Semua berawal dari kesalahan.
Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.
"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"
~Kinara Adinda A~.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.
mohon dibaca ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Kemah (3)
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam di perjalanan,akhirnya bus yang mereka tumpangi telah sampai di area luar tujuan mereka.
Satu per satu penghuni bus mulai turun setelah mendengar instruksi dari Pak Ardi.
Mereka menggendong ransel masing masing dan berbaris rapi di samping Bus itu.
"Silahkan kalian berdiri berdasarkan kelompok.untuk kelompok akan diberikan 2 tenda,1 untuk perempuan dan 1 untuk laki laki.Silahkan perwakilan kelompok mengambil tenda ke depan" Pak Ardi menjelaskan sambil membagikan tenda pada masing masing perwakilan kelompok.
Setelah mendengar instruksi dari Pak Ardi mereka mulai mencari kelompok masing masing dan perwakilan mereka mengambil tenda.
Dinda dan Reksa berjalan ke arah kelompok 4.
"Perwakilan kelompok 4 siapa?" tanya Dinda setelah sampai di kelompok 4.
"Ohh.Perwakilan yang cowok kak Genta dan perwakilan cewek belum ada" jawab Gadis bernama Lea dari kelas 11 IPA 1.
Dinda sudah tau kalau ia satu kelompok dengan Genta.
Ya kali nggak sekelompok orang jelas jelas duduk berdampingan.
"Emang nggak ada yang wakilin?" tanya Dinda
"Nggak ada yang mau nambah beban" Lea mengutarakan kata kata anggota perempuan di kelompok itu.
"Biar gue aja yang ambil" Ujar Dinda pada Reksa
"Lo yakin Din?" tanya Reksa menatap Dinda dari atas sampai bawah.tatapan Reksa sarat akan meremehkan.
Dinda yang memiliki tinggi 168 cm itu memiliki postur tubuh yang ramping sepasang tangan dan kaki yang putih seakan akan itu sangat rapuh.
Wajar kalau beberapa orang meremehkannya
"Yakin dong say" ucap Dinda setelah mengedipkan matanya dan berlalu ke arah orang orang yang mengambil tenda.
💥💥💥💥
Setelah selesai mengambil tenda Genta berbalik ke arah Kelompoknya.ia mendengar percakapan Dinda.
Genta terus mengikuti pergerakan Dinda.
Genta melihat Dinda yang sudah mengendong ransel di tambah pula dengan Tenda.
"Gama.lo bawa tenda!" Genta memanggil Gama dan memerintahkan ia untuk membawa tenda.
"Lah kenapa gue?" tanya Gama bingung.
"Kasian cewek" Jawab Genta singkat.
Gama melirik Dinda yang membawa tenda itu.
"Bilang aja "Bebeb gue keberatan bawa tenda" pakek gaya gayaan kasian cewek" Gama yang paham langsung mengambil alih tenda dari Genta.
Genta mulai melangkah ke arah Dinda dan langsung mengambil tenda tanpa permisi dulu.
"Eeh lo apaan?" Dinda langsung teriak ketika merasakan ada seseorang yang mengambil tendanya.
"Gue bawa" Genta menjawab sambil meletakkan tenda di Ranselnya.
"Tapi kak" Dinda sedikit terkejut dengan jawaban Genta
Yang Dinda dengar Genta itu orangnya cuek lah ini lah itu lah.
Tapi kenapa yang dilihatnya selalu berbanding terbalik dengan yang didengarnya.
Chelsea yang melihat bagaimana sikap Genta pada Dinda membuatnya semakin menumbuhkan kebencian.
Ia iri dan cemburu terhadap Dinda.
Dinda dengan pasrah menyerahkan tenda itu pada Genta dan kemudian ia menyusul rombongan yang mulai berjalan menuju pedalaman hutan tempat mereka berkemah.
💥💥💥💥
Pohon pohon besar dan tinggi memenuhi kedalaman hutan.
Sungai sungai yang jernih mengalir dengan indah menuju tempat terendah.
Kicauan kicauan burung tak lupa juga mengiringi perjalanan mereka.
Siswa dan siswa yang suka mengabadikan momen mulai membuka kamera mereka.
Mereka mengarahkan lensa kamera itu ke segala arah.
Jepret sana sini dan tersenyum bahagia.
Menikmati perjalanan supaya mengurangi lelah yang mereka rasakan.
Dinda memperhatikan suasana di depannya.
Dia menghirup udara bersih sebanyak banyaknya.
Ia menoleh ke kiri mendapati wajah Reksa yang santai.
Menolehkan kepalanya ke kanan Dinda disuguhkan dengan pemandangan Tiya yang sibuk berfoto foto ria dengan dibantu oleh fotographer setianya yaitu Dwi.
Memang disepanjang perjalanan ini Tiya dan Dwi ikut dengan Reksa dan Dinda.
"wehhhhh.gue ikutan dong" ucap Dinda melangkah ke arah Tiya sambil menarik tangan Reksa.
"Lo sih.tadi diajak nggak mau" sindir Tiya.
Mereka berempat berfoto dengan ria.
Sebelum mereka berfoto tadi Dwi sempat minta tolong sama Lea buat jadi fotographernya.
Akhirnya lelah mereka diganti dengan pemandangan yang sangat sangat luar biasa.
Pepohonan hijau membentang se jauh meta memandang.
Siswa dan Siswi yang sejak tadi sudah lelah mendudukkan diri di rerumputan hijau itu.
Setelah beristirahat sejenak suara Pak Ardi menginsrtuksikan mereka untuk mulai bersiap siap karena hari sudah sore.
"Sekarang kalian mulai mendirikan tenda dan menyiapkan untuk mencari kayu bakar"
"Baik pak" Jawab mereka serempak dan mulai mencari lokasi untuk mendirikan tenda.
Genta dan Gama dibantu Dinda dan Reksa sibuk mendirikan tenda untuk kelompoknya,sedangkan 3 cowok lainnya mencari kayu bakar.
Lea dan 2 orang lainnya mempersiapkan alat alat yang diperlukan untuk memasak nanti malam.
Tenda telah selesai didirikan dengan posisi yang berdampingan.begitulah instruksi Pak Ardi tadi.
Setelah selesai menata barang barang ke dalam tenda masing masing dan menyusun kayu bakar menyebabkan badan mereka lengket karena keringat.
"Bagi yang ingin mandi silahkan pergi ke sungai" seakan mengerti akan situasi Pak Ardi langsung memberi instruksi pada siswanya.
Terdengar beberapa keluhan dari gadis gadis manja yang takut gatal gatal lah,ini lah, itu lah.
Dinda yang mendengar itu tak menggubris dan mencari peralatan mandinya kemudian pergi ke arah temannya yang sudah menuju ke arah sungai.
Meninggalkan putri putri yang manja itu.
🍁🍁🍁🍁
HAI HAI SEMUA.....
JANGAN LUPA DI LIKE SAMA KOMEN YA
KALAU DI KASIH VOTE JUGA NGGAK PA PA
😁😁😁😁
#Dinda
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,