Kenapa kau bisa di sini" Ucap Mika menatap laki-laki itu.
"Kau pikir aku siapa" Ucapnya membuat Bunga terdiam menelaah apa yang sedang terjadi laki-laki tampan tengah berbicara dengan Mika dengan tatapan serius.
"Kau adalah laki-laki yang ku benci menyebalkan membakar handphone ku kau laki-laki sialan" Ucap Mika kesal Seketika Bunga mengingat ucapan Mika.
"Ayolah dek maafin kakak ya ya, kakak tidak sengaja hanya kesal saja" Ucap Laki-laki yang menggenggam tangan Mika.
"Tidak mau dasar siscon aku hanya menyimpan fotonya kau langsung membakar handphone ku bagaimana jika aku menikah dengannya" Ucap Mika kepada kakaknya itu.
"Menikah, ka.. kau masih terlalu kecil untuk menikah Mika" Ucap kakak mika itu mencoba memeluk Mika.
"Ha aku sudah kepala dua kak bagaimana aku masih kecil" Ucap Mika kesal.
"Tapi di mataku kau masih malaikat kecil kakak yang imut" Ucap kakak Mika itu masih berusaha memeluk erat Mika
"Hentikan jangan memeluk ku" Ucap Mika yang berusaha untuk melepaskan pelukan kakak laki-laki nya itu.
"Anu ini ada apa ya" Ucap Bunga yang bingung karena sama sekali tidak tau apa yang sedang terjadi.
"Jangan di pikirkan kita pergi saja" Ucap Mika yang menarik tangan Bunga untuk pergi meninggalkan kakaknya itu.
"Tunggu dulu kau mau kemana Mika ini sudah malam kau harus pulang" Ucap kakaknya itu.
"Ya aku akan pulang tapi ke apartemen ku" Ucap Mika.
"Ayolah Mika sampai kapan kau dan papi akan perang Dingin mami begitu mengkhawatirkan mu" Ucap kakak Mika merayunya.
"Mami dan aku baru saja ketemu tapi tidak lama itu gara-gara kau yang merusak handphone ku " Ucap Mika yang terlihat kesal dan pergi sembari menggandeng Bunga.
"Baiklah tidak usah pulang tapi dek maafin kakak ya " Ucapnya menahan tangan Bunga yang masih di capai nya.
Bunga terkejut saat tangan kakak Mika menariknya membuat Bunga menahan tangan Mika membuat Mika sadar jika kakaknya sedang menarik tangan sahabatnya itu "Ck lepaskan tangannya " Ucap Mika berusaha melepaskan tangan kakaknya dari tangan Bunga.
"Kakak akan melepaskan nya tapi maafin kakak ya, kakak akan belikan semua yang kau mau jadi maafin kakak ya" Ucap kakak Mika yang membuat Mika menarik nafasnya dalam dan menghembuskan-nya.
"Baiklah kalau begitu lepaskan dulu tangannya" Ucapan Mika langsung di turuti oleh kakaknya.
"Jadi kau memaafkan kakak kan" Ucap kakak Mika dengan raut wajah yang memohon kepada adiknya itu.
"tentu saja belum aku akan berbelanja dengan baik" Ucap Mika yang menarik tangan Bunga untuk pergi.
"Baguslah adik ku akan memaafkan ku" Ucap kakak Mika yang sepertinya tidak akan khawatir jika adiknya menghabiskan uangnya.
"Tunggu dulu Mika kita mau kemana ini sudah lewat tengah malam" Ucap Bunga yang tangannya masih di tarik oleh Mika.
"Tenang saja aku tau di mana tempat yang buka 24 jam" Ucap Mika sembari membawa Bunga masuk ke dalam mobil kakaknya. "Ayo berangkat" Ucap Mika yang berhasil menarik masuk Bunga yang terlihat bingung karena ikut terseret.
Raut wajah kakak Mika benar-benar membuat Bunga bingung dia malah terlihat senang padahal Bunga yang tau bagaimana gila nya Mika berbelanja mulai khawatir.
Kakaknya melajukan mobil mahalnya dengan cepat "Adikku sayang tidurlah aku akan membangunkan mu ketika sampai " Ucap kakak Mika lembut.
"Bunga tidurlah aku akan membangunkan mu nanti" Ucap Mika yang melihat Bunga yang terlihat lelah.
"Baiklah " Bunga memejamkan matanya sebenarnya perasaan hatinya sangat khawatir dengan Rose yang di rumah sendiri tapi apa daya dirinya sudah di seret pergi dia juga tidak ingin mengecewakan sahabatnya.
Bunga merasa tubuhnya di goyang-goyang dan mulai membuka matanya "Bunga kita sudah sampai" Ucap Mika tersenyum melihat ke arah Bunga yang baru bangun itu.
"Kita sudah sampai" Ucap Bunga yang sudah sadar sepenuhnya.
Mereka turun dari mobil mata Bunga terbelalak saat melihat semua tempat masih buka "Apakah ini sudah pagi" Ucap Bunga memastikan apakah dirinya tidur sampai pagi.
"Tidak ini masih setengah dua dini hari" Ucap Mika yang membuat Bunga terkejut.
"Benar-benar masih ada yang buka" Ucap Bunga tidak percaya
"Hmm di sini buka 24 jam jangan khawatir ini akan jadi wisata malam ayo" Mika mengajak Bunga mencari barang-barang yang mencuri perhatian Mika sedangkan kayak Mika hanya mengikuti kedua wanita cantik itu dari belakang.
Mika sudah selesai membeli semua barang yang dia mau kakaknya sedang mengangkut membawa masuk barang yang di beli Mika di mobil.
Mika dan Bunga masih berjalan-jalan kali ini Mika kali ini berjalan ke suatu tempat sebuah toko perhiasan Mika melihat kalung yang bagus "Apakah ini terlihat bagus" Ucap Mika.
"Hmm sangat cocok dengan mu" Ucap Bunga tersenyum dan menunjukan jempolnya.
"Bagus aku mau kalung ini dua" Ucap Mika dengan tersenyum pada penjaga toko yang mengangguk mengambil pesanan Mika dan membungkusnya "Jadikan dua ya" Ucap Mika lagi yang lagi-lagi mendapat anggukan dari penjaga toko Bunga tidak terlalu memperhatikan Mika karena matanya tertuju pada gelang kecil yang cantik dia terpikirkan adiknya. Mika melihat itu dan bertanya pada Bunga "Apa kau ingin membelikannya untuk Rose, ambil saja kita bisa membayarnya dengan ini jangan khawatir" Mika memperlihatkan kartu kakaknya yang sedari tadi sudah dia gesek di mana-mana.
Bunga menggelengkan kepalanya "Tidak perlu aku akan membelikannya nanti dengan uangku" Ucap Bunga tersenyum menatap Mika dengan serius.
"Hmm aku mengerti" Mika menghargai keputusan sahabat nya itu dan tidak meremehkannya.
'Ya aku ingin membelikannya tapi tidak dengan uang kotor' Ucap Bunga dalam hati yang tiba-tiba merasa bersalah memberikan ibu dan adiknya makan dari uang yang dia dapat dari pekerjaan kotor.
"Baiklah sekarang ambil ini lalu kita pulang" Ucap Mika yang memberikan kalung yang sama yang dengan dia coba untuk Bunga.
"Ja.. jangan bercanda Mika ini sangat mahal kenapa kau memberikannya padaku" Ucap Bunga segan menerimanya.
"Apa kau tidak mau kalung tanda persahabatan kita ini " Tanya Mika menatap Bunga.
"Bu.. bukan begitu hanya saja ini terlalu mahal" Ucap Bunga.
"Baiklah kau tidak mau aku akan membuangnya" Ancam Mika yang membuat Bunga terpaksa mengambilnya karena Bunga tau nona kaya seperti apa Mika dia sangat serius dengan keputusan nya.
"Tidak jangan aku akan menerimanya" Ucap Bunga.
"Terimakasih sudah menerimanya tapi jangan terkekang dengan ini kau bisa menjualnya saat kau sangat butuh " Mika sengaja membelikan kalung itu untuk tabungan Bunga Mika tau jika memberikan uang Bunga pasti tidak mau atau mungkin akan menyinggung nya.
"Hmm aku tidak akan menjualnya" Ucap Bunga, Bunga sangat tau pemikiran sahabatnya itu yang sangat mengkhawatirkan keadaannya.
mereka sudah selesai berbelanja dan kembali ke mobil di sana kakak Mika sudah menunggu nya, Mika dan Bunga masuk kakak Mika menjalankan mobilnya, belum lama berjalan Mika sudah tertidur di pundak Bunga. Bunga sudah tidak merasa ngantuk karena tadi sudah tidur.
"Kau tidurlah" Ucap kakak Mika yang melihat Bunga yang masih terjaga dari kaca.
"Tidak, saya tidak mengantuk" Ucap Bunga formal.
"Santai saja dengan ku, aku Marcel kakaknya Mika siapa namamu" Ucap Marcel ya Marcel adalah kakak Mika.
Bunga tersenyum "Kita sudah pernah berkenalan "
"Be.. benarkah aku benar-benar tidak ingat" Ucap Marcel.
"Karena saat itu ah tidak lupakan" Ucap Bunga
"Baiklah aku lupa siapa namamu" Ucap Marcel.
"Aku Bunga" Jawab Bunga.
"Ah Bunga maaf aku melupakan nya, kau panggil saja aku kak Marcel seperti Mika" Ucap Marcel.
"Baik kak Marcel" Bunga tersenyum Marcel melihat dari kaca senyuman Bunga yang begitu manis.
"Aku seperti pernah melihat mu sebelumnya di mana ya" Marcel berusaha mengingat dia seperti merasa pernah bertemu dengan Bunga sebelum ini.
karena semakin mereka bersama udah di pastikan dikta ngk kan lepasin
bunga... harusnya kau paham tuan mu
tepat sekali willl 😂
Masa lalu cukup untuk di kenang.
masa depan harus di jalani..
Sabarr bungaa
semprot pake Baygon.. kelarr🤣🤣
dan yg bucin yg yg udah merengut kesucian muu.. lihat aja ntarr🤣
Nikahin sekalian bunga jgn cuma kau jadikan ibu kontrak.. apa LG kau tak sembarangan bisa menyentuh wanita
tepat sekali mikk km nebakk
sekarang aja dia udah kelihatan posesif pada mu
Bisa jd km jadi miliknya selamanya
ehh selama othorr mauu🤣🤣🤣
anak siapa sihh Dikta nihhh sbnernyaa... kok galaknya keturunan Aditama pemaksaan pula🤣🤣🤣🤣
bekas itu tak kan hilang
Takdir kadang memang kejam.. tp pasti ada hal yg akan but km bahagia meski dg cara ygtak kau duga bungaa
wahh tepat sekali wanita itu adalah diaa.. dan jangan berani megusikk dia dan Dikta..
kau bisa aja membunuhh bunga dengan amarahmu.. dan yg ada km ngk kan dapat keturunan... Kau harus kuat bungaa.. 🥺
Semoga km bisa menjaga bunga walau awalnya dengan paksaaann dik.. jika km dah tau seluk beluk nasip bungaa🙁
minta di nikahin dulu bungaa.. jd km sah jadi istri.. jadi km ngk ternoda di luar pernikahan..
Mugkin ini jalan yg harus km lalui untuk kebahagiaan yg tertunda.. sabarrr bungaa
bukan tandingan mu bara dia nihhh
Betull tuhhh bucinn.. akutt pasti nantii
🤣
mugkin kahh itu Dikta 🤔