NovelToon NovelToon
Elang Samudra

Elang Samudra

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

Elang Samudra seorang cowok berandal yang hobi balapan liar. Baginya, kehidupan malam lebih indah di banding kehidupan nya yang berantakan.

Walaupun Elang terlahir dari keluarga kaya raya namun Elang selalu merasa kesepian. Sang ayah terlalu sibuk dengan kerjaan nya. kakak nya yang bernama Revan juga sibuk mengajar di kampus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Seketika Elina merinding mendengar ucapan Elang. "Jangan ngimpi lo nyet" Elina melemparkan sepotong apel pada Elang yang terkena pas di kepala Elang.

Elang meringis. "Sekali lagi lo bahas itu, gue tendang lo!!" Elina bangkit dari kursi lalu berjalan menuju kamar.

Sementara Elang tak tinggal diam, dia mengikuti langkah Elina, menurut nya lumayan seru juga menggoda gadis yang sudah sah dia nikahin kemarin. "Ehh gadis bodoh, lo harus nya inget, kita udah nikah jadi sekarang lo itu milik gue sepenuh nya" Elang menahan tangan Elina yang sedang memegang handle pintu.

Elina menghempas kan tangan Elang. "Diem lo! Sekali lagi lo nyebut suami istri, bukan cuman apel yang melayang di kepala lo! Tapi kalau perlu tuh pot bunga juga ikut melayang di kepala lo!!" kata Elina dengan jutek.

"Jadi kalian udah nikah?"

Suara seorang wanita paruh baya mengalihkan asistensi kedua insan yang sedang berdebat itu. Elang terbelalak melihat ayah bunda nya yang berdiri dengan raut wajah susah di arti kan. "Ayah bunda" lirih Elang dengan nafas tercekat.

"Elang samudera!! Ayah butuh penjelasan, cepat ikut ayah ke ruang keluarga, sekarang!!" kata nya lalu berjalan lebih dulu bersama bunda Elang.

Sedang kan Elina hanya diam saja seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa. Elang lalu menyuruh Elina untuk ikut bersama nya namun baru selangkah suara ponsel Elang menghentikan langkah Elang.

Elang menggeser tombol hijau pada layar. "Lang, gue lupa ngasih tahu lo, kalau ayah dan bunda belum tau masalah pernikahan lo dengan Elina" kata Revan membuat Elang gelagapan.

"Tapi kata loh, ayah bunda udah di kabarin kemarin sebelum gue ijab qobul" terlihat raut wajah kebingungan di wajah tampan Elang.

"Waktu itu ayah dan bunda sedang rapat, gue belum sempat ngomong dan malah lupa ngabarin mereka lagi"

"What the ****!!" umpat Elang dengan rasa emosi sembari mematikan panggilan telepon Revan, Elang benar-benar panik saat ini.

"Aarrgghhh" Elang yang emosi menendang udara karena kesal. "Gue harus bilang apa sama mereka" lirih Elang prustasi. Apalagi tadi Elang melihat raut wajah yang penuh dengan amarah di wajah orang tua nya.

Elang dengan ragu berjalan menuju ruang keluarga yang terasa mencekam, dengan tatapan mengintimidasi dari orang tua Elang. Sementara pria paruh baya yang bertubuh atletis sedang duduk di sofa sigle dengan raut wajah memerah menahan emosi.

"Duduk" pinta ayah Elang sedikit membentak. Elang lalu memilih duduk di samping Elina yang langsung berhadapan dengan bunda bunda Elang.

Tatapan kedua paruh baya itu terus menatap Elang, seolah menunggu penjelasan Elang, sedangkan Elang hanya menunduk dengan kebisuan. Sementara Elina hanya diam seperti orang bodoh di sana, Elina tidak mengerti apa yang terjadi di keluarga ini.

Sepuluh menit berlalu, suasana hening tanpa ada yang ingin memulai bertanya atau menjelaskan kejadian yang mereka alami. "Sampai kapan kua akan diam, hem" ujar ayah Elang dingin.

Elang tidak menjawab dan memilih menunduk menatap marmer mewah tersebut. "Elang Samudera, jawab pertanyaan ayah" ucap ayah Elang menahan emosi. Sedangkan wajah Elang terlihat pucat dan telapak tangan yang berkeringat karena takut.

Melihat Elang yang enggan menjawab, kini tatapan Wijaya, ayah Elang tertuju pada gadis cantik yang duduk di samping Elang. "Kamu ada hubungan apa dengan berandalan ini?" tanya Wijaya menunjuk Elang dengan dagu nya.

"Tadi tante dengar perdebatan kalian di kamar tamu, semoga saja apa yang tante dengar itu salah" wanita cantik yang biasa di sapa Linda itu terlihat lebih tenang, walaupun jauh di lubuk hatinya berharap putra bungsu nya tidak membuat masalah.

Elina menelan kasar air liur nya, lidah nya terasa keluh untuk memberikan jawaban. Jantung Elina berdetak tak menentu, seolah berada di sidang exsekusi mati.

Elina menyenggol lengan Elang seolah memberi kode untuk menjawab pertanyaan orang tua nya, namun Elang hanya diam saja. "Apa" kata Elang dengan bahasa isyarat, tidak ada suara hanya gerakan bibir saja tapi Elina faham.

"Lang, jawab pertanyaan ayah" ucap bunda Elang.

Elang menarik nafas nya sejenak lalu menhembuskan nya perlahan. "Iya, Elang sudah menikah dengan dia, tapi Elang punya alasan dan keadaan Elang begitu mendesak" ucap Elang terus menunduk, tidak berani menatap orang tua nya.

Mendengar pengakuan Elang, seketika orang tua Elang membelalakan mata. "Apa kah kau sudah gila, Lang!!" bentak sang ayah sembari mengebrak meja dengan emosi yang sedari tadi dia tahan.

"Sudah berapa kali ayah katakan, ini akibat nya jika kau bergaul dengan berandalan jalanan itu!! Ayah benar-benar kecewa dengan kau, Lang!!"

Elang mendongak dan memberanikan diri menatap orang tua nya. "Elang minta maaf karena menikah tanpa sepengetahuan ayah bunda, Elang punya alasan, tolong dengar penjelasan Elang" ucap Elang namun sang ayah hanya diam dengan perasaan kecewa dengan ulah anak bungsu nya. Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tua nya, Elang mulai menceritakan semua yang terjadi dengan nya tanpa ada yang dia sembunyikan.

1
Pemulung Ellit
haduh... walaupun terkesan egois, tapi kayaknya aku lebih memilih anakku tinggal sama aku dulu. anak segitu loh...
Pemulung Ellit
itulah yang aku kecewa kan darimu. orang lain udah jadi korban malah gak peduli
Pemulung Ellit
haduh.. Elang itu gimana sih...
Pemulung Ellit
haduh... cari masalah lagi kamu bang. seenggaknya tengok dulu lah tuh istrimu
Pemulung Ellit
tapi nikah usia segitu emang dibolehin ama negara? harus nua in umur dulu gak sih?
Pemulung Ellit
mas kawin nya waw juga ya😅😅
Pemulung Ellit
ya Allah... kasian sekali anak ini. dia masih umur 15 tahun loh..
Pemulung Ellit
sebenarnya aku agak gedek juga sih ama nih bapak. tapi mungkin ya sikapnya dia karena kekhawatiran nya sama anaknya
Pemulung Ellit
karena jujur pun mereka gak percaya jadi sekalian aja lang. biar jantungan tuh pak Eddy
Pemulung Ellit
ternyata diam-diam perhatian juga si abang.
Pemulung Ellit
hayo loh.. gara-gara kamu sih maen nyelonong aja ngumpet di kamar anak gadis orang...
Pemulung Ellit
idih... minta ditempeleng gak nih orang. seenaknya banget. udah dibiarin ngumpet juga🙄
Pemulung Ellit
numpang ngumpet sampe segitunya bang? 🙄🙄 ngapain buka baju segala
Pemulung Ellit
waduh.. jangan diapa-apain itu anak gadis orang
Pemulung Ellit
aduh aduh... udah main curang malah kalah. dapat bonus jatuh pula... kasian
Pemulung Ellit
kapok tu yg ngetawain. malah jadi jongos kan lu😂😂😂
Pemulung Ellit
vano menantang sih.... bisa-bisa pingsan ntar vano nya. salah lawan sih kamu
Pemulung Ellit
ngakak bayangin ekspresi nya. mereka gak bersalah sekali ya kamu
Pemulung Ellit
ya. mereka sama-sama egois
Pemulung Ellit
nyesek banget dah...walaupun terkesan berandalan tapi kasian sekali berada di posisi anak ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!