Rahel adalah seorang yang kuliah di Jurusan Bahasa Inggris lewat jalur beasiswa. Ia adalah gadis cantik dan cerdas sehingga banyak mahasisiwa yang mengagumi dia.
Sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang mahasiswa tampan bernama Harley, yang menyebabkan laptop milik Harley rusak. Rahel pun harus mengganti rugi dengan bekerja paruh waktu di resto milik keluarga Harley.
Seiring dengan berjalannya waktu mereka saling kenal dan saling mencintai. Namun, hubungan asmara mereka tidak semulus seperti jalan tol lantaran status sosial.
Yuk, intip bagaimana hubungan Rahel dan Harley selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengikuti Acara Liburan Semester
"Harley, Aku malu jika kamu seperti ini!" Rahel menggerutu karena saat sampai di parkiran mobil, Harley membopong Rahel hingga banyak orang yang melihat kejadian tersebut.
"Maaf, karena aku tidak mau kamu dekat dengan Reyhan! Aku takut kehilanganmu!" Harley menyetir mobil dengan kecepatan tinggi karena hatinya sedang bergemuruh karena cemburu.
"Cie yang lagi bucin. Hemt, senyum dong?" Aku 'kan sudah ada didekatmu." Rahel nyengir ke arah Harley sambil meledeknya. Ia mencairkan suasana agar Harley tidak emosi.
"Rahel. Kamu kalau seperti itu tambah cantik. Pengen tak jitak kepala kamu," ucap Harley sambil menoleh ke arah Rahel.
"Silakan kalau berani jitak aku. Eh, Besok Kamis kamu ikut camping tidak?" Rahel bertanya kepada Harley sambil menoleh ke arah Harley.
"Kamu sendiri ikut atau tidak? Kalau kamu ikut aku pasti ikut. Jika kamu tidak ikut malas banget. Mending main game di rumah." Harley tersenyum sambil menyetir mobil ke arah depan.
"Masa sih? Kamu kok nyebelin!" tanya Rahel sambil mencubit tangan Harley karena gemas.
"Sayang, aku lagi nyetir lho? Mainnya nanti saja jika sudah sampe rumah." Harley tersenyum dan bercanda dengan Rahel.
Setelah mereka asyik bercanda, tidak terasa selama lima belas menit mereka sampai di depan pekarangan rumah Rahel. Harley mulai mematikan mesin mobilnya lalu turun dari mobil.
Mereka berjalan sampai di depan pintu rumah Rahel. Waktu sudah isya pertanda ibunya Rahel sudah selesai berjualan. Rahel mengetuk pintu rumahnya. Setelah beberapa detik pintu pun terbuka. Sintia lalu berkata,
"Nak Harley? Mari silakan masuk!" Sintia menatap Harley dan mempersilakan masuk.
"Saya segera pulang saja karena sudah isya, Harley pamit pulang ya, Bunda?" Harley meminta izin kepada Sintia untuk segera pulang karena waktu sudah isya.
"Iya. Hati-hati," jawab Sintia dengan senyum hangatnya.
Ia berbalik arah dan berjalan menuju mobilnya. Lalu Harley menaiki dan menyalakan mesin mobilnya seraya melaju dengan cepat sampai tidak terlihat dari rumah Rahel.
Lalu Rahel masuk ke dalam rumah dan mulai membersihkan diri. Setelahnya Rahel dan ibunya mulai melaksanakan sholat isya secara berjamaah. Lalu mereka beristirahat di ruang keluarga seraya Sintia berkata,
"Nak, tumben pulang malam, ada apa?" tanya Sintia dengan penasaran.
"Tadi Mamanya dokter Reyhan sakit dan dirawat di rumah sakit. Rahel tadi menjenguk dengan diantar oleh dokter Reyhan bersama Nina teman kerja Rahel." Rahel menjelaskan kepada ibunya.
"Oh. Kasihan dokter Reyhan. Semoga Mamanya dokter Reyhan cepet sembuh. Yasudah kamu makan sana! Jangan lupa istirahat," perintah Sintia kepada Rahel sambil meracik bahan masakan untuk dagangan esok hari.
"Oke, Bund. Rahel juga sudah lapar." Rahel lalu bergegas ke ruang makan untuk makan karena seharian Rahel tidak sempat makan.
Rahel menyantap makanan dengan lahap. Setelahnya Rahel menemui ibunya yang sedang menyelesaikan pekerjaan. Lalu Rahel membantu ibunya sampai pekerjaan tersebut selesai. Setelah itu mereka membersihkan diri dan bergegas tidur.
*** *** ***
Hari Kamis pun tiba. Waktu menunjukan pukul 07.00 pagi. Rahel bersiap-siap untuk ke kampus untuk mengikuti kegiatan camping di Bumi Perkemahan Si Kucing. Tidak lupa ia membawa peralatan camping dengan lengkap.
Sintia akan mengantar Rahel dengan motor NMAX. Rahel tidak berjalan kaki karena membawa beberapa barang. Setelah sepuluh menit berkendara, Sintia berhasil mengantarkan Rahel sampai di depan kampus.
"Rahel berangkat dulu ya, Bund." Rahel berpamitan dengan ibunya dan mencium tangan beliau dengan takzim.
"Kamu hati-hati ya, Nak?" Sintia mendoakan Rahel lalu bergegas untuk pulang karena Sintia akan berjualan.
"Iya, Bunda." Rahel tersenyum dan melambaikan tangan kepada ibunya.
Lalu Rahel berjalan menuju ruang kelasnya untuk bergabung dengan rekan-rekannya. Mereka sebagian besar sudah berangkat tinggal menunggu intruksi dari dosen mereka. Tidak lama dosen yang bernama Justin datang ke kelas bahasa Inggris seraya ia menempatkan diri dan berkata,
"Selamat pagi semua. Bagaimana kabar kalian?" Justin menyapa para pelajar dengan tersenyum merekah di bibirnya.
"Pagi juga. Kabar kita baik dan luar biasa!" jawab mahasiswa putra dan putri secara serentak.
"Oke. Sebentar lagi kita akan berangkat ke Bumi Perkemahan diharapkan barang yang dibawa tidak ada yang ketinggalan. Kita nanti akan menaiki bus pariwisata. Jadi, yang biasa mabuk harus minum obat anti mabuk dulu." Justin memeberi arahan kepada mahasiswa sebelum berangkat camping.
"Siap, Pak!" Susanto menjawab pertanyaan dari Justin.
Mereka para mahasiswa putra dan putri mengecek kembali barang bawaan dan tidak lama mereka menuju bus pariwisata dan menempati bus yang sudah disediakan. Rahel duduk dengan Ririn teman dekatnya saat di kampus. Tidak lama dosen beserta seluruh mahasiswa putri dan putra sudah memasuki bus pariwisata.
Mesin bus mulai dinyalakan oleh supir, tidak lama bus itu berjalan dengan cepat. Setelah dua jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat camping yaitu di Bumi Perkemahan Si Kucing.
Setelah mendapat intruksi dari dosen, para mahasiswa putra dan putri mulai berhamburan keluar dari bus. Mereka turun dari bus dan berkumpul di tanah lapang yang luas dan berbaris untuk didata supaya jika terjadi apa-apa bisa dipantau.
"Oke. Para peserta sudah lengkap tidak ada yang absen. Kalian semua bisa langsung membuat tenda dengan dibantu oleh dosen masing-masing." Pak Reno selaku kepala dosen memberi arahan kepada para mahasiswa putra dan putri.
Lalu mereka mulai memasuki kawasan hutan bumi perkemaham. Tempatnya seperti di hutan saat mendaki gunung. Pohon jati yang menjulang tinggi. Akhirnya mereka sampai dan mulai mendirikan tenda.
Beberapa mahasiswa putri sedang bercakap-cakap.
"Pemandangannya indah sekali. Pasti seru ya teman-teman." Ririn teman Rahel sangat bahagia karena takjub dengan keindahan alam.
"Benar. Setelah mendirikan tenda, kita akan melakukan kegiatan apalagi, ya?" tanya Nindy kepada rekan-rekannya.
"Setahu saya, kita nanti akan mencari jejak sebuah bendera berwarna merah. Kemarin saya bertanya kepada Rino selaku wakil dari ketua BEM." Ririn memberi penjelasan kepada temannya.
Tidak lama semua tenda berhasil dibuat. Kini para mahasiswa putra dan putri mendapat intruksi untuk acara memasak dan istirahat selama satu jam. Rahel dan rekan-rekannya mulai mengeluarkan peralatan. Mulai dari kompor gas mini, nasting, mie instan dsb.
"Teman, sup jamur sama mie instannya sudah matang, ayo kita makan bersama." Rahel yang bertugas memasak kini telah selesai dan memanggil teman-temannya untuk segera makan bareng.
Tiba-tiba salah satu mahasiswa putra dari jurusan lain mendekati Rahel seraya berkata,
"Kamu Rahel? Kamu dipanggil Harley untuk memasak di tenda kami. Kelompok kami tak ada satu pun yang bisa memasak." Sambil garuk-garuk rambut di kepalanya, pemuda tersebut meminta bantuan kepada Rahel.
"Hahaha." Hari gini masih ada anak Mami." Beberapa Mahasiswa putri menertawakan pemuda itu.
"Biar aku saja yang masakin kelompoknya Harley. Di sana kan tempat para cowok ganteng berkumpul?" Nindy menyela pembicaraan dan menawarkan diri untuk memasak.
"Oke. Kamu juga tidak apa-apa. Cepetan kami sudah lapar." Pemuda itu memohon sambil berdiri menghadap teman-teman Rahel.
Rahel hanya diam sambil tersenyum masam karena dia malas jika mendekati cowok-cowok resek.
"Siapa yang mau nemenin aku? Tidak etis jika perempuan sendiri di tengah-tengah laki-laki," ucap Nindy sambil mengajak salah satu temannya untuk ikut dengannya.
"Aku ikut. Sambil jalan-jalan lihat pemandangan." Zarah teman Rahel yang centil menawarkan diri untuk ikut ke tenda cowok.
Lalu pemuda itu, Nindiy dan Zarah menuju tenda cowok yang dipimpin oleh Harley. Lantas, Harley berkata,
"Kalian? Rahel mana?" Harley mengernyitkan dahi karena yang datang bukan Rahel melainkan temannya.
"Rahel lagi sibuk, Harley. Jadi kami saja yang masakin buat kalian. Cepetan mana bahan dan alatnya! Kami akan memasak keburu kegiatan lainnya." Nindy menyuruh Harley mempersipkan bahan dan alat untuk memasak.
Harley berdecak kesal. Karena yang datang adalah cewek resek yang cerewet hingga dia merasa dongkol.