Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.
Reno Prakasa Salim mengiyakan supaya dirinya tak perlu mengingat kembali mantan pacarnya yang telah meninggalkannya dengan memilih pria lain yang tak lain adalah anak dari bosnya di Perusahaan Bumi Jaya.
"Kak Aaron, sedang apa ya sekarang ini? Apakah dia sudah pulang dari kantornya atau dia masih sibuk kerja? " pikir Cassie.
Cassie sudah menyelesaikan makan malamnya. Ia pamit untuk mengerjakan PR sekolahnya lagi di kamar kepada Papa dan Mama juga Kak Reno di ruang makan. Lalu, Cassie mengambil kursi yang menghadapi jendela.
"Hmmm, masih gelap." kata Cassie muram dan menundukkan kepalanya dengan sibuk menulis pelajaran akuntansi di buku tulisnya tanpa ia melihat ke arah sebelah rumahnya yang lampu di kamar itu telah menyala dan memperlihatkan Aaron yang memandanginya dengan senyuman manis di bibir cowok ganteng itu.
*****
Aaron Valentino Hermanto memandangi Cassie yang sedang mengerjakan PR sekolah sampai ia bingung sendiri namun ia tepis dengan pikiran lain di otaknya.
"Aku cuma mencari hiburan saja kok bukan Aku mencarinya. " kata Aaron yang kemudian tutup tirai jendela kamarnya. Ia berjalan ke ranjangnya dan mengambil Delon di lantai dan dipangkunya sambil memainkan gitar.
Laptop telah di aktifkan olehnya sambil bermain gitar. Ia memandangi medsos yang semuanya menulis tentang Kimberly yang berpacaran di tepi pantai utara Jakarta dengan Reno Prakasa Salim sampai Kenny Rogers adiknya datang ke kamarnya dengan heboh.
"Kakak, dia rupanya pacaran sama Kakaknya si Chaplin.. " kata Kenny terbelalak kaget melihat hp di tangannya dan laptop kakaknya yang layar memperlihatkan kemesraan Kimberly dengan Reno Prakasa Salim.
"Ya.. " jawab Aaron tenang.
"Ahhh, kalau aku tahu dia pacaran sama Kak Reno Prakasa Salim.. Ku tak mungkin mau jadi teman curhatannya yang membahas kamu, Kak Aaron. " kata Kenny Rogers menghela napas.
"Lagian kamu terlalu baik untuk menjadi teman curhatannya yang sama sekali tidak pernah dia anggap keberadaanmu di dekatnya selama ini. Kenny, aku sarankan untuk kamu jangan mau jadi tempat sampahnya. " kata Aaron yang jari telunjuknya di tunjukkan kepada Kenny Rogers di ranjangnya.
"Iya, Kak Aaron, mulai saat ini aku takkan mau jadi tempat sampahnya lagi atau siapapun itu. " kata Kenny Rogers sambil mengelus -elus Delon.
"Ohya, Ken sebentar lagi kamu akan naik ke kelas sebelas nih.. Hmm, apakah kamu sudah pikirkan mau magang di mana? " tanya Aaron di kursi depan meja laptop kepada Kenny Rogers.
"Ya, tergantung dari Guru kami di sekolah. Selain ada magang juga ada tugas menginap di desa untuk merasakan hidup sebagai orang desa itu seperti apa. " jawab Kenny Rogers melihat kakak nya sibuk mengerjakan tugas kantor di laptop kakaknya sendiri.
"Hmm, berarti dia juga dong? " tanya Aaron nada pelan sekali sehingga Kenny Rogers tak dapat mendengar pertanyaannya.
"Kak Aaron, aku tak jadi kasih hadiah valentine ke Silvana hari ini tapi aku kasih ke si Chaplin." kata Kenny Rogers yang mengejutkan kakaknya yang segera menengok ke arahnya.
"Ehh, lalu apa dia menerima hadiah valentine dari mu? " tanya Aaron suaranya tenang dan biasa saja juga wajahnya dan sikapnya begitu tenang.
"Iya, dia bilang aku baik sekali sampai aku ikut tersentuh dengan kepolosannya. " jawab Kenny Rogers tersenyum sendiri.
"Baguslah." kata Aaron segera kembali menatap laptopnya namun pikirannya melayang kepada Cassie.
"Ya, aku akan mencoba untuk menjadi sahabat si Chaplin, Kak Aaron. Kasihan dia tak mempunyai teman sejak SMP dan sekarang SMA, dia cuma punya Silvana sebagai temannya. " kata Kenny Rogers yang baik hati itu.
"Iya, kamu bertemanlah dengan si Chaplin baik di sekolah maupun di luar sekolah. " kata Aaron sambil mengetik pekerjaannya di layar laptopnya yang menampilkan denah bangunan gedung dan kota.
"Baiklah, aku mau tidur.... Selamat malam, Kak Aaron. " kata Kenny Rogers meninggalkan kamar Aaron.
Aaron memindahkan layar laptopnya dari denah bangunan dan kota dengan game online yang menampilkan gambar peperangan melawan monster.
"Usagi, kau mundurlah.. "kata Aaron yang telah melihat username Usagi dengan gambar anime seorang pendekar wanita sedang bertarung sengit melawan monster di bangunan kuno dan bertingkat dua.
"Arthur, kau hati-hati menghadapi monster air.. "kata username Usagi kepada gambar anime pria berpakaian biru yang merupakan tokoh dari permainan game online milik Aaron.
" Ehh, ya terimakasih.. Sana, kau lawan si setan kepala ular itu saja.. "kata Aaron mengatur Usagi dalam menjalankan tugasnya sebagai jenderal di game online itu.
*****
Rumah Pak Salim.
Cassie membuka IPadnya di ranjangnya dan ia memainkan game online yang sama dengan game online yang dimainkan oleh Aaron dengan tokohnya adalah username Usagi.
"Wah, si Arthur mau kemana sih? Kenapa dia itu malah berantem sama Tuksedo Bertopeng sih? Bukannya dia melawan monster air?? " tanya Cassie geram sendiri.
Pintu kamarnya di ketuk oleh Mamanya yang kini datang membawakan sepiring camilan buah anggur hijau untuknya dan menaruh piring di atas meja belajarnya.
"Cas, kalau kamu sudah belajar , bukunya harus dirapikan dulu dong biar mejanya tak brantakan terus. " kata Bu Santi yang merapikan buku -buku di meja belajar Cassie.
"Iya, Ma. " jawab Cassie cepat menyimpan buku untuk esok sekolah di tas sekolah dan buku lain di lemari meja belajarnya.
"Cas, besok siang kamu pulang sekolah akan di jemput Mama karena esok kita harus beli baju baru untuk acara pertunangan Kakakmu pada hari sabtu malam minggu besok. " kata Bu Santi yang memberitahukan jadwal besok untuknya.
"Iya, Ma. Cassie juga mau membeli jepitan yang seperti di pakai artis Mandarin, Zhao Li Ying. " kata Cassie menunjukkan foto jepitan rambut di hpnya kepada mamanya.
"Iya, besok kita belli jepitan rambut itu, ah koleksi anak perempuan memang seharusnya perhiasan rambut bukan gambar motor atau mobil balap. " kata Bu Santi mengelus rambut panjang putrinya yang mulai memperhatikan dandanan yang rapi dan anggun.
"Mmm, ya, Ma. Lagipula aku bentar lagi berusia tujuh belas tahun yang berarti aku sudah besar dan bisa mendapatkan SIM untuk mengendarai sepeda motor lama kepunyaan Kak Reno yang sekarang menjadi milikku. " kata Cassie yang membayangkan dirinya pergi ke sekolah dengan mengendarai motor.
"Cassie anak Mama bentar lagi semakin besar dan dua tahun lagi akan kuliah dan kerja.. Hhh, waktu cepat berlalu dengan cepat.." kata Bu Santi yang memeluk putrinya.
"Ya, Ma. Hmm, Cassie sudah merencanakan untuk kuliah di universitas terbaik di Jakarta dan kerja di perusahaan besar supaya Cassie bisa mempunyai uang yang banyak untuk Mama dan Papa.. " kata Cassie tertawa membayangkan ia mempunyai uang yang banyak di dalam pelukan Mamanya.
Bersambung!!