NovelToon NovelToon
Black Rose!

Black Rose!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:550.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rose_Crystal 030199

Chris (27) atau akrab di panggil Black seorang pemuda multitalenta pastinya genius. Dengan kegeniusan memikat di turun dari Ayah dan Ibunya membuat ia begitu disegani. Hanya saja akibat kegeniusan itu dia sangat mahir mengatur strategi jitu.

Darah, sex, one night stand, alkohol, balapan liar, tawuran, perkelahian bahkan pembunuh dan perjudian makanan sehari-hari untuk Black. Bisa di bilang ia lebih nakal dan sangat sadis ketimbang Ayahnya dulu seorang Psychopath dan Mafia.

Hingga Black harus berurusan dengan Rose (15) si gadis kecil Sahabat Adiknya. Sial seribu sial ketika gadis itu telah menghancurkan martabatnya dengan memaksa bertunangan. Gelar pangeran selalu bisa menaklukkan semua wanita dewasa luruh sudah. Black harus menjalin hubungan terpaksa pada gadis kecil sialnya anak sahabat Ayahnya. Terlebih lagi gadis ini seumuran sang Adik bungsu.

Di saat kebenaran terungkap maka Rose mundur meninggalkan Black. Rasa cinta berubah benci serta penuh kekecewaan. Dari semua ini Rose sadar betapa menyesal telah jatuh hati pada Chris.

Dari sinilah Chris berjuang!

Bisakah Chris menemukan Rose?

Mampukah Black menerima maaf dari Rose?

Mampukah Black membawa Rose kembali kedalam hidupnya?

Akankah Rose memaafkan Black aka Chris?

........*******........
........💞💞.........

Copyright © Rose_Crystal_030199
21*06*20

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BR - Truth Painful!

Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini.

....***....

At London - 06:30 AM!

Seperti dua hari terakhir Rose terus mengalami morning sickness. Bahkan sewaktu makan perutnya mual menyebabkan meringkuk ketakutan. Benar saja sewaktu ke dua kalinya muntah-muntah di pagi hari Aldrich sudah menunjukkan kecurigaan.

Rose takut jika Aldrich meminta mengugurkan kandungan. Sampai kapanpun ia akan pertahankan buah cintanya yang baru berusia 6 minggu lewat tiga hari. Dia janji calon anaknya akan melihat indahnya dunia bersamanya.

Melihat Rose muntah-muntah di pagi hari membuat Aldrich heran. Hingga pikiran negatif muncul saat ingat dulu sewaktu Mamanya hamil Adik bungsu juga suka muntah-muntah. Detik berikutnya tubuh bergetar sewaktu berpikir Rose tengah mengandung benih Chris.

Rahang tegas Aldrich mengeras sempurna ingat Chris telah menodai Rose sampai hamil. Ingatlah dia akan menghancurkan pria brengsek itu jika benar adanya Adik kesayangan mengandung. Demi Tuhan rasanya ingin sekali ia memukul kera Chris atas semua yang menimpa Rose.

"Rose, sudah baikkan? Coba minum susu biar perutmu membaik."

"Iya, Kak."

"Bagus, biar aku yang masak."

"Terimakasih banyak, Kak."

Aldrich masak sekenanya yang bisa dilakukan. Dia bisa masak lantaran kedua orangtuanya pernah bilang dulu tidak bisa masak. Maka belajarlah masak jika kelak Istri baru kelahiran tidak bisa masak sang Suami yang masak. Maka dengan usaha Aldrich belajar masak supaya tidak memalukan diri sendiri.

Ngomong-ngomong Aldrich dan Rose sudah pindah dari Amerika menuju tempat dilahirkan mereka tepatnya di London. Awalnya Mama dan Papa agak keberatan jika dia dan Adiknya kembali ke Eropa. Terkhusus melanjutkan studi di sini tanpa pengawasan.

Untuk Rose begitu bersyukur pasalnya Aldrich rela memutus kuliah di Harvard hanya untuk menjaganya. Sekarang ini Kakaknya kuliah di University College London. Sedangkan dirinya belum mendaftar ke sekolah menengah atas alasannya tidak mungkin terjadi.

Kini Rose hanya bisa merencanakan bagaimana bisa kabur dari sini. Dia tidak mungkin kabur jika selalu di awasi Paman dan Bibinya terkhusus Aldrich. Kini harapan hanya satu kabur diam-diam sebelum semua terlambat. Hingga Kakaknya memintanya sarapan. Rose yang lemah pada akhirnya makan walau cuma sedikit.

"Rose, ikut aku," pinta Al setelah selesai makan.

"Baik, tapi biar Rose cuci piring kotor." Rose hendak meraih piring, tetapi Al halangi.

"Ikut saja masalah ini biar Bibi yang nyuci."

"Baiklah."

Pada akhirnya Rose mengikuti Al ke kamarnya. Dia bingung kenapa Kakaknya menatap intimidasi. Sebenarnya apa yang terjadi pada Kakaknya sampai begini? Hingga detik berikutnya mata membulat sempurna melihat Kakaknya menangis.

Aldrich menangis lantaran gagal menjadi Kakak yang baik. Namun, detik berikutnya ia ingat telah membuat identitas palsu untuk Adiknya. Kini dia harus menyelamatkan Adiknya dari Chris. Sungguh dia paham kenapa Adiknya mempertahankan ini semua.

"Kak Al, ada apa?"

"Aku sedih mengetahui kebenaran menyakitkan tentang, mu."

"Maksudnya apa, Kak?"

"Jangan sok polos, Rose. Kau hamil anak si sialan itu, benar?"

"...."

"Diam mu menjawab semua dan sekarang aku tanya maka jawab jujur. Kau dilecehkan atau atas kemauan sendiri?"

Rose bergetar ketakutan mendengar pernyataan Al. Dia takut jika Kakaknya bertindak di luar dugaan. Mau tidak mau ia harus mengelak demi anaknya. Untuk saat ini dirinya harus hati-hati atau akan mengancam kesehatan. Rose harus mengelak, tetapi percuma saja jika mengelak di depan Al.

Melihat Rose bergetar ketakutan membuat Al merasa miris. Dia mengepalkan tangan erat mengetahui betapa brengseknya Chris telah melecehkan Adiknya sampai hamil. Pedih hancur itulah yang ia rasakan sampai rasanya ingin membunuh Chris. Namun, untuk kali ini Al tidak boleh gegabah atau semua berakhir tragis.

"Kak aku tidak hamil dan yah Kak Chris tidak melecehkan, Rose."

"Kalau kau bohong detik ini aku akan menelepon Dokter pribadi untuk mengaborsi kandungan, mu. Jawab jujur atau aku beritahu kebenaran itu pada Papa dan Mama!"

"Kak ...."

"Jawab atau terima akibatnya!" Bentak Al.

"Iya aku hamil dan Kak Chris melakukan itu dengan cara paksa. Tolong jangan beritahu Papa dan Mama sekaligus jangan meminta Rose hal mustahil. Tolong jangan lakukan hal kejam pada, Rose," papar Rose spontan.

"Rose."

Al mendongak menatap langit ruangan dengan perasaan pedih. Dia bukan laki-laki iblis yang akan tega menyuruh membunuh anak tidak berdosa. Ia yang lemah memilih mendekap Adiknya dengan tangis pilu. Kenapa nasib Rose begitu buruk? Sungguh Al ingin murka tidak mampu jadi Kakak yang baik.

Sedangkan Rose tidak percaya malah mendapat dekapan hangat Al. Apa Kakaknya akan menjaganya lalu membiarkan pergi? Rose berharap semoga saja Kakaknya mau membantu kabur dari sini. Rose janji akan selalu mengingat kebaikan Al sepanjang masa.

"Kak, maafkan aku."

"Kamu tidak salah yang salah adalah aku tidak bisa menjagamu. Kini pergilah sejauh mungkin dan jaga keponakan, ku. Hai, Kakak sudah punya identitas palsu untukmu dan punya uang yang cukup untuk kamu pergi dari London lalu hidup sampai anakmu cukup umur. Dengar hanya ini yang bisa Kakak lakukan untuk melindungi, mu. Jaga diri baik-baik serta jangan lupa makan teratur serta istirahat yang cukup. Kakak minta maaf tidak bisa menjaga serta ikut bersama. Maafkan aku hanya bisa membantu dari sini. Rose, dengar Kakak sangat menyayangi, mu. Telepon saja jika rindu Kakak akan angkat dan tidak akan merubah nomer. Nanti jika sudah siap pulang Kakak akan menjemput."

Rose terbelalak tidak percaya mendengar penuturan Al. Namun, dia begitu bahagia Kakaknya mau membantu kepergiannya. Dengan begini ia akan hidup bersama anaknya secara damai. Rose sangat beruntung mendapatkan Kakak begitu luar biasa.

Sedangkan Al tersenyum teduh akhirnya bisa menjaga Adiknya. Dia tahu hidup sangat susah, tetapi yakin Adiknya mampu. Kini harapan hanya satu semoga Adik dan keponakan baik-baik saja. Jujur saja ingin ikut, tetapi mudah terlacak maka harus membiarkan begitu saja. Kini Al hanya bisa membantu sampai sini.

....***....

At Santa Monica, California - 02:50 PM!

Satu minggu hidup Chris terasa berat bahkan tidak ada warna. Kadang ia berteriak memanggil Rose, tetapi tidak kunjung datang. Seperti sekarang usai pulang kerja dia berseru meminta sesuatu. Karena lupa Chris berjalan ke arah kamar Rose.

Detik berikutnya Chris terdiam sepi mengingat gadis kecil itu telah pergi. Perlahan kaki panjangnya membawa menuju ranjang gadisnya. Hingga mata tajamnya melihat Kakung dan cincin. Chris meraih kalung emas putih berserta cincin tunangan.

Degup jantung Chris terasa sesak ingat pertemuan terakhir tepatnya satu minggu lalu. Dia merasa ada yang hilang seperti biasanya Rose pagi hari sibuk masak dan menyapu. Lalu sering kali memberikan perhatian lembut. Chris merasa gila terus kepikiran Rose tanpa pernah hilang.

Bahkan saat bersama Kay hati dan pikirannya terus teringat Rose. Chris yang frustasi akhirnya memutuskan menemui Irene menanyakan apa Rose benar-benar pindah ke Eropa? Dalam perjalanan menuju rumah kedua orangtuanya ia tetap menggenggam kalung dan cincin milik gadisnya. Hingga akhirnya Chris sampai juga di kediaman mewah milik Ayah dan Ibunya.

"Young master, tumben kemari?" Tanya penjaga rumah orangtuanya.

"Saya ada sesuatu, apa Irene sudah pulang?" Sahut Chris balik tanya.

"Iya, young Lady sudah pulang."

"...."

Chris langsung melangkah pergi sebelum itu membuat kalung dan cincin jadi gelang di tangan kiri. Dia tahu jam segini Adik sedeng siap-siap istirahat. Sedangkan kedua orangtuanya sedang kerja begitupun dengan Sean. Ia memilih melangkah menuju kamar Adiknya lalu membuka pintu tanpa permisi. Benar saja Chris melihat Irene siap-siap tidur siang.

Irene terkejut sewaktu pintu terbuka cukup kasar. Dia langsung memutar bola mata melihat Kakak sulung datang dengan keadaan cukup buruk. Lihat wajah Kakaknya tampak kusut memikirkan banyak hal. Irene akhirnya memilih duduk lalu mendekap boneka Pororo.

"Ada apa, Kak?"

"Kamu tahu apa yang akan Kakak tanyakan!"

"Ckckck, apa sekarang merasa kehilangan setelah satu minggu di tinggal?"

"Tidak, aku tidak merasa kehilangan lantaran aku senang. Hanya saja aku ingin minta maaf padanya."

"Munafik, akui saja Kakak kehilangan, Rose."

"Aku malah senang dengan begitu bisa menikah bersama Kay secepatnya."

"Ya Tuhan, aku benar-benar ingin menampar keras pipimu, Kak. Kau iblis maka Rose tepat meninggalkan dirimu. Setidaknya sekarang Rose hidup normal dan pastinya bahagia. Nikmati hidup dan segeralah menikah dengan wanita, mu!"

"Hm. Di mana Rose? Apa dia sudah ke Eropa?"

"Ya, dia sudah pindah sekolah lalu sekarang di Eropa."

"Hn."

Chris memilih duduk di sofa lalu melihat foto Adiknya bersama gadis kecilnya. Antah kenapa degup jantung berasa sesak sekaligus rindu. Jika boleh jujur ia merasa kehilangan akan hadirnya yang selalu menganggu. Chris marah kenapa Rose menghantui pikiran.

Melihat gerak-gerik Chris membuat Irene muak. Mungkin sudah saatnya membuka lembaran baru. Dia akan membuka rahasia supaya Rose dan keponakannya bahagia. Dengan ingatnya sang Kakak maka sahabatnya bahagia. Irene harus membuka Kebenaran itu.

"Kak mau mendengar sebuah kebenaran?"

"Kebenaran apa?"

"Tentang hubungan Kakak dan Rose selama ini ditutup rapat."

"Sejak kapan aku punya hubungan dengan dia selain bertunangan?"

"Bukan bertunangan melainkan hubungan enam tahun silam."

"Enam tahun silam? Katakan intinya jangan bertele-tele."

"Kau sebenarnya sangat mencintai Rose sedari dulu. Yang kau cintai Rose bukan Kak Kay dan soal hubungan dulu kau di tipu. Ayah sewaktu kau bangun dari koma memanipulasi semua. Kau dan Kak Kay pacaran sewaktu umur 17 putus 19. Yang aku tangkap dulu Ayah bilang kau adalah pedofilia yang sangat mencintai Rose sedari masih balita. Maka kau pacaran dengan Kay supaya menyembuhkan sikap pedofilia mu itu. Kau adalah pedofilia menjijikan yang sangat mencintai Rose. Namun, kau telah melupakan itu semua karena terhapusnya memori."

Mendengar penjabaran Irene sukses membuat Chris terpaku. Itu pasti bohong tidak mungkin karena semua tidak mungkin. Dia masih ingat sewaktu bangun kehilangan memori. Lalu Ayahnya menjabarkan semua yang terjadi. Chris bingung kenapa Ayahnya tega melakukan itu?

Chris sadar itu demi kebaikan, tetapi sungguh menyakitkan. Dia yakin bahwa perkataan Adiknya hanya bualan. Mana ada ia mencintai gadis tengil itu pasti salah. Chris tidak percaya maka memilih menepis kebenaran aneh dari Irene.

Melihat Chris tampak acuh tidak peduli membuat Irene kesal. Apa dia harus menjabarkan apa yang pernah diceritakan sahabatnya? Demi Tuhan, ia akan berusaha membuat Kakaknya ingat lalu membahagiakan sang sahabat. Walau sulit Irene harus berusaha demi segalanya.

Dengan keyakinan Irene turun dari ranjang lalu menuju Chris. Dia akan berusaha sebisa mungkin untuk menyadarkan Kakaknya. Ia tahu risiko ini bisa berdampak fatal, tetapi harus diluruskan. Irene akan membuka memori Chris walau dampaknya akan berbahaya.

"Aku mau pulang."

"Jangan, aku akan ceritakan semua."

"Apa maksudmu, Irene? Jangan berbicara omong kosong!"

"Percaya pada Irene itu nyata, Kak. Tepatnya enam tahun di musim panas Kakak berumur 21 tahun. Di sini Kakak liburan ke London dua bulan di rumah Paman Alex dan Bibi Lisa. Waktu itu pertama bertemu Rose setelah empat tahun tidak jumpa. Di sini aku juga akan ceritakan kenapa Rose sangat mencintaimu. Nah kata Rose dulu pernah mengalami penculikan dan nyaris dilecehkan oleh orang yang menculik. Namun, Kakak menolongnya lalu detik berikutnya Kakak jadi pahlawan baginya ....

... Ingat Rose pertama kali Kakak antar ke sekolah lalu muntah-muntah usai turun dari mobil. Di begitu karena traumanya sewaktu kecil. Lanjut ke enam tahun lalu, Rose trauma dan sangat susah berbicara. Namun, Kakak dengan telaten merawatnya serta menyembuhkan traumanya sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya dia menerima hal mengejutkan sewaktu Kakak mengatakan cinta dan menjanjikan bertunangan di umur 15. Lalu kalian akan menikah sewaktu Rose lulus Sekolah Menengah Atas ....

... Rose kecil yang polos terus mengingat perkataan, Kakak. Setengah tahun Kakak pulang dari Eropa malah kecelakaan hebat. Semua sirna membuat Rose kehilangan dirimu. Kakak sadar kenapa Rose bersikap tidak tahu malu dan begitu memalukan di depan Kakak karena apa? Selalu menempel dan begitu manja terhadapmu karena apa? Dia begitu karena ingin membuat Kakak mengingatnya. Tepat diusianya ke 15 dia bertingkah lebih menggelikan lalu memaksa bertunangan itu juga karena janji yang kau ucap ....

... Rose bersikap begitu semata ingin di lihat. Dia merendahkan harga diri hanya untuk Kakak. Ribuan kali kau sakiti dia, tetapi tetap kukuh ingin bertahan juga karena mu. Dia terlalu bodoh sangat mencintaimu serta selalu punya keyakinan kuat suatu hari Kakak akan ingat dan membalas cinta yang padam. Rose selalu menerima kesakitan yang kau berikan karena hatinya yang tulus dan polos. Rose selalu bertahan karena tahu Chris hanya mencintainya. Dia selalu yakin serta percaya Kakak akan mengingat semua lalu akhirnya hidup bahagia. Namun, sekarang dia menyerah karena seseorang yang sangat dia cintai ....

... Kakak kalau genius pasti tahu kenapa Rose benar-benar pergi karena apa. Rose yang ribuan kali kau sakiti tetap berjuang di sisimu kini pergi. Kau tahu itu semua hanya untuk anaknya. Rose mengandung anakmu, Kak. Kenapa pergi karena dia takut anaknya terluka akibat tidak diinginkan olehmu. Terlebih kau sering melecehkan dirinya. Kau pasti tahu berat sekali hidupnya selama ini. Terkhusus saat ini ia mengandung dan pasti ada gejalanya? Dia ke London Kak untuk mengasingkan diri. Jemput gadismu sebelum terlambat."

Irene akhirnya berhasil memberi tahu kebenaran menyakitkan tentang Rose. Detik berikutnya ia shock berat sewaktu Chris menggerang Kesakitan sembari mencengkeram erat rambut. Ia yang panik berusaha menenangkan, tetapi berakhir pilu. Chris kehilangan kesadaran menyebabkan Irene panik luar biasa.

Bagai di hantam ribuan benda berat itulah yang Chris rasa. Kepala terasa begitu menyakitkan sewaktu memori sedikit demi sedikit hadir membuatnya mengerang. Terkhusus kejadian silam terbuka kembali menampilkan sosok Rose yang tersenyum begitu pun dirinya. Bahkan kata-kata terakhir mengatakan gadisnya hamil menambah beban. Mungkin penyakitnya kambuh sekaligus memori kuat datang membuat Chris tumbang.

.....****.....

Cut .....!!!!

.....💔💔.....

Di saat Chris sampai London maka Rose telah pergi.

Jadi ingat kisah Papa Alex hendak menyusul Mama Nancy, tapi berakhir duka.

Akankah Chris tetap bersama Rose di saat semua kesakitan teringat?

Akankah Rose tetap bersama Chris?

Asli nyesek banget huweee.

See you again.

Black Rose.

10*07*20

1
Akifa
profil nya macho semuanya saya suka tidak ke Korea2an kaya novel yg lain
Cica Kosmetik
sedihhh...tp biar chris dpt ganjarannya..rose bahagia tanpa chris
May Tanty
ikutan baca
abror family
ka rose ko bisa ya bikin cerita kaya gini🤔🤔🤔biasanya Islami 😅😅😅😅
abror family
wau 😅😅😅
Clara
lanjut...aku suka krya mu👍
Ɽ⃟˜ Gita ♕
udah lama kaga baca ni novel, pembukaan yg sangat menarik 🤧
Mhimi Rahalus Rahakbauw
ahirnya yang senior² beraksi juga... rindu dengan aksi mereka
Mhimi Rahalus Rahakbauw
aku lanjut mampir di sini thor
Mudayanah Mj
slamat semoga SAMAWA💐💐💐
Mudayanah Mj
mbayangin ngeriii
Mudayanah Mj
sedihhh😭😂
Adhe Dhebo
mampir
Sitii Affandii
wah visual Daniel nya Michelle morone 🥰
Aidil Dan Aljabir
mksi thor,crtanya bgus sx
Aidil Dan Aljabir
aku ska,aku ska.
Nani Marika
maff ya kk. aq ngerasa bacanya kurNg gereget. terlalu cepat. jd kurang dapet feelnya. padahal ceritanya bagus. cma penulisannya kurang gimana yaaa
Estiti Kadam
gak masalah beda usia yg penting gak beda alam ...😁😁
Anggur Wijayanti
hadehhh, visualnya bikin meleleh thor,,, 😍😍😍
Ntung Ntung
awaln yg GK paham Krn meringks crt, selanjutnya wao perfect ada tangis haru,akhir dgn kebahagian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!