Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Kemacetan di kota membuat mobil Jep tidak bisa berjalan sedikitpun. Kemacetan kali ini membuat Gio dan Elena terjebak macet. Gio berpakaian formal sedangkan Elena saat ini tengah makai dress selutut berwana Hitam. Mereka berdua saat ini terlihat seperti sepasang kekasih bukan seperti atasan dan bawahan.
Gio sebenarnya sudah mengajak Viona, tapi Viona tidak mau yasudah, bawa Elena saja. Viona juga sudah tau kalo Gio mengajak Elena jadi aman, Elena juga awalnya tidak mau tapi Gio bilang nanti akan seru karena, Elena juga tidak ada kegiatan jadi memutuskan ikut saja.
"Apakah pakaian ini benaran cocok denganku... " Sudah berapa kali Elena menayakan pertanyaan yang sama kepada Gio, Jujur saja dia sangat jarang memakai pakaian wanita kecuali pakaian dalam.
"Iya... aku lelah mendengar kamu mempertanyakan soal pakaian" Akhir Gio membuka suara sudah lama dia ingin mengeluarkan isi hati.
"Aku, akan menganti pakaianku setelah kemacetan ini berakhir" Elena begitu kesal dengan dress yang iya kenakan sangat terbuka.
"Iya... " Gio hanya bisa pasrah percuma saja jika Gio menolak, pasti akan panjang komentar Elena kepada dress yang dia pakai.
"Siapa... sih yang memilih pakaian seperti ini pasti tuannya, dasar mata buaya"
"Xander... " Memang benar jika Xander yang memilih dress mini yang dikenakan oleh Elena saat ini.
"Wah anak gak a... "
tit... tit.. tit...
Suara klakson yang saling bersahutan dari pengemudi lain terdengar nyaring, Karena mobil Jep yang berada didepan mereka kini tidak ada pergerakan sama sekali.
"Jalan..." Gio yang sadar akan bunyi klakson yang mereka keluarkan langsung menyuruh Elena menjalankan mobil.
"Iya.. maaf... " Elena meminta maaf sambil menyatukan kedua tangannya didepan Gio.
Mobilpun berjalan dengan kecepatan sedang menuju kediaman Winata. Dari rumah Viona ke kediaman Winata cukup jauh dan memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mengakibatkan mereka terlambat untuk menghadiri acara Ulang tahun Athur.
Mobil Jeppun memasuki perkarangan rumah keluarga Winata. Halaman depan terlihat sepi namun sudah di hias dengan begitu banyak balon warna emas. Sepertinya semua orang berada di dalam dan acara akan segera dimulai.
Baru saja turun dari Jep, Gio langsung melihat pemandangan yang menyakitkan, Ayah yang menolongnya waktu bayi, ditarik paksa oleh manusia-manusia yang tidak tau terimakasih.
Dengan cepat Gio langsung memukul orang-orang yang menyeret Adipati. Perkelahianpun tak dielekakan.
"Ayo pergi.... " Setelah terbebas Elmira langsung menghampiri Adipati agar mereka bertiga bisa kabur bersama.
"Iya ayah ayo pergi... "Amanda pun sama dia juga tidak ingin pulang tinggal nama.
" Tidak aku ingin disini, kalian saja yang pergi" Tolak Adipati dia tidak ingin meninggalkan Gio sendirian membela dirinya disini.
"Tidak ayah ikut kami... "
"Biarkan saja dia disini biar tau rasa, kita tunggu saja dirumah" Elmira pun menarik Amanda sedangkan Amanda langsung melepaskan tangannya dari tangan Elmira.
"Tidak aku ingin disini bersama dengan Ayah"
"Terserah kamu saja... apa yang bisa kalian harapkan dari anak tidak berguna itu" Setelah mengatakan itu, Elmira langsung berjalan pergi.
Disisi lain saat ini semua orang suruhan dari keluarga Winata sudah pingsan di tanah. Orang yang memenangkan perkelahian inipun berjalan menuju Adipati dan Amanda.
"Apa ayah baik-baik saja... " tanya Gio kepada Adipati, Melihat ada darah di kening Adipati, Gio pun mengajak Adipati ke mobilnya untuk mengambil kotak P3K.
"Aaaa..." Baru saja ingin membuka pintu mobil sudah mendapatkan teriakan keras dari Elena yang sedang berganti baju, dengan cepat Elena menutupi bagian tubuhnya yang masih terbuka.
"Maaf... " Gio yang tidak tau pun langsung meminta maaf.
"Siapa dia... " Amanda yang tidak tau siapa yang ada didalam mobil Gio pun bertanya.
"Dia... " Terpotong.
"Ada apa?... " tanya Elena yang kini sudah keluar dari mobil.
"Kamu..." Amanda yang merasa tidak asing dengan wajah Elena.
"Ambil kotak P3K" Suruh Gio memotong perkataan Amanda.
"Baik tuan.. " Elena berjalan pergi menuju bagasi belakang untuk mengambil kotak P3K.
"Dia wanita yang ada dirumah kita waktu itukan?" Tanya Amanda memastikan siapa orang yang baru saja dia temui takut salah orang.
"Ini tuan... " Elena pun menyerahkan Kotak P3K kepada Gio.
Dengan telaten Gio mengobati kening Adipati yang berdarah. Merasa terabaikan Amanda hanya bisa mengerutkan mulut.
"Ayah sekarang pulang sama Amandanya" Ucap Gio setelah mengobati Adipati.
"Lalu kamu sendiri bagaimana nak?" tanya Adipati.
Ayah mana yang mau meninggalkan anaknya sendirian berjuang demi dirinya, Adipati tidak ingin Gio terluka.
"Aku akan baik-baik saja... " Gio yang tau akan khawatiran langsung mengeluarkan kata-kata bijak agar Adipati merasa tenang.
"Tidak"
"Terserah ayah saja tapi... aku akan masuk kedalam... lebih baik kalian berdua pulang atau duduk dimobil" Gio hanya bisa pasrah, ayah angkatnya ini sungguh keras kepala.
"Ayah akan disini saja"
"Baiklah"
...***...
Di dalam rumah Winata saat ini semua orang begitu bahagia membayangkan betapa ketakutannya keluarga Mahendra.
"Mereka itu keluarga bodoh... "
"Bisa-bisanya ditipu oleh kita semua... "
"Iya kau benar... "
Masih banyak lah lagi
Gio yang berjalan menuju pintu utama langsung mendengar pembicaraan mereka semua begitu banyak hina yang harus dia dengar tentang keluarga Mahendra, keluarga kecil yang menolongnya.
Tak... tak... tak..
Suara sepatu bertemu lantai terdengar nyaring, lalu pintu terbuka menampakan Gio dan Elena. Melihat ada mangsa baru semuanya langsung membicarakan Gio dan Wanita yang disebelahnya entah itu siapa mereka tidak tau.
"Wah... wah... " suara seorang pria bertepuk tangan yang terdengar seperti meremehkan. Pria tersebut berjalan menuju Gio yang saat ini menjadi pusat perhatian.
"Sepertinya dia tidak, tau kalo ayah ibu dan adeknya saat ini tengah dibawa ke penangkaran buaya keluarga Winata" ucap Wiliam mengejek Gio.
Wiliam masih memiliki dendam terhadap Gio. Gio membuat Wiliam malu didepan, Viona bisa-bisanya dia kalah dengan seorang anak yang tidak tau, asal usulnya. Hingga dia berjanji ingin mengambil apapun yang dimiliki Gio termasuk Viona.
Disini Gio hanya diam saja, Gio terlalu malas untuk berbicara kepada manusia-manusia didepannya ini mereka semua hanya boneka yang dimainkan oleh seseorang.
"Diakah yang membunuh Anak bungsuku itu?" Athurpun membuka suaranya bagaimana tidak bonekanya sekarang sudah tidak ada lagi meninggal begitu saja.
"Iya ayah... saudaraku meninggal karena dirinya"
Tamparan keras mendarat di pipi kanan Gio. Anira yang dari tadi hanya bisa, histeris menangis kini dia langsung menampar Gio.
"Kau... pembunuh... " Setelah menampar Gio Anira menarik kerah baju Gio.
Disini Gio hanya diam saja dia tidak melawan sedikitpun. Gio berpikir jika ini normal karena Anira adalah ibu dari Daniel, ibu mana yang bahagia jika anaknya meninggal begitu saja.
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat