NovelToon NovelToon
Rugi 1 Perampok Budiman

Rugi 1 Perampok Budiman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Pemain Terhebat / Pusaka Ajaib / Tamat
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Rugi Sabuntel, anak lelaki gendut dan cengeng. Dia selalu diejek dan ditindas oleh anak-anak lain, sampai-sampai nyaris tewas. Hingga muncullah orang sakti bernama Ki Robek yang menolong Rugi.

Rugi yang diangkat murid oleh Ki Robek tumbuh menjadi pendekar sakti yang tetap gendut. Meski seorang pendekar, dia tetap rendah hati dan memilih jalan jujur dengan menjadi kuli di gudang jagung milik Demang Segara Gara.

Namun, tawaran menjadi seorang perampok budiman demi menolong rakyat miskin yang tertindas oleh penguasa, membuat Rugi mengubah jalan hidupnya. Dia pun akhirnya menjadi seorang perampok budiman yang merampok rumah-rumah pejabat dan orang kaya zalim. Hasil rampokannya dia bagi-bagikan kepada rakyat yang telah hidup sengsara karena dizalimi penguasa dan pengusaha.

Lalu akan berakhir seperti apa Rugi Sabuntel ketika dia menjadi buronan nomor satu para penguasa yang punya kekuatan pasukan? Dan siapakah wanita yang akan hinggap di hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PB 20: Duel Pendekar Mulai

*Perampok Budiman (PB)* 

Demang Segara Gara bersama istri dan putrinya disambut oleh para pejabat kademangan yang sudah hadir di tribun utama. Tentunya tempat duduk bagi Demang serta istri dan putrinya lebih khusus.

Seiring itu, seorang lelaki separuh baya berjubah kuning bergerak cepat naik ke tribun tempat Demang Segara Gara berada. Lelaki berkumis tebal itu bernama Takar Talas, orang yang akan menjadi juru panggung pertandingan.

“Hormat hamba, Gusti!” ucap Takar Talas sembari menjura hormat.

“Apakah semua sudah siap?” tanya Demang Segara Gara.

“Tinggal satu pendekar yang belum datang, yaitu Pendekar Macan Langit,” lapor Takar Talas.

“Mulai saja pertandingannya. Keterlambatan adalah kelakuan buruk!” perintah Demang Segara Gara.

“Baik, Gusti Demang,” ucap Takar Talas patuh.

Takar Talas lalu menjura hormat dan berbalik pergi. Setelah turun setengah tribun, dia lalu melompat dan berlari di udara.

Jleg!

“Yeee!” sorak penonton ramai ketika Takar Talas mendaratkan kakinya di bidang panggung berlantai papan.

“Duel Pendekar Butogilooo!” teriak Takar Talas bertenaga dalam menggema membahana sambil menonjok langit, sepertinya dia punya dendam kepada langit.

“Yeee!” sorak para penonton kian beringas, terutama penonton kelas bawah yang punya jiwa-ijiwa pemuja.

Dari pinggir lapangan naik seorang pendekar wanita warna pinki, yaitu Ageng. Dia membawa selembar papan yang sejak tadi dia corat-coret dengan ujung pisaunya. Di papan itu tertera nomor urut dan nama-nama para pendekar, lengkap dengan julukannya.

Naiknya si gadis cantik itu membuat panonton riuh bergembira, terlihat pada senyum dan binar-binar mata mereka saat memandang Ageng.

“Ageng pujaankuuu! Hahaha!” teriak seorang pendekar separuh baya berwajah bopeng yang duduk satu undak tangga tribun di bawah Rugi Sabuntel.

Teriakan pendekar yang bernama Si Bopeng Perkasa itu membuat Ageng melirik ke arah tribun para peserta. Karena posisi Rugi Sabuntel ada di atas Si Bopeng Perkasa, otomatis Ageng pun bertemu pandang dengan Rugi Sabuntel yang ternyata juga memberi senyuman, di saat Si Bopeng melambaikan tangan ke panggung.

Ageng tersenyum malu, membuat Si Bopeng girang bukan main. Padahal senyum Ageng karena senyum Rugi Sabuntel. Karena merasa malu plus bahagia, Ageng melangkah cepat menyerahkan papan yang dibawanya kepada Takar Talas. Setelah itu dia bergegas pergi dan turun dari panggung.

“Wahai pendekar-pendekar Kademangan Butogilo! Wahai warga-warga Kademangan Butogilo! Duel Pendekar Butogilo akan kita mulai. Persiapkan mata-mata kalian, persiapkan jantung-jantung kalian, dan teriakkan pendekar pujaan kalian!” teriak Takar Talas berapi-api dengan mulut berair-air. “Tiga puluh dua pendekar telah mendaftar, tapi sayang, juara bertahan belum juga....”

“Aku sudah datang!” teriak satu suara lelaki keras tiba-tiba, memotong kata-kata Takar Talas.

Takar Talas dan semua hadirin beralih memandang ke satu sisi. Terlihat ada seorang pemuda berbadan kekar mengenakan pakaian serba hitam, tapi bertotopong kulit harimau. Pemuda berwajah tegas itulah yang bernama Pendekar Macan Langit, sang juara bertahan dari Duel Pendekar Butogilo.

“Oooh!” pekik Takar Talas keras. “Ternyata, Pendekar Macan Langit tidak sudi menanggalkan gelar juaranya tanpa pertarungan adu nyawa. Tentu kita semua ingin tahu, siapa yang akan menjadi lawan terkuat Pendekar Macan Langit kali ini!”

“Satria Tinju Tanpa Aral!” teriak beberapa penonton.

“Arjuna Penari!” teriak penonton yang lain.

“Putri Jari Penakluk!” teriak yang lain pula.

“Rugi! Rugi! Rugi!” teriak warga dari Desa Buangsetan, termasuk Blikik dan Citayam.

Peneriakan nama Rugi Sabuntel membuat Pendekar Macan Langit terusik telinganya. Dia segera menatap serius kepada kumpulan pendekar di tribun ujung. Ternyata benar, di sana ada sosok dan wajah Rugi Sabuntel yang sebelum-sebelumnya tidak pernah ikut turnamen tersebut.

“Tenaaang! Tenaaang!” teriak Takar Talas yang membuat para penonton yang sudah mulai panas kembali tenang. “Bagaimana kalau kita buktikan dengan pertarungan di atas panggung megah ini?!”

“Yeee!” sorak para penonton penuh kegarangan.

“Kita panggil dua pendekar untuk pertarungan pertama! Nomor satu, pendekar pendatang baru di Duel Pendekar Butogilo ini. Dia dari luar Kademangan Butogilo dan dia pendekar wanita yang cantik! Kita panggil, Pengantin Tanpa Suamiii!”

“Wuaaah!” teriak banyak penonton gempar karena baru kali ini mereka mendengar nama itu. Namanya pun menggugah jiwa-jiwa para kaum berjenggot.

“Cantiiik!” teriak banyak penonton semakin bersemangat, setelah melihat seorang pendekar wanita berpakaian hijau muda bangkit berdiri dan berjalan turun dari tribun.

Para pendekar lelaki peserta duel pun semua memerhatikan pendekar wanita bersenjata kipas warna merah itu, termasuk Rugi Sabuntel.

Namun, segala kehebohan para penonton yang seolah-olah tidak pernah melihat wanita cantik, tidak membuat gadis berusia kepala dua itu geer atau salah pijak. Dia tetap berjalan tenang naik ke atas panggung dengan rasa percaya diri.

Pangantin Tanpa Suami memang cantik.

“Pendekar cantik ini akan melawan pendekar nomor urut dua. Kita panggil pendekar berkaki maut, yaitu Sepak Kilaaat!” teriak Takar Talas semakin kencang.

“Yeaaa! Hahaha!” teriak seorang pendekar lelaki berusia kepala empat sambil bangkit mendongak pongah ke langit.

Di antara para pendekar lain, Sepak Kilat melakukan gerakan-gerakan tangan yang kuat sebagai gaya pembuka.

“Tidak peduli cantik seperti bidadari, tetap akan aku hajar di atas panggung!” teriak Sepak Kilat sambil menunjuk Pengantin Tanpa Suami di atas panggung.

Sepak Kilat lalu melompat dan berlari di udara. Satu kali dia menginjak satu kepala penonton sebagai pijakan transit untuk sampai ke atas panggung.

“Yeee!” teriak penonton semakin panas karena pertarungan pertama akan segera dimulai.

Sepak Kilat menatap tajam Pengantin Tanpa Suami, menunjukkan permusuhan kepada gadis yang bersikap tenang itu. Padahal, di dalam hatinya berhayal bisa menjadi suami Pengantin Tanpa Suami.

“Pengantin Tanpa Suami siap?” tanya Takar Talas.

Gadis itu mengangguk dengan posisi berdiri biasa.

“Sepak Kilat siap?” tanya Takar Talas lagi kepada Sepak Kilat.

“Siap!” pekik Sepak Kilat sambil memasang kuda-kuda dan menunjukkan wajah bengis. Dia benar-benar tampil totalitas.

“Bersiap! Pertarungan dimulaiii!” teriak Takar Talas sambil melesat mundur meninggalkan panggung.

“Hiaaat!” teriak Sepak Kilat sambil maju cepat beberapa langkah lalu melesat menerjang dengan kedua kaki mengibas seperti sabetan pedang kepada Pengantin Tanpa Suami.

“Yeee!” sorak penonton keras saat melihat Pengantin Tanpa Suami bisa dengan cepat menarik wajahnya dari sambaran ujung kaki Sepak Kilat. Tubuh Sepak Kilat lewat begitu saja di depan Pengantin Tanpa Suami.

“Pengantin cantik, aku mendukungmu!” teriak seorang penonton lelaki di sela-sela pertarungan.

Pangantin Tanpa Suami hanya mendengar tanpa melirik orang yang berteriak.

Sementara itu, Sepak Kilat semakin penasaran ingin menaklukkan wanita yang menjadi lawannya. Dia kembali melompat dengan kaki yang berkelebat cepat mengarah kepala Pengantin Tanpa Suami.

Dak!

“Akk!” pekik Sepak Kilat kesakitan saat tendanganya yang deras membentur tendangan Pengantin Tanpa Suami yang sengaja diadu.

Sepak Kilat mendarat dengan terhuyung karena kaki kanannya yang tadi beradu bengkak seketika dan tidak bisa dipakai berpijak. Sementara itu, Pengantin Tanpa Suami sudah maju dua langkah dengan gerakan yang begitu cepat.

Dak! Buk!

Gerakan Pengantin Tanpa Suami yang begitu cepat tahu-tahu sudah menyepak satu kaki sehat Sepak Kilat, membuatnya terbanting ke depan. Namun, sebelum tubuhnya menghantam lantai panggung, tinju Pengantin lebih dulu menghantam wajah Sepak Kilat dari samping, membuat wajah itu terguncang dahsyat bersama dua biji gigi dan air darah yang terlempar keluar.

Beleduk!

Sepak Kilat jatuh ke lantai panggung seperti nangka busuk. Setelah itu dia hanya mendelik tanpa bangun lagi.

“Yeee!” sorak para penonton kaum batangan.

“Wow wow wow!”

“Gilaaa!”

“Cantik mengerikan!”

“Hidup Pengantiiin! Mati Sepak Kilaaat!”

“Luar biasa!”

Berbagai teriakan komentar terdengar menunjukkan keterkejutan mereka melihat kehebatan Pengantin Tanpa Suami.

“Hahaha! Sepak Kilat payah!” ledek pendekar calon petarung lain.

“Calon istri yang berbahaya!” ucap pendekar yang lain.

“Aku suka, aku suka, aku suka!” komentar pendekar lain. (RH)

1
Idrus Salam
Cempani juga harus diperjuangkan oleh Rugi, karena termasuk cinta pertamanya...
Idrus Salam
Alamat makan gratis ini
Wahyu Ni
terlalu banyak iklan .
Wahyu Ni
ki demang......?
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
semangat ya Rugi agar kau bisa membalas anak" itu
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
baik bgt Ki robek ngajari rugi sabuntel berenang
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
namanya rugi sabuntel..itu kalau bahasa Jawa artinya sungguh membagongkan 😂
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Kukira ingusnya udah hanyut di sungai🤦
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
berarti lembut banget ya megangngya🤣
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Astaga namanya seyem amet😂
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Istilah dari mana itu🙄
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
wah body shaming tuh🤣
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Seencer apa om, ingusnya😂😂😂😂😂
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wajahnya lucu ya om
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk bokong nya pengen menghirup udara segar🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 🏡⃟ªʸ ᴀɴᴛɪᴇ
ya elaah teryata Ki Robek itu seorang pendekar sakti , tapi pernah di fitnah ,hingga di di hukum penjara
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 🏡⃟ªʸ ᴀɴᴛɪᴇ
yang semangat kamu Rugi berlatih Ama Ki Robek , biar ngga di ejek Mulu Ama Geng Bendong
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 🏡⃟ªʸ ᴀɴᴛɪᴇ
untung ya di kakek , membantu si Rugi
ˢ⍣⃟ₛ 🏡s⃝ᴿ 🏡⃟ªʸ ᴀɴᴛɪᴇ
wkwkwkwk 🤣
akhirnya si ikan hamil bisa berenang .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!