Widia Barokah adalah seorang MUA,biasa di panggil Wida,Wida juga pemilik dari sebuah salon ternama di kota Jakarta,jadi selain menjadi MUA Wida juga punya usaha.
Wida adalah seorang janda beranak satu,suami Wida meninggal karena sakit,dan anak Wida perempuan berumur 5 tahun yang bernama Balkis.
Gimana ceritanya cinta Wida dengan laki laki yang sudah beristri,,kita lanjut baca aja yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Satu Piring
"Alen,,,kamu di sini,,Papah cariin sayang,,"
Fiky akhirnya menemukan anaknya yang sedang duduk sambil makan kue.
"Bu Widia,,"Fiky melihat Wida yang duduk di bangku sebelah Alen.
"Ini anak Mas,,?"
"Iya,tadi saya sedang ngobrol dan tidak tau Anak saya pergi,"
"Oh gitu,hati hati Mas takut ada culik,"
"Iya, syukur lah ketemu dan sama Ibu di sini,"Fiky menelfon istrinya untuk bilang Alen sudah ketemu.
"Syukur lah pah sudah ketemu,mamah gabung sama yang lain lagi yah,papah jagain Alen yang benar,"Fiky hanya jawab iya.
Fiky bukanya pergi malah ikut duduk di bangku,dan mereka justru seperti keluarga,Wida sebenarnya ngga enak takut ada yang lihat dan bilang ke istri Fiky,nanti di kira dirinya godain suami orang lagi.
Tapi Wida ada rasa senangnya juga,"Tadi kok bisa Alen sama Bu Widia,?"
"Nama nya Alen Mas,,?"
"Iya,,Alena,,tapi saya pangilnya Alen,"
"Oh,,tadi saya mau ambil minum,Trus Alen datang dan meminta ambilkan minum,setelah saya kasih malah ikut saya duduk di sini,saya suruh ke mamah apa papahnya,Alen bilang ngga tau di mana,"
"Tadi saya ngobrol sama teman,mungkin Alen pengin minum tapi ngga bilang ke saya,"Wida hanya jawab iya.
"Bu Widia lagi istirahat,,?"
"Iya,,ada Caca yang gantikan saya,,"
"Bu Widia sudah makan,,?"Wida menggeleng.
"Eemm,,Mas jangan panggil Bu bisa kan,,panggil nama aja,kita kan seumuran kayanya,"
"Takutnya saya ngga sopan,biar saya panggil ibu saja.
"Tapi saya ngga nyaman,"Fiky tersenyum.
"Baiklah saya akan panggil Widia,,ngga papa kan,"
"Itu lebih baik dari pada Ibu,"
"Iya baiklah Widia,,"
Keduanya saling senyum,"Papah Alen laper,,"kata Alen.
"Oh Alen laper,Papah ambilkan dulu yah,Alen di sini sama Tante dulu,"Alen mengangguk.
"Wid,,kamu udah makan belum,biar saya sekalian ambilkan,?"
"Ngga usah Mas,nanti saya ambil sendiri saja"
"Ngga papa,Biar saya ambilkan ,titip Alen dulu,"Wida mengangguk.
Fiky pergi ke prasmanan,dan mengambil makan,Fiky mengambil buat Alen hanya pakai sup,sedang untuk Wida Fiky mengambilkan cukup banyak nasi dan lauknya.
Setelah itu Fiky membawa ke mejanya,"Ini buat kamu,,"Fiky memberikan piring ke Wida.
"Ya Tuhan Mas,,banyak banget,"
"Ngga papa ,udah makanlah ,nanti kalau telat makan malah sakit,"
Fiky lalu menyuapi Alen,dan Wida lalu makan karena memang merasa lapar,apa lagi ini yang ambilkan makanya Fiky,Wida rupanya dalam hatinya merasa senang.
Alen sudah habis makanya,sedang Wida masih banyak,Alen lalu minta di pangku oleh Fiky,rupanya Alen ngantuk.
"Alen ngantuk ya Mas,,"
"Iya nih,,dah jamnya tidur sih,"
"Alen ngga punya pengasuh Apa Mas,"
"Ada,,pengasuhnya lagi pulang kampung,"
"Oh,,ini mas ambil banyak banget makanya,Saya ngga abis nih Mas,"
"Ya udah jangan di habiskan,biar saya yang akan habiskan ,,"sambil menarik piring dari depan Wida.
"Mas jangan,kamu tuh kok jorok,"
"Ngga papa,,Saya doyan bekas kamu makan kok,"Fiky langsung memakainya dan Wida terlihat kaget dengan kelakuan Fiky.
Wida melihat Fiky kesusahan mengendong Alen sambil makan,"Mas biar saya gendongin Alen dulu yah,biar mas makanya enak,"sambil Wida mengarahkan tanganya untuk mengambil Alen.
"Maaf yah jadi repotin,"
"Ngga kok Mas,,"Alen ada di pangkuan Wida,dan Fiky lanjut makan ,Fiky juga minum di gelas Wida.
"Mas,,itu punya saya,jorok,"
"Ngga papa,,ini bekas bibirmu kan,,Saya malah suka,jadi merasa cium bibirmu,"Wida hanya bisa diam melihat kegilaan Fiky,yang makan bekas makanya dan juga minum di gelas miliknya juga.
Selesai makan Fiky lalu meminta Alen lagi,"Saya mau antar Alen ke mamahnya,kamu pulang jam berapa biasa kalau acara gini,?"
"Jam 11 apa jam 10 biasanya,tergantung acara selesainya,"Fiky sambil mengambil Alen.
"Tunggu saya di sini yah,saya nanti datang lagi,jangan pulang dulu,,"Wida reflek menganggukan kepala tanda setuju.
Mata Wida terus saja melihat kepergian Fiky sambil mengendong Alen anaknya.
"Ya Tuhan,,ada apa denganku,kenapa Aku jadi gini,,dia sudah punya anak dan istri Tuhan,,"tapi hati Wida terasa sakit tiba tiba,dia mengusapnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
Happy ending sangat memuaskan.
kak ko skrg cerita"a pendek" g kaya Agung - Dinda
ak bukan pebinor
masih pgen baca iki 🙏🙏