NovelToon NovelToon
Bukan Dia

Bukan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:290.1k
Nilai: 5
Nama Author: RirinRohman

2 bulan? 1 Tahun? Atau selamanya.
Siapa yang akan menang?
Amer? Buna Ibunya? Elena atau Alexa?

Amer Gunawijaya yang sudah punya tambatan hati Alexa, namun dijodohkan orang tuanya, Buna, dengan teman masa kecilnya yang tomboy karena kecelakaan, Elena.

Amer bertaruh dengan dirinya sendiri, bahwa akan membuat Elena menyesal dan Ibunya menyadari pernikahan ini adalah kesalahan. Namun Ibunya pun bertaruh kalau mereka akan jatuh cinta dan pernikahan mereka bahagia.

Lalu siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RirinRohman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah Elen.

Elen tidak peduli apa yang akan Amer ketik. Elen memilih memejamkan mata untuk tidur. Elen benar- benar sudah pasrah. Bagi Elen saat ini yang penting Elen masih hidup, keluarganya aman.

Akan tetapi, saat kelopak mata terpejam, bukan gelap dia tangkap. Mata Elen hanya terpejam menghilangkan benda yang ada di ruangan itu dan kenyataan bahwa dia bersama seorang Amer Gunawijaya.

Lebih dari itu, pejaman matanya justru membuka semua dunia kelam yang dia lalui di masalalu. Terlihat sangat jelas, menyakitkan, dan membuat Elen berkeringat.

Jemari tangan kiri Elen pun memegang erat selimut yang menutup tubuhnya berusaha untuk mengusir semua kenangan itu.

"Tuhan... Akan seberat apalagi ujian yang kamu berikan untukku? Tidak cukupkah aku melalui semua perjalanan ini? Kali ini tolong bantu aku," batin Elen dalam pejaman matanya.

Flashback beberapa tahun lalu.

Bayangan trauma Elen datang lagi. Saat Elen ingin meraung, berteriak depresi bahkan ingin mati tapi tidak bisa. Elen hanya boleh menghadapi tanpa bisa berlari.

Masih tergambar jelas saat semua orang terdekatnya, temanya, bahkan saudaranya juga meninggalkanya. Semua orang memandang Elen dan keluarganya hidup dari uang haram, keluarga Elen penjahat penuh dengan tipu daya dan semua orang menatap benci. Semua meneriakinya.

"Kenapa semua orang menuduh ayah penjahat. Bu? Apa salah ayah?" tanya Elen kala itu. Elen masih duduk di bangku SMP, Rafa masih SD dan Nadin masih balita.

Dengan berlinangan air mata, Ibu Elen mencoba tersenyum.

"Kelak kamu akan tahu Nak. Satu hal yang harus kamu ingat. Ayahmu sangat sayang kalian. Jangan pernah benci ayahmu, ya!"

Kata- kata yang sulit dimengerti untuk Elen pada saat itu. Namun akan terus Elen ingat. Ayahnya sangat sayang Elen.

Ya, bagi Elen ayahnya seorang pemimpin yang aris, dermawan, selalu mengajarkan Elen untuk berbagi, peduli pada orang lemah. Ayah Elen cinta sejati Elen, tapi semua orang menghujatnya.

Kinerja Ayah Elen tidak diragukan, beliau sering lembur, pergi dari satu kota ke kota lain dan selalu mengutamakan pekerjaanya dibanding keluarganya.

Bahkan kehidupan Elen saat itu, mendengar, melihat dan bersalaman dengan presiden dan orang- orang penting di Negaranya sudah bukan sesuatu yang istimewa.

Keluarga Elen sangat berkecukupan, di rumahnya dilayani puluhan pelayan, bahkan Elen dan adik- adiknya dijaga oleh ajudan. Elen mendapatkan semua yang inginkan. Teman- teman yang sayang, benda- benda mahal juga makanan yang terjamin.

Namun dalam satu waktu semua berubah drastis dan begitu kelam. Semua barang yang Elen miliki harus ia tinggalkan dan hanya bisa Elen ingat dalam kenangan.

Jangankan teman, saudara Elen pun tak menerimanya hingga Elen dan ibunya tidak tahu harus tinggal dimana. Harta ayahnya disita. Elen tidak tahu harus bertanya pada siapa, mereka seperti terbuang dalam keterasingan. Hari- hari mereka begitu pedih dan menyakitkan.

Berbekal dari harta tabungan Bu Arumi yang dia sisihkan, Ibu Elen bersembunyi dari keramaian, mengontrak di sebuah kontrakan sederhana.

Akan tetapi keluarga mereka terlanjur dikenal banyak orang. Tidak ada kedamaian, cacian terus mereka dengar. Hingga mereka terpaksa berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain.

Jangankan mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup, atau bermain untuk Elen. Bagi Bu Arumi dan Elen saat itu menampakan muka dan menunjukan jati diri mereka, adalah sebuah ancaman.

Rafa masih SD tak begitu paham, Nadin pun balita jadi tak mengerti. Mereka hanya Ibu Arumi kurung di dalam rumah. Agar mereka tak mendengar apapun. Elenlah yang mengerti, Elen yang menanggung semua derita itu bersama ibunya.

Bahkan Elen hampir putus sekolah.

Hingga suatu hari, saat Bu Arumi diusir dari kontrakan untuk kesekian kalinya, dalam perjalanan yang tak tahu arah hendak kemana, mereka bertemu Bu Alya. Rekan Bu Arumi saat Bu Arumi masih menjadi orang terhormat.

"Ingat, Nak. Siapa dulu yang mau menerima kita dan percaya terhadap kita? Dia hanya Bu Alya dan keluarganya!" tutur Ibu Elen saat kemarin sore Elen menolak dijodohkan dengan Amer.

Ya. Sore kemarin, untuk pertama kalinya, Ibu Elen menceritakan semuanya.

Ayah Elen sebenarnya adalah orang hebat. Tidak tahu persis rincianya, akan tetapi Ibu Elen pernah diberitahu ayahnya. Bahwa Ayah Elen diperintahkan oleh ketua partai yang membawa ayah Elen menjadi pemimpin, mendirikan sesuatu bangunan besar yang harus mengorbankan lingkungan dan masyarakat.

Ayah Elen diperingatkan oleh Tuan Ardi, ayah Amer yang terkenal sebagai pengusaha swasta yang sudah malang melintang menguasai berbagai pembangunan. Jika tempat itu bangun akan membuat bencana, mengorbankan masyarakat dan kelestarian alam.

Ayah Elen pun menolak memberikan tanda tangan.

Sejak saat itu ayah Elen dimusuhi dan dijebak. Bahkan ayah Elen dipaksa menandatangani sebuah berkas dan ikut dalam sebuah konspirasi jahat.

Ayah Elen menjadi umpan saat ada penyelidikan. Jika sampai ayah Elen jujur mengatakan siapa saja yang terlibat, maka taruhanya adalah nyawa Istri dan anak- anaknya.

Ayah Elen pun memilih dicopot dari jabatanya secara tidak hormat dan dipenjara.

Naas, ayah Elen menderita sakit dan meninggal, saat dipenjara. Bahkan Elen tak sempat melihat jasadnya.

"Bu Alya tidak memintamu mengembalikan semua kebaikanya, Nak. Dia hanya ingin kamu menjadi menantunya. Apakah itu bukan sebuah penghormatan? Terimalah Nak! Insya Alloh ini sebuah kebaikan. Ini berkah. Insya Alloh Bu Alya tulus. Hanya keluarga mereka yang peduli ke kita!" rayu Bu Arumi.

Ya. Beberapa tahun lalu, hanya keluarga Bu Alya dan Tuan Ardi yang mampu memahami siapa ayah Elen sebenarnya.

Ibu Alya juga yang memberikan pekerjaan pada Bu Arumi menjadi staf di pantinya, dengan pemahaman yang Bu Alya tularkan, orang- orang bisa mengerti. Bu Arumi dan anak- anaknya tidak melakukan kejahatan.

Penerimaan dan penghormatan kembali Bu Arumi dapatkan di lingkungan panti Bu Alya.

Bu Arumi tetap bisa hidup dan menyekolahkan anak- anaknya. Elen dan adik- adiknya kembali bergaul ke masyarakat. Waktu terus berlalu, hingga Elen bisa bekerja dan menggantikan ibunya yang sakit dan berhenti kerja.

Keluarganya pun lambat laun mulai menerima kehadiran mereka. Label keluarga penjahat hilang. Bahkan Elen mulai kembali merajut masa depan yang cerah, bekerja sama dengan mantan bosnya membuka usaha.

"Aku memang tidak bisa melanjutkan mimpiku, maafkan Aku Kak Bagas. Tapi Nadin dan Rafa harus raih mimpinya!" batin Elen lagi.

Ya, baru- baru ini, Elen mempunyai sahabat yang bernama Bagas, dia pemilik WO terkenal. Elen sering membantunya, dan Elen tertarik dengan dunia desain interior atau mendekor sebuah panggung.

Awalnya Elen hanya karyawan biasa. Lama- lamabElen dipercayai untuk memegang cabang usahanya, bahkan Elen boleh mempunyai label sendiri, dengan memakai nama Amira WO.

Saat orderan kantor Bagas yang utama mempunyai proyek yang bersamaan salah satunya dilempar ke Elen. Pelan- pelan nama Amira dikenal tanpa embel- embel Bagas.

Hasil yang Elen peroleh akan mereka bagi dan Elen bisa mencicil pinjaman modal dari Bagas hingga nanti Elen bisa berdiri sendiri.

Itu sebabnya Elen sangat bahagia saat dia dihubungi menggarap pesta orang kaya seperti Ikun. Elen tidak menyangka setelah ibunya berhenti bekerja dari Panti Gunawijaya, akan bertemu lagi dengan Bu Alya dan keluarganya. Bahkan setiap pulang tak henti- hentinya Elen menceritakan detail keluarga Bu Alya yang dia temui. Tulus, hanya ada rasa kagum.

Tidak pernah dia kira, dibalik pemandangan indah yang dia lihat, ternyata seorang Amer sangat kasar. Bahkan sekarang menjadi suaminya.

"Aku pasti bisa! Dia pasti sedang membuat kesepakatan agar dia tetap berhubungan dengan pacarnya kan? Ini perkara yang mudah. Aku sudah pernah merasakan sakit dan depresi berkali- kali lipat. Bahkan dari dulu perasaanku memang sebelah pihak kan? Ini akan ringan daripada aku harus melihat Nadin dan Rafa terlunta?" batin Elen menebak keinginan Amer.

"Ya. Dia juga jijik dan tidak suka padaku kan? Dia tidak akan menyentuhku. Aku rela jadi perawan tua. Toh orang tahunya aku menikah! Ayo Elen. Kamu kuat!" batin Elen lagi.

Elen sedikit membuka matanya lagi mengintip Amer.

1
Umi
sudah ganti tahun Thor,kapan up nya?/Angry/
Nanik Arifin
kelamaan Hiatus readers jd lupa jalan ceritanya Thor....
kita nunggu up smp reinkarnasi ini 😄😄
Umi
tiap hari ku tengok tiap hari ku buka biar selalu diatas di rak buku ,tapi kenapa yang ditunggu belum muncul juga😭😭
qeeraira
iya gapapa ka @Ririn Rohman N kita tetap sabar menunggu up nya 🥰🥰🥰
semangat ka @Ririn Rohman N 🥰🥰🥰

ditunggu lanjutannya Amer elena
Naning Naning
lanjut kak
Naning Naning
alhamdulilah akhirnya up.juga.... lama nunggunya
Nanik Arifin
Alhamdulillah kamu baik" aj Thor
lanjut.......
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
yeay.. makasih sdh Up ka... semangat Ka💪💪💪
Ida Nur Hidayati
alhamdulillah ups lagi terima kasih ya kakak....
Ida Nur Hidayati
oma seneng bersama cucu mantunya...jafi penyemangat juga
Tysa Nuarista
aamiin ... sehat" semua nya....
Nanik Arifin
sudah lebih dari sepekan blm update Thor...
buka mendadak tamatkan ?? 🤔
Umi
semoga selalu sehat-sehat Thor,biar segera bisa update
sudah lamaaaa banget nggak up,tiap hari dibuka,tidak up2😭
Umi
semoga selalu sehat-sehat Thor
lamaaaaa banget up nya😭
Bul Bul
lanjut🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Asrini Zafarani
Alhamdulillah, akhirnya up juga si KA Ririn ini, bang ADIP memang bisa di andalkan di segala suasana, ingat Mer kata oma🤣
Nanik Arifin
kambuh lagi egoisnya Amer... ingat Mer, dh mau jd ayah, belajar ngalah sama keinginan. masak besok" bayi kamu yg hrs ngalah 😩 🤦🏻‍♀️
qeeraira
Amer oh Amer 😅😅😅
akhirnya ka @Ririn Rohman N up juga,, happy nya para pembaca menahan rindu seperti Amer yang sudah ketemu elena setelah menahan rindu ga ketemu 😁😁 makasih ya ka @Ririn Rohman N up nya 🙏🥰🥰 ditunggu kelanjutannya Amer elena🙏🙏
bagaimana selanjutnya pulang dari RS elena pulang kemana🙄🤔 kalo pulang ke rumah Buna baba otomatis Amer ga bebas apalagi pasti direcokin omah yang menerapkan aturan tunggu trimester 2 nunggu kandungan kuat 😁😁 pening ga tuh kepala amer 🤣🤣🤣
Ida Nur Hidayati
dasar Amer gak sabaran...untung Adipnya pengertian. bikin malu aja
Tysa Nuarista
untung bang adip pengertian... tp kebayang gak sih malunya elena KLO besok" ketemu bang adip 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!