NovelToon NovelToon
The Housemaid

The Housemaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Percintaan bebas / Hamil di luar nikah / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:75.9k
Nilai: 5
Nama Author: Black in Light

Claire, kepala pelayan mengalami kejadian tragis yang menimpa dirinya. Ia hamil.
Kehamilannya yang mengejutkan membuatnya sangat frustasi.
Kehadiran dua majikan pria yang sama-sama menginginkannya, membuat Claire tambah bingung dengan perasaannya Bisakah Claire melewati semua drama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black in Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Hampir sebulan dan Seth sama sekali tidak bisa menghidari segala praduganya. Ia juga selalu berusaha menghindari Claire dan semakin jarang pergi ke rumah Sara seperti yang dulu selalu dilakukannya.

Tapi hari ini Sara Mills berdiri dihadapannya, tepat di ambang pintu apartemennya dengan wajah memelas. Seth tidak pernah bisa menolak Sara jika dia menggunakan wajah itu sebagai senjatanya. Tapi permintaan Sara yang sulit diterima. "Aku akan sangat sibuk hari ini, sedangkan dia harus memeriksakan kandungannya di klinik. Kau bisa membantuku, kan? Cukup antarkan dia saja!"

Permintaan yang sangat tidak Seth harapkan untuk hadir. Ia ingin menolak, tapi ini hari kamis, Ia punya waktu libur penuh hari ini dan Sara tau betul mengenai itu. Seth merasa kesal karena klinik yang Sara sebutkan itu buka pada hari liburnya. Ia juga merasa kesal karena rencananya untuk bebas berlibur pada hari dimana seharusnya semua orang bekerja sudah gagal total karena permintaan Sara.

"Kau membawanya kemari tapi meminta orang lain mengurusinya. Lebih baik pulangkan saja dia ke suaminya!"

"Astaga, Seth! Ucapanmu kejam sekali. Aku tidak mungkin membiarkannya sendirian tanpa ada yang memperdulikan."

"Rumah Dashiell kurasa cukup ramai untuk dikatakan 'kau meninggalkannya sendirian'. Ada banyak orang disana, kan?"

"Dia akan bekerja bila terus berada disana. Liburan ini demi kebaikannya juga. Ini kehamilan pertama dan kau tau tidak kalau kehamilan pertama itu sangat rawan?"

"Kau akan merusak rencana liburanku. Aku seharusnya berangkat ke South island siang ini!"

"Mengantarnya ke klinik tidak akan memakan waktu lama. Kau  hanya mengantarnya saja dan aku yang akan menjemputnya.  Jadi kau tidak perlu membatalkan rencana keberangkatanmu ke South Island sama sekali. Ayolah, Seth. Apakah kau tidak pernah menimbang bagaimana jika hal ini terjadi pada dirimu? Bagaimana jika wanita yang mengandung anakmu berada dalam posisi Claire, ia butuh bantuan tapi tidak ada seorangpun yang mau membantunya."

"Aku tidak akan membiarkan wanita yang mengandung anakku berlibur bersama dengan sepupu yang selalu membuat masalah sepertimu." Potong Seth galak. "Kenapa kau selalu merepotkanku?"

"Aku juga tidak tau mengapa kau terlalu baik dan selalu bersedia untuk kurepotkan!"

Seth terdiam sejenak, menatap Sara dengan pandangan yang berbeda, Karena selama ini aku menyukaimu. Gumamnya dalam hati. Seth takut terlena. Secepat mungkin ia berusaha membuang wajahnya menjauh dari pandangan Sara, tapi ia kembali lagi kepada Sara dan mengangguk tidak rela. "Baiklah, aku hanya perlu mengantarnya saja, kan?"

"Ya, aku tunggu di bawah. Terimakasih, Seth!"

Seth menyesali keputusannya. Ia kalah lagi. Dan akan menuruti kehendak Sara seperti bisa. Kali ini ia akan mengabulkan permintaan Sara, tapi untuk yang terakhir kali karena Seth tidak ingin terus menerus melunak kepada wanita yang sudah menjadi milik orang lain. Persetan dengan perasaan cintanya, Seth sudah bertekad melupakan Sara dan ia nyaris bisa melakukannya.

Seth kembali ke dalam apartemennya dan mengambil kunci mobil. Ia tidak perlu ganti baju, tidak perlu menggunakan parfum dan tidak perlu berusaha untuk terlihat sempurna. Hari ini ia hanya akan jadi supir. Ia hanya akan mengantar Claire dan segera pulang lalu melarikan diri untuk mengelilingi South Island beberapa hari.

Di sepanjang perjalanan Seth berusaha untuk tidak memandang Claire meskipun Claire terus mengajaknya bicara. Ternyata Claire memiliki banyak topik pembicaraan untuk ukuran orang-orang yang baru berkenalan, atau baru bertemu beberapa hari. Suaranya membuat Seth frustasi, Setiap kali melihat Claire meskipun tanpa sengaja Seth akan mendapati bayangan Claire di dalam kepalanya. Ia tidak pernah mengerti mengapa itu bisa terjadi, rasa bersalah atau menyesalkah yang menjadi penyebabnya? Ia tidak yakin. Seth tidak pernah merasakan perasaan bersalah itu. Mungkin hatinya sudah sangat beku.

"Terimakasih kau sudah mau mengantarkanku."

"Aku tidak akan melakukannya jika Sara tidak memaksa!" ujar Seth, ia tidak bermaksud mengatakan itu keras-keras. Ia hanya ingin tersenyum dan mengucapkan kata 'sama-sama'. Tapi mulutnya berujar tanpa kendali. Ia sudah berhasil membuat Claire diam dan memandangnya dengan tatapan penuh penyesalan.

"Maafkan aku karena merepotkanmu!"

Seth hanya bisa menghela nafas. Ia tidak akan mengatakan kata-kata kasar apapun lagi.

"Kau sangat sibuk hari ini?"

"Aku seharusnya bersiap-siap. Siang ini aku akan berangkat ke South Island. Tapi aku bisa menundanya. Kau tidak perlu khawatir. Berkemas-kemas tidak akan memakan banyak waktu."

"Kalau begitu berhentilah. Aku bisa pergi dengan Trans metro. Kau bisa kembali ke apartemenmu!"

Seth terdiam sejenak. Apakah ia menyinggung perasaan Claire. Ia menoleh untuk memandang Claire, tapi wanita itu menatap ke luar jendela mobil, memandangi gedung-gedung dan setiap ruas pertokoan di pinggir jalan. Seth rasa Claire tidak marah, ia hanya mengerti kalau Seth tidak suka diganggu.

"Kau serius? Aku bisa mengantarmu, hanya mengantar saja?"

"Aku baik-baik saja. Aku sudah pernah kesana bersama Sara untuk mendaftar."

Seth benar-benar menghentikan mobilnya dan membiarkan Claire turun di pinggir jalan. Claire berusaha tersenyum dan melambaikan tangannya dengan ramah, selang beberapa saat wanita itu sudah berjalan menuju sebuah arah yang Seth tau adalah arah menuju stasiun. Tapi Seth belum tenang jika belum memastikan Claire benar-benar aman menaiki trans Metro. Ia mengikuti setiap langkah Claire dengan pandangannya. Gadis itu menoleh secara  mendadak  ke arahnya dan Seth melihat sesuatu yang lain. Claire menangis, dan Seth mendapati sebuah luka di hatinya saat melihat air mata itu.

"Jadi dia tersinggung? Ternyata aku sudah menyinggungnya!" teriak Seth dalam hati.

"Kau mengantarnya ke klinik itu, kan? Aku tidak bisa menemukannya dimana-mana!" Sara Mills berteriak-teriak di telpon.

Seth sekarang tengah menunggu pesawatnya menuju South Island tinggal landas. Ia sudah berada di dalam pesawat saat ini dan pramugari berkali-kali memintanya menonaktifkan telpon genggamnya. "Dia berkeras untuk naik Trans metro, katanya kalian sudah pernah kesana dan dia mengingat jalannya."

"Dan kau membiarkannya pergi dengan Trans metro? Kau keterlaluan sekali. Dia baru di Negara ini, bagaimana bila ia dibawa trans metro ke suatu tempat yang tidak dikenalnya? Aku bersumpah tidak akan meminta bantuanmu lagi." Sara terdengar seperti orang yang sedang menahan tangisanya. Sebuah bunyi gebrakan kuat mengakhiri bunyi telpon. Sara sudah memutuskan telponnya, mungkin dengan membanting ponsel di lantai.

"Tolong matikan ponsel anda, pak. Kita akan segera berangkat menuju Caterburry dan anda tidak diizinkan menggunakan ponsel selama penerbangan!"

Seth menggenggam ponselnya erat-erat. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Karena Sara marah padanya atau karena membuat Claire menghilang. Seth bisa menghadirkan kembali pemandangan memilukan tadi siang saat Claire menoleh ke arah mobilnya dan Seth melihat wajah sedihnya. Ia gelisah, sangat gelisah.

"Pak, sekali lagi saya peringatkan untuk mematikan pon..."

Seth berdiri seketika dan keluar dari dalam pesawat. Ia tidak bisa pergi jika digelayuti dengan beban seperti ini. Mungkin ia harus menemukan Claire, barulah kembali melanjutkan rencananya ke South Island. Ya, harus begitu. Seth tidak bisa pergi begitu saja jika Claire masih tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.

Dalam waktu singkat Seth sudah berkeliling Wellington demi mencari Claire, Ia juga sempat bertemu dengan Sara dan Hubert,  Sara benar-benar tidak bisa membenci orang dalam waktu yang lama. Sepupunya itu sudah menyapanya, mengeluh tentang betapa takutnya ia jika terjadi sesuatu pada Claire dan seterusnya. Hubert juga terpaksa menutup cafenya lebih awal demi pencarian ini.

Pada akhirnya mereka benar-benar melakukan segala pencarian itu bersama-sama dan tidak mendapatkan apa-apa. Seth semakin merasa bersalah, emosinya meluap-luap setelah mengelilingi Lambton, Cuba, Cortenay bahkan menelusuri waterfront demi Claire. Wanita itu  tidak ditemukan juga. Claire menghilang seolah-olah ditelan bumi begitu saja. Atau dia terbawa ombak? Tidak mungkin,  kan?  Seth akan membenci dirinya jika terjadi sesuatu pada Claire karena ulahnya. Ia selalu memberi masalah pada wanita itu.

------------

1
Ooreoenakloo
menunggu saat saat seth tau kalau claire hamidun anaknya🤗🤗
Ooreoenakloo
tunggu tanggal mainnya seth 🤣😎
ummi zia
sabar ya claire
ummi zia
mulai ad cinta si noah
mummy_aling
critanya bgus skli🥰truskn brkarya. sokongan dri malaysia ☺☺
mummy_aling
cerita yg bagus😍
Mira Anggraini
waahhhh udah tamat aja... tapi seneng, happy ending 😍
Dasti Rukiah
lanjut Thor keromantisannya Seth dan Claire
lusi
bgus kak , 🤩
Anna Mariana
bagus ceritanya kk
Diana Susanti
kok tamat kak extra part kak👍👍👍
Dasti Rukiah
semangat dan lanjut Thor semangat 💪
BiancaRD
hhhhhhhh.. suka suka josss thorrr. meskipun luama update nya aku setia menunggu. menunggu warna biru. 😘😘😘
Toshi
terima kasih ya doa nya. km juga sehat selalu ya.. memang sempet menghilang soalnya harus isolasi di RS.
Anna Mariana
smg sehat sll kk
Mira Anggraini
baru sempet mampir lagi.. ditunggu kelanjutannya Author
Diana Susanti
apapun itu seth ayahkandungnya Gallian
Diana Susanti
lanjuuut kak
Mira Anggraini
makasih T
author... udah Up 2 chapter☺☺☺
Mira Anggraini
yeaayyy Up juga😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!