NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Status: tamat
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Angst / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:129.7k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Setelah mengalami kecelakaan tak terduga, Lova menemukan dirinya terbangun di dunia berbeda. Dia masuk ke dunia novel berjudul Puteri & Tiga Pangeran Axenia.

Lova berperan sebagai tokoh figuran bernama Arlova. Dia terpaksa menjadi wanita PSK yang difitnah membunuh Pangeran Nathan. Jika Lova mengikuti alur cerita, maka tokoh Arlova akan dihukum mati dengan cara ditembak di kepala. Maka dari itu, Lova harus melakukan sesuatu agar takdir yang diperankannya berubah.

Berbagai rintangan harus dihadapi Lova. Dari mulai banyaknya lelaki hidung belang, sampai para wanita dengan hati dengki. Dari semua itu, misi utama Lova hanya satu. Yaitu mencegah kematian Nathan yang dianggap sebagai pangeran tak berguna. Bisakah Lova merubah takdir dirinya dan Nathan?

Setting : Kerajaan Modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Mencari Tahu

...༻⑅༺...

Lova segera beranjak meninggalkan meja. Dia ingin menemui Jaden dan bicara. Dirinya berjalan melalui banyaknya orang. Sampai akhirnya Lova menemukan lelaki yang dicari-cari.

Jaden terlihat duduk sambil membiarkan dua wanita duduk di pangkuannya. Satu paha, satu wanita. Dan Jaden tampak menikmat hal tersebut. Sesekali pria itu akan mendapat sentuhan dari Jill dan Ariana secara bergantian.

Lova yang melihat, geleng-geleng kepala. Kelakuan Jaden terlampau berlebihan.

"Mungkin begitulah definisi kehidupan lelaki yang bebas," gumam Lova. Dia segera menghampiri Jaden.

"Tuan Jade! Aku ingin bicara!" ujar Lova.

Bukannya menjawab, Jaden malah tersenyum. Dia mempersilahkan Jill dan Ariana pergi. Lalu menyuruh Lova untuk menggantikan kedua wanita itu duduk di pangkuan.

Lova mendengus kasar. Dia tentu enggan duduk sedekat itu dengan Jaden. Tetapi dirinya sedang tidak ingin berdebat. Lova tahu, Jaden pasti marah jika dia nekat menolak. Alhasil Lova tidak punya pilihan selain menurut.

"Wow... Sepertinya hal yang kau bicarakan sangat penting. Sampai-sampai kau rela menjinak begini," komentar Jaden. Menatap Lova dengan tatapan nakal. Ia tidak bisa mengalihkan atensinya dari belahan dada Lova yang terlihat.

Merasa dilecehkan melalui tatapan, Lova cepat-cepat menutupi belahan dadanya dengan rambut.

"Kenapa ditutupi? Itu pemandangan yang sangat indah bagiku," ucap Jaden. Dia menyampirkan rambut Lova yang sempat menutupi area dada.

Lova tersenyum kecut. Meski berniat ingin menjadikan Jaden teman, namun Lova benar-benar tidak mau bersikap seperti wanita murahan. Terlebih di hadapan lelaki seperti Jaden.

"Aku ingin membicarakan sesuatu yang serius. Ini tentang--"

"Psst! Tunggu dulu." Jaden menjeda dengan meletakkan jari telunjuk ke depan bibir Lova. Dahi gadis itu sontak berkerut.

"Kalau kau ingin bicara serius, beri sedikit cumbuan untukku. Kalau perlu, perlakukan aku seperti kau memperlakukan pangeran saat di gudang," pinta Jaden sembari tersenyum lebar. Sebuah senyuman yang lebih pantas disebut sebagai kelicikan.

"Aku tidak punya waktu untuk itu, Tuan Jade. Aku sebenarnya sekarang punya jadwal melayani lelaki--" lagi-lagi perkataan Lova terpotong karena ulah Jaden. Lelaki itu memaksanya lebih dekat. Kemudian meliarkan bibirnya ke area dada Lova.

Perasaan bergidik ngeri dirasakan oleh Lova. Entah kenapa sentuhan Jaden sangat jauh berbeda dibanding Nathan. Terasa kasar dan tidak penuh kasih. Andai bisa didefinisikan, sentuhan Jaden mungkin bagaikan seekor singa yang kelaparan. Dimana dia akan menerkam dan mencabik sasarannya tanpa rasa kepedulian.

Cengkeraman Jaden ke tangan Lova bahkan begitu kuat. Membuat gadis itu sampai harus meringis kesakitan.

"Tuan Jade! Aku mendengar ada orang yang sedang merencanakan pembunuhan Pangeran Nathan," ucap Lova dengan nada pelan.

Jaden langsung berhenti mencumbu. Dia nampaknya tertarik akan kabar yang diberikan Lova.

"Dari mana kau tahu?" tanya Jaden.

"Itulah yang ingin aku bicarakan sejak tadi. Aku ingin kau mencari tahu siapa dua lelaki yang tadi bicara mengenai pembunuhan Pangeran!" jawab Lova. Dia berdiri dan mengajak Jaden untuk mengikuti. Lova akan menunjukkan dua orang lelaki yang dirinya maksud.

Jaden tampak serius. Dia mengekori Lova. Hingga dapat menyaksikan dua lelaki yang ditunjukkan gadis tersebut.

"Itu! Yang bermata sipit dan rekannya yang agak gemuk. Apa kau mengenal mereka?" tukas Lova. Menatap Jaden dengan sudut matanya.

"Dia orang yang berbahaya, Lova. Untung saja kau memberitahukan ini kepadaku terlebih dahulu. Kalau kau nekat menghampirinya sendirian, maka jangan harap jantungmu bisa berdetak sampai sekarang," sahut Jaden. Membuat Lova menelan salivanya sendiri.

Lova berusaha menenangkan diri. Dia reflek memegangi lengan Jaden.

"Kumohon... Bisakah kau mencari tahu mengenai perencanaan pembunuhan Pangeran Nathan?" cetus Lova. Menatap penuh harap.

"Pangeran adalah sumber utama penghasil uangku. Jika dia mati, maka otomatis aku akan kekurangan uang. Tentu aku akan mencari tahu." Jaden berucap sambil menatap tajam dua lelaki yang ditunjukkan Lova. Lalu mengambil sebotol bir dari meja. Ia menenggak minuman tersebut langsung dari botol.

"Kembalilah bekerja! Mulai dari sini, biar aku yang urus!" titah Jaden sembari mengelap cairan yang belepotan di dagu.

Lova tertegun. Entah kenapa dia menyukai Jaden ketika bersedia membantunya. Tetapi perasaan itu pudar saat mengingat betapa kejamnya sosok Jaden.

Dengan langkah cepat, Lova kembali ke meja pertama kali dirinya duduk. Di sana ternyata sudah ada pelanggannya yang menunggu.

"Maaf, Mr. Edgar. Tadi aku punya urusan. Makanya aku harus pergi meninggalkan mejamu," kata Lova. Memaksakan dirinya tersenyum.

"Tidak apa. Aku memaafkanmu karena kau begitu cantik," sahut Edgar. Dia merupakan pengusaha muda yang menyewa jasa Lova malam itu.

"Mau minum?" tawar Lova. Dia mulai beraksi untuk membuat pelanggannya mabuk sampai tepar. Edgar yang tidak tahu, menikmati saja layanan Lova.

Lama-kelamaan Edgar mabuk berat. Dia terlihat sempoyongan dan sulit mengatur kesadaran.

"Sepertinya kita harus ke kamar," usul Lova. Dia segera membopong Edgar ke kamar. Dengan niat agar rencananya tidak ketahuan Madam Jessy.

Tanpa sepengetahuan Lova, Nathan diam-diam menyaksikan dari kejauhan. Dia datang lebih cepat dari biasanya. Nathan cemburu melihat Lova terlihat dekat dengan lelaki lain. Apalagi Edgar tampak sesekali menciumi pipi dan bahu Lova.

Lova sendiri tak bisa berbuat apa-apa. Sebab kondisinya sekarang sedang dalam keadaan membopong Edgar. Dia berjalan terseok-seok ke kanan dan kiri. Merasa berat terhadap beban dari badan Edgar.

Tanpa diduga, dua orang lelaki mengambil alih tugas Lova. Mereka tidak lain adalah pengawal Nathan. Keduanya segera membawa Edgar ke kamar.

"Pangeran! Kau datang lebih cepat?" Lova penasaran sekaligus antusias. Dia tidak tahu kenapa jantungnya langsung berdebar penuh gebu.

Nathan terlihat cemberut. Dua tangannya dimasukkan ke saku celana. Kemudian melangkah ke hadapan Lova.

"Aku melupakan satu hal dalam hubungan kita. Yaitu mengenai pekerjaanmu sebagai wanita penghibur," imbuh Nathan. Dalam keadaan semerawut wajah sangat serius. "Awalnya aku merasa baik-baik saja dengan segala sindiran Jaden mengenai dirimu. Tapi saat melihat sendiri dengan mata dan kepala. Aku benar-benar tidak bisa terima," sambungnya.

"Kau tidak perlu cemas. Aku tidak akan membiarkan lelaki lain menyentuhku selain dirimu," ucap Lova. Mencoba menenangkan Nathan.

"Itu tidak akan bisa! Aku yakin kau akan tetap disentuh meski hanya sedikit. Dan aku masih tidak bisa terima!" tegas Nathan.

Lova terkesiap. Entah kenapa dia menyukai sikap Nathan yang begitu.

"Aku akan secepatnya membawamu keluar dari sini!" Nathan bertekad.

"Tapi..." Lova urung berucap, ketika melihat Jaden berjalan mendekat. Nathan yang tadinya membelakangi, segera menoleh.

"Yang Mulia... Sepertinya mulai sekarang kau tidak bisa rutin lagi mengunjungi Lova. Hidupmu sedang terancam!" pungkas Jaden.

Nathan mengerutkan dahi. Dia butuh penjelasan lebih lanjut.

Paham dengan raut wajah yang ditunjukkan Nathan, Jaden segera memberitahu kabar yang didapatnya. Ia menyarankan Nathan agar tidak terlalu sering meninggalkan istana.

Bersamaan dengan itu, Lova berhasil melihat sebuah kartu tarot muncul pada pohon hias di belakang Jaden. Kali ini kartunya menggambarkan seseorang yang berdiri di tepi tebing sambil melamun. Dalam kartu tarot sendiri kartu itu disebut The Fool.

Tanpa pikir panjang, Lova segera mengambil kartu tarot. Dia melangkah melewati Jaden dan Nathan. Lova bahkan tidak sengaja mendorong kedua lelaki itu.

"Dapat!" seru Lova sembari tersenyum simpul. Sedangkan dua lelaki di belakangnya terperangah tak percaya. Jujur saja, Nathan dan Jaden sempat terhuyung akibat dorongan Lova tadi.

1
Wulan Dari
Luar biasa
Dewihalu
awal nya jengkel kesel sm ceritanya, maksain trs baca karna bab nya sedikit g taunya ending nya bikin aku ketawa
Dewihalu
akhirnya sekarang giliran jeden yang bersama lova wkwkwkwkwk
Monhppy🍜
bagus bangettt sukaa💗🥰cinta banget sm ni novelll💐
AN
Luar biasa
dewie
jaden ewooow bgt....sekseeh.....
May Saroh
kereeeenn Thor.. salam sehat, semangat!
ARA
😁😁😁😁😁😁😁
Ending yang Luar biasa😘
Novelmu keren Thor👍
Proficiat 😍
Semangat dan sukses buat novel selanjutnya Thor 💪😊👍
ARA
Prenk😱😱😱😱😱😱
ARA
Ayo maju.. Lengserkan raja durjana.. Hidup revormasi 💪💪💪💪💪
ARA
Tergesa-gesa. Ga usah pake 'k' 😊
Auraliv: wah, makasih infonya kak😆. aku akan ingat mulai sekarang
total 1 replies
ARA
Pake insting pebeladiri atuh Lova.. Hajar para jalang 😊
piput25
ini gak ada S2 nya kah
loey13
lumayan puas thor. diawal cerita emang pengen nathan yang jadi sama lova, tapi makin lama kelamaan pengen jade yang jdi sama lova
Elly Watty
sikap lova g smart bnget thor, katanya dr zaman modern tp ngadepin titan g pke akal
Elly Watty
jaden kog smart bnget sih, cocoknya jd raja tuh wajahnya jg mndukung syang ltar belakang yg g mndukung
Elly Watty
dah deh lova, tugasmu dah selesai agar nathan g terbunuh, pikirkan ja cara kembali ke duniamu
Elly Watty
jgn bilang hati kamu lu2h jaden, tanpa kamu sadari lambat laun kamu dah jtuh dlm pesona liva
Elly Watty
jaden lama2 jatuh cinta deh ma lova
Elly Watty
aduh thor, kog lbih keren jaden dr pd nathan sih....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!