Jaehyun adalah hantu terkuat di daratan, tidak ada hantu yang tidak mengenali dia. Namun ia adalah hantu yang sangat kesepian, karena telah kehilangan kekasihnya. Beratus tahun berlalu, Jaehyun yang sedang lontang lantung di dunia milenial ini bertemu dengan Hana yang dari, wajah, suara, bahkan gayanya mirip sekali dengan kekasihnya. Akhirnya Jaehyun pun mengikutinya setiap hari sehingga energi mereka berpadu, dan Hana pun dapat melihat Jaehyun dalam sosok hantunya. Mereka pun akhirnya saling jatuh cinta, apakah kisah mereka akan terulang? Bisakah Jaehyun dapat menjaga kekasihnya kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eny Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Mula Kegaduhan
Pagi itu, Hana, Jaehyun, dan Dante pegi ke sekolah seperti biasa. di perjalanan mereka bersenda gurau bahkan menanyakan apa yang Dante lakukan ketika pulang mengunjungi ayahnya.
"Ahh, Dante, bagaimana keadaan ayah mu?" tanya Hana.
"Keadaannya sama seperti biasa, karna dia adalah hantu kuat jadi dia tidak akan mati kalau bukan karena bunuh diri," jawab Dante santai.
"Apa? bunuh diri? kenapa begitu?" tanya Hana terkejut.
"Yah, hantu seperti kami memang begitu, beda dengan Dante atau hantu lemah lainnya, mereka bisa kami bunuh," jawab Jaehyun.
Dante yang mendengarnya sedikit kesal namun, hal itu memang benar adanya.
"Yah begitulah, seorang hantu sepeti ayah ku atau hantu hutan ini mereka bisa bunuh diri dengan menyerahkan kekuatannya pada hantu yang mereka pilih, misalkan pada keturunannya atau bahkan hantu lain yang tidak memiliki hubungan," terang Dante.
"Jadi, mereka akan tetap abadi? Haaahh? Jaehyun! kau sudah berapa lama hidup?" tanya Hana penasaran.
"Emmm, 400? 500? atau lebih? q sudah lelah menghitungnya." jawab Jaehyun dengan santai.
"Oh tidak, berarti kau seorang pedofilia!" teriak Hana terkejut.
"Apa itu pedofilia?" tanya Jaehyun dengan polosnya.
"Kau hidup selama itu tapi tidak mengerti arti pedofilia? sungguh otak mu kosong," ledek Dante.
"Mau kita selesaikan disini atau haruskah kita mencari lahan kosong ular?" gertak Jaehyun kesal.
"Hana! Jaehyun mau membunuh ku," ucap Dante manja pada Hana.
"Jaehyun sudah lah jangan mencari masalah, kita kan teman jangan ada yang menyakiti satu sama lain. dan lagi, pedofilia itu adalah seseorang yang jauuuhh lebih tua menyukai anak anak kecil seperti aku," jawab Hana.
"Tapi kau sudah dewasa Hana, dan lagi aku tidak peduli, aku hanya ingin dengan mu, bukan yang lain," jawab Jaehyun sambil menatap Hana dengan tajam.
Dante yang mendengarnya merasa mual dan menampakan ekspresi kesalnya pada Jaehyun. Hana hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua yang seperti anak anak.
Sesampainya di sekolah, Hana, Jaehyun, dan Dante tidak melihat Do Kae Bi di dalam kelas. mereka lega karena mungkin Do Kae Bi sudah kapok berurusan dengan mereka.
"Mungkin dia sudah menyerah," ucap Dante.
"Tetap waspada, keselamatan Hana yang utama," ucap Jaehyun. Dante hanya mengangguk tanda mengiyakan perkataan Jaehyun.
namun selang beberapa waktu, Jaehyun bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berlari lompat dari jendela kelas yang langsung menuju halaman belakang sekolah.
Dante dan Hana terkejut melihat Jaehyun yang tiba tiba lompat dari jendela, begitu pula teman sekelas.
"Sialan! dia memberi ku pekerjaan yang banyak sekali," grutu Dante.
"Oke semuanya jangan terkejut jadi liat ke sini sebentar tatap mata ku oke?" ucap Dante yang berniat menghapus ingatan mereka.
Hana terkejut dan langsung lari melewati tangga sekolah.
Di halaman belakang sekolah.
"Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Jaehyun pada sosok yang berdiri di depannya yang ternyata sosok tersebut adalah Do Kae Bi.
"Woww tenang tuan hantu, aku hanya ingin mengambil barang ku yang tertinggal di laci ku, lagi pula kau harusnya bisa merasakan hawa membunuh ku kan? aku tau kau tidak sebodoh itu tuan," jawab Do Kae Bi pada Jaehyun.
"Lalu? kenapa kau sengaja menebarkan aroma mu di dekat kelas kami?" tanya Jaehyun lagi.
"Tentu saja agar kekasih ku, ahhh maksud ku kekasih mu Hana, dapat merasakannya. aku yakin sedikit banyak dia bisa merasakan ku karena pernah menggunakan baju pengantin Ku benar kan? dan juga, aku salut kepada mu karena bisa melepasnya, hah padahal hampir saja dia menjadi istri ku," celoteh Do Kae Bi yang berniat memprovokasi Jaehyun.
"Banyak omong kau!" teriak Jaehyun, dan langsung melesat ke arah Do Kae Bi dan mencekik lehernya.
"Jaehyuuuunnn!" teriak Hana dari kejauhan,
"Lepaskan!" teriaknya lagi.
Jaehyun yang memang sangat menuruti Hana pun akhirnya melepaskan cekikannya dari leher Do Kae Bi.
"Jaehyun, jangan berkelahi disini. karena akan banyak siswa yang melihatnya," ucap Hana yang mengkhawatirkan Jaehyun.
"Do Kae Bi, kau sadar kan sudah melakukan kesalahan? maka dari itu pergilah dari sini!" suruh Hana pada Do Kae Bi.
"Ohh, tuan putri tentu saja aku akan pergi. aku kemari hanya ingin mengambil barang yang tidak sengaja aku tinggalkan. jadi ku mohon, ajari lah kekasih mu sopan santun, jadi dia tidak akan sembarangan mencekik siapa pun!" sindir Do Kae Bi pada Jaehyun.
mendengarnya Jaehyun sempat ingin menyerang Do Kae Bi lagi, namun Hana menggenggam erat tangannya.
"Do Kae Bi, aku tahu Jaehyun adalah hantu yang baik, dan dia tidak akan melukai siapa pun kecuali ia memiliki kesalahan pada Jaehyun. aku tahu betul siapa Jaehyun jadi berhentilah memprovokasi ku, aku tidak akan terpengaruh oleh mu!" bentak Hana dengan sangat lantang dan berani.
"Wawww kau mengeluarkan sisi indah mu yang lain, ha ha ha ha, baik lah berbincangnya sampai sini ya aku akan ke loker ku dan mengambil barang ku," ucap Do Kae Bi yang kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Jaehyun mungkin benar apa yang dia katakan, berhentilah terlalu khawatir." ucap Hana, dan mereka pun kembali ke kelas.
di laci umum, Do Kae Bi tidak membuka laci miliknya melainkan milik Hana, yang dengan kemampuannya sehingga ia pun dapat membuka loker Hana dengan lancar.
rupanya, Do Kae Bi meletakan sebuah batu delima kecil berwarna merah di dalam loker Hana, dan ia pun pergi menghilang dari lorong.
Bikin haluku lancar jaya. Pen punya pacar kek protagonis pria, tapi sadar dia ini hantu. Rasanya kek tertampar, tapi menolak sadar( ╹▽╹ )