NovelToon NovelToon
My Lovely Ana

My Lovely Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadis_Kecil

DILARANG PROMOSI DI KOLOM KOMENTAR!!

Ana, gadis yang baru berusia 18 tahun harus tinggal bersama pria asing yang telah menggelontorkan banyak uang demi biaya operasi sang adik yang terluka cukup parah karena penyerangan sedang kedua orang tuanya telah tiada.

Judul lama "Penjara Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis_Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemaksaan

Semua wartawan mendadak terdiam. "Apa dia punya bukti yang sangat kuat untuk menuduhku? Tidak bukan? Jadi aku harap kalian bisa menjadi wartawan yang bijak dalam menyikapi sebuah berita. Jangan kalian menerima sebuah berita yang sama sekali tak memiliki fakta yang kuat." tutur Samuel sekali lagi.

"Soal Martha aku ingin mengatakan sesuatu padanya ... Martha jika kau melihat ini maka aku menantangmu. Datanglah ke hadapanku dan kita sama-sama ke rumah sakit. Mari kita buktikan ucapanmu dengan melakukan tes DNA itu pun kalau kau berani."

Martha yang melihat menggeram kesal. Berani-beraninya Samuel menantangnya di depan umum! Malu? Tentu saja. Martha pikir Samuel akan terus saja diam, tak disangka pria itu membalasnya dengan cara yang cerdik.

Tidak, dia tak boleh membiarkan kedoknya terbongkar dan pastinya Martha tak akan menerima tantangan dari Samuel. Martha harus membuat tes DNA tanpa diketahui oleh si mantan tunangan.

Buru-buru Martha mengambil tas untuk keluar dari apartemen miliknya sendiri. Begitu dirinya membuka pintu, Martha terkejut ketika mendapati sesosok pria dan anak kecil bersama dua pengawal yang badannya besar.

"Halo, Nona Martha anda tepat waktu membuka pintu." ujar si pria dengan memamerkan senyuman. Senyuman itu lantas berubah saat pria itu beralih pada dua pengawal yang bersamanya menjadi tatapan serius ditambah dengan perintah yang absolut.

"Bawa dia!"

****

Lina sama sekali tak mengerti mengapa Dariel meminta dua pengawal yang bersama mereka menangkap seorang wanita yang tengah hamil. Dia melihat si wanita berusaha memberontak dengan berusaha menutup pintu secepat mungkin hanya saja gerakannya agak lambat sehingga Dariel bisa menahan pintu itu dan akhirnya tanpa bersusah payah dua pengawal itu sudah bisa menangkap wanita yang bernama Martha itu.

"Dariel, lepaskan aku!" teriak Martha. Senyuman ganjil ditujukan Dariel untuknya.

"Tidak bisa! Ini perintah Tuan Samuel bahwa kau harus mengikuti kami untuk ke rumah sakit. Kau pikir, Tuan Samuel akan melepaskanmu. Tuanku itu jauh lebih pintar. Dia tak akan percaya padamu dan memutuskan agar kami lebih satu langkah darimu. Rupanya apa yang dia terka itu benar." Martha mengeluarkan sumpah serapah pada Dariel yang sama sekali tak ambil pusing.

Dia menutup pintu apartemen Martha kemudian mengikuti dua pria yang menyeret wanita itu. Lina yang telah kehilangan kemampuan untuk berbicara hanya bisa menatap heran tak mengerti dengan situasi sekarang.

"Katakan berapa gajimu, akan aku bayar dua kali lipat!" Dariel tak menggubris dan sibuk menyetir mobil. Kadang-kadang dia tersenyum pada Lina yang memasang wajah bahwa dia ingin tahu semuanya.

Sampai di rumah sakit, lagi-lagi kedua pengawal menyeret Martha menuju dokter kandungan. "Periksa DNA bayinya dan cocokkan dengan DNA Tuan Samuel yang sudah aku berikan padamu."

"Baik Tuan Dariel. Silakan pergi biar kami mengurus di sini." Tentu saja Dariel tak senaif itu jika dia melepaskan Martha tanpa pengawasan. Dia pun memborgol tangan si wanita agar tak bisa ke mana-mana.

"Sialan kau Dariel!"

"Sama-sama Nona." Dariel kembali pada Lina yang senantiasa menunggu.

"Maaf menunggu Nona, ayo kita pergi ke luar anda pasti sudah lapar." Dariel lalu menjatuhkan pandangan pada dua pengawal.

"Selama tes DNA belum keluar jangan biarkan dia keluar atau menghubungi siapa pun. Mengerti?"

"Baik Tuan."

"Aku akan menghubungi dua pengawal lagi agar kalian bisa menjaganya secara bergantian." Akhirnya, Lina dan Dariel pun pergi menuju salah satu restoran terdekat.

"Ayo Nona silakan makan." Lina tak makan hanya mengaduk-aduk makanan tanda kalau gadis kecil itu tak berselera untuk makan.

"Nona, ada apa?" Seakan tahu Dariel segera bertanya pada Lina. Sontak Lina langsung mengambil pulpen dan buku catatan. Ditulisnya beberapa kata kemudian menyodorkannya lagi pada Dariel.

'Apa yang ingin kau lakukan terhadap wanita itu? Dia sedang hamil ... kasihan.' Dariel mengembuskan napas.

"Untuk apa kasihan? Dia itu orang jahat. Wanita itu sudah berani membuat nama Tuan tercemar karena berita palsunya." Alis Lina mengerut.

'Berita palsu?'

"Iya. Nanti aku akan jelaskan tapi Nona harus makan dulu. Bisa gawat nanti kalau Nona Ana sampai tahu anda tak mau makan." Mendengar namanya kakak, Lina pun makan dengan lahap.

Ini adalah cara Dariel yang jitu. Hanya dengan menyebutkan nama Ana Lina mau patuh kepada dirinya. "Oh ya Nona, aku dan Nona Ana sudah memutuskan agar kau bersekolah." Lina mematung.

Bersekolah? Dengan dirinya yang sekarang? Sepertinya itu bukanlah ide bagus. Lina pun tanpa sadar menggeleng lemah membuat Dariel bingung. "Ada apa Nona? Apa anda tak suka dengan keputusan kakak anda?"

Lina mengangguk. Dia kembali menulis dan memberikan secarik kertas pada Dariel. 'Aku takut ... tak bisa berbincang dengan teman-teman sebayaku karena luka ini. Nanti aku akan mendapat perlakuan buruk di sekolah.' ungkap Lina jujur.

"Nona tak apa-apa, kalau anda diperlakukan seperti itu, katakan saja padaku atau pada guru-guru. Aku yakin mereka pasti mau membantumu." Masih ada keraguan di raut wajah Lina dan kemudian menulis beberapa kata lagi untuk dia berikan pada si tangan kanan Samuel.

'Apa Dariel sudah tahu di mana aku sekolah?' Dariel mengangguk mantap.

"Sebuah sekolah yang tak jauh dari tempat tinggal. Aku sengaja mendaftarkanmu di sekolah biasa bukan sekolah luar biasa karena kau terluka sehingga tak berbicara. Apa Nona Lina tak keberatan?" Kendati terpaku, Lina pun mengangguk lemas.

Dalam hati dia berharap semoga semua akan baik-baik saja.

1
rosalia puspita
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nanik Lestari
Samuel goblok
Nanik Lestari
7th, Semoga kakak beradik Ana dan Lina selamat sampai akhir cerita
id IG: sabia.sky
apakah ada kisahnya Lina dan Dariel???
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
enak ato laper samuel
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
dasae nyinyiiirrr. .,.... mati la kau..... potel sepotel potel ny...
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
syukaaaa alur cerita ny
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
🤧🤧🤧🤧🤧
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
aq syuka cerita U othorrrr....
Yana
thor buat cerita lina sama dariel
Priskha
kok aq bingung ya bacanya, bknnya wkt nikah si shella datang dan kasih selamat juga ya..
bank sha one
author GALFOK
Kenzi Kenzi
ya iya lah...dikamar babang ada genduk kecil lina.....ke gep bisa bahayaaaa☺☺☺
Kenzi Kenzi
.ga mencerminkan seorang dosen
Kenzi Kenzi
wowwwwwww...ana oh ana....nakal kamu ya😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Kenzi Kenzi
andai lina jdi dewasa...pasti jadi an sama dariel...😉😉😉😉
Kenzi Kenzi
wehhhh....adegan kamar mandi dehhhhh
Kenzi Kenzi
3.sohib karib
Kenzi Kenzi
siapa.madava...semoga pria baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!